Masuk“Kau akan pergi ke Aula Seribu Relik dan menggunakan nama Ordo Maledicta untuk bernegosiasi dengan mereka. Jika memungkinkan, minta bantuan mereka untuk menghadapi Nathan. Akan lebih baik jika kau bisa menangkapnya hidup-hidup dan membawanya kembali ke sini,” Sorot mata Arkhon Abyss tiba-tiba berubah dingin. “Namun jika itu tidak memungkinkan, maka lumpuhkan dia tanpa belas kasihan. Kali ini, kita tidak boleh memberinya kesempatan untuk lolos lagi.”Sambil berbicara, ia menyerahkan labu kecil tersebut kepada Kaidar.Kaidar menerima benda itu lalu mengamatinya beberapa saat. Dari luar, labu tersebut tampak biasa saja dan tidak menunjukkan keistimewaan apa pun. “Arkhon Abyss, apakah benda ini termasuk artefak tingkat tinggi?”“Kau tidak perlu mengetahui semuanya sekarang.” Arkhon Abyss melambaikan tangan. “Lakukan saja sesuai instruksiku. Saat waktunya tiba, ketua Aula Seribu Relik akan menjelaskan sendiri nilai sebenarnya dari benda itu.”Mendengar perintah tersebut, Kaidar segera berl
Begitu keluar dari gedung Parlemen, Bonang langsung menghampirinya. “Bagaimana? Apa kau berhasil mendapatkan informasi?”Nathan mengangguk. “Sudah, kita berangkat sekarang menuju Aula Seribu Relik.”Bonang hanya bisa menghela napas panjang. Nathan baru saja kembali sehari yang lalu, tetapi kini ia sudah bersiap melakukan perjalanan lagi.Ketika Beverly, Sheerena, Rebecca, Sienna, dan yang lainnya mengetahui tujuan keberangkatan Nathan, mereka memang tidak rela melepasnya. Namun mereka juga memahami bahwa semua yang dilakukan Nathan semata-mata demi menyelamatkan Sarah, sehingga pada akhirnya mereka hanya bisa memberikan doa dan harapan agar perjalanan kali ini berjalan lancar.Di antara semuanya, yang paling berat melepas kepergian itu tentu saja Bonang dan Seraphyne. Sambil menunggu kendaraan tiba, Bonang bahkan masih sempat memanfaatkan beberapa menit terakhir untuk menghabiskan waktu berdua dengan Seraphyne sebelum akhirnya berangkat bersama Nathan menuju Pegunungan Arkanis.***WH
“Kalian jaga gerbang menuju Sektor Bayangan ini baik-baik. Aku akan menyusulnya,” kata Bonang kepada Seraphyne dan Kieran sebelum segera berlari mengejar.Tak lama kemudian, ia berhasil menemukan Nathan yang sedang bergerak menuju markas Parlemen.Bonang langsung tercengang. Ia sama sekali tidak menyangka tujuan Nathan adalah tempat itu. “Nathan, untuk apa kau datang ke sini?” tanyanya sambil menarik lengan pria itu. “Jangan bilang kau ingin meminta bantuan Parlemen untuk mencari Aula Seribu Relik?”Nathan mengangguk tanpa ragu. “Aku ingin bertemu Ryujin.”Bonang langsung membelalak. “Kau sudah gila?!” serunya. “Apa kau tahu betapa sulitnya bertemu Ryujin? Bahkan para petinggi sekalipun harus menunggu panggilan resmi. Tidak ada orang yang berani datang begitu saja dan meminta bertemu dengannya.”Ia menatap Nathan dengan ekspresi serius. “Aku tahu dia memperlakukanmu dengan baik, tetapi tetap saja ada batas yang tidak boleh dilewati. Jangan sampai kau membuatnya marah hanya karena bert
Melihat kondisi Nathan, Seraphyne tampak ragu-ragu sebelum akhirnya membuka suara. “Tuan Nathan, sebenarnya bukan berarti tidak ada cara untuk membuka gerbang menuju Sektor Bayangan ini, hanya saja...”“Lalu apa yang harus kulakukan?” tanya Nathan dengan nada mendesak. Sorot matanya langsung menajam saat menatap Seraphyne. “Selama ada cara untuk memasuki Sektor Bayangan dan menyelamatkan Sarah, berapa pun harga yang harus kubayar tidak akan menjadi masalah.”Seraphyne tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata, “Aku pernah mendengar tentang sebuah tempat bernama Aula Seribu Relik yang berada di Pegunungan Arkanis. Di sana terdapat sebuah artefak bernama Kunci Resonansi Dunia. Konon, artefak itu mampu membuka berbagai gerbang menuju Sektor Bayangan.”Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan penjelasannya. “Hanya saja, Kunci Resonansi Dunia merupakan pusaka utama milik ketua klan mereka. Tidak mungkin benda itu dipinjamkan begitu saja kepada orang asing. Namun ada satu hal yang mun
BZZZT!Tubuh Nathan langsung terpental beberapa meter ke belakang sebelum berhasil menstabilkan pijakannya.Nathan mengangkat kepala dan menatap Seraphyne dengan bingung, sementara wanita itu sendiri tampak mengernyit dalam.“Gerbang milik Ordo Maledicta memang menggunakan struktur yang hampir sama dengan milik kami, tetapi mereka telah menambahkan lapisan segel tambahan. Ibarat sebuah pintu yang memiliki dua kunci, aku hanya mampu membuka kunci pertama, sedangkan lapisan pengaman kedua berada di luar kemampuanku.”Nathan langsung memahami maksudnya. Jelas sekali Ordo Maledicta sudah bersiap menghadapi kemungkinan dirinya memanfaatkan hubungan dengan Ordo Abyssal untuk menemukan markas rahasia mereka. Karena itulah mereka menambahkan segel lain yang jauh lebih rumit pada gerbang dimensi tersebut.Tatapannya kembali tertuju pada pusaran hitam di depan mata. Ia yakin Sarah berada di balik sana, dan jarak yang begitu dekat justru membuat amarah di dalam dadanya semakin sulit dikendalikan
Nathan segera memusatkan perhatian."Di dalam Retakan Dimensi terdapat sangat banyak dunia yang hidup berdampingan. Hanya saja masing-masing berada pada lapisan dimensi yang berbeda sehingga satu sama lain tidak dapat saling merasakan keberadaannya."Ryujin meletakkan gelasnya. "Sektor Bayangan adalah contoh paling sederhana. Tempat itu berada sangat dekat dengan dunia kita, tetapi sebagian besar manusia bahkan tidak mengetahui keberadaannya."Nathan mengangguk pelan."Sedangkan Sektor Langit adalah dunia lain yang berada pada tingkat dimensi yang jauh lebih tinggi." Tatapan Ryujin tampak dalam. "Ketika kekuatanmu sudah cukup kuat untuk menembus batas dimensi, kau akan mampu melakukan perjalanan antar dunia sesukamu."Nathan terdiam cukup lama. Penjelasan itu memang menjawab pertanyaannya, tetapi pada saat yang sama justru memunculkan lebih banyak tanda tanya.Bagaimana Ryujin bisa mengetahui semua hal tersebut?Seolah-olah pria tua itu pernah melihatnya sendiri.Malam semakin larut.
Saibu Care.Nathan membuka pintu dan mendapati Herold telah kembali.“Tetua Herold, bagaimana?” Nathan langsung bertanya, matanya berbinar. “Apakah bahan obatnya sudah lengkap?”Herold menghela napas. “Hampir semuanya, hanya satu yang belum kami temukan, Lumina Spectralis.”Alis Nathan mengerut. “T
Di dalam kamar, Beverly menatap Nathan dengan wajah kesal. Nathan langsung menjelaskan semuanya tentang Elara, ayahnya dan kondisinya. Tentu saja, dia tidak menyebutkan identitasnya sebagai Pewaris Dragnows.Setelah mendengar semuanya, Beverly menatap Elara dengan rasa iba. “Kasihan sekali, jadi ka
Chelsea menatapnya lama, seolah mencari kebohongan di wajahnya.“Aku bersumpah,” Nathan berkata, kali ini suaranya mantap. “Aku tidak pernah melakukan apa pun sama mereka. Hal seperti itu cuma ingin kulakukan setelah menikah.”Chelsea menatapnya beberapa detik lagi, lalu bibirnya terangkat. Tawa ke
Cahaya emas merayapi kulitnya lagi, pupil matanya mengencang. Teknik Kijutsu bergerak liar di dalam tubuhnya, menyedot energi sekitar dengan ganas seperti pusaran besar. Angin muncul dari kakinya, menghantam ke segala arah.Dan bukan hanya energi alam, kabut hitam yang membungkus tubuh para Ksatria







