Share

Bab 1287

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-07-28 07:53:35

Di Sekte Bloody, suasana terasa muram. Hujan gerimis seolah ikut menangisi kepergian pahlawan mereka.

"Kak," bisik Sheena, matanya sembap. "Apa Kak Nathan sudah mati? Aku tidak percaya. Siapa tahu Martial Shrine hanya bohong, kan?"

Sheerena yang sedang menatap kosong ke tetesan hujan di jendela, tidak menjawab. Jauh di lubuk hatinya, ia tahu organisasi sebesar Martial Shrine tidak akan menyebar berita bohong soal hal sepenting ini. Tapi, ada sepercik harapan kecil yang menolak padam. Ia ingat m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1993

    Nathan benar-benar tenggelam dalam ketenangan itu. Ia bahkan tidak menyadari bahwa dua sosok wanita sedang berjalan menuju area pemandian."Nona, akhir-akhir ini Anda terlalu sering datang ke sini." Sierra menghela napas sambil berjalan di samping Liana. "Jangan bilang Anda masih berharap Nathan pernah muncul di tempat ini."Liana tidak menjawab.Sierra melanjutkan dengan nada pasrah. "Itu mustahil. Sekalipun dia bisa memasuki Sektor Bayangan, tidak mungkin dia menemukan lokasi pemandian ini.""Tuan Besar juga sudah mengingatkan bahwa Konferensi Sektor Bayangan akan segera dimulai. Beliau ingin membawa Anda menghadirinya sekaligus meminta Anda lebih fokus berkultivasi."Liana langsung memutar bola matanya. "Kak Sierra, kenapa akhir-akhir ini kamu bicara seperti ibuku? Aku cuma ingin berendam air panas.""Huh, kamu terlalu banyak berpikir."Sierra hanya bisa menggelengkan kepala sebelum keduanya terus berjalan ke arah sumber mata air.Di saat yang sama, Nathan masih menikmati ketenanga

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1992

    "Saya sudah menjelaskan bahwa artefak itu adalah pusaka Aula Seribu Relik dan hanya Ketua Aula yang mengetahui lokasi penyimpanannya. Tetapi dia tidak mau menerima penjelasan tersebut."Halvar menarik napas panjang sebelum melanjutkan. "Pemuda itu mengamuk, melukai banyak anggota kita, menghancurkan sebagian wilayah aula, bahkan menyerang Tuan Muda."Semua yang ia ceritakan berasal dari keterangan Magnus sehingga tentu saja hanya menggambarkan satu sisi kejadian."Nathan..." Tatapan Garrick langsung berubah tajam.Aura membunuh perlahan memancar dari tubuhnya."Seorang anak muda bisa membuat Aula Seribu Relik berada dalam kondisi seperti ini?" Nada suaranya mengandung ketidakpuasan yang jelas.Halvar buru-buru menjawab. "Ketua Aula, kekuatan Nathan memang sangat aneh. Bahkan artefak-artefak yang kami gunakan hampir tidak berpengaruh padanya.""Sepertinya dia seorang Sovereign." Garrick mendengus.Lalu ia mengangkat cakram di tangannya. "Selama pengasingan ini aku berhasil menyempurnak

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1991

    Nathan langsung memusatkan perhatian. "Banyak keluarga dan kekuatan besar mulai menjalin hubungan dengan Ordo Maledicta."Mata Nathan langsung menyipit.Eldric melanjutkan dengan suara rendah. "Karena kebangkitan energi spiritual gagal terjadi, sebagian pihak mulai kehilangan kesabaran. Mereka memilih bekerja sama dengan Ordo Maledicta dan memanfaatkan fakta bahwa organisasi itu tidak terikat oleh hukum dunia fana.""Tujuan mereka sangat jelas. Mereka ingin memperluas pengaruh ke dunia luar."Suasana aula langsung menjadi lebih berat."Saya juga mendengar bahwa Ordo Maledicta sedang mencari sesuatu yang berhubungan dengan lokasi kebangkitan energi spiritual. Kabarnya benda itu mampu memengaruhi atau bahkan mengendalikan proses kebangkitan tersebut."Nathan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. "Mengendalikan kebangkitan energi spiritual?"Jika informasi itu benar, situasinya jauh lebih serius daripada yang ia bayangkan.Selama ini ia mengira musuh utamanya hanyalah Ordo Maledicta

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1990

    Nathan mendengarkan tanpa menyela."Tapi semuanya berubah setelah kegagalan kebangkitan energi spiritual di Benua Monarch." Tatapan Eldric menjadi semakin suram. "Tidak seorang pun tahu kapan kesempatan berikutnya akan muncul. Dan ketika harapan mulai memudar, keserakahan pun muncul."Ia mengepalkan tangan. "Banyak keluarga besar sudah tidak sabar lagi. Mereka mulai berebut wilayah, sumber daya, artefak, dan warisan kuno yang tersebar di berbagai Sektor Bayangan."Nathan akhirnya memahami arah pembicaraan itu. "Jadi perang sudah mulai terjadi?"Eldric mengangguk perlahan. "Lebih buruk dari yang kau bayangkan. Sekadar di wilayah Dune Hall saja, beberapa keluarga besar sudah musnah dalam beberapa hari terakhir."Suasana aula langsung menjadi sunyi.Nathan dapat merasakan kegelisahan yang selama ini disembunyikan Eldric. Jika konflik seperti itu terus meluas, maka keseimbangan yang selama ini menjaga delapan Sektor Bayangan akan benar-benar runtuh. Dan ketika hari itu tiba, kekacauan bes

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1989

    Hari-hari berikutnya berlalu dengan tenang.Nathan hampir tidak pernah meninggalkan markas Draken Ascalon. Selain berkultivasi, ia menghabiskan waktunya menghitung hari sambil menunggu ketua Aula Seribu Relik keluar dari pengasingan.Jika berhasil memperoleh Kunci Resonansi Dunia, ia bisa mencoba membuka jalur menuju markas Ordo Maledicta.Pagi itu, Nathan sedang duduk bersila ketika pintu ruangan terbuka dan Kieran masuk dengan langkah cepat. "Kak Nathan, Kepala Keluarga Island datang mencarimu."Nathan segera membuka mata. "Persilakan dia masuk."Tak lama kemudian, Nalan memasuki ruangan dan memberi salam dengan penuh hormat."Tuan Nathan."Nathan menganggukkan kepala. "Kepala Keluarga Island, apa yang membuatmu datang kemari?"Nalan tidak bertele-tele. "Tetua Eldric ingin bertemu denganmu. Ada sesuatu yang ingin beliau bicarakan secara langsung."Nathan sedikit terkejut. "Apa beliau mengatakan masalahnya?"Nalan menggeleng. "Tidak. Namun beberapa hari terakhir ekspresi Tetua Eldric

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1988

    Sementara itu, di Parlemen, Ryujin perlahan membuka matanya. Tatapannya mengarah ke kejauhan."Bocah bodoh itu..." Ia menghela napas pelan. "Kapan dia bisa belajar mengendalikan emosinya?"Di sampingnya, Paul terlihat bingung. Ia sudah berkali-kali melihat Ryujin memperhatikan Nathan dari jauh. "Kalau Tuan begitu mengkhawatirkannya, kenapa tidak langsung membantu saja?" tanyanya. "Dengan kekuatan Tuan, masalah seperti ini seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah."Ryujin tersenyum tipis. "Aku bisa saja membantunya sekali," tatapannya menjadi lebih dalam. "Tapi aku tidak mungkin menemaninya sepanjang hidup."Ia bangkit perlahan sebelum berjalan menuju ruang dalam. "Sebagian jalan harus ditempuh sendiri, sebagian luka harus disembuhkan sendiri, dan sebagian takdir tidak bisa digantikan oleh siapa pun."Setelah mengucapkan itu, Ryujin menghilang ke dalam ruangan dan meninggalkan Paul yang masih terdiam memikirkan kata-katanya.Di sisi lain, Nathan sudah berada di ambang ledakan. Tatapan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1311

    Wajah Nathan berubah drastis. Kekuatan spiritualnya telah terkuras habis. Menahan serangan berikutnya dengan cara yang sama adalah hal yang mustahil. Dia menggigit ujung lidahnya dengan keras. Setetes darah merah yang berkilauan mengalir keluar.Dengan satu hembusan, Nathan menyemburkan darah itu k

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1348

    "Mengapa kau tidak menghancurkan Martial Shrine? Kau tahu di dalamnya penuh dengan kultivator hitam, bukan? Sancho adalah salah satunya! Sebagai bagian dari penegak hukum dunia bela diri, bukankah sudah menjadi tugasmu untuk menghilangkan bencana bagi masyarakat? Bukankah sudah seharusnya kau yang

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1357

    Sancho tercengang. Mulutnya ternganga. Dia mengira akan melihat Nathan yang terlempar lagi. Dia sama sekali tidak menyangka, yang akan terkapar di tanah justru adalah Malvin, dengan sebuah lubang menganga di dadanya.Malvin bangkit dengan susah payah, menatap lubang berdarah di dadanya dengan tidak

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1345

    "Tidak perlu dilihat," potong Ryujin, suaranya datar. "Aku bisa menyetujui pelatihan yang akan diselenggarakan oleh keluarga Zellon."Wajah Jazer seketika cerah. "Kalau begitu, terima kasih banyak, Tuan Ryujin.""Namun," lanjut Ryujin. "Aku punya satu syarat."Senyum di wajah Jazer membeku. "Silahk

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status