Partager

Bab 1146

Auteur: Imgnmln
last update Date de publication: 2025-05-28 23:33:58

Kediaman keluarga Winaya.

Di sebuah halaman Keluarga Winaya, Kaidar berdiri di balkon tertinggi. Di bawahnya, halaman utama dipenuhi utusan dari berbagai organisasi bela diri.

“Kepala Keluarga Bisco memberi salam!”

“Ketua Organisasi Rotgam menyampaikan hormat!”

“Bosma dari Bawah Tanah datang mengajukan aliansi!”

Sorakan, tepuk tangan, dan gemuruh langkah kaki memenuhi udara. Kaidar memejamkan mata sesaat, hatinya mabuk oleh kuasa.

Di dalam aula, suara pujian dan sanjungan mengelilinginya. Nam
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2425

    Beberapa saat kemudian, debu yang menutupi pandangan perlahan turun. Pemandangan di baliknya akhirnya terlihat jelas.Semua orang terdiam.Gerombolan monster memenuhi seluruh dataran. Jumlahnya begitu banyak sampai ujung barisan mereka tidak terlihat. Tubuh-tubuh raksasa berdesakan satu sama lain, memenuhi area sejauh mata memandang.Monster dari berbagai bentuk dan ukuran telah berkumpul dalam jumlah yang seolah tidak ada akhirnya.Zhevaron membelalakkan mata, hingga wajahnya benar-benar kehilangan warna. “Bagaimana mungkin...”Dia belum pernah melihat kawanan monster sebanyak ini sepanjang hidupnya.“Mungkinkah dia memanggil seluruh monster dari Sektor Monster?”Pertanyaan itu bahkan membuat dirinya sendiri merinding.Di sisi lain, ribuan anggota Aula Jujutsu yang sebelumnya berteriak dengan penuh keberanian kini mulai gemetar. Mereka menatap lautan monster yang membentang di hadapan mereka.Aura dominasi yang sebelumnya memenuhi pasukan Zhevaron lenyap tanpa jejak. Beberapa anggota

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2424

    Nathan menatap Zhevaron dengan senyum tipis. “Semua monster ini adalah bawahanku. Mereka akan mengikuti perintahku tanpa ragu. Menurutmu, bagaimana kelima makhluk sampahmu dibandingkan dengan mereka?”Zhevaron menggeleng keras. “Tidak mungkin!” Tatapannya berpindah kepada kawanan monster di sekeliling Nathan. “Mereka semua berasal dari Sektor Monster. Bagaimana mungkin begitu banyak monster itu mau mendengarkan perintahmu?”Dia sama sekali tidak percaya. Selama bertahun-tahun, Zhevaron belum pernah mendengar ada manusia yang mampu membuat begitu banyak monster tunduk sekaligus.“Kalau tidak percaya, lihat sendiri.” Nathan mengangkat tangannya.Tatapannya kemudian beralih kepada lebih dari selusin monster raksasa yang berdiri di hadapannya.“Habisi lima makhluk itu. Gigit mereka sampai tidak tersisa!”Begitu perintah diberikan, kawanan monster tersebut langsung meraung.ROAAAAR!Mereka menyerbu secara bersamaan. Kelima makhluk yang sebelumnya terlihat begitu mengerikan langsung berada

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2423

    Beberapa detik kemudian, bumi mulai bergetar. Retakan menjalar dari bawah kaki Zhevaron ke segala arah. Dari celah-celah tanah tersebut, kabut hitam perlahan keluar, semakin lama semakin pekat hingga menutupi area di sekitar mereka.Lalu lima sosok raksasa perlahan merangkak keluar dari dalam tanah. Tubuh kelima makhluk itu berwarna hitam pekat. Aura mengerikan keluar dari setiap gerakan mereka, membuat udara di sekitarnya terasa berat.Zhevaron tertawa dingin. “Nathan, kali ini mereka bukan monster yang terbentuk dari Aura Kegelapan.”Dia menunjuk kelima makhluk tersebut. “Mereka adalah makhluk iblis neraka yang sesungguhnya. Bahkan dengan bantuan Garuda Bara, kau tidak akan bisa lolos dari kepungan mereka.”Kelima makhluk itu segera bergerak. Mereka menyebar dan membentuk lingkaran, mengepung Nathan bersama Lyra dari segala arah.Melihat situasi tersebut, Rowan hendak maju untuk membantu. Namun, Nathan mengangkat satu tangan dan menghentikannya.“Tuan Rowan.” ujar Nathan tetap tenan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2422

    Nathan hanya mendengus, tatapannya sama sekali tidak berubah. “Benarkah? Cuma Aura Kegelapan yang dipadatkan menjadi bentuk monster.”Dia mengangkat Pedang Aruna. “Kau menganggapnya kuat? Terdengar terlalu berlebihan.”“Kau mencari mati!” Zhevaron menginjak punggung makhluk itu.Monster raksasa tersebut langsung melompat turun membawa tubuh Zhevaron menuju Nathan.GRAAAUURR!Aura dingin menyebar dari tubuhnya.Dalam sekejap, seluruh area di sekitar Nathan kembali membeku. Lapisan embun beku yang tebal terbentuk di tanah, udara, bahkan di tubuh Nathan. Kali ini tekanannya jauh lebih kuat daripada serangan sebelumnya.Tubuh Nathan kembali terjebak.“Ini...” Liana langsung pucat.Rowan juga mengerutkan kening. Mereka tidak menyangka Zhevaron masih menyimpan teknik sekuat itu.Di tengah kekhawatiran mereka, Zhevaron terus melaju dari udara dengan menunggangi Abyssar. Namun, tepat ketika makhluk itu hampir mencapai Nathan, sebuah suara nyaring tiba-tiba menggema dari langit.KRAAAAK!Semua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2421

    “Nathan!” Melihat keadaan itu, Liana spontan hendak berlari menolong.Dia sama sekali tidak menyangka Nathan akan langsung berada dalam posisi terdesak sejak pertarungan dimulai. Bagaimanapun, pria itu adalah orang yang telah dipilihnya, dan Liana tidak mungkin hanya berdiri diam menyaksikan Nathan menghadapi kematian.Kalau memang mereka harus mati, dia akan menghadapinya bersama Nathan.Namun, sebelum sempat melangkah lebih jauh, Rowan segera menarik tubuh Liana. “Jangan!”Rowan menggeleng keras. “Kalau kau maju sekarang, kau hanya akan mati bersamanya!”Setelah menahan Liana, Rowan sendiri justru bersiap bergerak.“Nathan tidak boleh mati!”Meskipun Rowan tahu dirinya bukan tandingan Zhevaron, dia tidak punya pilihan lain. Jika keadaan benar-benar memburuk, dia akan mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk memberi Nathan kesempatan bertahan.Namun, tepat ketika Rowan hendak bergerak, perubahan tiba-tiba terjadi. Di balik lapisan es yang membelenggu Nathan, cahaya merah mulai muncul.A

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2420

    Nathan menatap jubah itu dengan sudut bibir sedikit terangkat. “Ksatria Dicta?”Akhirnya dia mengetahui identitas sebenarnya lawannya.“Bagus…” Nathan justru tampak semakin tenang. “Kalau begitu, hari ini aku bisa sekaligus menyelesaikan semua dendamku dengan Ordo Maledicta.”Zhevaron mendengus dingin. “Jangan terlalu percaya diri, Nathan.”Kabut hitam terus berputar di sekeliling tubuhnya.“Alasan kau masih hidup sampai sekarang adalah karena Resonansi Dunia masih membutuhkanmu.” Dia menatap Nathan dengan tatapan penuh ejekan. “Tunggu sampai energi spiritual pulih dan formasi agung itu diaktifkan.”Suaranya menjadi semakin dingin. “Ketika jiwamu sepenuhnya dikorbankan, nasibmu akan jauh lebih buruk daripada kematian.”Nathan mengerutkan kening. “Hah??”Rowan yang berdiri tidak jauh dari sana akhirnya angkat bicara. “Formasi itu sudah ada sejak lama.”Nathan segera menoleh.“Menurut catatan yang kami ketahui, formasi tersebut didirikan oleh pemimpin Aula Luminaris. Namun, sebelum form

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 784

    “A-apa-apaan ini?” Abel bertanya kepada Nathan dengan wajah penuh kengerian. “Ini adalah kabut anak hitam, setiap kultivator hitam akan mengkultivasikan kabut anak hitam dari mereka sendiri. Namun, hanya puncak penguasa Ingras yang bisa mengkultivasikannya,” Nathan mengernyitkan keningnya dan berk

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status