Share

Binatang iblis

Author: Mr. Mystery
last update publish date: 2026-08-17 04:26:10

"Dor dor... Dor..."

Dalam kepanikan, sekelompok orang yang memegang senjata mulai melancarkan tembakan.

Namun, pemandangan yang lebih mengerikan terjadi saat peluru dari senapan mereka tampak hanya memercikkan api tanpa bisa menembus kulit ular ini.

Dalam kemarahan karena dihujani tembakan, ular itu mulai membuka mulutnya dan menggerakkan kepalanya ke arah salah satu penembak, kemudian menelannya secara utuh. Masih belum puas, ular itu juga mulai menelan penembak yang paling dekat dengannya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Temuan langka

    Wajah kelompok itu segera berubah ketika mendengar pertanyaan Arya. Bahkan Wira tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan keningnya dengan serius.Sejujurnya, mereka sama sekali tidak yakin dengan Legenda Naga yang ada sebelumnya. Tapi setelah sampai di sini, dan dengan kepalanya sendiri menyaksikan binatang aneh setingkat monster, mereka mulai meragukan penilaian awalnya. Jika mereka memikirkannya dengan hati-hati, sepertinya, perkataan Arya ada benarnya. Sekalipun Naga di awal mungkin tidak ada, siapa yang bisa memastikan mahkluk mengerikan lainnya tidak ada? Membiarkan kelompok lain datang lebih dulu sepertinya juga bukan keputusan yang buruk. "Tenang saja," melihat semuanya tampak mengerti, Arya kembali berkata dengan santai, "Semuanya akan baik-baik saja. Biarkan mereka membuka jalan, agar kita tidak menghadapi hal-hal yang merepotkan seperti sebelumnya. Aku yakin bahwa semuanya tidak akan sesederhana itu." Pada a

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Rombongan lain

    "Master," Ryan yang telah menyelesaikan latihannya tiba-tiba mendatangi Arya dan bertanya, "Mengingat betapa aneh dan berbahayanya tempat ini, bukankah lebih baik kita pergi daripada memutuskan untuk tetap beristirahat disini? Baki juga mengatakan jaraknya tidak jauh lagi dari Lembah Berkabut." Arya tersenyum ringan dan menjawab, "Tempat ini sebelumnya adalah wilayah dari serigala biru, jadi tidak akan ada binatang lain yang berani datang kemari. Tentu saja, mungkin akan ada ular bodoh seperti sebelumnya yang tiba-tiba datang untuk mengganggu, tapi kemungkinannya sangat kecil. Lagipula, terlalu berbahaya untuk bepergian di malam hari. Jaraknya hanya lebih dari lima kilometer dari tempat tujuan, kita bisa pergi besok pagi-pagi sekali dan tiba ditempat tujuan sebelum siang." Ryan mengerutkan keningnya dan terdiam sejenak, sedikit bingung dan tidak mengerti, bagaimana Arya bisa mengetahui seberapa jauh jarak dari sini ke tempat tujuan akhir mereka. Sepertinya Baki tidak menyebutnya, ka

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Binatang iblis

    "Dor dor... Dor..."Dalam kepanikan, sekelompok orang yang memegang senjata mulai melancarkan tembakan. Namun, pemandangan yang lebih mengerikan terjadi saat peluru dari senapan mereka tampak hanya memercikkan api tanpa bisa menembus kulit ular ini. Dalam kemarahan karena dihujani tembakan, ular itu mulai membuka mulutnya dan menggerakkan kepalanya ke arah salah satu penembak, kemudian menelannya secara utuh. Masih belum puas, ular itu juga mulai menelan penembak yang paling dekat dengannya. "Mundur! Mundur!" Merasa semuanya di luar kendali, Hans segera memerintahkan anak buahnya untuk mundur. Namun, ular itu tidak memberikan kesempatan, dan membuka mulutnya ke arah seseorang yang paling dekat. Tapi sesuatu terbang ke arahnya, dan melancarkan pukulan tepat ke arah wajahnya. "Bang!" Dalam keterkejutan dan rasa sakit, kepalanya segera terlempar ke belakang. Tapi itu selesai, karena ular itu kembali merasakan rasa sakit yang datang dari salah satu matanya. "Desis!" Sambil mendesi

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Serangan

    Di saat yang sama, ketika kelompok itu mulai mempersiapkan diri, mereka juga dipandang dengan tatapan belas kasihan, permusuhan, dan bahkan juga jijik. Seolah-olah mereka tahu apa yang akan mereka melakukan dan tahu hasil akhirnya akan seperti apa. Tampaknya kelompok mereka bukanlah satu-satunya kelompok yang melakukan ekspedisi ke daerah ini. Samar-samar, Arya juga mendengar pembicaraan penduduk desa yang mengatakan jika kelompok mereka pasti sedang mencari mati. Bahkan kepala desa setempat juga menyarankan untuk buru-buru kembali dan mengrungkan niatnya. Dengan sangat serius kepala desa juga memperingatkan mereka untuk jangan pergi ke daerah terlarang yang disebut Lembah Berkabut. Tentu saja Hans dan kelompoknya tidak mengindahkan peringatan semacam itu. Dengan beberapa imbalan dan uang tutup mulut, kepala desa akhirnya menyerah dan mengatakan bahwa apapun yang terjadi, mereka tidak akan ada lagi hubungannya.Kelompok Hans

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Legenda

    Dua hari kemudian.Setelah mengantar Kiara ke sekolah, dan berpamitan untuk perjalanan bisnis, akhirnya Arya tiba ditempat pertemuan Hans dan kelompoknya. Berada di daerah pedesaan di barat kota, Arya sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa tidak hanya Hans dan kelompoknya yang akan ikut bersamanya, tapi juga ada Ryan dan salah seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya. Ketika Hans dan Ryan melihatnya datang, keduanya segera menyambutnya dengan senyuman. "Tuan Arya, akhirnya anda datang." Arya mengangguk ringan, menoleh ke arah pria yang berusia sekitar lima puluhan tahun itu, dan melihat jika pria yang memiliki wajah serius dan sedikit ketegasan itu ternyata jiga seorang Seniman Beladiri dengan qi dan darah yang meluap-luap. Arya juga melihat jika energi internalnya jauh lebih melimpah daripada Ryan. Ketika Ryan melihat Arya menatap pria di sampingnya, dia buru-buru memperkenalkan, "Tuan, ini adalah guru saya, Alven Wi

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Ayah yang licik

    Tidak ingin putrinya yang kini menjadi lebih cerdas mengetahui kebohongannya, Arya hanya bisa mengangguk dan mengalihkan pembicaraan, "Lihatlah banyaknya permen yang telah ayah buat, dengan ratusan permen yang Kiara miliki, bukankah menelannya setiap hari akan seperti memiliki permen untuk dimakan setiap saat? Lagipula, permen ini juga sangat baik untuk kesehatanmu." "Emh.." Kiara tampak mengerutkan keningnya, mencoba untuk memahami, apakah yang dikatakan ayahnya benar. Bagaimanapun, setelah membangkitkan garis keturunannya dan berkultivasi secara tak sadar, kondisi fisik, mental dan pikirannya sekarang menjadi lebih baik setiap hari. Dibandingkan dengan Kiara yang pertama kali Arya temui, gadis kecil itu tidak lagi terlihat seperti seekor kucing pemalu dan kurus seperti sebelumnya. Dilihat dari pipinya yang tampak bulat dengan rona kemerahan, siapapun bisa melihat jika Kiara adalah seorang gadis kecil yang sehat dan kuat. Samar-samar kedua matanya juga bersinar dengan beberapa ca

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status