Share

Bab 1239

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2025-07-09 20:05:16

Ia melangkah lebih dalam, melewati halaman-halaman kuno yang tertata rapi namun terasa tak berpenghuni. Ia tiba di sebuah aula utama yang luas dan megah, tetapi sama kosongnya. Tidak ada satu pun murid atau pelayan yang terlihat. Mereka semua tahu ia akan datang. Mereka telah mengosongkan jalan untuknya.

Nathan berdiri di tengah aula yang senyap. Ia bisa saja membuang energi untuk mencari mereka satu per satu, tetapi ia memilih cara yang lebih efisien. Cara yang lebih lugas.

Ia menarik napas da
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1840

    Nathan bisa merasakan organ-organ dalam tubuhnya bergejolak hebat. Darah di dalam pembuluhnya seolah mendidih akibat tekanan petir.“NATHAN!” Bonang langsung berteriak dari bawah altar. “Sudah cukup! Cepat turun!”Ia bisa merasakan jelas kalau sambaran berikutnya akan jauh lebih berbahaya.Namun Nathan tidak bergerak, tatapannya tetap tertuju ke atas. Ia masih ingin menahan satu sambaran lagi sebelum mengalihkan pusat Murka Langit sepenuhnya.BZZZZTTTT!Langit-langit reruntuhan kembali bersinar, petir ketiga terbentuk. Dan kali ini tekanannya membuat seluruh aula bergetar hebat.BLLAAAARRR—!Sambaran raksasa jatuh lurus ke tubuh Nathan.“UGH!”Menahan serangan itu, lutut Nathan hampir tertekuk. Retakan langsung menyebar di altar batu tempatnya berdiri. Tubuhnya terasa seperti dihantam gunung dari langit.Sambaran ketiga ini bahkan lebih kuat dibanding gabungan dua serangan sebelumnya.Napas Nathan menjadi berat, penglihatannya sempat bergetar sesaat. Namun tepat ketika dia merasa tubu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1839

    Bonang masih tampak ragu. “Kalau gagal, tubuhmu akan hangus dalam satu sambaran.”Nathan terkekeh pelan. “Aku sudah pernah menghadapi badai petir saat menerobos,” tatapannya perlahan mengeras. “Dibanding itu, Formasi Murka Langit ini belum cukup untuk membunuhku.”Ucapan itu membuat beberapa orang di bawah altar langsung tercengang.Menghadapi sambaran Murka Langit dengan tubuh sendiri?Orang waras mana yang akan melakukan hal seperti itu?Namun Nathan justru mengangkat Pedang Aruna tinggi-tinggi ke udara.WUUUNG!Bilah pedang langsung memancarkan cahaya hijau terang. Energi Taiju mengalir deras di sepanjang pedang hingga udara di sekitarnya mulai bergetar.Bonang menarik napas panjang sebelum akhirnya mengeluarkan beberapa Sigil dari lengan bajunya. “Kalau begitu jangan mati, bocah…”Tangannya bergerak cepat membentuk segel.SWISH! SWISH! SWISH!Beberapa Sigil melesat ke udara lalu mulai berputar mengelilingi altar seperti lingkaran cahaya keemasan.“Teknik Sigil Rune… Formasi Penunt

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1838

    Nathan mengangkat pandangan ke arah altar batu di tengah reruntuhan. Kilatan biru masih terus bergerak liar di udara seperti naga petir yang mengamuk. Retak-retak kecil mulai muncul di lantai akibat sambaran tanpa henti.Namun anehnya, tatapan Nathan justru terlihat tenang. “Bisa.”Jawaban singkat itu membuat semua orang langsung menahan napas.“Tapi…” Nathan melanjutkan sambil menunjuk altar batu, “Kalian semua harus menjauh dari sana.”Kerumunan langsung bergerak mundur tanpa banyak tanya. Tidak ada lagi yang berani membantah perkataannya.Dalam keadaan seperti ini, Nathan sudah menjadi satu-satunya harapan mereka.WHOOOSH!Angin dingin berhembus di dalam aula saat semua orang menjauh dari altar.Nathan lalu melangkah perlahan ke depan.Bonang ikut mendekat sambil mengernyit. “Nathan,” katanya pelan, “Formasi Murka Langit bukan formasi biasa. Kalau salah langkah sedikit saja, seluruh area ini bisa meledak.”“Aku tahu.” Nathan tersenyum tipis.Bonang menatapnya tajam. “Lalu bagaimana

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1837

    Belum sempat Nathan membuka mulut, Kieran langsung melangkah maju dengan tatapan tajam. “Kau pikir siapa dirimu, brengsek?!” bentaknya dingin. “Kak Nathan sudah membantu menghancurkan segel sebelumnya. Bukankah kalian tadi merasa paling hebat? Selesaikan sendiri sekarang!”Ucapan itu membuat wajah Alric berubah pucat kebiruan. Rahangnya mengeras, tetapi dia tidak berani membalas satu kata pun. Karena dia sadar, situasi sudah berbeda, mereka kini benar-benar terjebak.Di luar, Kaidar berjaga bersama empat Ksatria Abyss berkekuatan Origin. Di dalam, Formasi Murka Langit terus mengirim sambaran petir tanpa henti. Sedikit saja lengah, nyawa melayang. Dan satu-satunya orang yang memahami teknik formasi di tempat ini hanyalah Nathan.BZZZT!Kilatan lain melintas di udara.“SELAMATKAN AKU!”Seseorang berteriak histeris sebelum akhirnya berlutut di depan Nathan.“Tuan Nathan, mohon bantu kami!”“Benar! Kami mohon!”Satu orang mulai bersujud, lalu dua, diikuti yang lain hingga belasan orang be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1836

    Nathan tersenyum tipis, tetapi sebelum dia sempat menjawab, Bonang sudah lebih dulu membuka suara.“Itu bukan kuda ilahi asli,” nada suaranya tenang, tetapi jelas terdengar menyindir. “Itu hanya ilusi dari formasi.”Ia melangkah mendekati batu besar sambil melanjutkan penjelasannya. “Batu ini dipasangi Segel Zephryx Penahan Bumi. Selama inti formasinya belum dihancurkan, benda yang ditekan oleh formasi ini tidak akan bisa digerakkan.”Bonang melirik Alric dan kelompoknya sekilas. “Jangankan batu sebesar ini. Bahkan sebuah jarum pun tidak akan bisa diangkat kalau formasi itu aktif.”Kalimat terakhirnya langsung membuat wajah Alric dan Riven mengeras. Sindiran itu terlalu jelas. Mereka sebelumnya menghajar batu itu habis-habisan, tetapi bahkan tidak menyadari keberadaan formasi sama sekali.Meski marah, Alric tak bisa membantah. Karena apa yang dikatakan Bonang memang benar.BLAAAARR!Sebelum suasana kembali stabil, kilatan petir biru kembali menghantam lantai aula. Formasi Murka Langit

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1835

    Keheningan langsung menyelimuti seluruh reruntuhan.Wajah semua orang mulai dipenuhi kepanikan. Begitu banyak ahli menyerang bersamaan, tetapi tetap tidak bisa menggoyahkan batu itu sedikit pun.Perlahan, tatapan mereka kembali tertuju pada Nathan.“Hahaha!”Tawa Kaidar kembali terdengar dari luar. “Kalian tidak perlu repot-repot lagi,” nada suaranya dipenuhi ejekan. “Tunggu saja kematian datang pelan-pelan.”Mendengar suara itu, wajah Alric langsung berubah gelap.Orang-orang lain juga mulai mengutuk Kaidar dengan penuh kebencian.Sekarang mereka akhirnya sadar.Kaidar sengaja memancing semua orang masuk ke dalam reruntuhan ini hanya untuk menjebak mereka hidup-hidup.Alric menarik napas panjang sebelum akhirnya menatap Nathan. “Nathan, kau bilang batu ini dilindungi formas? Kalau begitu... bisakah kamu membukanya?”“Tentu,” Nathan menjawab santai.Ucapan itu langsung membuat mata semua orang berbinar.“Kalau bisa, cepat lakukan!” Nada suara Alric mulai dipenuhi kegelisahan.Semakin

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1203

    Hujan deras mengguyur Kota Moniyan, mengubah jalanan batu menjadi cermin-cermin hitam yang memantulkan cahaya suram dari lampu gas. Di dalam markas besar Kepolisian, di kantor pribadi Ryujin, suasananya terasa sama kelamnya.Ruangan itu didominasi oleh meja mahoni raksasa dan aroma teh hitam pekat y

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1134

    “Mereka benar-benar datang, seluruh komunitas Hulmer.”Ariel, salah satu pemimpin muda, berbicara pelan. "Tuan, sepertinya mereka benar-benar mengincar Tuan Nathan.”Famrik mengangguk. “Tak peduli apapun risikonya, meski seluruh organisasi harus hancur, kita tidak akan menyerahkan Tuan Nathan!” Sor

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1177

    Nathan mengangguk santai. “Tenang saja. Sebentar lagi dia tidak akan pernah bisa memikirkan wanita lagi, karena dia akan menjadi seorang sampah tak berguna!” Kata-kata Nathan dingin, namun sangat mengintimidasi.Wajah Arriola memerah karena marah. “Nathan! Kau pikir kau bisa menindas kami seenaknya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1176

    Di medan pertempuran.Sheerena kini dalam kondisi kritis. Nafasnya tersengal, tubuhnya bermandikan keringat, pakaiannya basah kuyup dan menempel di tubuhnya yang membuat belahan tubuhnya semakin terlihat menggoda.Di hadapannya, Arriola masih tampak santai. Senyumnya cabul, tatapannya penuh niat bu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status