Share

100. Imbalan

Author: Murlox
last update publish date: 2025-10-15 12:57:36

"Ingatlah, bocah! Ini belum berakhir! Akan kami buat kau dan sekte busukmu mencium tanah dan berlutut menyembah Dewa Agung kami! Saat itu tiba, nyawa kultivator sepertimu tak ada harganya!"

Sambil berbicara, ia dengan cepat menjatuhkan sebuah bom asap ke tanah. Seketika, asap hitam yang tebal dan berbau belerang mengepul pekat, menyelimuti area di sekitar mereka dengan kegelapan total. Asap ini bukan asap biasa; ia mengandung jejak energi gelap yang mengganggu indra dan penciuman.

Saat itulah s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yang sangat bagus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   163. Pengacau Tua

    Cahaya keemasan melesat seperti kilat membelah langit, hingga hanya meninggalkan jejak samar di udara sebelum akhirnya menembus bangunan utama di pusat kediaman pemimpin Kota Linglong.Anehnya, tidak ada ledakan ataupun kerusakan yang ditimbulkan. Seolah-olah cahaya tersebut hanyalah bayangan yang melintas sesaat.Penduduk kota yang masih beraktivitas tidak menyadari apa pun. Mereka tetap berjalan, atau mengurus pekerjaan masing-masing tanpa mengetahui bahwa sesuatu yang aneh baru saja terjadi.Namun bagi mereka yang memiliki indra spiritual tajam, kemunculan cahaya itu sama sekali tidak bisa diabaikan.Tetua Mong Chuyun adalah salah satunya.Pria tua itu langsung membuka mata saat merasakan fluktuasi energi yang tidak biasa. Ia meninggalkan kamar penginapannya tanpa ragu dan melompat ke atap bangunan tertinggi di sekitar penginapan.Angin meniup jubahnya perlahan. Tatapan Mong Chuyun tertuju ke arah pusat kota.“Cahaya apa itu barusan?” gumamnya lirih, alisnya berkerut dalam. “Aneh..

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   162. Alkemis Gila

    Bao Sanpao.Nama itu bukan sekadar dikenal, tetapi juga ditakuti.Di dataran tengah, siapa pun yang pernah mendengar kisah tentang alkemis gila atau eksperimen yang melampaui batas kemanusiaan, hampir pasti pernah mendengar namanya. Seorang pria tua yang tidak tunduk pada aturan sekte maupun hukum dunia. Seorang peneliti yang menjadikan tubuh manusia sebagai bahan uji coba, dan kehidupan sebagai harga yang wajar untuk sebuah penemuan.Sudah puluhan tahun ia menghilang.Banyak orang mengira ia mati. Ada juga yang percaya ia bersembunyi karena sudah tua dan tak sanggup muncul di dunia.Dan hari ini, ia malah muncul lagi.Tepat di hadapan Longyi.Tatapan Bao Sanpao tidak lepas dari tubuh Longyi sejak awal. Bukan sekadar melihat, tetapi mengamati. Setiap aliran Qi, getaran energi, bahkan stabilitas tubuh fisik yang tampak biasa di permukaan—semuanya ia teliti dalam diam.“Menarik…” gumamnya pelan.Ia melangkah perlahan di atas batang pohon, seperti seseorang yang sedang menikmati pemanda

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   161. Pria Tua Misterius

    Pertempuran besar tengah berlangsung di benteng pertahanan wilayah barat daya Provinsi Guangli.Benteng itu, yang sebelumnya dibangun tergesa menjadi garis pertahanan darurat, kini berubah menjadi lautan kekacauan. Dinding kayu yang kokoh mulai rusak di beberapa titik. Api berkobar di sepanjang menara pengawas. Teriakan prajurit dan raungan monster saling bertumpuk, menciptakan suasana yang nyaris tak bisa dibedakan lagi antara hidup dan mati.Pasukan kota Linglong bertahan sekuat tenaga.Namun jumlah musuh terlalu banyak.Gelombang monster dari jurang kegelapan datang tanpa henti. Satu kelompok belum sepenuhnya dihancurkan, kelompok lain sudah muncul dari balik kabut hitam. Tubuh mereka berbeda-beda—ada yang menyerupai manusia dengan anggota tubuh terdistorsi, ada yang berbentuk binatang raksasa dengan mata merah menyala, dan ada pula yang tak memiliki bentuk jelas.“Jangan mundur! Tahan garis depan sekuat tenaga!” teriak salah satu komandan, suaranya serak karena terlalu lama berter

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   160. Perintah Dewa

    Dari jarak yang sangat jauh, perubahan itu sudah bisa dirasakan bahkan oleh orang biasa.Udara yang semula hangat berubah dingin dalam waktu singkat. Bukan sekadar dingin biasa, melainkan dingin yang merayap perlahan hingga ke tulang. Angin yang berhembus tidak lagi terasa alami. Setiap hembusannya membawa tekanan aneh, seperti sesuatu yang hidup sedang mengintai dari baliknya.Orang-orang yang berada ratusan kilometer dari pusat kejadian mulai merasakan kegelisahan tanpa sebab. Kuda-kuda menjadi liar, burung-burung berhenti terbang, dan hewan buas yang biasanya mendominasi hutan justru bersembunyi tanpa berani keluar.Aura bengis itu menyebar seperti gelombang tak kasat mata.Ia tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan dengan jelas. Tekanan yang dibawanya membuat dada terasa sesak, seolah-olah dunia itu sendiri sedang ditekan oleh sesuatu yang jauh lebih besar.Di pusat dari semua itu, berdiri sebuah bangunan yang seharusnya tidak ada di dunia ini.Kastil Dewa Kegelapan.Menjulang tingg

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   159. Ritual Pemanggilan

    Di bawah reruntuhan istana kekaisaran yang telah lama ditinggalkan, terdapat sebuah ruang bawah tanah yang tak pernah tersentuh cahaya matahari.Lorong menuju tempat itu sempit dan lembap. Dindingnya dipenuhi retakan tua, sebagian runtuh, sebagian lagi ditumbuhi lumut hitam yang aneh. Udara di sana dingin, namun bukan dingin biasa. Ada sesuatu yang membuat napas terasa berat, seolah-olah tempat itu sendiri menolak kehidupan.Di ujung lorong, terbentang sebuah ruang luas berbentuk lingkaran.Namun ruangan itu tak gelap.Cahaya merah darah menyinari seluruh area, berasal dari sebuah lingkaran sihir besar yang terukir di lantai batu. Garis-garisnya rumit, saling terhubung membentuk pola bintang dengan banyak sudut tajam. Di tengahnya berdiri sebuah altar tua yang retak, seolah sudah menyaksikan ratusan ritual selama bertahun-tahun.Energi yang terpancar dari lingkaran itu tidak stabil. Ia berdenyut pelan, seperti jantung yang berdetak.Di sekitar lingkaran sihir, enam sosok berjubah hit

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   158. Tanpa Kehormatan

    Sementara itu, di sisi lain kota Linglong, suasana berbeda terasa di tempat tinggal rombongan kekaisaran.Mereka tidak lagi diperlakukan seperti tamu terhormat.Meski tidak diusir, posisi mereka jelas berubah. Tak ada pengawalan khusus, apalagi penghormatan berlebihan. Mereka hanya diberi tempat tinggal sederhana.Seperti orang biasa.Di sebuah kamar sebuah bangunan yang cukup luas, Kaisar Feng Zhuqu duduk di kursi utama. Wajahnya terlihat lebih pucat dibanding beberapa hari lalu.Di sekelilingnya, beberapa pejabat tinggi dan jenderal yang tersisa berdiri atau duduk dengan ekspresi serius.Jumlah mereka tidak banyak.Kehilangan yang terjadi sebelumnya masih membekas.Jendral Mo Fuchen berdiri di sisi kiri, wajahnya penuh tekanan.“Yang Mulia,” ucapnya, memecah keheningan. “Kabar menyebutkan bahwa monster dari jurang kegelapan sudah mendekati wilayah ini.”Ia melanjutkan tanpa menunggu tanggapan.“Jika situasi ini terus berlanjut, kota Linglong tidak akan mampu bertahan lama di tangan

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   125. Kekacauan Medan Perang

    Garis belakang pasukan Dinasti Barat tampak kacau. Ledakan demi ledakan menghiasi langit malam, tapi kali ini suara meriam baja mereka mulai melemah. Tembakannya kini melambat. Para pengisi amunisi berteriak panik, sebagian mati terbakar, sebagian lagi melarikan diri dari area yang dipenuhi ledaka

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   120. Perang Dimulai

    Feng Longwei melangkah keluar dari tenda komando, dan pemandangan yang menyambutnya membuatnya mengatupkan gigi. Hampir semua prajurit di kamp utama, yang berjumlah ribuan, tergeletak di atas tanah atau di dalam barak mereka, tertidur pulas. Senjata mereka terlepas, dan kobaran api unggun redup tan

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   118. Ketegasan

    Semua orang terdiam, bahkan Feng Liang, tertegun. Rahangnya terkatup rapat karena rasa kesal yang memuncak. Amarah dan rasa malu karena dipermalukan di depan prajuritnya sendiri membuat matanya memerah. Ia membanting sisa-sisa cangkir minumannya ke tanah."Feng Longwei. Kau sudah mulai berani, huh?

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   123. Menyelinap

    Langit mendadak menjadi gelap oleh hujan panah. Ribuan anak panah meluncur menembus udara, jatuh bagaikan badai baja di atas kepala pasukan Dinasti Yan. Suara ting! ting! terdengar ketika anak panah menabrak perisai, tetapi tak sedikit yang berhasil menembus celah armor dan menghujam tubuh prajuri

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status