Share

Acara Mewah

Author: Melody
last update publish date: 2026-08-04 14:28:05

Ruangan besar dan mewah itu sudah dipenuhi oleh ratusan orang yang hadir dengan penampilan sangat rapi dan berkelas.

Dekorasi ruangan juga sangat mewah, membuat ruangan itu terlihat mahal. Begitu memasuki ruangan itu Nayla langsung tau kalau ini acara penting yang menghabiskan dana ratusan juta atau bahkan miliaran.

Pria-pria yang hadir semuanya mengenakan jas dan dasi, sedangkan para wanita mengenakan gaun yang anggun untuk mengimbangi para pria. Begitu juga dengan Adit dan dirinya.

Adit terli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembali untuk Bertemu   Saudara

    Rino akhirnya diijinkan untuk pulang dan dirawat di rumah. Kondisinya memang belum pulih sepenuhnya, tapi sudah kelihatan lebih baik dan segar. Untuk sementara semua urusan pekerjaan di Elevation diserahkan penuh pada Adit. Rino sendiri tidak bisa membayangkan Elevation tanpa Adit. Rino sudah memikirkan matang-matang mengenai Nayla selama di rumah sakit. Dia pun sempat mendiskusikan hal itu dengan Adit, dan Adit mendukung penuh keputusan Rino untuk memberitahukan pada keluarganya. Sampai di rumah, Rino meminta Inge dan Widya duduk bersama. "Ada hal penting yang ingin Papa sampaikan," ucap Rino ketika mereka bertiga berkumpul di ruang keluarga. "Ada apa, Pa? Kok kayaknya serius banget?" tanya Widya."Betul, Wid. Ada hal serius yang harus Papa sampaikan ke kalian. Papa berharap kalian bisa menerimanya dengan pikiran terbuka dan hati yang lapang," kata Rino dengan wajah serius.Inge dan Widya saling bertatapan, wajah mereka tampak bingung. Bukan hal yang biasa Rino membahas masalah pe

  • Kembali untuk Bertemu   Langit Senja

    "Saya setuju dengan usul Pak Rino," ucap Adit setelah Nayla menceritakan semua padanya. Nayla menoleh pada Adit. Dia selalu percaya dengan Adit, dia berharap kali ini Adit akan punya pandangan atau masukan yang berbeda."Semuanya Mas?" tanya Nayla memastikan."Iya. Mungkin kamu memikirkan perasaan Widya dan Tante Inge. Tapi bukankah menyimpan rahasia ini sama saja dengan membohongi mereka? Saya rasa mereka berhak tahu."Nayla hanya mendengarkan. Mereka memilih untuk duduk di sebuah restoran outdoor dengan pemandangan kota, yang cocok menemani di sore hari. "Mengenai Elevation, saya juga setuju. Saya yakin kamu bisa mengurus Elevation dengan sangat baik nantinya," lanjut Adit. "Mengenai sekolah lagi..." Adit menyeruput kopi di hadapannya sebelum melanjutkan kata-katanya. Nayla menunggu sambil ikut menyeruput teh yang dipesannya. "Saya juga setuju, walaupun saya akan merasa kehilangan kamu," ucap Adit sambil menatap Nayla lekat-lekat, sampai membuat Nayla salah tingkah. Adit tersen

  • Kembali untuk Bertemu   Tidak Semua Rahasia Harus Disimpan

    Nayla berjalan perlahan mendekati tempat tidur dimana Rino berbaring. Rino menoleh pelan untuk melihat siapakah yang datang menjenguknya. "Nayla?" panggil Rino pelan. Nayla berjalan mendekat dan mengambil tempat duduk di sebelah ranjang rumah sakit itu. "Bagaimana kondisinya, Pak?" tanya Nayla."Sudah lebih baik. Terimakasih sudah datang kesini, Nak."Nayla tersentak saat mendengar panggilan Rino padanya. Sewaktu kecil dia selalu iri saat melihat teman-temannya menghabiskan waktu bersama Ayah mereka. Dia selalu membayangkan seperti apa rasanya punya ayah kandung yang akan menyanyanginya. Tiba-tiba air matanya menetes tanpa bisa ditahan. "Maafkan Bapak ya, Nay," ucap Rino lagi, walaupun dia tahu seribu permintaan maaf tidak akan bisa menyembuhkan luka dalam hati Nayla.Nayla mengangguk pelan, lalu berdiri dan memeluk Rino sambil menangis tersedu-sedu. Rino membalas pelukan itu dengan mengusap lembut kepala Nayla. Air mata Rino ikut menetes. Dia sadar betapa pahit hidup yang sudah d

  • Kembali untuk Bertemu   Menjadi Dewasa

    Keesokan harinya Nayla datang ke Elevation. Setelah beberapa hari tidak terlihat, kehadirannya sontak menarik perhatian semua orang."Nay! Kemana aja sih lo? Sakit ya?" Willy langsung menghampiri Nayla begitu melihatnya. Nayla tersenyum. "Gak kok, Wil. Habis ada urusan sekalian ngabisin cuti."Jujur di dalam hatinya Nayla begitu merindukan suasana kantor, dan semua interaksi dengan rekan-rekannya."Jadi hari ini udah balik kerja lagi kan? Udah numpuk banget Nay kerjaan lo pasti," timpal Novi yang ikut menghampiri Nayla."Gue mau ketemu Mas Adit dulu ya," pamit Nayla."Ya udah gih Mas Adit juga baru sampe," ucap Willy.Dia sadar ada yang aneh dengan Nayla. Sebagai teman yang mengenal Nayla sejak hari pertama, dia bisa merasakan gerak-gerik yang tidak biasa. Namun dia tidak mau bertanya apapun, dia yakin Nayla akan menceritakan padanya nanti.Nayla langsung berjalan menuju ruangan Adit, yang terletak di sebelah ruangannya dengan Widya. Hatinya terasa sesak saat melihat ruangan itu. Dia

  • Kembali untuk Bertemu   Ketakutan dan Penyesalan

    Adit langsung berlari kencang menuju ruang ICU setelah memarkir mobilnya. Sampai disana terlihat Widya dan Mamanya, Inge, yang sedang terduduk lemas dengan mata sembab. "Tante, Widya, gimana kondisi Pak Rino?" tanya Adit sambil berjalan mendekati mereka berdua. "Mas..." Widya tidak sanggup menahan tangisnya ketika melihat Adit. Setelah bekerja lama di Elevation dan menjadi orang kepercayaan Rino, Adit sudah seperti keluarga bagi mereka. Baik Widya maupun Inge sudah mengenal Adit dengan baik. Saat ada kejadian seperti ini, Adit menjadi orang pertama yang mereka hubungi."Papa belum sadar, Mas," isak Widya. Melihat Widya yang nangis tersedu-sedu, Adit langsung memeluk Widya dan menenangkannya.Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangannya diikuti dengan suster yang dan juga Rino yang masih terbaring lemah diatas tempat tidur. "Gimana Dok kondisi suami saya?" tanya Inge dengan wajah khawatir."Jantungnya melemah, jadi untuk saat ini lebih baik dirawat secara intensif dulu.

  • Kembali untuk Bertemu   Penyesalan Selalu Datang Terlambat

    "Jadi kamu punya hubungan apa sama Adit?" Nugie tidak mau berbasa-basi lagi. Begitu sampai di sebuah taman kota, mereka duduk disana untuk berbincang. "Gak ada hubungan apa-apa. Mas Adit gak ada hubungannya sama berakhirnya hubungan kita," jawab Nayla tenang."Terus apa yang aku lihat tadi? Apa wajar dua orang jalan seperti itu kalau gak punya hubungan spesial?"Nayla mengela nafas. "Benar kan dia itu suka sama kamu?" Nugie terus mencecar Nayla dengan pertanyaannya."Oke, kamu benar. Mas Adit suka sama aku. Tapi dia gak pernah ngomong apapun sampai tahu kita berdua udah putus.""Kamu juga suka sama dia?" kali ini suara Nugie terdengar sedikit bergetar menahan sedih."Aku gak tau, aku gak bisa jawab soal itu." Mereka berdua terdiam sejenak. Nayla sendiri memang masih belum yakin dengan perasaannya. Apakah dia benar-benar suka dengan Adit? Atau hanya terbawa suasana sejenak? Memang sejak awal dia merasa nyaman dekat dengan Adit, tapi apakah itu perasaan suka?"Maaf ya Gie kalau aku u

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status