Share

Bab 5

Author: Arsynta
Semua orang memandangku dengan jijik, makian pun datang bertubi-tubi.

Aku menatap Arka. Ekspresinya tetap acuh tak acuh. Bahkan ada kesan seolah-olah Dinda telah mewakili suara hatinya.

Aku menarik sudut bibirku, memperlihatkan senyum yang terasa tidak masuk akal. Aku baru hendak membuka mulut, ketika Arka dengan santainya menarik lenganku dan berpura-pura bersikap murah hati sebagai penengah.

"Sudahlah, sudahlah. Yang sudah lewat biarlah lewat. Aku juga nggak kekurangan uang segitu. Lain kali kalau kamu butuh uang, bilang saja langsung sama aku. Nggak perlu pakai alasan macam-macam."

Begitu Arka bicara, suasana kantor langsung memanas. Semua orang merasa aku benar-benar tidak tahu diri.

"Iya juga, Pak Arka sekaya itu, mau uang tinggal ngomong."

"Sampai mengutuk ibunya sendiri demi uang, benar-benar nggak berperikemanusiaan."

"Nggak nyangka Svara orangnya seperti ini. Dulu lihat dia hidup hemat, aku bahkan sering bawain makanan."

"Perempuan seperti dia memang pantas ditinggal. Biar tahu rasanya nggak bisa bertahan hidup di ibu kota."

Aku melihat rekan-rekan kerja yang dulu cukup dekat denganku, kini ikut menginjak-injakku.

Mengingat semua yang dilakukan Arka, tiba-tiba aku merasa semuanya ini sangat tidak berarti. Karena aku memang akan pergi.

Sekalipun sekarang aku menghempaskan slip gaji itu ke hadapannya, dia dan Dinda tetap akan memakai berbagai alasan menjijikkan untuk membuat semua orang terus menghina diriku. Dengan tenang, aku menyelipkan kembali slip gaji ke dalam saku.

Aku mengangkat kepala dan tersenyum ke arah Arka.

"Kita bersama selama tujuh tahun. Kamu bisa hitung sendiri, sebenarnya berapa uangmu yang pernah kupakai."

"Kalau kamu nggak bisa menyebutkan satu rupiah pun yang benar-benar kamu habiskan untukku, tolong kembalikan uang yang menjadi hakku."

"Ratusan juta itu."

"Kalau nggak, baik kamu maupun perusahaan ini, tunggu saja gugatan dariku."

Katanya cinta tanpa campur tangan uang. Namun, setiap detiknya malah dipenuhi dengan urusan uang.

Sementara itu, dia sebagai pewaris elite ibu kota yang begitu royal di mata orang lain, ternyata hidup dari uang tabungan yang kukumpulkan untuk menyelamatkan nyawa ibuku.

Arka terdiam cukup lama dan berpikir keras. Sekilas kepanikan melintas di matanya.

Tentu saja dia tidak bisa mengingat satu pun uang yang pernah dia keluarkan untukku. Orang yang bahkan membeli alat kontrasepsi saja masih harus berbagi biaya denganku.

Aku pernah berpikir, mungkin bukan karena orang kaya itu pelit. Melainkan karena aku memang tidak layak baginya untuk dihabiskan satu rupiah pun.

Mungkin dia masih ingin membela diri. Akan tetapi, aku sudah tidak ingin mendengarnya lagi. Saat aku berbalik hendak pergi, Dinda tiba-tiba mendorongku. Tubuhku kehilangan keseimbangan dan aku jatuh terhempas ke lantai.

"Kak Svara, jangan coba-coba memutarbalikkan fakta. Mana mungkin Kak Arka berutang sama kamu. Kamu berani menyebarkan fitnah, nggak takut kami lapor polisi?"

"Kalau kamu sampai masuk penjara, siapa yang akan merawat ibumu yang terbaring di rumah sakit menunggu kamu cari uang? Masih nggak mau minta maaf sama Kak Arka?"

Dinda mengira ancaman itu masih bisa menekanku. Padahal sekarang, aku sudah tidak takut apa pun lagi. Pada saat itu juga, atasan yang kebetulan lewat melihat Arka dan ikut masuk ke dalam kerumunan.

Di tangannya ada setumpuk formulir.

"Pak Arka, ibu Svara sudah meninggal beberapa hari lalu. Uang santunan karyawan masih belum Anda tanda tangani."

"Soal pengajuan Svara untuk meminjam empat juta dari gaji, sesuai arahan Anda, saya sudah menarik kembali formulirnya."

"Hanya saja sangat disayangkan. Katanya ibu Svara tinggal kekurangan empat juta saja untuk melengkapi biaya operasi."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan   Bab 12

    Manusia memang selalu menyimpan khayalan terhadap sesuatu yang tidak bisa lagi dimiliki.Suara Arka terdengar tercekat, "Svara, uangmu itu bukan sengaja kutahan. Dulu sekali kamu bilang ingin menikah denganku, ingin menabung mahar sendiri. Aku takut kamu nggak bisa menabung, jadi aku ingin membantumu. Aku nggak pernah berniat mengambil uangmu.""Aku benar-benar mencintaimu. Aku bisa memberimu sesuatu yang jauh lebih baik daripada Heart of the Ocean ...."Matthew langsung melindungiku di belakang tubuhnya, ekspresinya penuh rasa meremehkan, "Pak Arka, urusan kalian sebenarnya aku juga sudah tahu. Aku hanya nggak ingin Svara terluka, makanya aku nggak pernah menyinggungnya.""Kalau kamu benar-benar mencintainya, kamu nggak akan setiap hari curiga apakah dia wanita matre atau bukan. Meski ada orang yang menghasut, pelelangan itu sudah cukup membuktikan satu hal. Kamu nggak mencintainya.""Aku memberinya hadiah tanpa pernah mengharapkan balasan. Selama dia bahagia, berapa pun uang yang aku

  • Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan   Bab 11

    Matthew memang begitu, setiap kali gugup dia pasti jadi sedikit gagap."Aku tahu. Besok aku akan pakai baju yang paling aku suka. Kamu jangan berpikir macam-macam, aku juga nggak mikir berlebihan."....Keesokan paginya, aku berdiri di depan lemari pakaian yang hampir seluruh isinya adalah baju pemberian Matthew, lalu menutup dahi sambil tersenyum pahit.Yang mana ya, yang paling dia suka?Aku mencoba mengingat ekspresinya setiap kali memberiku pakaian, tapi tetap tidak bisa menentukannya. Sepertinya dia memang tidak pernah peduli soal itu. Yang dia pedulikan hanya satu, apakah aku menyukainya atau tidak.Tiga jam kemudian, aku akhirnya membuat pilihan.Gaun biru muda dengan bahu terbuka yang sederhana dan anggun, sangat cocok dipadukan dengan Heart of the Ocean. Matthew awalnya berniat menjemputku, tapi aku menolaknya. Aku ingin datang sendiri dan diam-diam memberinya kejutan.Aku ingin menunjukkan lewat tindakan bahwa aku benar-benar menyukai hadiahnya. Bukan hanya satu, tapi semuany

  • Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan   Bab 10

    Saat aku baru makan setengah, Matthew tersenyum lalu berkata, "Sudah kenyang?"Setiap kali aku kenyang, kecepatan makanku memang akan melambat. Demi menghargai niat orang lain, aku tetap akan menghabiskan makanan itu perlahan meski sudah kenyang."Kalau sudah kenyang, jangan dipaksakan. Kebanyakan makan nanti nggak enak badan."Aku menggigit ujung sumpit dan tertawa kecil."Matthew, kamu ini cacing di perutku ya? Kenapa bisa sepaham itu sama aku?""Hahaha, mau gimana lagi. Pikiranmu yang sederhana itu sudah tertulis jelas di wajahmu. Sulit nggak tahu."Sederhana? Ini pertama kalinya ada orang yang menggambarkanku seperti itu.Arka selalu menganggapku wanita penuh perhitungan yang hanya mengincar uang. Kalau aku memang sesederhana yang dikatakan Matthew, lalu kenapa selama bertahun-tahun Arka tidak pernah memperhatikan perasaanku sekali pun?Melihat raut wajahku sedikit berubah, Matthew buru-buru bertanya, "Ada apa? Aku salah bicara ya?"Aku tersenyum dan menggeleng, kembali seperti bia

  • Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan   Bab 9

    Bohong kalau bilang aku tidak terharu. Orang sesibuk dia, sebenarnya bisa saja mencari alasan apa pun untuk menolakku.Aku berganti pakaian lalu ikut Matthew menuju lokasi kolam ikan."Luas kolammu 30 hektare, kedalaman air idealnya dijaga di sekitar 2,5 meter. Setiap hektare perlu sekitar 150 kilogram kapur tohor untuk sterilisasi. Kedalaman airmu masih kurang kalau mau fokus budidaya ikan."Aku segera mengeluarkan buku catatan, menulis sambil mengangguk, lalu bertanya, "Kalau jenis ikannya, ada syarat khusus?"Matthew berpikir sejenak sebelum menjawab, "Secara umum, untuk kolam sebesar ini, biasanya isinya 2000 ikan mas per hektare, 1500 ikan nila, dan sekitar 20 ikan patin. Tapi untuk tahap awal, sebaiknya mulai dari ikan yang tingkat hidupnya tinggi dulu.""Soal tenaga kerja kamu nggak perlu khawatir. Nanti aku kenalkan beberapa orang yang sudah berpengalaman.""Untuk konsep kolam pancing kelas atas yang kamu rencanakan, kolam harus dibagi zona. Pemula dan pemancing senior nggak bo

  • Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan   Bab 8

    Di depan gedung pengadilan, angin mengacak rambutku. Aku kembali ke kampung halaman.Aku membuka halaman kecil tempat dulu aku dan ibu hidup bersama. Aroma yang begitu familier membuat air mata kembali memenuhi mataku. Aku memeluk guci abu ibu dengan putus asa, berjongkok di tanah dan menangis tersedu-sedu."Maafkan aku, Bu, aku nggak bisa membuatmu hidup dengan layak.""Maafkan aku, Bu, aku nggak bisa mengumpulkan biaya operasi tepat waktu.""Maafkan aku, Bu, aku nggak sempat memperlihatkan kepadamu saat aku menikah."....Ada terlalu banyak hal yang belum sempat kulakukan untuk ibu.Setelah lelah menangis, aku melihat bangku kecil di halaman. Di atasnya masih ada gambar wajah tersenyum yang dibuat ibu untukku. Hanya saja, karena lama tidak dipakai, bangku itu sudah dipenuhi lumut.Aku mengambil bangku itu dan berjalan ke tepi sungai kecil. Dengan sikat di tangan, aku menggosoknya perlahan-lahan untuk membersihkan kotoran yang menempel.Wajah tersenyum di bangku itu perlahan kembali t

  • Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan   Bab 7

    Sorot mata Dinda sempat menampakkan kilatan kebencian, tetapi dia menyembunyikannya dengan cepat."Kak Arka, kalau bukan karena kamu memberinya pekerjaan, Svara bahkan nggak akan bisa bertahan di ibu kota. Ibunya sudah meninggal ya biarkan saja, nggak ada yang istimewa. Setidaknya sekarang dia nggak bisa lagi pakai alasan itu untuk mengeruk uangmu.""Kalau kamu pergi mencarinya sekarang, sama saja kasih dia kesempatan untuk jadi congkak. Sesama perempuan itu paling paham satu sama lain, Kak Svara itu cuma main tarik ulur."Sesaat Arka merasa Dinda yang berdiri di depannya tampak begitu asing. Dia tahu betul seberapa hebat dan berdedikasinya aku. Dalam beberapa tahun terakhir, aku telah banyak menambah nilai valuasi perusahaan.Sebaliknya, Arka sendirilah yang selama ini diam-diam menekanku.Sebuah nyawa manusia ini terdengar jadi begitu tidak berarti saat diucapkan oleh Dinda.Baru saja Arka menelusuri kembali seluruh kenangan antara aku dan dirinya. Dia memang tidak pernah menghabiska

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status