Share

Bab 1156

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-06-02 22:57:53

BAAM!

Namun, tepat saat serangan Scholar akan menghantam, sebuah gelombang energi yang sangat kuat meledak. Bukan dari Nathan, bukan dari Kaidar. Gelombang itu begitu dahsyat, membuat Scholar terlempar jauh, seperti layang-layang putus tali, menabrak pilar Pagoda Kristal sebelum jatuh tak berdaya ke tanah.

Semua orang terperangah.

“Seorang Villain? Terlempar semudah itu? Siapa yang memiliki kekuatan dahsyat seperti ini?”

"Siapa di sana? Tunjukkan dirimu sekarang juga!" Kaidar berteriak, wajahny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2007

    Milan memandang puluhan orang yang berdiri di hadapannya dengan wajah serba salah. "Kepala Keluarga Island, Anda tentu sudah tahu seperti apa sifat Tuan Ryujin.""Kalau beliau sendiri yang memanggil, itu lain cerita. Tapi tidak ada seorang pun yang bisa menemuinya sesuka hati. Bahkan aku sendiri sangat jarang mendapat kesempatan menghadap beliau.""Dengan kedudukanku sekarang, aku bahkan belum pantas menuangkan secangkir teh untuk beliau."Walaupun menjabat sebagai Kapten Kepolisian, Milan sadar bahwa statusnya sama sekali tidak berarti di hadapan Ryujin."Kapten Milan, akhir-akhir ini Tuan Ryujin memang sering berada di Parlemen. Aku yakin pasti ada cara agar kami bisa bertemu dengannya," Scholar melangkah maju sambil mengeluarkan Eclipse Valemor dari sakunya. "Ini adalah pusaka Keluarga Arteta. Tolong bantu kami."Dia menyodorkan artefak itu ke tangan Milan."Kepala Keluarga Arteta, tidak perlu seperti ini." Milan segera mengembalikan pusaka tersebut sebelum menghembuskan napas panj

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2006

    Di dalam Sektor Bayangan, Nathan telah berkeliling tanpa henti selama sehari penuh, tetapi usahanya tetap tidak membuahkan hasil.Setelah menjelajahi berbagai penjuru, dia akhirnya bisa memperkirakan luas wilayah itu. Sektor Bayangan tersebut membentang hingga ratusan kilometer sehingga dapat dianggap sebagai sebuah dunia kecil yang lengkap dengan pegunungan, sungai, hutan, serta hamparan bunga. Energi spiritualnya juga begitu melimpah sehingga jauh melampaui tempat-tempat lain yang pernah dia datangi.Sayangnya, ada satu kekurangan yang sangat mencolok. Tempat itu sama sekali tidak memiliki kehidupan.Di seluruh Sektor Bayangan, hanya Nathan seorang diri yang masih bernapas. Dia bukan hanya gagal menemukan Sarah, tetapi juga menyadari kenyataan yang jauh lebih buruk.Pintu masuk menuju Sektor Bayangan telah lenyap.Sepanjang hari Nathan terus mencari jalur keluar, namun tidak menemukan sedikit pun jejak keberadaan gerbang tersebut. Artinya, dia kini benar-benar terperangkap di dalam.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2005

    Kaidar berdiri dengan kedua kaki yang sedikit gemetar sebelum akhirnya melangkah menuju gerbang tersebut.Begitu tubuhnya menghilang di balik Gerbang Maledicta, pintu raksasa itu kembali menutup rapat. Cahaya yang memenuhi ruangan perlahan padam, sementara ketujuh sosok berJubah Tujuh Maledicta serempak menyimpan kembali bola hitam keemasan di tangan mereka.Arkhon Abyss memandangi Gerbang Maledicta yang telah lenyap. Butiran keringat dingin terus mengalir dari dahinya tanpa mampu dia hentikan."Apakah Nathan sudah memasuki Sektor Bayangan itu?" Yang Mulia memecah keheningan."Benar, Yang Mulia. Nathan sudah masuk ke dalam Sektor Bayangan dan pintu masuknya juga telah kami segel. Selama kita tidak membukanya, dia tidak akan pernah bisa keluar." Arkhon Abyss segera memberikan jawaban dengan penuh hormat."Bagus." Yang Mulia menganggukkan kepala tipis. "Biarkan saja dia tetap berada di sana. Tidak perlu mengurusnya."Arkhon Abyss tampak kebingungan. "Yang Mulia, mengapa kita tidak langs

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2004

    Setelah menjelajah cukup lama tanpa bertemu satu pun anggota Ordo Maledicta, keraguan mulai muncul dalam benaknya. Dia bahkan mulai mempertanyakan apakah tempat ini benar-benar Sektor Bayangan milik Ordo Maledicta.Setengah hari berlalu.Nathan masih terus menyusuri pegunungan, hutan, dan hamparan batu tanpa menemukan satu pun makhluk hidup. Semula dia menganggap semua itu hanya kebetulan, tetapi semakin jauh melangkah, rasa ganjil di dalam hatinya semakin kuat.Tempat ini benar-benar kosong.Bukan hanya manusia yang menghilang, melainkan seluruh kehidupan seolah telah lenyap dari wilayah itu hingga kawasan tersebut terasa seperti sangkar raksasa yang ditinggalkan penghuninya.***Sementara Nathan masih mencari keberadaan Sarah, jauh di dalam Sektor Bayangan lain yang dikuasai Ordo Maledicta, tujuh sosok berjubah bintang dengan lambang Maledicta telah berkumpul di sebuah aula megah.Wajah mereka seluruhnya tertutup kain hitam sehingga identitas masing-masing tidak terlihat.Di kursi u

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2003

    "Hari ini Nathan akan belajar, apa akibatnya jika berani menjadi musuh Ordo Maledicta."Begitu kata-kata itu terucap, tekanan yang memancar dari tubuhnya kembali meningkat berkali-kali lipat hingga beberapa anggota klan mulai memuntahkan darah. Wajah mereka memucat karena energi kehidupan terus terkuras."Berani membuat keributan di Moniyan seolah aku tidak ada?"Suara tenang tiba-tiba bergema dari langit. Sesosok pria perlahan turun dari udara, lalu gelombang aura yang lembut menyebar dan langsung menghapus tekanan berat yang menindih semua orang.Tubuh para anggota Klan Draken Ascalon mendadak terasa ringan. Mereka segera bangkit satu per satu, termasuk Kieran yang buru-buru melangkah maju lalu membungkuk hormat."Kieran memberi salam kepada Tuan Ryujin."Ryujin hanya menganggukkan kepala tipis sebelum mengalihkan pandangannya kepada Arkhon Abyss dengan ekspresi yang tetap datar.Begitu melihat sosok itu muncul, wajah Arkhon Abyss dan Kaidar langsung berubah drastis."Tuan Ryujin, i

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2002

    “Serangan musuh—!”Dia baru saja hendak berteriak ketika tangan pria berjubah hitam itu lebih dulu mencengkram lehernya.Krek! Bruk! Bruk!Suara patahan tulang terdengar jelas, tubuh penjaga itu langsung terkulai tanpa nyawa. Mayat kedua orang tersebut jatuh ke tanah.Pria berjubah hitam itu perlahan mengangkat kepalanya. Cahaya lampu menerangi sebagian wajahnya. Senyuman menyeramkan segera terukir di bibirnya.Arkhon Abyss menatap dua mayat di kakinya sekilas, lalu dia kembali melangkah masuk ke area klan. Sepanjang perjalanan, siapa pun yang berpapasan dengannya langsung dibunuh tanpa ampun.Plaak! Bruk! Krek!Satu demi satu anggota Klan Draken Ascalon tumbang sebelum sempat memahami apa yang terjadi.Tak lama kemudian, Arkhon Abyss tiba di area bawah tanah tempat Kaidar ditahan. Dia mengangkat tangannya.BAAANG!Segel di pintu penjara langsung hancur.Pintu baja berat itu terbuka perlahan.Di dalam sel, Kaidar sedang duduk meringkuk di sudut ruangan. Setelah kehilangan roh spiritua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 127

    “Tuan Nathan, dilihat dulu, kalau Tuan Nathan rasa ada yang tidak cocok, bisa diubah,” Benford menyerahkan kontrak itu pada Nathan.Nathan mengambil kontrak itu dan tidak melihatnya lagi. “Tidak perlu dilihat lagi, Aku percaya padamu.”“Kalau begitu, kita langsung tanda tangani saja, ya?” Benford berg

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 125

    Rendy yang mendengarnya seketika menciut dan melangkah mundur, dia sudah tahu kekuatan Nathan. “Nathan, sekarang kamu sudah tidak bersama Sarah si wanita jalang itu lagi, kamu kira kamu siapa? Masih berani berbicara seperti itu pada Kak Rendy?!” Sherly berteriak ke arah Nathan. Nathan menyipitkan ma

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 134

    “Aku tidak tertarik pada komisi itu, kalaupun ada, Aku tidak akan mengambil sedikitpun,” Nathan melirik Lisa sekilas dan berkata dengan tenang.“Nathan, ini adalah perkataanmu sendiri ya, semua orang mendengarnya, kamu tidak mau sedikitpun, jangan menyesal pada akhirnya!” Andrew yang mendengarnya sek

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 155

    “Tunggu, berhenti!"Lisa melangkah maju dan menghentikan mereka.Lily yang disampingnya juga berusaha menghalangi mereka.“Lisa, apa yang kamu lakukan?” Andrew mengernyitkan keningnya.“Andrew, aku akan mencoba membujuknya, jangan main tangan, kalau sampai terlihat oleh presdir, kita juga akan kena imba

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status