Share

Bab 1319

Author: Imgnmln
last update Petsa ng paglalathala: 2025-08-07 16:18:14

Melihat kondisi Nathan yang memburuk, wajah Bonang berubah tegang. Dia bergegas mengeluarkan sebuah jimat pelindung, menggigit jarinya, dan dengan cepat menggambar sebuah segel penenang jiwa dengan darahnya sendiri.

Namun, sudah terlambat. Kesadaran Nathan telah sepenuhnya terseret ke dunia lain.

"Di mana ini? Di mana ini?!" teriaknya putus asa ke dalam kehampaan, tetapi hanya keheningan yang menjawab.

Perlahan, pandangannya yang kabur mulai menajam. Dia berada di dunia yang kelabu. Langitnya b
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
fredy julian
Lanjut terus
goodnovel comment avatar
Jamuga
Lanjut thor…
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1823

    “Justru karena itu,” jawab Arkhon Abyss pelan. “Semakin sulit dibuka, semakin mereka percaya bahwa di dalamnya ada sesuatu yang berharga.”Hening sejenak.“Keserakahan manusia itu sederhana. Kau hanya perlu memberi penghalang, dan mereka sendiri yang akan menghancurkannya.”Kaidar terdiam.Pelan-pelan, dia mulai mengerti.Kembali ke kerumunan, waktu terus berjalan. Menit bergeser tanpa suara, detik jatuh satu per satu seperti tetesan air di ruang kosong. Namun tak satu pun yang bergerak.Tidak ada yang cukup bodoh untuk jadi yang pertama. Tidak ada yang cukup yakin untuk mempertaruhkan nyawa.Sampai akhirnya, langkah kaki terdengar.Tap. Tap. Tap.Seorang lelaki tua melangkah keluar dari kerumunan. Janggutnya lebat, wajahnya keras, sorot matanya tajam seperti pisau yang sudah lama diasah. Gerakannya mantap, tanpa ragu, seolah keputusan itu sudah dia ambil jauh sebelum semua orang di sini datang.Kerumunan langsung bereaksi.Bisik-bisik muncul.Pandangan beralih, semua mata tertuju pad

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1822

    “Omong kosong,” gumamnya pelan.Namun meskipun begitu, ia tetap tidak bisa mengabaikan semuanya. Pulau ini memang menyimpan sesuatu. Hanya saja, bukan seperti yang dibicarakan orang-orang.“Tuan Nathan,” Raze kembali angkat bicara, kali ini dengan nada lebih bersemangat, “Kita lihat langsung saja. Benar atau tidaknya akan jelas di sana.”Nathan terdiam sejenak lalu mengangguk. “Ayo.”Keputusan itu diambil tanpa ragu.Tidak lama kemudian, mereka sudah bergerak menuju bukit.***Saat tiba di sana, pemandangan yang muncul langsung membuat semua orang berhenti.Area di sekitar bukit sudah dipenuhi manusia, padat dan sesak hingga udara terasa ikut menekan. Semua mata tertuju ke satu arah. Di hadapan mereka, sebuah pintu batu kuno berdiri terbuka.Ukiran di permukaannya terlihat usang, namun masih memancarkan aura misterius yang sulit dijelaskan. Celah di pintu itu menganga gelap, seperti mulut yang siap menelan siapa pun yang masuk ke dalamnya.Tidak ada yang bergerak maju, namun tidak ada

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1821

    “Tuan Nalan,” ujar Nathan akhirnya, menatap Nalan dengan serius, “Aku akan bicara jujur.”Ia berhenti sejenak, memastikan ucapannya terdengar jelas. “Kedatanganku ke Benua Monarch bukan untuk memperebutkan wilayah.”Nada suaranya tetap tenang, tapi kali ini lebih berat. “Aku datang untuk mencari cara menghentikan kebangkitan energi spiritual.”Kalimat itu membuat suasana langsung berubah.Nalan tampak terkejut, meskipun dia berusaha menyembunyikannya. Ia tidak menyangka tujuan Nathan justru bertolak belakang dengan semua orang yang datang ke pulau ini. Namun setelah beberapa detik, ekspresinya kembali stabil.“Keluarga Island akan mengikuti pengaturan Tuan Nathan,” katanya tegas.Tidak ada keraguan dalam suaranya.***Waktu berlalu tanpa terasa.Hari-hari di Benua Monarch berjalan cepat, dan tanpa disadari, lebih dari sepuluh hari sudah terlewati sejak Nathan dan rombongannya tiba di sana.Selama waktu itu, suasana di pulau sempat terasa tenang, bahkan terlalu tenang untuk tempat yang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1820

    “Lalu pria tadi…” salah satu pengawal kembali bertanya, suaranya lebih pelan, “Dia bukan kultivator hitam, tapi auranya juga tidak biasa…”Rudeus tidak langsung menjawab. Tatapannya kembali terangkat sedikit, seolah bayangan sosok Nathan masih tertinggal di benaknya.“Mungkin…” katanya pelan, “Dia juga berasal dari Sektor Bayangan.”Tidak ada kepastian dalam kalimat itu. Tapi cukup untuk membuat suasana di meja mereka menjadi lebih berat.“Lalu langkah kita selanjutnya?”Kali ini pertanyaannya lebih langsung.Rudeus menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. “Sembunyikan kekuatan,” ujarnya singkat. “Kita amati dulu situasinya.”Ia menatap ke arah pintu restoran yang sudah kembali sepi. “Jangan bertindak kecuali benar-benar diperlukan.”Setelah itu, ia tidak mengatakan apa-apa lagi. Tangannya mengambil sumpit, mulai menyantap makanan di hadapannya seperti tidak terjadi apa-apa, meskipun pikirannya jelas tidak benar-benar berada di sana.***Di sisi lain, Nathan dan Raze sudah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1819

    Sementara itu—Grrr~Aura Nathan mulai naik perlahan.Tekanan yang dilepaskannya menyebar seperti gelombang tak terlihat, membuat beberapa orang di dalam restoran langsung mundur dengan panik. Kursi bergeser, langkah kaki tergesa, suasana berubah kacau dalam sekejap.Rudeus yang merasakannya tidak bisa menyembunyikan keterkejutan di matanya. Tekanan itu bukan sekadar kuat. Ada sesuatu yang berbeda di dalamnya.Di sisi lain, Kaidar hendak memberi perintah untuk menyerang. Namun sebelum itu terjadi, suara dingin tiba-tiba terdengar dari dalam dirinya.“Berhenti.”Suara Arkhon Abyss terdengar berat.“Jangan mulai di sini,” lanjut suara itu, kali ini jelas dipenuhi kemarahan yang tertahan. “Apa kamu lupa tujuan kita datang ke tempat ini?”Gerakan Kaidar terhenti seketika. Tangannya masih terangkat di udara, namun dia tidak jadi menurunkannya.Perintah dari Entitas dalam tubuh Kaidar langsung menghentikan semuanya. Tanpa membantah, ia melambaikan tangan dengan cepat, memberi isyarat agar k

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1818

    Kelima orang itu bukan orang asing.Kaidar dan empat Ksatria Abyss di belakangnya.Begitu melihat Nathan, Kaidar juga sempat terdiam sejenak, jelas tidak menyangka pertemuan ini akan terjadi secepat ini. Namun ekspresi itu hanya muncul sepersekian detik sebelum berubah menjadi senyum miring yang penuh ejekan.“Nathan,” ucapnya santai, seolah ini hanya kebetulan yang menyenangkan baginya, “Dunia memang sempit. Tidak kusangka kita bertemu lagi di tempat seperti ini.”Nathan menatapnya tanpa emosi, tapi kata-kata yang keluar langsung menusuk.“Kaidar,” balasnya datar, “Dulu kamu masih disebut tuan muda Keluarga Farhon di Moniyan. Sekarang…” ia berhenti sebentar, sudut bibirnya terangkat tipis, “Jatuh sampai rela jadi anjing orang lain. Bahkan bangkai pun mungkin masih punya harga diri dibandingkan kamu.”Ucapan itu membuat udara di sekitar langsung membeku.Sorot mata Kaidar berubah seketika. Amarahnya meledak tanpa perlu ditahan lagi.“Semua ini karena kamu!” suaranya meninggi, napasnya

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1340

    Di saat yang bersamaan, puluhan kilometer jauhnya.Sancho ambruk di bawah sebatang pohon, menahan rasa sakit yang luar biasa. Wajahnya pucat pasi. Menyadari Nathan tidak lagi mengejarnya, barulah dia berani mengatur napasnya. Melihat lengannya yang kini buntung, hatinya dipenuhi oleh amarah yang me

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1355

    Namun, Malvin adalah seorang veteran. Saat Nathan menyerang, sosoknya sudah mengelak, dan sebagai balasannya, ia melayangkan sebuah pukulan yang mengirimkan gelombang angin dahsyat ke arah Nathan.Melihat hal ini, sosok Nathan tiba-tiba berkedip, lalu terpecah menjadi beberapa bayangan yang identik

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1370

    Di tengah kerumunan, Ryuki merasakan sedikit rasa tidak aman di dalam hatinya. Kekuatan Nathan ini berkali-kali lipat lebih hebat dari yang ia duga. Di dalam kamarnya, Sancho menatap pemandangan itu dari jendela, wajahnya sangat jelek. Niat membunuh di dalam hatinya semakin kental.‘Anak ini... tid

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1326

    Bonang mendengus, seolah tidak percaya dengan kenaifan Nathan. "Meskipun ini makam palsu, kau benar-benar meremehkan kemegahan seorang Manusia Abadi jika kau pikir isinya hanya sebatang rumput spiritual kecil. Ayo." Dia melompat dari pulau mati itu, kembali ke tepi perairan.Nathan yang hatinya kin

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status