Share

Bab 113

Author: Imgnmln
last update publish date: 2024-04-19 23:12:36

“Tidak perlu, uang segitu kami punya kok!” Nathan berkata sambil tersenyum.

“Baiklah kalau begitu, karena kalian punya uang maka aku tidak perlu khawatir lagi, aku benar-benar takut nanti kalian akan kabur setelah makan, itu akan sangat memalukan!” Merlin berkata dan menatap kearah Julio. “Sayang, bukankah kamu sudah memesan menu jamuan sebelumnya, suruh mereka hidangkan!”

“Siap,” Julio tersenyum. “Kali ini aku memesan menu jamuan yang berharga, satu paketnya sekitar 5 juta. Dan sekarang, aku a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1955

    SWOOSSHH!Aura pedang putih melesat ke langit. Tekanan yang dihasilkannya bahkan menembus keluar dari kawah hingga dapat dilihat dengan jelas oleh ribuan orang yang menyaksikan dari kejauhan. Langit di atas Gunung Arjana seakan terbelah oleh cahaya putih yang menyilaukan.Tanpa ragu, Severian melangkah maju. Seluruh harapan, seluruh harga dirinya, dan seluruh kekuatan yang masih dimilikinya dituangkan ke dalam satu serangan terakhir.Menang atau kalah, hidup atau mati. Semuanya ditentukan oleh tebasan ini.Namun tepat ketika serangan itu dilepaskan, pedang yang telah mencapai batasnya akhirnya menyerah.KRAKK—!Retakan yang memenuhi bilah pedang langsung menjalar ke seluruh permukaannya. Dalam sekejap, pedang itu pecah menjadi beberapa bagian. Yang tersisa di tangan Severian hanyalah gagangnya.Meski demikian, ia tetap meneruskan serangan itu. Gagang pedang tersebut dilemparkan ke depan dengan seluruh kekuatan yang masih dimilikinya. Bahkan jika peluangnya hanya tersisa setitik, ia te

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1954

    BLAAAAR!Ledakan yang mengguncang langit langsung meletus di tengah kawah. Cahaya menyilaukan menyebar ke segala arah hingga membuat banyak orang menutup mata mereka secara refleks.Ketika cahaya itu perlahan memudar, tubuh Severian kembali terdorong mundur beberapa langkah. Napasnya menjadi lebih berat. Dan yang membuat wajahnya semakin suram adalah retakan-retakan tipis yang mulai muncul pada bilah pedang di tangannya. Rasa gentar benar-benar muncul di hati Severian.Selama ini ia selalu mengandalkan keunggulan mutlak yang dimilikinya di dalam kawah Gunung Arjana. Selama magma terus mengalir, ia dapat menyerap panas tanpa henti dan mengubahnya menjadi energi yang menopang tubuhnya. Secara teori, daya tahannya seharusnya jauh melampaui lawan mana pun.Namun teori itu mulai runtuh di hadapan Nathan. Semakin lama pertarungan berlangsung, semakin jelas bahwa pemuda itu seolah memiliki sumber kekuatan yang tidak pernah habis. Setiap kali Severian berhasil memulihkan energinya, Nathan aka

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1953

    "Bagus..." Nathan menggenggam erat Pedang Aruna. "Ayo lanjutkan."Begitu kata-kata itu keluar, tekanan spiritual yang terpancar dari tubuhnya kembali melonjak. Pedang Aruna terangkat tinggi ke udara.SLAAASSSHH—!Lalu satu tebasan dahsyat dilepaskan, suara raungan menggema di seluruh kawah.Energi pedang yang melesat keluar tiba-tiba berubah menjadi seekor naga emas raksasa yang melingkar di langit, tubuhnya berkilauan seperti matahari dan memancarkan tekanan yang membuat banyak penonton langsung pucat.Wajah Severian langsung menggelap. Pedangnya bergerak semakin cepat. Aura pedang berlapis-lapis ditembakkan tanpa henti ke arah naga emas itu dalam upaya menghancurkannya sebelum mencapai dirinya.DUAAAAR!Benturan dahsyat kembali terjadi, gelombang kejut menyapu seluruh kawah.Namun kali ini, Severian merasakan tekanan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Tubuhnya tanpa sadar terdorong mundur beberapa langkah. Kedua telapak kakinya menyeret tanah hingga meninggalkan bekas retaka

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1952

    Namun semakin lama ia mengamati, semakin sulit baginya membedakan mana tubuh asli dan mana bayangan. Aura yang dipancarkan setiap sosok benar-benar identik, begitu pula aliran energi di dalam tubuh mereka. Bahkan detak kehidupan yang terpancar dari masing-masing sosok terasa nyaris tanpa perbedaan sedikit pun.Severian pernah melihat teknik serupa milik Keluarga Ryodan sebelumnya. Namun kemampuan yang ditampilkan Nathan sama sekali berada di tingkat berbeda. Jika teknik yang pernah ia lihat sebelumnya hanyalah tiruan kasar, maka apa yang digunakan Nathan saat ini terasa seperti bentuk sempurna dari warisan asli teknik tersebut.Pikiran itu membuat hati Severian semakin berat. Karena semakin lama pertarungan berlangsung, semakin kuat perasaannya bahwa Nathan bukan sedang menggunakan teknik curian.Justru sebaliknya, seolah-olah teknik tersebut memang diciptakan untuknya sejak awal. Dan kesadaran itu membuat ekspresi Severian berubah jauh lebih suram dibanding sebelumnya.Lautan magma y

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1951

    Nathan hanya menatap tebasan tersebut dengan tenang, seolah serangan yang mampu mengguncang ruang itu tidak cukup untuk membuatnya terkejut. Pada saat cahaya pedang perak itu mendekat, tangan kanannya akhirnya bergerak perlahan.BZZZZT!Cahaya merah pekat langsung berkilat di udara. Pedang Aruna muncul begitu saja di genggamannya.Mata Severian langsung menyusut. Ia benar-benar tidak menyangka Nathan ternyata menyimpan senjata seperti itu. Sejak awal pertarungan, ia tidak melihat adanya pedang ataupun sarung senjata pada tubuh lawannya.Namun sekarang sebuah pedang spiritual muncul begitu saja seolah telah menyatu dengan keberadaan Nathan. Pemandangan itu membuat hati Severian bergetar. Ia tahu apa arti fenomena tersebut.Pedang dan pemiliknya telah mencapai tingkat keselarasan yang sangat tinggi. Namun serangannya sudah terlanjur dilepaskan. Ia tidak memiliki pilihan selain terus maju.KLANG—!Pedang Aruna dan pedang Severian bertabrakan di tengah udara. Percikan energi langsung mele

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1950

    Begitu kalimat itu selesai terucap, tubuhnya kembali bergerak.WHOOSSHH!Kali ini kecepatannya bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Lengan Severian berubah menjadi bayangan samar saat ia mengayunkan tangannya seperti bilah pedang. Celah ruang di depannya langsung bergetar. Tekanan tajam yang tercipta dari serangan itu memekik nyaring dan membelah udara menuju Nathan.Nathan tidak mundur, ia mengangkat tangan kanannya lalu merapatkan dua jari. Cahaya keemasan langsung berkumpul di ujung jarinya. Dalam sekejap, energi spiritual yang sangat padat berubah menjadi bilah cahaya memanjang seperti pedang sungguhan.Nathan mengayunkannya ke depan.DUUAAAR!Dua serangan yang terbentuk dari energi murni saling bertabrakan dan menghasilkan suara benturan logam yang memekakkan telinga. Percikan energi berhamburan ke segala arah.Namun pada detik berikutnya, wajah Severian sedikit berubah. Karena tebasan yang ia lepaskan ternyata hancur terlebih dahulu.Bilah energi milik Nathan menerobos pertahanan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 645

    “Bukankah kalian ahli dalam menggunakan racun? Walau Sekte Minoan sangat kuat, kalian juga bisa menggunakan racun dan meracuni mereka sampai mati,” Nathan berkata dengan sangat bingung.Mendengar perkataan Nathan yang begitu enteng, Sienna tersenyum tidak berdaya. “Bicaramu enteng sekali, Sekte Minoa

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 533

    Nathan belum sempat bicara, Milan sudah berkata lebih dulu. “Dua pembohong besar itu sudah enyah kembali ke Arial, mereka tampak sangat memalukan saat pergi.” Semua orang yang mendengarnya tahu kalau Wilbert pasti tidak bisa melakukan apa-apa dan setelah dibereskan oleh Nathan, dia hanya bisa pergi

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 534

    Dan pada saat ini, di aula kediaman Keluarga Holcy, meski meja makan sudah dipenuhi dengan hidangan, tapi tidak ada orang yang berani menggerakkan sumpitnya, wajah Harris tampak muram dan suasana di ruang makan sangat tertekan. “Ayah, bukankah dia hanya seorang bocah?! Kamu sudah tahu dia datang ke

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 537

    Sosok pria itu sama sekali tidak marah saat dihina oleh Zephir, malah dia menyeringai dan memperlihatkan giginya dan berkata. “Zephir, aku hanya bercanda, kamu jangan marah, urusan Keluarga Zellon aku mana berani ikut campur? Kalau begitu, aku akan pergi!” Nathan sudah melihat kekuatan pria itu yang

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status