Share

Bab 1032

Author: Imgnmln
last update Last Updated: 2025-04-03 20:55:34

“Kalian berdua, maaf, tapi kalian yang tiba-tiba muncul dan membuatku tidak sempat mengerem,” Sopir itu segera meminta maaf, berusaha meredakan situasi.

Namun, salah satu dari mereka tidak mau mengalah dan mendorong sopir taksi itu, sementara yang lainnya diam-diam mengamati Nathan yang masih berada di dalam taksi. Meskipun Nathan duduk di dalam, dia sudah menyadari sejak awal bahwa ada yang mengawasinya. Dua orang itu samar-samar memancarkan aura seorang ahli bela diri.

Meskipun keduanya berusaha menyembunyikan aura mereka, Nathan masih bisa mendeteksinya. “Kalian berdua, aku sedang buru-buru. Bukankah ini hanya tersenggol? Berapa biayanya? Aku akan mengganti rugi,” Nathan membuka pintu mobil dan melangkah keluar.

Salah satu dari mereka menatap Nathan dari atas ke bawah, sementara Nathan dengan sengaja menunjukkan auranya secara samar. Raut wajah kedua pria itu sedikit berubah, tetapi mereka segera memperbaikinya.

“Biaya perbaikan mobilku paling tidak sepuluh juta,” salah satu dari m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1608

    Tak lama kemudian, Nathan membawa kelompok terpilih itu menuju Benua Monarch. Di sana masih berdiri patung Dewa Brahm, yang menyimpan energi spiritual dalam jumlah luar biasa. Siapa pun yang mampu menyerapnya akan mengalami lonjakan kultivasi yang signifikan.Nathan sengaja memilih individu-individu berbakat ini untuk membuka gerbang dunia kultivasi bagi mereka. Meski energi spiritual dunia fana telah menipis dan menjadi tekanan berat bagi kebanyakan kultivator, garis keturunan Nathan membuatnya kebal terhadap batasan tersebut. Dengan memanfaatkan kekuatannya, ia berniat membawa mereka menapaki jalur yang sama tanpa terbelenggu hukum dunia fana.Ia tahu, dalam waktu dekat energi spiritual akan kembali pulih. Saat Dewa Brahm bangkit sepenuhnya, dunia bela diri akan kembali bergejolak. Karena itulah Nathan memilih bergerak lebih awal, mengamankan keuntungan sebelum badai benar-benar datang.Itulah alasan Nathan hanya meminta Kieran menyeleksi segelintir orang. Ia sadar, membawa seluruh

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1607

    Tanpa menunggu, ia melangkah masuk ke rimbunnya pepohonan. Dua anggota diplomatik mengikuti di belakang dengan menahan kegelisahan.Setelah lebih dari setengah jam berjalan, Seiji tiba-tiba berhenti.Tangannya terangkat.Ruang kosong di depan mereka bergetar, lalu dua bayangan muncul seketika, melemparkan senjata mereka tanpa peringatan. Namun sebelum bilah itu mendekat, Seiji sudah menangkapnya dengan satu tangan. Ia melemparkan senjata tersebut ke tanah, seolah tak lebih dari besi tua.Dua sosok itu terpaku.Detik berikutnya, tubuh mereka menghilang.Seiji mengibaskan tangannya lagi dan dua sosok itu dipaksa muncul kembali. “Dua puluh tahun berlalu,” katanya dingin, “Dan pos jaga ini masih sebodoh dulu.”Wujud mereka kini jelas, dua pendekar samurai berseragam hitam, katana terhunus, wajah mereka diliputi kebingungan.Dua anggota diplomatik di belakang Seiji membelalak. Mereka tidak pernah membayangkan akan melihat pendekar Solara di wilayah Northern.“Siapa kalian?!” tanya salah sa

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1606

    Dalam hitungan hari, jumlah orang yang mengajukan diri untuk bergabung membludak. Pertumbuhan Klan Draken Ascalon melesat, meninggalkan klan-klan lain jauh di belakang, sebuah fenomena langka di dunia bela diri.Namun Nathan tahu, popularitas saja tidak cukup. Ia memutuskan membuka sumber daya klan, menyaring bibit-bibit terbaik untuk ditempa. Ia tak berniat membangun kerajaan yang hanya bergantung pada satu orang.Hari itu, ia memanggil Kieran.“Bagaimana kondisi klan sekarang?” tanya Nathan.Kieran menjawab tanpa ragu, wajahnya bersinar. “Jumlah murid sudah menembus ribuan. Di Moniyan, tidak ada klan lain yang bisa menyaingi kita.”“Jumlah bukan segalanya,” potong Nathan tenang. “Bagaimana kualitas mereka?”Kieran menarik napas. “Tidak merata. Yang terkuat baru mencapai puncak penguasa Ingras. Belum ada yang menyentuh Villain.”Nathan mengangguk pelan dan menurutnya itu masuk akal. “Kelola klan dengan stabil,” katanya sambil menepuk bahu Kieran. “Sebentar lagi aku akan membawa kalia

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1605

    Debu di kawah perlahan mengendap.Nathan bangkit berdiri. Tubuhnya penuh retakan tanah dan bekas hantaman, namun wajahnya justru menunjukkan ekspresi puas. “Hari ini,” katanya pelan sambil menatap Veyron, “Aku akan memakaimu untuk mengasah tubuh fisikku.”Begitu kata terakhir jatuh, Nathan melesat. Veyron menggeram dan menyambutnya tanpa ragu. Keduanya tidak memakai teknik rumit dan tidak ada jurus indah. Hanya tabrakan tubuh dan pukulan brutal.BUGH! BUGH! BUGH!Beberapa kali tubuh Nathan terlempar ke udara dam menghantam tanah, lalu bangkit lagi tanpa jeda. Seperti prajurit kecil yang menolak tumbang.Sepuluh menit berlalu.Aura Nathan semakin stabil, bahkan meningkat. Sebaliknya, napas Veyron mulai kacau dan gerakannya melambat. Kali ini, wajah yang mengeras adalah milik Seiji. Dia tidak menyangka bahwa ilmu sihir terlarang keluarga Rydan masih gagal membunuh Nathan.Tubuh fisik Nathan terlalu kuat. Bahkan Seiji sendiri mulai ragu, jika dia turun tangan, apakah satu serangan cukup

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1604

    Tatapan Ryujin mengeras sedikit. “Dengan begitu, aku bisa memastikan keselamatanmu selama berada di sini. Tapi jika kamu terus menantang orang-orang Northern…” senyumnya menghilang, “Jangan salahkan kami jika kalian tidak pernah bisa meninggalkan tempat ini.”Ekspresi Seiji berubah, wajahnya tampak suram. “Tuan Ryujin,” katanya. “Pertarungan adu kemampuan sudah selesai dan pemenangnya jelas. Aku hanya ingin membawa orang-orangku pergi.”Nathan melangkah setengah maju. “Dia datang dan langsung membunuh orang kami,” ucapnya dingin. “Lalu nyawanya dianggap lebih berharga dari nyawa kami?”Ryujin mengangkat tangan, memberi isyarat agar Nathan diam.Pandangan Ryujin beralih ke Seiji. “Pertarungan adu kemampuan adalah pertarungan hidup dan mati,” katanya datar. “Dan jika ingatanku tidak salah, semangat pendekar Solara tidak mengizinkan yang kalah tetap hidup.”Seiji terdiam.Pada saat itu, Veyron yang seharusnya sudah sekarat tiba-tiba bergerak. Dia bangkit dengan kasar, napasnya tersengal.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1603

    Sementara itu, Veyron bangkit dengan susah payah. Tubuhnya berlumuran darah. Di tangannya, sebuah katana merah darah kembali terbentuk, aura kelam berputar mengelilingi bilahnya. Jeritan lirih terdengar, roh-roh yang tak terhitung jumlahnya seakan menari di sekitar pedang itu.Cahaya merah menyelimuti tubuh Veyron. Kulitnya tampak seperti dicelupkan ke dalam darah segar.Aura kematian menyebar liar, berat dan menyesakkan, seolah medan itu berubah menjadi hamparan gunung mayat dan lautan darah.Di hadapannya, Pedang Aruna di tangan Nathan bergetar pelan. Cahaya samar memancar dari bilahnya, disertai dengungan rendah, seperti makhluk buas yang akhirnya mencium aroma mangsa.Entitas Gehenna di sekitar Veyron tampak gelisah. Beberapa bahkan menjauh, menjerit lirih seolah merasakan ancaman alami.Kening Veyron berkerut. Belum bertarung, senjatanya sudah menunjukkan ketakutan.“Bakar esensi darahmu,” ucap Seiji perlahan. Suaranya rendah, berat, seolah datang dari masa yang jauh. “Bangkitkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status