Share

114. Rencana

Penulis: Murlox
last update Tanggal publikasi: 2025-10-28 09:19:42

Setengah jam yang lalu, saat ledakan dahsyat di hutan terjadi, Tian Moran sudah melesat dengan kecepatan penuh menuju sumber getaran. Namun, sebelum ia mencapai bibir hutan, kedatangan Phoenix Kegelapan yang besar dan menakutkan itu mencegatnya secepat kilat.

Meskipun ukurannya hampir menyamai gunung, kecepatan terbang burung itu sungguh di luar dugaan, menunjukkan bahwa ia belum mengerahkan kekuatan penuh saat menghadapi Feng Longwei sebelumnya.

Phoenix itu terbang menuju Kota Linglong, melew
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin penasaran
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   162. Alkemis Gila

    Bao Sanpao.Nama itu bukan sekadar dikenal, tetapi juga ditakuti.Di dataran tengah, siapa pun yang pernah mendengar kisah tentang alkemis gila atau eksperimen yang melampaui batas kemanusiaan, hampir pasti pernah mendengar namanya. Seorang pria tua yang tidak tunduk pada aturan sekte maupun hukum dunia. Seorang peneliti yang menjadikan tubuh manusia sebagai bahan uji coba, dan kehidupan sebagai harga yang wajar untuk sebuah penemuan.Sudah puluhan tahun ia menghilang.Banyak orang mengira ia mati. Ada juga yang percaya ia bersembunyi karena sudah tua dan tak sanggup muncul di dunia.Dan hari ini, ia malah muncul lagi.Tepat di hadapan Longyi.Tatapan Bao Sanpao tidak lepas dari tubuh Longyi sejak awal. Bukan sekadar melihat, tetapi mengamati. Setiap aliran Qi, getaran energi, bahkan stabilitas tubuh fisik yang tampak biasa di permukaan—semuanya ia teliti dalam diam.“Menarik…” gumamnya pelan.Ia melangkah perlahan di atas batang pohon, seperti seseorang yang sedang menikmati pemanda

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   161. Pria Tua Misterius

    Pertempuran besar tengah berlangsung di benteng pertahanan wilayah barat daya Provinsi Guangli.Benteng itu, yang sebelumnya dibangun tergesa menjadi garis pertahanan darurat, kini berubah menjadi lautan kekacauan. Dinding kayu yang kokoh mulai rusak di beberapa titik. Api berkobar di sepanjang menara pengawas. Teriakan prajurit dan raungan monster saling bertumpuk, menciptakan suasana yang nyaris tak bisa dibedakan lagi antara hidup dan mati.Pasukan kota Linglong bertahan sekuat tenaga.Namun jumlah musuh terlalu banyak.Gelombang monster dari jurang kegelapan datang tanpa henti. Satu kelompok belum sepenuhnya dihancurkan, kelompok lain sudah muncul dari balik kabut hitam. Tubuh mereka berbeda-beda—ada yang menyerupai manusia dengan anggota tubuh terdistorsi, ada yang berbentuk binatang raksasa dengan mata merah menyala, dan ada pula yang tak memiliki bentuk jelas.“Jangan mundur! Tahan garis depan sekuat tenaga!” teriak salah satu komandan, suaranya serak karena terlalu lama berter

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   160. Perintah Dewa

    Dari jarak yang sangat jauh, perubahan itu sudah bisa dirasakan bahkan oleh orang biasa.Udara yang semula hangat berubah dingin dalam waktu singkat. Bukan sekadar dingin biasa, melainkan dingin yang merayap perlahan hingga ke tulang. Angin yang berhembus tidak lagi terasa alami. Setiap hembusannya membawa tekanan aneh, seperti sesuatu yang hidup sedang mengintai dari baliknya.Orang-orang yang berada ratusan kilometer dari pusat kejadian mulai merasakan kegelisahan tanpa sebab. Kuda-kuda menjadi liar, burung-burung berhenti terbang, dan hewan buas yang biasanya mendominasi hutan justru bersembunyi tanpa berani keluar.Aura bengis itu menyebar seperti gelombang tak kasat mata.Ia tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan dengan jelas. Tekanan yang dibawanya membuat dada terasa sesak, seolah-olah dunia itu sendiri sedang ditekan oleh sesuatu yang jauh lebih besar.Di pusat dari semua itu, berdiri sebuah bangunan yang seharusnya tidak ada di dunia ini.Kastil Dewa Kegelapan.Menjulang tingg

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   159. Ritual Pemanggilan

    Di bawah reruntuhan istana kekaisaran yang telah lama ditinggalkan, terdapat sebuah ruang bawah tanah yang tak pernah tersentuh cahaya matahari.Lorong menuju tempat itu sempit dan lembap. Dindingnya dipenuhi retakan tua, sebagian runtuh, sebagian lagi ditumbuhi lumut hitam yang aneh. Udara di sana dingin, namun bukan dingin biasa. Ada sesuatu yang membuat napas terasa berat, seolah-olah tempat itu sendiri menolak kehidupan.Di ujung lorong, terbentang sebuah ruang luas berbentuk lingkaran.Namun ruangan itu tak gelap.Cahaya merah darah menyinari seluruh area, berasal dari sebuah lingkaran sihir besar yang terukir di lantai batu. Garis-garisnya rumit, saling terhubung membentuk pola bintang dengan banyak sudut tajam. Di tengahnya berdiri sebuah altar tua yang retak, seolah sudah menyaksikan ratusan ritual selama bertahun-tahun.Energi yang terpancar dari lingkaran itu tidak stabil. Ia berdenyut pelan, seperti jantung yang berdetak.Di sekitar lingkaran sihir, enam sosok berjubah hit

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   158. Tanpa Kehormatan

    Sementara itu, di sisi lain kota Linglong, suasana berbeda terasa di tempat tinggal rombongan kekaisaran.Mereka tidak lagi diperlakukan seperti tamu terhormat.Meski tidak diusir, posisi mereka jelas berubah. Tak ada pengawalan khusus, apalagi penghormatan berlebihan. Mereka hanya diberi tempat tinggal sederhana.Seperti orang biasa.Di sebuah kamar sebuah bangunan yang cukup luas, Kaisar Feng Zhuqu duduk di kursi utama. Wajahnya terlihat lebih pucat dibanding beberapa hari lalu.Di sekelilingnya, beberapa pejabat tinggi dan jenderal yang tersisa berdiri atau duduk dengan ekspresi serius.Jumlah mereka tidak banyak.Kehilangan yang terjadi sebelumnya masih membekas.Jendral Mo Fuchen berdiri di sisi kiri, wajahnya penuh tekanan.“Yang Mulia,” ucapnya, memecah keheningan. “Kabar menyebutkan bahwa monster dari jurang kegelapan sudah mendekati wilayah ini.”Ia melanjutkan tanpa menunggu tanggapan.“Jika situasi ini terus berlanjut, kota Linglong tidak akan mampu bertahan lama di tangan

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   157. Kabar Dari Barat Daya

    Barat daya Provinsi Guangli berubah dalam waktu yang terlalu singkat untuk disebut wajar.Padang rumput yang biasanya hijau dan luas kini tampak mati. Rumput-rumput menguning, lalu mengering seperti disedot sesuatu. Tanah yang lembap berubah keras, dan tak lagi mampu menopang kehidupan.Pohon-pohon berdiri kaku tanpa daun. Batangnya menghitam, seolah terbakar dari dalam. Bahkan suara serangga dan kicau burung pun sunyi.Keheningan itu bukanlah sebuah ketenangan, melainkan ketegangan yang mencekik.Di kejauhan, langit tampak berbeda. Awan gelap menggulung perlahan, tidak seperti badai biasa. Warna hitam pekat bercampur merah samar, bergerak seperti sesuatu yang hidup. Seolah ada kekuatan tak kasat mata yang menarik semuanya ke satu titik.Udara menjadi berat. Setiap tarikan napas terasa seperti menghirup batu....Di dalam kediaman pemimpin kota Linglong, suasana berubah tegang.Seorang prajurit penjaga berlari memasuki halaman dalam keadaan terengah. Keringat membasahi wajahnya, napas

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   151. Kekhawatiran

    Di dalam sekte Pedang Langit. Berita tenggelamnya kekaisaran Dinasti Yan oleh pemberontakan dan serangan monster sudah menyebar luas hingga menjadi topik para murid dan tetua sekte.Di aula Paviliun Pedang Giok, para tetua serta ketua sekte berkumpul dalam diskusi serius.Saat itu Huang Buren, pemi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   149. Pelarian Dalam Kegelapan

    Istana kekaisaran berubah menjadi mimpi buruk yang tak berujung. Langit di atas reruntuhan istana tertutup pusaran awan hitam pekat, pusatnya menganga seperti lubang raksasa tak berujung. Dari celah dimensi itu, monster-monster ganas berhamburan keluar bagai banjir.Mereka merayap ke segala arah,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   147. Pertarungan III

    Kembali ke pusat istana, pertarungan dua titan memuncak semakin ganas. God of Darkness membuka mulut lebar-lebar, memanggil Abyss Serpent—ular raksasa dari kegelapan murni sepanjang ratusan zhang, sisiknya hitam mengkilap seperti obsidian, mulutnya menganga penuh taring beracun panjang seibu jari

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   146. Pertarungan II

    Di pinggir reruntuhan aula, Kasim Li yang sudah siap berkhianat dengan pedang energi kegelapan di tangan terpental jauh oleh gelombang kejut sisa ledakan. Tubuhnya menghantam puing batu besar, aura gelapnya yang lemah dan palsu tak cukup bertahan dari tekanan dewa sejati. Ia terbatuk darah hitam p

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status