공유

Bab 43 Rasa Penyesalan

작가: Noona Y
last update 게시일: 2025-05-04 19:06:36

Setelah Adelia selesai mandi dan berpakaian, ia pergi ke kamar Isabella dan memeriksa keadaannya.

Adelia menyunggingkan senyum memandangi Isabella yang masih tertidur. "Kamu kenyang ya minum susu, sampai tidur terlelap begini," gumamnya pelan, sambil membelai pipi Isabella menggunakan telunjuknya dengan gerakan lembut.

Bayi mungil itu tetap tenang di bawah selimut tipis bergambar kelinci, dengan bibir mungil sedikit terbuka. Aroma susu kaleng masih samar tercium dari botol susu di meja kecil se
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 213 Mulut Manis Satrio

    Dipenuhi amarah dan rasa kecewa, Adelia melangkah memasuki rumahnya. Ia tak memedulikan sekelilingnya dan langsung menerobos menuju dapur.Brak!Brak!Dengan napas memburu, ia meletakkan kotak-kotak bekal yang masih utuh itu ke atas meja dapur marmer, lalu membukanya satu per satu dengan gerakan kasar.Uap makanan yang sudah mendingin merebak, seolah mengejek seluruh usaha dan perhatian yang telah ia tuangkan sejak pagi."Kamu mau buang makanan itu?"Suara berat tiba-tiba terdengar dari arah pintu dapur, mengejutkan Adelia. Satrio berdiri di sana, bersandar pada tongkat ketiaknya dengan raut wajah penuh tanya."Eh... Mas Satrio," bisik Adelia tersentak. Ia buru-buru membalikkan badan dan cepat-cepat mengusap air mata yang terlanjur menetes di pipinya menggunakan punggung tangan."N-nggak kok, Mas. Mana mungkin aku buang... Makanan masih bagus begini." Adelia berusaha memoles senyum, meski bibirnya bergetar menahan isak tangis.Satrio tidak segera menjawab. Ia melangkah mendekat perlah

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 212 Emosi Adelia

    "Sudah, kamu nggak perlu cemas, sayang," sahut Samuel santai sambil melongokkan kepala dari jendela mobil. "Mas cuma nganter Amelia sampai depan kantor kok. Nanti kalau sore Amelia pulang kemalaman, biar Mas yang antar sekalian."Kata 'sekalian' yang diucapkan Samuel dengan begitu ringan justru terasa menghujam di dada Adelia."Bye, kak Adel! Kami berangkat ya!" seru Amelia riang dari dalam mobil, melambaikan tangan."Kami pergi dulu," pamit Samuel sebelum akhirnya menginjak pedal gas, membawa mobil hitam itu membelah jalanan pagi.Adelia berdiri mematung di teras depan. Tatapannya tertambat pada mobil yang perlahan menghilang di balik pagar."Hati-hati dijalan..." bisik Adelia lirih.Ia masih berdiri kaku ketika terdengar suara ketukan tongkat dari arah samping. Satrio berjalan perlahan, menyandarkan tumpuannya pada tongkat ketiak, berdiri tak jauh di sebelah Adelia.Satrio ikut menatap ke arah jalanan kosong yang ditinggalkan mobil Samuel."Semangat sekali mereka pagi ini," gumam Sa

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 211 Mulai Cemburu

    Suara tawa suaminya yang begitu berseri-seri itu mendadak memicu gaung ucapan Satrio di dalam kepalanya.Adelia meremas ujung bajunya sendiri. Ada perasaan asing yang mendadak merayap naik dan menyengat dadanya—sebuah rasa tidak nyaman yang belum pernah ia rasakan selama lima tahun mendampingi Samuel.Kenapa tawa senyaman itu begitu jarang ia dengar saat Samuel bersamanya di kamar? Kenapa Samuel selalu kelihatan terlalu lelah untuk sekadar mengobrol lepas dengannya?Namun, cepat-cepat Adelia memejamkan mata rapat-rapat. Ia menggelengkan kepala pelan, mencoba mengusir pikiran buruk itu.'Nggak... nggak boleh mikir macam-macam, bisik Adelia dalam hati. Amelia itu adiknya. Wajar kalau mereka dekat dan becanda kayak gitu. Mas Satrio cuma cuma asal ngomong.'Ia menghela napas panjang, menepis kuat-kuat benih kecurigaan yang berusaha merayapi hatinya. Adelia menegakkan tubuhnya kembali, memoles senyum manis di bibirnya, lalu melangkah keluar dari balik pilar menuju dapur—berusaha berpura-pu

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 210 Benih Menyesatkan

    Sesampainya di kamar Satrio, Adelia membantunya duduk meluruskan kaki di tepi ranjang. Ia menarik bantal penyangga dengan telaten untuk menopang kaki Satrio yang terbungkus gips tebal."Nah, begini kan lebih aman," gumam Adelia, menyapu peluh tipis di pelipisnya sendiri. Rasa lega terpancar dari matanya. "Mas istirahat dulu, ya. Aku mau ke dapur ambilkan air hangat dan kompresan."Adelia berbalik hendak melangkah pergi. Namun, baru satu langkah tercipta, jemari Satrio yang dingin tiba-tiba melingkar di pergelangan tangannya.Cengkeramannya tidak keras, tapi cukup menahan langkah Adelia."Tunggu, Del..." suara Satrio terdengar serak dan sedikit berat.Adelia menghentikan langkah, menoleh penuh kebingungan. Matanya menatap tautan tangan Satrio di tangannya, lalu beralih ke wajah pria itu. "Ada apa, Mas? Ada bagian yang makin sakit? Atau butuh sesuatu?"Satrio tidak langsung mengutarakan niatnya. Ia mengembuskan napas pendek, lalu melonggarkan cengkeramannya perlahan—berubah menjadi elus

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 209 Hampir Jatuh

    "Percaya sama Kakak, dua-tiga bulan lagi kamu juga bakal kebal." seru Samuel, meyakinkan.Amelia mengembuskan napas panjang, seolah baru saja lolos dari lubang jarum. "Iiihs, seremnya gak ada obat. Galak banget!"Tawa Samuel langsung pecah mendengar rengekan itu. "Hahaha! Kan Kakak bilang apa, Steven memang begitu."Amelia menoleh bersungut-sungut, menatap Samuel dengan tatapan penuh curiga. "Iya, tapi nggak gitu juga, Kak! Kak Sam, sengaja mau jebloskan Amel ke mulut singa!""Loh, kok menyalahkan Kakak?" Samuel menggeleng-gelengkan kepala sambil terkekeh. "Kakak itu justru berniat baik, Amel.""Niat baik dari mana?" potong Amelia sewot, tangannya bersedekap di dada."Amel sampai gemeteran pas dipanggil ke ruangannya! Orang galak dan dingin kayak gitu kok dibilang bagus. Rasanya kayak lagi diinterogasi penjahat, tahu!""Jangan terlalu dimasukkan ke hati," sahut Samuel santai. "Steven itu memang tegas, tapi dia perfeksionis sejati. Cara bicaranya memang tajam dan menekan, tapi percaya

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 208 Racun yang Terselubung

    "Paman, biar Arya yang bawain tas ini!""Kalau Bella bawa bantal leher Paman ya!"Satrio tak mampu menahan kekehan ringannya melihat dua keponakannya berebut repot. "Aduh... terima kasih ya, dua malaikat kecil Paman."Sesampainya di depan kamar, Adelia melangkah maju dan mendorong pintu perlahan.Aroma wangi kayu manis dan pelembut kain yang bersih langsung menyapa. Dominasi warna krem serta cokelat muda membalut ruangan itu dengan kehangatan yang menenangkan. Di salah satu sudut, sofa mungil berdiri berdampingan dengan rak buku kayu. Tak jauh dari sana, jendela kaca besar membiarkan tirai tersingkap, menyalurkan pendar keemasan sinar matahari sore yang hangat.Satrio berdiri mematung di ambang pintu, matanya menyapu setiap inci ruangan dengan saksama."Lumayan luas juga..." bisiknya.Adelia mengangguk pelan, menyunggingkan senyum tulus. "Mas memang sengaja ditempatkan di kamar ini."Satrio menoleh, mengernyit halus. "Kenapa?"Tanpa menjawab langsung, Adelia berjalan melintasi ruangan

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 178 Curhat

    “Lalu aku bilang ke Amel, warna rambut unicorn itu nggak cocok di sekolah!” seru Isabella dengan nada protes, matanya membulat penuh ekspresi.Rania terkekeh mendengar celotehan cucunya yang bercerita tentang teman sekolahnya. Gadis kecil itu duduk manis pangkuannya, kakinya berayun pelan sementara

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 177 Kecurigaan Devina

    "Di mana suamiku?!" seru Devina lantang, membuat resepsionis yang bertugas hari itu di perusahaan suaminya, terkejut bukan main, hampir saja menumpahkan kopi diatas meja.Semua karyawan yang berada di lobby perusahaan Jusuf menoleh padanya. Bagaimana tidak, Devina masuk dengan wajah merah padam, ra

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 175 Tiba-tiba Minta Jatah

    “Mas… jangan dulu, ya. Arya masih kecil, aku belum siap kalau sampai hamil lagi…” protes Adelia saat Samuel hendak membuka pakaiannya.Samuel terdiam sejenak, menatap istrinya dengan mata penuh harap. Lalu ia tersenyum nakal, menunduk mendekati telinganya. “Tenang saja, sayang. Aku nggak minta ana

  • Kejutan Mencengangkan Dari Suamiku Tercinta   Bab 168 Suami atau Bayi Gede

    “Ahh…”Desahan Adelia menggema di dalam kamar yang remang. Setelah berbulan-bulan tubuhnya menahan kehangatan, malam ini tubuh dan jiwanya kembali menyatu dengan sang suami. Tangan mereka masih saling bertautan, bibir saling mencumbu, sementara tubuh tak mau saling melepaskan, terus mengikuti iram

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status