Masuk"Excuse me. Can I talk to you?"Arya, yang sedang sibuk memanen Rumput Bintang Perak Tiga Daun tiba-tiba terkejut dan mengangkat kepalanya saat mendengar kata-kata asing itu. ."Hah?"Melihat seorang wanita yang tampak menarik, entah dari segi wajah atau sosoknya, dia sedikit berhenti dan terkejut. Akar spiritual langka tipe emas?Arya benar-benar terkejut saat melihatnya, tentu bukan karena kecantikan atau keindahan tubuhnya yang terlalu menggoda, tapi karena wanita ini sebenarnya adalah orang kedua selain Evelyn yang memiliki akar spiritual lainnya. Akar spiritual, itu adalah bakat bawaan dari setiap manusia biasa agar bisa berkultivasi keabadian, dan rasionya satu banding sepuluh ribu. Menemukan dua dalam waktu dekat, dan semuanya adalah wanita dengan akar spiritual yang langka, Arya benar-benar terkejut saat melihatnya secara langsung. Apakah akar spiritual terbaik benar-benar bukan hal yang langka di bumi? Atau lebih tepatnya bagi setiap wanita? Thalya, yang melihat keterkej
Wajah kelompok itu segera berubah ketika mendengar pertanyaan Arya. Bahkan Wira tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan keningnya dengan serius.Sejujurnya, mereka sama sekali tidak yakin dengan Legenda Naga yang ada sebelumnya. Tapi setelah sampai di sini, dan dengan kepalanya sendiri menyaksikan binatang aneh setingkat monster, mereka mulai meragukan penilaian awalnya. Jika mereka memikirkannya dengan hati-hati, sepertinya, perkataan Arya ada benarnya. Sekalipun Naga di awal mungkin tidak ada, siapa yang bisa memastikan mahkluk mengerikan lainnya tidak ada? Membiarkan kelompok lain datang lebih dulu sepertinya juga bukan keputusan yang buruk. "Tenang saja," melihat semuanya tampak mengerti, Arya kembali berkata dengan santai, "Semuanya akan baik-baik saja. Biarkan mereka membuka jalan, agar kita tidak menghadapi hal-hal yang merepotkan seperti sebelumnya. Aku yakin bahwa semuanya tidak akan sesederhana itu." Pada a
"Master," Ryan yang telah menyelesaikan latihannya tiba-tiba mendatangi Arya dan bertanya, "Mengingat betapa aneh dan berbahayanya tempat ini, bukankah lebih baik kita pergi daripada memutuskan untuk tetap beristirahat disini? Baki juga mengatakan jaraknya tidak jauh lagi dari Lembah Berkabut." Arya tersenyum ringan dan menjawab, "Tempat ini sebelumnya adalah wilayah dari serigala biru, jadi tidak akan ada binatang lain yang berani datang kemari. Tentu saja, mungkin akan ada ular bodoh seperti sebelumnya yang tiba-tiba datang untuk mengganggu, tapi kemungkinannya sangat kecil. Lagipula, terlalu berbahaya untuk bepergian di malam hari. Jaraknya hanya lebih dari lima kilometer dari tempat tujuan, kita bisa pergi besok pagi-pagi sekali dan tiba ditempat tujuan sebelum siang." Ryan mengerutkan keningnya dan terdiam sejenak, sedikit bingung dan tidak mengerti, bagaimana Arya bisa mengetahui seberapa jauh jarak dari sini ke tempat tujuan akhir mereka. Sepertinya Baki tidak menyebutnya, ka
"Dor dor... Dor..."Dalam kepanikan, sekelompok orang yang memegang senjata mulai melancarkan tembakan. Namun, pemandangan yang lebih mengerikan terjadi saat peluru dari senapan mereka tampak hanya memercikkan api tanpa bisa menembus kulit ular ini. Dalam kemarahan karena dihujani tembakan, ular itu mulai membuka mulutnya dan menggerakkan kepalanya ke arah salah satu penembak, kemudian menelannya secara utuh. Masih belum puas, ular itu juga mulai menelan penembak yang paling dekat dengannya. "Mundur! Mundur!" Merasa semuanya di luar kendali, Hans segera memerintahkan anak buahnya untuk mundur. Namun, ular itu tidak memberikan kesempatan, dan membuka mulutnya ke arah seseorang yang paling dekat. Tapi sesuatu terbang ke arahnya, dan melancarkan pukulan tepat ke arah wajahnya. "Bang!" Dalam keterkejutan dan rasa sakit, kepalanya segera terlempar ke belakang. Tapi itu selesai, karena ular itu kembali merasakan rasa sakit yang datang dari salah satu matanya. "Desis!" Sambil mendesi
Di saat yang sama, ketika kelompok itu mulai mempersiapkan diri, mereka juga dipandang dengan tatapan belas kasihan, permusuhan, dan bahkan juga jijik. Seolah-olah mereka tahu apa yang akan mereka melakukan dan tahu hasil akhirnya akan seperti apa. Tampaknya kelompok mereka bukanlah satu-satunya kelompok yang melakukan ekspedisi ke daerah ini. Samar-samar, Arya juga mendengar pembicaraan penduduk desa yang mengatakan jika kelompok mereka pasti sedang mencari mati. Bahkan kepala desa setempat juga menyarankan untuk buru-buru kembali dan mengrungkan niatnya. Dengan sangat serius kepala desa juga memperingatkan mereka untuk jangan pergi ke daerah terlarang yang disebut Lembah Berkabut. Tentu saja Hans dan kelompoknya tidak mengindahkan peringatan semacam itu. Dengan beberapa imbalan dan uang tutup mulut, kepala desa akhirnya menyerah dan mengatakan bahwa apapun yang terjadi, mereka tidak akan ada lagi hubungannya.Kelompok Hans
Dua hari kemudian.Setelah mengantar Kiara ke sekolah, dan berpamitan untuk perjalanan bisnis, akhirnya Arya tiba ditempat pertemuan Hans dan kelompoknya. Berada di daerah pedesaan di barat kota, Arya sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa tidak hanya Hans dan kelompoknya yang akan ikut bersamanya, tapi juga ada Ryan dan salah seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya. Ketika Hans dan Ryan melihatnya datang, keduanya segera menyambutnya dengan senyuman. "Tuan Arya, akhirnya anda datang." Arya mengangguk ringan, menoleh ke arah pria yang berusia sekitar lima puluhan tahun itu, dan melihat jika pria yang memiliki wajah serius dan sedikit ketegasan itu ternyata jiga seorang Seniman Beladiri dengan qi dan darah yang meluap-luap. Arya juga melihat jika energi internalnya jauh lebih melimpah daripada Ryan. Ketika Ryan melihat Arya menatap pria di sampingnya, dia buru-buru memperkenalkan, "Tuan, ini adalah guru saya, Alven Wi







