ホーム / Romansa / Kelana Nirbatas / Bab 24 - Anugerah

共有

Bab 24 - Anugerah

作者: Asep Kuma
last update 公開日: 2021-08-09 07:00:22

Antariksha Bumisakti termenung di tengah-tengah ruangan besar berisi banyak sekali orang kebingungan, matanya membulat sendirian dengan detak jantung berdebar tak karuan. Seorang perempuan yang duduk di sampingnya juga tak kalah bingung, ia seketika langsung memperhatikannya dengan tatapan tak percaya.

Reaksi yang diterima kedua orang itu sangat kontra dengan para peserta lainnya yang mengerumuni merek

Asep Kuma

Terima kasih telah membaca, sehat selalu semuanya! -AK

| のように
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Kelana Nirbatas   Bab 27 - Malaikat Pelindung

    Setelah beberapa jam mendengarkan, acara pemberian materi akhirnya berakhir bersamaan dengan suara panggilan untuk istirahat sore menjelang petang. Tepat pada pukul lima sore, mereka semua kembali bubar untuk sekadar makan cemilan dan ibadah sore bagi yang menjalankan. Arsha telah berpisah dengan Niskala yang juga kembali ke kelompoknya, ia kini sendirian menuju sekumpulan orang yang tak lain adalah anak-anak asuh dari Celine. Pendamping kelompok yang terlihat riang itu juga terlihat menyadari keberadaan dari Arsha. “Eh, Arsha, sini-sini,” pintanya dengan gestur tangan yang mengundang. “Iya, Kak,” angguk Arsha. Celine mulai kembali menjalankan perannya. Tidak seperti pendamping kelompok pada umumnya, C

  • Kelana Nirbatas   Bab 26 - Pita Merah Muda

    Langkah kaki Arsha melambat seiring tubuhnya yang mendekat dengan ketiga orang yang ia kenal, pandangannya lebih sering tertuju ke bawah, langsung ke arah sebuah amplop merah muda dengan pita. Ia masih menggumamkan tentang kemungkinan isi dari amplop bersangkutan, sekaligus mencoba menerka dari mana asalnya.Arsha yang terlihat seperti orang kebingungan, berhasil menarik perhatian Rawa yang tak sengaja melihatnya. Langkah kaki yang tak dihitung jumlahnya, tiba-tiba mencapai sebuah titik di mana ia akhirnya sampai ke tujuannya.Kini bukan hanya Rawa, namun juga Rhea dan Niskala yang menyadari keberadaan Arsha, Rawa yang telah lebih dulu tertarik pusat perhatiannya, tanpa basa basi langsung menyapa Arsha, tentu saja dengan caranya.“Woi, anak ilang? Lagi nyari mama?&rdqu

  • Kelana Nirbatas   Bab 25 - Terima Kasih, Antariksha

    Ratusan pasang mata kini terpaku kepada Arsha yang baru saja mengatakan hal yang tak terduga, ia yang sedari awal berdiri berdampingan bersama Pak Ali, ternyata menjadi satu-satunya orang yang menentang dan tak menerima keputusan dari Rektornya sendiri, kendati keputusan itu sangat menguntungkan dirinya pribadi. “Tidak adil? Kenapa kamu berpikir begitu, Nak?” tanya Pak Ali. “Dalam ruangan ini, saya memiliki dua orang teman perempuan, keduanya sangat ingin menjadi ratu bahkan sebelum acara Ospek ini dimulai. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan jika ada orang lain yang juga sangat menginginkan posisi raja. Meskipun saya tidak mengenalnya, pasti di salah satu sudut ruangan ini ada yang telah mati-matian mempersiapkannya dengan penuh semangat. Saya tidak bisa begitu saja datang dan mengambil apa yang baru saja ingin mereka per

  • Kelana Nirbatas   Bab 24 - Anugerah

    Antariksha Bumisakti termenung di tengah-tengah ruangan besar berisi banyak sekali orang kebingungan, matanya membulat sendirian dengan detak jantung berdebar tak karuan. Seorang perempuan yang duduk di sampingnya juga tak kalah bingung, ia seketika langsung memperhatikannya dengan tatapan tak percaya.Reaksi yang diterima kedua orang itu sangat kontra dengan para peserta lainnya yang mengerumuni mereka, ketika orang lain yang tak tahu apa-apa hanya mampu saling melihat satu sama lain sembari bertanya siapakah sosok Antariksha Bumisakti yang baru saja disebut oleh Pak Ali, orang-orang yang mengenal sosok aslinya mungkin sekarang sedang terdiam dan bertanya tentang hal apa yang Arsha lakukan sehingga mampu menarik perhatian seseorang sepenting itu.“Sha, kamu…,” ujar Niskala.

  • Kelana Nirbatas   Bab 23 - Sejarah Baru

    Ruang aula yang perlahan terisi penuh oleh para peserta, menjadi pertanda dimulainya acara selanjutnya. Sebelum pemberian materi oleh para pembicara yang merupakan tokoh-tokoh penting di UNSUF, Rafiq sang ketua divisi acara kembali hadir untuk memberikan beberapa penjelasan sebelum para peserta mulai mendengarkan pembicara yang sesungguhnya. Rafiq berdiri di atas panggung, di hadapan para peserta. Di atas panggung juga terdapat meja panjang dengan beberapa kursi di belakangnya. Dirga yang merupakan ketua panitia terlihat duduk di salah satu kursi yang disediakan di sana, ia tampaknya akan menjadi salah satu orang penting yang akan menjadi pembicara. “Selamat pagi, selamat datang bagi para peserta yang telah hadir, saya akan memberi beberapa susunan dan peraturan sebelum kita melanjutkan acara,” salam Rafiq. &

  • Kelana Nirbatas   Bab 22 - Hipotesis

    Para anggota kelompok dibawah pengawasan Celine ditinggalkan dengan kebingungan oleh sang ketua acara begitu saja, Celine yang terlihat seperti mengetahui sesuatu juga memilih untuk tak memberi tahu apa-apa kepada mereka. “Calon raja?” gumam Arsha dalam hatinya. Arsha yang juga tak mengerti maksud perkataan Dirga, lebih memilih untuk tak mencari tahu kepada pendamping kelompoknya. Pada akhirnya Arsha lebih memilih untuk fokus kepada acara Ospek yang akan segera berlanjut ke tahap berikutnya. “Kak, maksudnya calon raja itu apa, ya?” tanya salah satu anggota kelompok. “Iya, Kak, tadi Kak Dirga ngomongin apa, sih?” sambung anggota yang lain. “Udah, u

  • Kelana Nirbatas   Bab 13 - Putri Aurora

    Suara mesin mobil hitam milik Pak Rohim yang baru menyala menjadi pertanda perpisahan seorang ayah dengan anaknya, kendati perpisahan ini hanya berlangsung sementara, tetaplah bukan hal yang mudah bagi keduanya. Niskala akan mengenyam pendidikan di pelosok daerah a

  • Kelana Nirbatas   Bab 12 - Perangai

    Siang hari yang terik harusnya dimanfaatkan untuk istirahat bagi orang-orang yang sedang tak memiliki kegiatan, itu adalah pemikiran yang normal bagi kebanyakan manusia. Namun tidak untuk kedua sahabat berusia paruh baya bernama Khalid dan Rohim, yang sedang asik m

  • Kelana Nirbatas   Bab 11 - Si Jalak Harupat

    Hari pertama di bulan september tahun 2013 bukan hanya menjadi hari yang berbeda untuk Niskala yang akan segera ditinggal pergi oleh ayahnya. Hari ini juga menjadi titik temu bagi Arsha yang baru diberitahu sesuatu oleh ayah Niskala, sesuatu tentang anaknya yang me

  • Kelana Nirbatas   Bab 10 - Galileo Galilei

    Hukuman berupa pengucilan dari masyarakat telah diterima oleh seorang pria tua pada tanggal 22 juni tahun 1633, setidaknya itulah hasil dari putusan pengadilan gereja masa itu di Italia. Pria tua itu disidang karena dianggap telah melenceng dari kepercayaan masyara

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status