LOGINTerimakasih atas semua dukungan para pembaca yang berkontribusi besar. Maaf atas kesalahan yang telah saya lakukan. Saya benar-benar tak dapat mengatakan apapun sampai akhirnya cerita ini tamat... walau agak dipaksakan. Bukan karena saya sengaja dengan terus menunda prilisan bab, melainkan karena ada hal mendesak di kehidupan nyata yang benar-benar harus saya selesaikan. sekali lagi saya minta maaf. 🙏
Perang besar pada akhirnya tidak dapat lagi dihindari. Sekte-sekte tersembunyi yang selama ratusan tahun memilih menutup diri mulai menampakkan kekuatan mereka ke permukaan. Para ahli yang sebelumnya hanya hidup dalam pengasingan keluar dari tempat pertapaan masing-masing, sementara beberapa organisasi kuno yang namanya bahkan telah menghilang dari catatan sejarah kembali mengibarkan panji mereka. Kemunculan mereka bukan tanpa alasan. Dunia telah memasuki masa yang jauh lebih buruk daripada sekadar perang antarnegara. Para monster yang merayap keluar dari pusat kekuasaan lama Dinasti Yan telah bergerak semakin jauh. Ke mana pun mereka menginjakkan kaki, tanah menjadi tandus dan kehidupan menghilang. Desa-desa ditinggalkan dalam keadaan mengenaskan, sementara kota-kota yang tidak memiliki kekuatan pertahanan cukup kuat berubah menjadi ladang pembantaian. Tidak ada lagi garis yang jelas antara wilayah manusia dan wilayah monster. Bahkan para Dark Sorcerers yang menjadi dalang
Medan tempur berubah dalam sekejap tak lama setelah kedatangan sosok Feng Longwei. Moral para prajurit yang tersisa kembali pulih. Menumpas monster-monster yang berdatangan tak lagi menekan pikiran mereka dengan bayangan kematian sia-sia. Setiap ayunan senjata kini terasa lebih ringan, seolah beban keputusasaan yang sejak tadi menggantung di dada mereka perlahan terangkat. Tak hanya itu, sejauh ribuan meter, tanah tiba-tiba berubah menjadi lumpur pijar yang meletup-letup. Cairan panas itu memakan monster yang berdatangan, membuat tubuh mereka mengikis seolah dilalap lava panas hingga tersisa abu hitam yang beterbangan tertiup angin. Kehadiran lain muncul di atas langit, bukan musuh, melainkan sekutu yang datang bersama Feng Longwei. Orang itu tak lain merupakan supreme master berjuluk alkemis gila, Bao Sanpao. Sosoknya melayang di udara dengan jubah compang-camping yang berkibar liar, tangannya menggenggam sebuah kendi tanah liat berisi ramuan yang terus mengeluarkan asap ungu
Sosok pemuda berambut panjang muncul dari kejauhan.Langkahnya terlihat tenang, bahkan nyaris tanpa suara. Namun setiap kali kakinya menapak, jarak ratusan meter seolah terlipat begitu saja. Kecepatannya melampaui apa yang mampu ditangkap oleh mata biasa.Dalam beberapa tarikan napas, ia telah berdiri di sisi Tian Moran.Jubah hitam yang dikenakannya berkibar perlahan diterpa angin, sementara tatapannya tetap tenang dan dingin. Tidak ada aura yang sengaja dilepaskan, tetapi kehadirannya saja sudah cukup membuat suasana medan perang berubah drastis.Kabut hitam yang sebelumnya memenuhi area itu perlahan bergetar, seakan menolak mendekati sosok tersebut.Tian Moran langsung mengenali siapa yang datang.Meski tubuhnya dipenuhi luka dan hampir kehilangan seluruh tenaga, ia tetap memaksakan berdiri. Dengan bertumpu pada pedang besarnya, ia menarik napas panjang sebelum membungkukkan badan memberi hormat."Tuanku... Anda akhirnya kembali," ucap Tian Moran dengan suara serak.Di balik wajahn
Di barat daya perbatasan Provinsi Guangli, langit tampak menghitam. Asap pekat membubung dari permukaan tanah, menyelimuti dataran luas sejauh mata memandang. Kabut hitam itu membawa aroma kematian yang menusuk hidung, membuat setiap tarikan napas terasa berat dan menyesakkan.Di balik kabut yang terus bergulung, suara raungan monster bercampur jerit kesakitan para prajurit menggema tanpa henti di sepanjang medan pertempuran.Ribuan prajurit Kota Linglong yang sebelumnya dikirim untuk mempertahankan garis perbatasan kini telah kehilangan lebih dari separuh kekuatan mereka. Tubuh-tubuh yang kelelahan masih berusaha bertahan, sementara yang gugur berserakan di antara tanah yang telah berubah merah oleh darah.Gelombang monster seakan tidak pernah habis.Setiap kali satu kelompok berhasil dibantai, kelompok berikutnya langsung muncul dari balik kabut hitam tanpa memberi kesempatan bagi para prajurit untuk bernapas.Tian Moran menggenggam erat pedang besarnya. Jemarinya yang dipenuhi luka
Tak seorang pun menyadari bahwa dunia sedang berada di ambang kehancuran.Bahkan mereka yang menjadi pemicu awal bencana itu sendiri tidak pernah membayangkan bahwa kekacauan akan berkembang sejauh ini hingga lepas dari kendali.Api yang mereka nyalakan berubah menjadi badai yang melahap siapa pun tanpa memandang sekutu ataupun lawan.Kota-kota provinsi yang telah dikuasai pasukan Dinasti Barat pun tidak luput dari ancaman.Monster berkeliaran di luar tembok kota, sementara bayangan hitam yang misterius muncul dari berbagai penjuru, menciptakan kepanikan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Carl Lancelote, pangeran muda yang memimpin invasi ke wilayah Dinasti Yan, berdiri dengan wajah muram.Ia sama sekali tidak mengerti mengapa keadaan bisa berubah seperti ini.Dinasti Yan berhasil dipukul mundur, banyak wilayah jatuh ke tangan mereka, dan kemenangan hanya tinggal menunggu waktu.Namun sekarang...Segalanya berubah.Sejumlah sosok misterius muncul tanpa peringatan.Mereka menggunaka
Di kediaman megah wali kota Linglong, ketenangan malam telah terkoyak oleh kemarahan. Long Huibong, seorang pria tua bertubuh tambun dengan kerutan yang dalam di wajahnya, mondar-mandir di ruang kerjanya. Kemarahan memancar dari setiap langkahnya. Ia adalah Gubernur Provinsi Guangli, seorang tira
Brak!Pintu utama restoran yang terbuat dari kayu jati kokoh tiba-tiba terbuka lebar dengan momentum kuat. Engsel-engselnya berdecit keras sebelum menabrak dinding di belakangnya, menciptakan suara benturan yang memekakkan telinga. Debu beterbangan di udara, dan semua mata di dalam restoran sontak
Di paviliun Bulu Ilahi, Feng Longwei menatap ke langit, senyumnya semakin lebar. Ia berhasil membalikkan keadaan masalah hari ini. Ia tidak hanya membersihkan namanya, ia juga telah menjatuhkan musuhnya, dan ia telah menunjukkan dirinya layak untuk dihormati dan tak boleh di anggap remeh. Kini, ia
Kaisar Feng Zhuqu tidak menjawab secara langsung. Ia hanya tersenyum tipis. "Anda akan melihatnya sendiri, Tetua Mong. Saya yakin, Anda akan terkejut dengan apa yang akan Anda temukan nanti."Obrolan mereka berlanjut hingga beberapa menit, dengan Kaisar menceritakan secara singkat tentang peristiwa







