LOGINDi saat yang sama, ketika kelompok itu mulai mempersiapkan diri, mereka juga dipandang dengan tatapan belas kasihan, permusuhan, dan bahkan juga jijik.
Seolah-olah mereka tahu apa yang akan mereka melakukan dan tahu hasil akhirnya akan seperti apa.Tampaknya kelompok mereka bukanlah satu-satunya kelompok yang melakukan ekspedisi ke daerah ini.Samar-samar, Arya juga mendengar pembicaraan penduduk desa yang mengatakan jika kelompok mereka pasti sedang mencari matiDi saat yang sama, ketika kelompok itu mulai mempersiapkan diri, mereka juga dipandang dengan tatapan belas kasihan, permusuhan, dan bahkan juga jijik. Seolah-olah mereka tahu apa yang akan mereka melakukan dan tahu hasil akhirnya akan seperti apa. Tampaknya kelompok mereka bukanlah satu-satunya kelompok yang melakukan ekspedisi ke daerah ini. Samar-samar, Arya juga mendengar pembicaraan penduduk desa yang mengatakan jika kelompok mereka pasti sedang mencari mati. Bahkan kepala desa setempat juga menyarankan untuk buru-buru kembali dan mengrungkan niatnya. Dengan sangat serius kepala desa juga memperingatkan mereka untuk jangan pergi ke daerah terlarang yang disebut Lembah Berkabut. Tentu saja Hans dan kelompoknya tidak mengindahkan peringatan semacam itu. Dengan beberapa imbalan dan uang tutup mulut, kepala desa akhirnya menyerah dan mengatakan bahwa apapun yang terjadi, mereka tidak akan ada lagi hubungannya.Kelompok Hans
Dua hari kemudian.Setelah mengantar Kiara ke sekolah, dan berpamitan untuk perjalanan bisnis, akhirnya Arya tiba ditempat pertemuan Hans dan kelompoknya. Berada di daerah pedesaan di barat kota, Arya sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa tidak hanya Hans dan kelompoknya yang akan ikut bersamanya, tapi juga ada Ryan dan salah seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya. Ketika Hans dan Ryan melihatnya datang, keduanya segera menyambutnya dengan senyuman. "Tuan Arya, akhirnya anda datang." Arya mengangguk ringan, menoleh ke arah pria yang berusia sekitar lima puluhan tahun itu, dan melihat jika pria yang memiliki wajah serius dan sedikit ketegasan itu ternyata jiga seorang Seniman Beladiri dengan qi dan darah yang meluap-luap. Arya juga melihat jika energi internalnya jauh lebih melimpah daripada Ryan. Ketika Ryan melihat Arya menatap pria di sampingnya, dia buru-buru memperkenalkan, "Tuan, ini adalah guru saya, Alven Wi
Tidak ingin putrinya yang kini menjadi lebih cerdas mengetahui kebohongannya, Arya hanya bisa mengangguk dan mengalihkan pembicaraan, "Lihatlah banyaknya permen yang telah ayah buat, dengan ratusan permen yang Kiara miliki, bukankah menelannya setiap hari akan seperti memiliki permen untuk dimakan setiap saat? Lagipula, permen ini juga sangat baik untuk kesehatanmu." "Emh.." Kiara tampak mengerutkan keningnya, mencoba untuk memahami, apakah yang dikatakan ayahnya benar. Bagaimanapun, setelah membangkitkan garis keturunannya dan berkultivasi secara tak sadar, kondisi fisik, mental dan pikirannya sekarang menjadi lebih baik setiap hari. Dibandingkan dengan Kiara yang pertama kali Arya temui, gadis kecil itu tidak lagi terlihat seperti seekor kucing pemalu dan kurus seperti sebelumnya. Dilihat dari pipinya yang tampak bulat dengan rona kemerahan, siapapun bisa melihat jika Kiara adalah seorang gadis kecil yang sehat dan kuat. Samar-samar kedua matanya juga bersinar dengan beberapa ca
Setelah kelompok Ryan pergi, Arya mandi, sarapan dan mengantar Kiara ke sekolah sebelum akhirnya kembali ke villa. Sebelum matahari naik tinggi di atas kepala, Arya mulai menyortir ramuan yang telah Ryan bawa dan mulai menyiapkan untuk alkimia. Ada dua jenis pil yang ingin Arya siapkan, yaitu Pil Yuan dan Pil Yuan Kecil. Sama seperti Pil Yuan, Pil Yuan Kecil juga memiliki manfaat yang sama, tapi kandungan dan manfaatnya beberapa kali lebih buruk daripada Pil Yuan. Bagaimanapun, Pil Yuan Kecil tidak menggunakan bahan-bahan terbaik. Bahan utamanya hanya beberapa bahan biasa dan umum seperti Ginseng, Lingzhi, dan Polygonatum, yang tidak terlalu tua. Tentu saja, dengan beberapa penyesuaian dan teknik alkimia yang Arya memiliki, dia akan membuat bahan-bahan yang mengandung energi Yang dan menyehatkan vitalitas itu menjadi Pil Yuan Kecil. Pil ini juga bukan untuk dirinya atau Kiara, tapi untuk orang-orang seperti Aruna, yang merupakan manusia biasa. Mengandalkan vitalitas yang kuat da
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Ryan sama sekali tidak peduli dengan apapun, dan benar-benar lega. Sejujurnya, dia benar-benar takut jika Arya akan merasa tersinggung dan mengarahkan kemarahannya kepada keluarga Hale. Terlebih setelah mendapatkan kabar jika Marta dan bahkan Danu, seorang Ahli Gang Qi akan dikuburan di tempat semacam ini. Untunglah, semuanya berjalan lancar. Setelah berbasa-basi sedikit dan berjanji akan terus mengawasi perkembangan keluarga Wijaya, Ryan dan Hans memutuskan untuk pergi. Tapi Arya tiba-tiba mengingat sesuatu dan menghentikannya. Lalu mengambil pena dan kertas, mencoret-coret beberapa waktu, dan menyerahkan dua lembar kertas kepada Ryan. Ryan, mengambil dua lembar yang satu berisi beberapa formula obat, dan yang lainnya berisi gambar bunga bernama "Lotus Embun Salju Biru" mau tak mau merasa bingung. "Formula itu adalah formula untuk mandi obat. Lakukan sesuai dengan takaran dan petunjuk yang aku tulis, lalu rendam tubuhmu pada tengah malam
Mengetahui bahwa Arya lebih tertarik dengan berita tentang Lana Wijaya, Ryan tahu bahwa waktunya telah tiba. Tapi dia tidak seperti Hans yang penuh perhitungan. Dia lebih langsung dan menjawab, "Keluarga kami telah melakukan penyelidikan di biro perjalanan selama lima tahun ini, dan menemukan jika tiga tahun lalu, Nona Lana yang anda sebutkan melakukan penerbangan ke luar negeri, tepatnya ke Malaysia. Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar tentangnya." "Malaysia?" Arya sedikit mengerutkan keningnya saat mendengar kabar itu. Ryan mengangguk dan menambahkan, "Disaat pergi, kami juga menemukan jika Nona Lana tidak pergi sendirian, tapi dengan kerabatnya yang bernama Raka Wijaya. Menurut informasi yang kami terima, setelah beberapa waktu di luar negeri, Raka Wijaya ini kembali sendirian dan meninggalkan Nona Lana di luar negeri." "Apakah kau yakin?" Arya bertanya dengan serius. "Sangat yakin. Informasi kami dapat dipercaya!" Ryan mengangguk dengan sungguh. "Jadi begitu..." Lagi-lagi







