LOGINDi dasar jurang, Nathan terus menyerap Aura Kegelapan yang memenuhi ruang tersebut. Energi yang sangat pekat itu ternyata sangat membantu pemulihan, sehingga tidak membutuhkan waktu lama sebelum kondisi tubuhnya kembali pulih sepenuhnya.Nathan membuka mata dan mendapati dirinya masih berada di atas sebuah batu bundar. Dia belum tahu apakah Osric dan kelompoknya masih berada di lembah, sehingga tidak berani mengambil risiko dengan langsung kembali ke atas.Dia kemudian berjalan ke tepian batu dan melihat ke bawah. Yang terlihat hanyalah kegelapan tanpa batas. Bahkan setelah mengerahkan pandangannya sejauh mungkin, Nathan tetap tidak mampu melihat dasar jurang ataupun memperkirakan seberapa dalam tempat tersebut.“Jangan-jangan... di bawah sana benar-benar ada neraka?”Rasa penasaran mulai mengusik pikirannya. Terlebih lagi, para mayat hidup terus muncul dari bagian bawah jurang, seolah-olah ada dunia lain yang tersembunyi jauh di bawah platform tempatnya berdiri.“Kalau jumlahnya seba
Nathan berjalan mengitari batu tersebut untuk memeriksanya. Setelah mengamati bentuknya, dia memperkirakan diameternya mencapai sekitar seratus meter, membuat batu itu jauh lebih besar daripada yang semula dia bayangkan.Yang lebih aneh, di bawah batu tersebut tampaknya terdapat ruang kosong yang sangat luas. Seluruh batu seakan menggantung di tengah udara tanpa penyangga yang terlihat.“Tempat macam apa ini sebenarnya?” Nathan mengingat kembali bagaimana dirinya melompat ke lubang di bawah altar. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa di balik lubang tersebut ternyata tersembunyi ruang sebesar ini.Dia mencoba melepaskan kesadaran spiritual untuk menyelidiki sekelilingnya. Namun, baru saja hendak mengerahkan kekuatannya, Nathan langsung menyadari bahwa energi spiritual di dalam dantiannya telah benar-benar terkuras.Karena tidak memiliki pilihan lain, Nathan duduk bersila di atas batu dan mulai memulihkan kekuatannya.Untungnya, tempat ini dipenuhi Aura Kegelapan dan energi jahat yang
Harland kemudian melirik mayat-mayat hidup yang masih berdatangan. “Kita tidak perlu terus membantai mereka. Setelah kita mempelajari teknik Damian, semua mayat hidup ini justru akan menjadi sumber daya terbaik bagi kita.”Ucapan itu membuat Osric tersadar. Harland sengaja mengingatkannya agar tidak membiarkan amarah dan keinginannya membalas dendam membuatnya kehilangan keuntungan yang sudah ada di depan mata.Osric menatap mayat hidup yang telah mereka bunuh. Jumlahnya sudah sangat banyak, dan menyadari bahwa semua itu sebenarnya bisa dimanfaatkan membuat wajahnya seketika berubah.“Pergi! Tinggalkan tempat ini sekarang!” Osric segera memberi perintah.Orang-orang yang bersamanya pun mulai mundur dari lembah.Setelah tiba di pintu masuk, Osric memerintahkan anak buahnya menutup gerbang besar yang tingginya mencapai puluhan meter. Mereka tidak ingin satu pun mayat hidup melarikan diri dari lembah sebelum mereka menguasai teknik yang dibutuhkan.Rencananya sederhana. Mereka akan mempe
Cahaya seperti gugusan bintang langsung menyelimuti tubuh Nathan. Aura kuat berputar di sekelilingnya ketika dia terus melesat menjauh, dan untuk sesaat, sosoknya tampak seperti bintang yang sedang menembus kegelapan.“Celaka! Kita tertipu! Bocah itu ternyata masih menyimpan tenaga!” Osric langsung menyadari tipu daya Nathan.Tanpa membuang waktu, dia melesat mengejar sosok yang semakin menjauh, dan orang-orang lainnya pun segera menyusul di belakangnya.Barulah mereka memahami rencana Nathan. Sejak awal, dia sengaja memancing amarah Osric agar pria itu menyerangnya dengan seluruh kekuatan, lalu memanfaatkan daya dorong dari serangan tersebut untuk melarikan diri.Nathan terus memaksa tubuhnya bergerak maju secepat mungkin. Namun, setelah mengerahkan seluruh Rune Primordial, kepalanya terasa berat dan pandangannya mulai berkunang-kunang, seolah kesadarannya bisa lenyap kapan saja.“Aku tidak boleh tidur... Aku tidak boleh pingsan...” Nathan menggigit keras lidahnya sendiri. Rasa saki
Nathan sengaja terus menusuk harga diri Osric. Dia tahu kemarahan akan membuat seseorang kehilangan ketenangan, dan ketika pikirannya kacau, kemampuan mengamati keadaan di sekelilingnya juga akan ikut menurun.Itulah yang Nathan inginkan. Selama Osric kehilangan ketajaman pengamatannya, keberadaan Rune Primordial di dalam tubuh Nathan akan jauh lebih sulit terdeteksi.“Bocah sialan, lebih baik kau cepat mati!”Begitu mendengar kata-kata tentang mengompol, amarah Osric langsung mencapai puncaknya. Dia melangkah maju dan menghantam perut Nathan dengan kepalan tangannya.DUAGH!Tubuh Nathan seketika terlempar seperti daun kering yang diterjang badai. Dia melayang lebih dari seratus meter sebelum akhirnya menghantam tanah dengan keras hingga membentuk sebuah kawah yang dalam.Nathan sebenarnya sudah berhasil mendekati pintu masuk lembah, tetapi satu pukulan Osric kembali membuatnya terlempar jauh dari sana.“Uhuk!”Nathan menahan tubuhnya dengan kedua tangan. Seteguk darah langsung menyem
Wajah Damian dan Banyu langsung berubah. “Mayat hidup terus keluar dari jurang ini. Kau datang kemari karena ingin membunuh mereka sebanyak mungkin.”Osric mengungkap semuanya tanpa memberi mereka kesempatan untuk membantah. “Kebetulan saja Nathan juga bersembunyi di tempat ini. Kalian kemudian menemukannya dan terjadilah pertarungan.”Ia menatap Banyu, suaranya terdengar penuh curiga. “Jadi jangan berdiri di depanku sambil mengaku bahwa semua ini dilakukan demi membalaskan kematian putraku.”Damian dan Banyu saling berpandangan. Keduanya tahu keadaan mereka telah terbongkar.Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, tindakan mereka bisa membawa konsekuensi besar. Bukan tidak mungkin Ordo mereka akhirnya mengalami nasib seperti Ordo Sancta, dikucilkan oleh yang lain sebelum akhirnya dihancurkan.Harland kemudian memandang Damian dengan tatapan tajam. “Damian, kalau kau memang memiliki cara untuk meningkatkan kekuatan dengan membunuh para mayat hidup, kenapa tidak mengatakannya kepad
"Tidak perlu dilihat," potong Ryujin, suaranya datar. "Aku bisa menyetujui pelatihan yang akan diselenggarakan oleh keluarga Zellon."Wajah Jazer seketika cerah. "Kalau begitu, terima kasih banyak, Tuan Ryujin.""Namun," lanjut Ryujin. "Aku punya satu syarat."Senyum di wajah Jazer membeku. "Silahk
Melihat kondisi Nathan yang memburuk, wajah Bonang berubah tegang. Dia bergegas mengeluarkan sebuah jimat pelindung, menggigit jarinya, dan dengan cepat menggambar sebuah segel penenang jiwa dengan darahnya sendiri.Namun, sudah terlambat. Kesadaran Nathan telah sepenuhnya terseret ke dunia lain."
Nathan sendiri menatap Bonang dengan kekaguman yang tulus. Dia bisa membuat formasi ilusi, tetapi hanya dalam skala kecil. Menciptakan ilusi yang mampu menyembunyikan seluruh kompleks sekte seperti ini membutuhkan kekuatan mental dan penguasaan sihir yang luar biasa."T-Tuan Bonang," gagap Sheerena
Wanita itu baru saja hendak membalas dengan sombong, ketika matanya tiba-tiba membelalak ngeri. Ia merasakan kepalanya seperti diremas oleh tangan raksasa. Sebelum ia sempat menjerit—Jepret!Kegelapan.Pria di sampingnya mengalami nasib yang sama. Keduanya ambruk ke tanah tanpa suara, dengan darah







