Teilen

Bab 51

last update Veröffentlichungsdatum: 27.06.2026 09:49:16

Pesan dari Bayu masuk jam dua belas kurang sepuluh.

'Non Vanka, Den Efra tanya makan siang di mana?'

Vanka membaca itu sambil berjalan ke lobi dari arah lift. Eunwoo di sebelahnya sedang menjelaskan sesuatu soal dokumen yang perlu dikirim ke tim Korea sebelum jam tiga sore.

Ia menoleh ke belakang.

Efra berdiri di dekat lift dengan Bayu dan Rena, ketiganya pura-pura sedang membicarakan sesuatu yang penting. Bayu dengan ponsel di tangan. Rena dengan map di dadanya. Efra dengan cara berdiri yang s
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 57

    Jam tujuh pagi, ruang makan lantai dua rumah Pak Kim sudah berbau kopi dan roti yang dipanggang.Bi Ema yang sudah ada sejak jam enam menyiapkan sarapan dengan cara yang menyiratkan ia sudah menghitung berapa orang yang akan turun dan berapa porsi yang dibutuhkan masing-masing. Nasi goreng di panci besar untuk yang mau nasi. Roti dan selai untuk yang tidak. Telur dalam tiga versi karena Bi Ema tahu selera setiap orang di rumah ini dan sudah menyesuaikan tanpa diminta.Pak Kim sudah duduk di kursinya dengan kopi pertama dan koran yang belum dibuka.Mama Sohe di sebelahnya memotong buah dengan cara yang sangat rapi untuk seseorang yang baru bangun.Rena turun duluan dengan kemeja krem yang sudah sangat rapi dan rambut yang sudah disisir dengan sempurna karena Rena adalah orang yang tidak bisa turun sarapan dalam kondisi yang kurang dari sembilan puluh persen siap.Bayu menyusul dengan cara yang sudah siap kerja meski sarapan belum dimulai, ponsel di tangan, jadwal sudah terbuka.Efra du

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 56

    Jam empat pagi. Koridor lantai tiga masih sunyi tapi berbeda sunyinya dari tengah malam. Lebih sunyi karena jam seperti ini bahkan suara kota di luar sudah nyaris tidak ada. Vanka terbangun karena kebiasaan yang sudah ada sejak dulu,tubuh yang secara otomatis bangun sebelum subuh untuk shalat dan tidak bisa kembali tidur setelahnya. Ia duduk di tepi kasur. Mengambil mukena dari tas. Shalat sunah. Selesai, ia duduk sebentar. Mendengarkan kesunyian rumah. Lalu berdiri dan berjalan ke dapur kecil di lantai tiga yang biasanya dipakai untuk membuat minuman malam. Memanaskan air. Menyeduh teh. Duduk di kursi kecil di sudut dapur dengan cangkir di tangan. Suara langkah di koridor. --- Pelan. Tidak bersuara penuh karena karpet yang tebal. Lalu muncul seseorang di pintu dapur kecil itu. Efra. Dengan kaos yang sama dari tadi malam tapi sudah sedikit kusut karena tidur. Rambutnya belum disisir. Matanya masih setengah mengantuk tapi sudah tidak bisa kembali tidur. Ia melih

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 55

    Jam sebelas malam, koridor lantai tiga rumah Pak Kim sudah sunyi.Satu per satu lampu kamar mati. Bayu yang paling cepat karena besok pagi ia yang harus memastikan semua logistik rapat sudah beres sebelum jam delapan. Eunwoo tidak lama setelah itu. Puja yang sudah hampir tidur sejak di gazebo tadi.Rena yang paling terakhir karena ia masih mengirimkan beberapa email yang tidak bisa ditunda sampai besok.Vanka duduk di meja kerjanya dengan laptop yang masih menyala, mengerjakan sesuatu yang ia bilang ke Sora tinggal sebentar tapi sudah setengah jam.Sora sudah tidur di kamarnya sendiri dengan cara yang tidak perlu diumumkan karena pintunya sudah tertutup sejak jam sepuluh.Di ujung koridor, kamar Seokjin yang sekarang diisi Efra, lampunya masih menyala tipis dari bawah pintu.---Vanka menutup laptopnya jam sebelas empat puluh.Matanya lelah dengan cara yang berbeda dari lelah fisik. Lebih ke lelah yang datang da

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 54

    Ronde pertama, Efra kalah.Bukan karena tidak bisa main. Tapi karena Sora mengeluarkan kartu plus empat tepat saat Efra hampir menang dan tidak ada yang memperingatkan karena semua orang di meja itu melihat peluang itu dan memilih diam."Itu tidak adil." Efra menatap tumpukan kartu tambahan yang harus ia ambil."Selamat datang di UNO versi kami." Sora menyerahkan spidol ke Vanka. "Kamu yang gambar."Vanka mengambil spidol. Menatap Efra.Efra menatap balik dengan ekspresi yang tidak memberi instruksi tapi juga tidak menolak.Vanka menggambar satu garis pelan di pipi kirinya.Efra tidak bergerak."Itu saja?" tanya Sora."Itu standar hukumannya." Vanka menutup spidolnya. "Satu garis per kekalahan.""Tapi tadi aku dapat tiga sekaligus karena—"" Kak Sora." Suara Vanka tidak tinggi.Sora menutup mulutnya.Ronde berikutnya dimulai.---Jam tujuh, Bayu munc

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 53

    Jam enam sore, rumah Pak Kim yang biasanya tenang di bagian belakang sudah berbeda suasananya.Dari arah gazebo di pojok taman, suara kartu yang dilempar ke meja dengan keras. Disusul suara protes. Disusul tawa yang tidak ditahan.Dari arah panggangan di sisi lain taman, asap tipis mulai naik dan bau daging yang mulai matang menyebar pelan ke seluruh area belakang rumah.Bi Ema yang lewat dari dapur ke gudang berhenti sebentar menatap dua area itu bergantian, menggeleng pelan dengan senyum yang tidak ia sembunyikan, lalu melanjutkan jalannya.---Di gazebo, permainan sudah berjalan entah berapa ronde.Meja rotan di tengah gazebo penuh dengan kartu yang sudah dimainkan. Di tengahnya, tumpukan kartu sisa yang makin tipis. Dan di wajah empat perempuan yang duduk mengelilingi meja itu, ada bukti yang tidak bisa disangkal dari siapa yang sudah kalah berapa kali.Sora punya empat garis di pipi kanan dan tiga di pipi kiri. Mera

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 52

    Sora mematap Efra yang sedang menatap adiknya."Kami lupa memperkenalkan." Mama Sohe mengambil sendoknya kembali. "Seokjin itu putra sulung, kakak kami. Sedang dinas di Korea, jarang pulang ke Indonesia. Baru kali ini kami di sini lebih dari dua minggu jadi kamarnya kosong.""Dinas?" Rena yang dari tadi diam bertanya dengan nada yang sedikit lebih tertarik dari nada profesionalnya yang biasa."Angatan Darat." Sora menimpali tanpa mendongak dari piringnya. "Oppa Seokjin tentara aktif jadi menetap di sana. Paling setahun sekali pulang ke Indonesia kalau tidak ada penugasan.""Oh." Rena mengangguk. Kembali ke makanannya. Tapi telinganya masih merah sedikit di bagian atas.Bayu melihat itu. Memilih untuk tidak tahu apa-apa.Efra menatap Pak Kim. Menatap Mama Sohe. Melihat tidak ada celah yang masuk akal untuk menolak tanpa terlihat tidak sopan."Terima kasih. Kalau tidak merepotkan.""Tidak merep

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 4: Hangat yang Tak Lagi Sama

    "Vanka, kamu mau nasi tambahannya tidak?" Tidak ada jawaban. Bu Isa menoleh. Putri bungsunya itu duduk dengan garpu menggantung di udara, matanya menatap ke arah meja tapi tidak benar-benar melihat apa pun di sana. "Vanka." "Hm?" Vanka berkedip, mendongak. "Maaf, Mama. Tadi bilang apa?" Bu

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 3: Suara dari Masa Lalu

    "Data kita jebol, Pah." Efra meletakkan ponselnya di atas meja dengan gerakan yang terlalu tenang untuk situasi yang sedang ia hadapi. Semua mata di ruangan itu berpaling ke arahnya. Pak Brata meletakkan cangkir tehnya, dan bunyi denting itu terasa lebih keras dari yang seharusnya. "Seberapa par

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 2: Luka yang Tak Pernah Benar-Benar Pulih

    Vanka tidak langsung turun dari motornya. Ia duduk diam di atas jok, tangan masih menggenggam setang, matanya menatap kosong ke depan. Halaman rumah yang sederhana itu sunyi kecuali suara Reno yang sudah berlarian masuk tanpa alas kaki, membanting pintu kayu hingga berdebam keras. "Reno! Suku te

  • Kembali Pada Sang Pemilik Hati   Bab 1: Bayangan di Trotoar Braga

    Ponsel itu jatuh tepat saat sepasang mata itu menatapnya. Efra Alfaro tidak langsung memungutnya. Ia berdiri kaku di tengah keramaian trotoar Braga, dengan lutut yang masih berdenyut dan dada yang tiba-tiba terasa seperti diperas oleh tangan tak kasat mata. Ratusan orang terus bergerak di sekelili

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status