MasukTak ada yang benar-benar tahu tentang masa depan, setiap detik yang kita perhitungkan bisa saja salah dan berubah, kisah ini dimulai dari sebuah desa kecil di pesisir selatan Provinsi Banten, di bagian bawah peta. Berpusat di kehidupan seorang Antariksha Bumisakti, yang merasa dipermainkan oleh takdir karena telah ditarik paksa ke dalam pertemuan yang tak pernah ia minta, pertemuan dengan seseorang yang pernah menjadi tokoh utama di beberapa halaman buku kehidupannya. Kisah ini adalah penggalan dari masa lalu Arsha, panggilannya. Tujuh tahun lalu, saat ia baru menginjak usia delapan belas tahun, ia mendapat pemberitahuan dari sang ayah, bahwa akan ada seseorang yang datang dan tinggal di rumah mereka, seorang perempuan anak dari sahabat ayahnya yang akan berkuliah di tempat yang sama dengan Arsha. "Tugasmu nanti jagain dia ya, Sha," pinta Ayahnya. Arsha hanya bisa mengiyakan, lagipula membiarkan satu orang asing tinggal di rumahnya bukanlah masalah yang berarti baginya. Setidaknya itulah yang ada di pikirannya, sampai semua ekspektasinya berubah ketika orang itu tiba, seorang perempuan yang tidak hanya datang ke rumah Arsha, namun juga memaksa masuk ke dalam kehidupannya, sebagai tokoh baru yang tak pernah Arsha minta. Sialnya, sang tokoh baru bukanlah seseorang yang mudah untuk dipahami, ia membawa perubahan besar yang tidak pernah Arsha antisipasi.
Lihat lebih banyakSetelah beberapa jam mendengarkan, acara pemberian materi akhirnya berakhir bersamaan dengan suara panggilan untuk istirahat sore menjelang petang. Tepat pada pukul lima sore, mereka semua kembali bubar untuk sekadar makan cemilan dan ibadah sore bagi yang menjalankan. Arsha telah berpisah dengan Niskala yang juga kembali ke kelompoknya, ia kini sendirian menuju sekumpulan orang yang tak lain adalah anak-anak asuh dari Celine. Pendamping kelompok yang terlihat riang itu juga terlihat menyadari keberadaan dari Arsha. “Eh, Arsha, sini-sini,” pintanya dengan gestur tangan yang mengundang. “Iya, Kak,” angguk Arsha. Celine mulai kembali menjalankan perannya. Tidak seperti pendamping kelompok pada umumnya, C
Langkah kaki Arsha melambat seiring tubuhnya yang mendekat dengan ketiga orang yang ia kenal, pandangannya lebih sering tertuju ke bawah, langsung ke arah sebuah amplop merah muda dengan pita. Ia masih menggumamkan tentang kemungkinan isi dari amplop bersangkutan, sekaligus mencoba menerka dari mana asalnya.Arsha yang terlihat seperti orang kebingungan, berhasil menarik perhatian Rawa yang tak sengaja melihatnya. Langkah kaki yang tak dihitung jumlahnya, tiba-tiba mencapai sebuah titik di mana ia akhirnya sampai ke tujuannya.Kini bukan hanya Rawa, namun juga Rhea dan Niskala yang menyadari keberadaan Arsha, Rawa yang telah lebih dulu tertarik pusat perhatiannya, tanpa basa basi langsung menyapa Arsha, tentu saja dengan caranya.“Woi, anak ilang? Lagi nyari mama?&rdqu
Ratusan pasang mata kini terpaku kepada Arsha yang baru saja mengatakan hal yang tak terduga, ia yang sedari awal berdiri berdampingan bersama Pak Ali, ternyata menjadi satu-satunya orang yang menentang dan tak menerima keputusan dari Rektornya sendiri, kendati keputusan itu sangat menguntungkan dirinya pribadi. “Tidak adil? Kenapa kamu berpikir begitu, Nak?” tanya Pak Ali. “Dalam ruangan ini, saya memiliki dua orang teman perempuan, keduanya sangat ingin menjadi ratu bahkan sebelum acara Ospek ini dimulai. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan jika ada orang lain yang juga sangat menginginkan posisi raja. Meskipun saya tidak mengenalnya, pasti di salah satu sudut ruangan ini ada yang telah mati-matian mempersiapkannya dengan penuh semangat. Saya tidak bisa begitu saja datang dan mengambil apa yang baru saja ingin mereka per
Antariksha Bumisakti termenung di tengah-tengah ruangan besar berisi banyak sekali orang kebingungan, matanya membulat sendirian dengan detak jantung berdebar tak karuan. Seorang perempuan yang duduk di sampingnya juga tak kalah bingung, ia seketika langsung memperhatikannya dengan tatapan tak percaya.Reaksi yang diterima kedua orang itu sangat kontra dengan para peserta lainnya yang mengerumuni mereka, ketika orang lain yang tak tahu apa-apa hanya mampu saling melihat satu sama lain sembari bertanya siapakah sosok Antariksha Bumisakti yang baru saja disebut oleh Pak Ali, orang-orang yang mengenal sosok aslinya mungkin sekarang sedang terdiam dan bertanya tentang hal apa yang Arsha lakukan sehingga mampu menarik perhatian seseorang sepenting itu.“Sha, kamu…,” ujar Niskala.
Mobil perak milik Shania akhirnya sampai di depan gerbang UNSUF yang tempo hari dilewati oleh Arsha dan Niskala. Para penumpang mobil itu langsung bergegas keluar dari kendaraan yang telah membawa mereka, meski waktu masih tersisa sepuluh menit, mereka tak ingin me
Keberadaan seorang perempuan cantik berambut kuncir kuda khas yang muncul secara tiba-tiba, tentu membuat semua tamu gazebo tua terkejut seketika. Shania tidaklah tinggal di desa yang sama dengan mereka, kendati rumahnya tidak begitu jauh dari jalan raya utama, ini
Suara hentakan dari sebuah papan catur terdengar setelah benteng milik Rawamana dimakan bulat-bulat oleh ratu milik Antariksha, dilanjut dengan suara sang pemuda yang sedikit berteriak setelah mengeklaim kemenangannya, Arsha berhasil mengalahkan Rawa berkat gerakan
Udara dingin menyelimuti sekujur tubuh perempuan asal Bandung tatkala pemuda yang tak jelas asalnya tiba-tiba menarik tangannya secara paksa, Antariksha Bumisakti mendadak berubah menjadi agresif beberapa jam setelah seorang perempuan muda ditinggal sendiri oleh ay


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak