Share

Penyusupan

Penulis: F Azzam
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-31 20:20:56

Aryan berdiri di hadapan Lord Cendric, angin ketegangan terasa saat mereka berdiskusi tentang rencana menghadapi ancaman organisasi "Dark Immortal". Ruangan di markas besar itu penuh dengan peta-peta dan dokumen yang menjelaskan jaringan organisasi yang rumit.

“Pertama-tama, kita perlu mengumpulkan semua informasi yang kita miliki,” Lord Cendric berbicara dengan nada yang tegas. “Kami sudah menyelidiki beberapa indikasi tentang operasi mereka. Namun, informasi yang kamu miliki dari Negeri Golden bisa menjadi kunci untuk memahami langkah mereka selanjutnya.”

“Setelah saya kembali dari Golden, saya menemukan bahwa mereka sedang mencari sekutu yang kuat untuk memperkuat posisi mereka. Mereka menjalin jaringan dengan beberapa pemimpin dari negara-negara di luar Arkhadea,” ujar Aryan, mengingat kembali apa yang telah didengarnya di sana.

“Apa yang Anda maksud dengan ‘jaringan’?” Lord Cendric bertanya, perhatian penuh padanya.

“Mereka tidak hanya berdagang wanita; mereka juga menawa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya Sang Legenda Perang   Guncangan di Pesisir Utara

    Fajar yang seharusnya membawa ketenangan justru datang dengan aura kematian yang mencekam. Di cakrawala laut utara, kabut tebal perlahan tersibak oleh moncong-moncong kapal perang berwarna hitam legam tanpa nomor lambung. Itu adalah armada tempur organisasi Nebra. Mereka tidak datang untuk bernegosiasi; mereka datang untuk mengambil kembali aset mereka yang paling berharga: Protokol Alpha 9 yang ada di dalam tubuh Aryan. Aryan berdiri di atas tanggul pemecah ombak, menatap ribuan kilatan cahaya dari meriam laser kapal-kapal tersebut. Di belakangnya, Mayor Yudha sedang berteriak melalui radio, berusaha mengoordinasikan unit artileri pantai yang masih tersisa. "Jendral, mereka mulai mendarat! Unit amfibi mereka bukan manusia!" teriak Yudha. Dari balik ombak, muncul ratusan prajurit mekanik yang dikenal sebagai Nebra Reapers. Berbeda dengan Subjek Beta yang lincah, Reapers adalah tank berjalan yang dirancang untuk satu tujuan: penghancuran total. "Tahan posisi! Jangan menembak sampai

  • Kembalinya Sang Legenda Perang   Suara Kebenaran

    Gedung Televisi Pusat menjulang seperti menara pengawas di tengah ibu kota yang sunyi akibat jam malam. Di puncaknya, lampu sorot raksasa menyapu jalanan, mencari setiap gerak-gerik yang mencurigakan. Di dalam gedung itu, Silas telah menyiapkan panggung eksekusi. Tante Mira dirantai di kursi besi di tengah studio utama, dikelilingi oleh kamera yang siap menyiarkan "pengadilan pengkhianat" ke seluruh negeri dalam hitungan menit. Di luar gedung, Aryan berdiri di puncak gedung apartemen yang berseberangan. Angin kencang memainkan ujung jubah taktisnya. Di sampingnya, Mayor Yudha sedang menyiapkan senapan runduk dengan amunisi pengacau sinyal. "Jendral, sensor menunjukkan ada minimal lima puluh personel unit Penjagal di dalam. Plus, Subjek Beta yang kau lawan kemarin ada di lantai empat puluh," lapor Yudha melalui alat komunikasi. Aryan tidak merespons dengan kata-kata. Ia hanya memeriksa detak jantungnya yang kini berada di frekuensi rendah yang stabil. Alpha 9 di tubuhnya sudah tersi

  • Kembalinya Sang Legenda Perang   Hantu dalam Jaringan

    Malam di ibu kota tidak lagi terasa aman bagi mereka yang mengenakan lencana Dewan Pertahanan Nasional. Di bawah lampu-lampu neon yang berkedip, sebuah ketakutan baru mulai menyebar di kalangan militer. Mereka menyebutnya sebagai "Hantu Arkhana". Sebuah entitas yang menyerang tanpa suara, melumpuhkan sistem tanpa jejak, dan menghilang sebelum alarm sempat berbunyi. Di sebuah gudang tua yang menjadi markas sementara, Aryan duduk diam di tengah kegelapan. Satu-satunya cahaya berasal dari kabel-kabel optik yang tersambung dari pergelangan tangannya ke sebuah komputer pusat curian. Ia sedang melakukan penetrasi ke jaringan saraf logistik sektor tujuh. Matanya yang putih terang bergerak cepat, memproses ribuan baris data enkripsi per detik. "Tingkat keberhasilan infiltrasi: sembilan puluh delapan persen," gumam Aryan tanpa ekspresi. Mayor Yudha masuk membawa dua pucuk senapan serbu yang telah dimodifikasi. Ia menatap Aryan dengan ngeri sekaligus takjub. "Depo sektor tujuh itu dijaga ole

  • Kembalinya Sang Legenda Perang   Debu di Puncak Utara

    Suara ledakan bom termobarik yang dijatuhkan oleh angkatan udara Silas menggetarkan seluruh rangkaian pegunungan Utara. Puncak gunung yang semula kokoh seolah terkelupas, mengirimkan jutaan ton salju dan bebatuan jatuh menimbun lembah di bawahnya. Dari kejauhan, pemandangan itu tampak seperti kiamat kecil yang dibungkus dalam kabut api dan asap hitam. Di dalam ruang kendali jet tempur pemimpin, seorang pilot melapor dengan nada datar, "Target dihancurkan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan yang tersisa di area bunker." Silas, yang menyaksikan semuanya melalui transmisi satelit di kantor rahasianya, menyandarkan punggung ke kursi kulitnya. Senyum kemenangan menghiasi wajah tuanya. Baginya, Aryan Arkhana bukan lagi ancaman. Dengan hancurnya bunker itu, semua bukti pengkhianatannya di masa lalu terkubur bersama jasad sang Jendral. Silas segera menekan tombol interkom, memanggil staf medianya. "Umumkan kepada seluruh negeri," perintah Silas dengan nada yang dibuat sedih. "Jendral Aryan tel

  • Kembalinya Sang Legenda Perang   Bangkitnya Pasukan Bayang-Bayang

    Kegelapan di dalam bunker Arkhana terasa begitu padat, seolah-olah waktu telah berhenti berdetak di sana selama tiga puluh tahun. Namun, saat kaki Aryan melangkah melewati ambang pintu, deretan lampu neon biru di langit-langit menyala satu per satu, menciptakan lorong cahaya yang membentang jauh ke perut bumi. Suara gerbang raksasa di belakang mereka menutup dengan dentuman yang menggetarkan fondasi gunung. Mereka kini terperangkap di dalam benteng kuno yang menyimpan rahasia paling berbahaya dari klan Arkhana. "Aryan, lihat itu," bisik Clara sambil menunjuk ke arah aula besar di ujung lorong. Di sana, berderet rapi ratusan unit baju zirah mekanis yang dikenal sebagai Arkhana Sentinels. Baju zirah ini tidak digerakkan oleh mesin biasa, melainkan oleh sistem neuro-link yang hanya bisa dikendalikan oleh seseorang dengan protokol Alpha 9 aktif. Ini bukan sekadar gudang senjata; ini adalah pasukan pribadi yang siap meratakan kota dalam hitungan jam. Rahasia Tante Mira Saat Mayor Yudh

  • Kembalinya Sang Legenda Perang   Badai Merah di Puncak Utara

    Gema tawa Silas dari radio taktis milik Viktor Arkhana seolah memicu ledakan di dalam dada Aryan. Langit yang semula gelap kini terang benderang oleh ribuan lampu indikator merah dari drone tempur yang melayang rendah, mengepung area gerbang besi klan Arkhana. Salju yang turun deras mendadak menguap sebelum menyentuh tanah, kalah oleh panas energi biometrik yang terpancar dari tubuh Aryan yang kini berada pada level kritis. "Viktor, kau menjual darahmu sendiri demi janji seorang ular?" geram Aryan. Suaranya bukan lagi suara manusia, melainkan dentuman rendah yang membuat bebatuan di sekitarnya bergetar. Viktor Arkhana jatuh terduduk, wajahnya yang penuh bekas luka bakar kini pucat pasi. "Dia bilang... dia bilang ini satu-satunya cara agar klan kita diakui kembali, Aryan! Aku lelah hidup sebagai tikus di dalam gua!" "Kau bukan tikus, Viktor. Kau adalah pengkhianat," desis Tante Mira. Ia sudah berada di posisi siaga, dua belati di tangannya berkilat memantulkan cahaya merah dari lang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status