Share

Bab 1287

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-07-28 07:53:35

Di Sekte Bloody, suasana terasa muram. Hujan gerimis seolah ikut menangisi kepergian pahlawan mereka.

"Kak," bisik Sheena, matanya sembap. "Apa Kak Nathan sudah mati? Aku tidak percaya. Siapa tahu Martial Shrine hanya bohong, kan?"

Sheerena yang sedang menatap kosong ke tetesan hujan di jendela, tidak menjawab. Jauh di lubuk hatinya, ia tahu organisasi sebesar Martial Shrine tidak akan menyebar berita bohong soal hal sepenting ini. Tapi, ada sepercik harapan kecil yang menolak padam. Ia ingat m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2275

    “Baiklah, aku tahu tentang jiwa-jiwa sisa milik Paviliun Veyra. Mereka mendapatkannya setelah menghancurkan sebuah organisasi Kultivator Jahat.” Julian berbicara tanpa ekspresi. “Namun, untuk menghadapi seseorang dari dunia fana, Paviliun Veyra sampai harus menggunakan jiwa sisa. Sepertinya kalian benar-benar menganggapnya sebagai lawan yang berbahaya.”Gareth tetap diam. Di hadapan Julian, dia tidak berani bersikap terlalu lancang.“Tuan Eldric, sepertinya Tuan Nathan sedang dalam masalah.” Rotgam mendekat dan berbisik kepada Eldric.Eldric sendiri sudah sangat cemas. Dia sama sekali tidak menyangka Paviliun Veyra ternyata menyimpan jiwa-jiwa sisa, apalagi sampai mengeluarkan semuanya hanya untuk menghadapi Nathan dalam satu pertandingan.“Tuan Julian, ini hanya sebuah kompetisi. Mengapa Paviliun Veyra sampai melepaskan jiwa-jiwa sisa? Bukankah tindakan seperti ini sama saja dengan membunuh seseorang?” Eldric berusaha berbicara kepada Julian. “Menurutku—”Eldric bermaksud meminta Jul

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2274

    “Bocah, kau benar-benar berhasil membuatku marah. Kali ini, aku akan mengambil nyawamu!” Ronan tidak lagi peduli pada aturan ataupun batasan pertandingan. Dia meraung keras dan terang-terangan mengancam akan membunuh Nathan.“Kalau memang ingin membunuhku, kita lihat saja apakah kau punya kekuatan untuk melakukannya. Aku sudah bilang akan menghajarmu sampai kau mengubah sikapmu, jadi bersiaplah untuk belajar bagaimana seharusnya kau bersikap.” Sudut bibir Nathan terangkat membentuk senyum tipis. Tatapan penuh penghinaan itu justru semakin menyulut amarah Ronan.“Jangan kira trik-trik seperti itu cukup untuk mengalahkanku. Hari ini, akan kutunjukkan kemampuan sebenarnya yang kumiliki!”Begitu selesai berbicara, aura Ronan tiba-tiba melonjak hebat. Gelombang energi yang kuat segera menyebar ke seluruh arena, menimbulkan tekanan yang membuat udara di sekitarnya bergetar.Nathan mengetukkan jarinya dengan ringan, kemudian segera mundur untuk menghindari tekanan yang terus menyebar.Ronan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2273

    Ronan terdiam sesaat sebelum buru-buru menoleh. Begitu melihat Nathan berdiri di belakangnya, wajah Ronan langsung dipenuhi ketakutan hingga hampir kehilangan kendali atas dirinya sendiri.Secara naluriah, Ronan membalikkan tubuh dan melayangkan pukulan. Namun, sebelum tinjunya sempat mengenai sasaran, Nathan sudah lebih dahulu mengangkat tangannya dan melayangkan pukulan keras ke wajahnya.DUAGH!Tubuh Ronan langsung terjatuh ke tanah.Seluruh arena seketika hening. Semua orang menatap pemandangan itu dengan mata terbelalak, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.Bahkan banyak orang tidak menyadari kapan Nathan berhasil muncul di belakang Ronan. Yang lebih mengejutkan, Nathan juga dengan mudah menghindari dua serangan pedang Ronan yang sebelumnya dilancarkan dengan penuh amarah.Di atas panggung tinggi, orang-orang yang sebelumnya mengatakan bahwa Nathan bukan tandingan Ronan kini hanya bisa menunjukkan ekspresi canggung. Terutama Gareth, karena hanya dia yang benar-

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2272

    “Eldric, ini adalah pertarungan antar ahli. Kesalahan tidak dapat dihindari. Lagi pula, Nathan bukan orang bodoh. Bukankah dia bisa menghindari serangan itu?” Gareth—Pemimpin Paviliun Veyra dari Celestial Hall, berkata dengan nada meremehkan.“Tuan Gareth, apa maksudmu? Kau menyebutnya sebagai sebuah kesalahan? Jelas-jelas dia berniat membunuh!” Eldric menatap tajam ke arah Gareth. “Jika sesuatu terjadi pada Nathan, Keluarga Island tidak akan pernah membiarkanmu lolos begitu saja!”“Cih! Keluarga Island bukan siapa-siapa. Di Dune Hall saja, kalian bukan apa-apa, tetapi sekarang kau berani mengancamku?” Gareth mendengus dingin. Tatapannya penuh penghinaan terhadap Keluarga Island.“Kau...” Eldric langsung murka, aura kuat mulai memancar dari tubuhnya.Gareth juga tidak mau mundur. Auranya segera meledak dan berhadapan langsung dengan aura Eldric.“Cukup! Turnamen Agung Sektor Bayangan bukan tempat bagi kalian untuk berkelahi!” Julian mengeluarkan bentakan dingin yang langsung membuat E

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2271

    Di tengah cahaya keemasan tersebut, Nathan berdiri tegak sambil menggenggam Pedang Aruna. Seluruh tubuhnya telah diselimuti sisik emas. Tubuh Vajra Naga Emas telah aktif dan melindungi setiap bagian tubuhnya.KLANG! KLANG! KLANG!Hujan pedang menghantam tubuh Nathan, tetapi seluruh bilah itu terpental tanpa mampu meninggalkan sedikit pun luka.Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut langsung tercengang.Mereka tidak tahu apa yang menutupi tubuh Nathan, tetapi pertahanan benda itu benar-benar mengerikan.Bahkan Ronan mengerutkan kening dan menatap Nathan dengan tatapan dingin.“Menurut kalian, siapa yang akan menang, Nathan atau Ronan?” Di atas panggung utama, Julian memperhatikan pertarungan di arena dengan saksama sebelum bertanya.“Meskipun Nathan memiliki banyak cara, dia tetap mengandalkan berbagai harta yang dimilikinya.”“Baik zirah yang dikenakannya maupun pedang di tangannya jelas bukan benda biasa. Tanpa bantuan harta-harta tersebut, dia pasti sudah tergeletak di bawah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2270

    “Cih! Apa hebatnya dirimu? Kau hanya seorang kultivator dari dunia fana!” Ronan langsung terpancing. “Jangan berpikir semua orang akan takut kepadamu hanya karena kau berhasil membunyikan Genderang Sembilan Naga. Hari ini aku akan menginjak-injakmu!”Mendengar itu, Nathan tersenyum tipis. Ronan benar-benar telah masuk ke dalam perangkapnya.Selena tidak punya pilihan selain turun dari arena. Dia ingin melihat bagaimana Nathan akan menghadapi Ronan.Karena sebagian besar orang masih belum mengetahui kekuatan Nathan yang sebenarnya. Ditambah lagi, kejadian dengan Genderang Sembilan Naga baru saja terjadi, semakin banyak orang berkumpul di sekitar arena untuk menyaksikan pertarungan tersebut.Bahkan para pemimpin yang berada di panggung utama ikut mengalihkan perhatian mereka. Mereka semua ingin melihat seberapa kuat sebenarnya Nathan.Dalam sekejap, Nathan menjadi pusat perhatian seluruh arena.Hal itu justru membuat Ronan semakin bersemangat. Jika dia mampu mengalahkan Nathan dengan mu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 242

    Gilbert merupakan seorang Tuan Muda keluarga Gottfried, yang juga seorang pewaris dari Gottfried Care. Perlu diketahui bahwa Gottfried Care menempati posisi tiga besar di Kota Takari, mereka memiliki belasan bahkan puluhan toko obat yang khusus memasok dan menjual obat herbal dan cukup berpengaruh d

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 203

    "Hahahaha …." Mendengar ucapan Nathan membuat mereka semua termenung lalu tertawa terbahak-bahak. “Bajingan, apa kamu ini sedang bermimpi? Kamu, seorang mantan narapidana, menyuruh walikota untuk datang kemari dan bersulang denganmu? Kamu juga tidak melihat-lihat dulu siapa dirimu, kamu tidak takut

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 266

    “Hari ini, kalian semua harus mati!” Nathan melangkahkan kakinya dengan kuat menuju Marco dan istrinya.Melihat Nathan yang berjalan ke mereka, tubuh kedua orang itu bergetar hebat, seakan-akan sosok malaikat pencabut nyawa sedang berjalan menuju ke arah mereka dan siap mengambil nyawa mereka kapan s

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 211

    Merasakan tatapan orang-orang sekeliling, ekspresi Rendy langsung marah. “Omong kosong, apa yang aku takutkan? Aku, sedikitpun tidak takut, aku tidak takut pada siapapun!” Rendy yang terlalu banyak minum, saat ini sudah tidak tahu akan rasa ‘takut’. “Kak Rendy, kalau kamu tidak takut, bisakah kita r

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status