分享

Bab 1855

作者: Imgnmln
last update publish date: 2026-05-12 19:59:24

Roh spiritual wanita itu menatap Dewa Brahm dengan penuh kebencian. “Benar, aku adalah wanita suci Lunar Sanctum.”

Tatapannya dipenuhi amarah. “Dulu Lunar Sanctum dihancurkan oleh Faksi Gelap kalian. Aku berhasil melarikan diri, tetapi tubuhku telah hancur dan hanya roh spiritualku yang tersisa sampai sekarang.”

“Lunar Sanctum tidak akan pernah hidup di bawah langit yang sama dengan Faksi Gelap!”

Dewa Brahm terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mendengus pelan. “Faksi Gelap lagi yang disalahka
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
Jamuga
Lumayan ceritanya agak ada gebrakan hal baru, sebelumnya monoton…
查看全部評論

最新章節

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1855

    Roh spiritual wanita itu menatap Dewa Brahm dengan penuh kebencian. “Benar, aku adalah wanita suci Lunar Sanctum.”Tatapannya dipenuhi amarah. “Dulu Lunar Sanctum dihancurkan oleh Faksi Gelap kalian. Aku berhasil melarikan diri, tetapi tubuhku telah hancur dan hanya roh spiritualku yang tersisa sampai sekarang.”“Lunar Sanctum tidak akan pernah hidup di bawah langit yang sama dengan Faksi Gelap!”Dewa Brahm terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mendengus pelan. “Faksi Gelap lagi yang disalahkan.”Tatapannya perlahan berubah dingin. “Dulu saat aku mencoba menyelidiki penyebab Cataclysm Gehenna pecah, aku justru dikhianati sampai akhirnya terpaksa menyegel diriku sendiri di tempat ini.”Suasana langsung menjadi sunyi.“Faksi Cahaya dan Faksi Gelap telah hidup damai selama ribuan tahun,” suara Dewa Brahm terdengar semakin berat. “Lalu tiba-tiba perang besar pecah, langit dan bumi runtuh, Resonansi Dunia hancur, dan seluruh tatanan berubah kacau.”Tatapannya menyapu semua orang. “Tapi ti

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1854

    DUAGGG!Tubuh Arkhon Abyss langsung terpental seperti layang-layang putus sebelum menghantam batu raksasa di kejauhan.BRAKK!Batu besar itu langsung hancur berkeping-keping. Arkhon Abyss jatuh ke tanah dalam kondisi mengenaskan. Seluruh tubuhnya dipenuhi darah, sementara tulang-tulangnya terdengar retak di banyak tempat.“Arkhon Abyss!”Kaidar dan empat Ksatria Abyss langsung menerjang panik. Namun saat mereka mendekat, wajah mereka langsung berubah pucat. Tubuh Arkhon Abyss sudah nyaris berubah seperti lumpur. Jika orang biasa menerima luka seperti itu, kemungkinan besar sudah mati sejak tadi.“Dewa… Brahm…” Arkhon Abyss mengangkat tangan gemetar, seolah masih ingin mengatakan sesuatu.Namun sebelum suaranya keluar, matanya langsung terbalik dan dia pingsan di tempat.Kerumunan yang melihat semua itu langsung merasakan hawa dingin menjalar di punggung mereka.Perlu diketahui, sebelumnya bahkan pengorbanan seluruh Legiun Valemoor tidak mampu melukai Arkhon Abyss sedikit pun. Namun se

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1853

    Hanya Nathan yang terus berusaha mengangkat kepalanya. Tatapannya bertemu langsung dengan mata merah gelap milik Dewa Brahm. Dan anehnya, tatapan itu tidak mengandung permusuhan sedikit pun.Dewa Brahm terus menatap Nathan beberapa saat, tatapannya dalam. Seolah sedang melihat sesuatu yang sangat jauh di masa lalu.“Dragnows yang agung… memang benar, mereka tidak pernah menundukkan kepala mereka,” suaranya terdengar berat dan penuh tekanan. “Namun baru beberapa ribu tahun berlalu, sejak kapan keturunan naga menjadi selemah ini?”Nathan langsung mengernyit. “Kau bilang aku berasal dari Dragnows?”Nada suaranya sedikit berubah, emosinya benar-benar terguncang. Mungkin, ia akhirnya bisa mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Bahkan mungkin mengetahui asal-usul ayahnya.Namun Dewa Brahm perlahan menggelengkan kepala. “Saat ini kau belum layak disebut bagian dari Dragnows.”Tatapannya tetap tertuju pada Nathan. “Dragnows sejati tidak akan selemah dirimu.”Nathan terdiam.Namun sebelum dia se

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1852

    BAAANG!Dua kekuatan mengerikan bertabrakan. Namun anehnya, ledakan besar yang seharusnya terjadi malah tidak muncul. Aura milik Nathan dan Arkhon Abyss justru lenyap begitu saja di udara seperti ditelan sesuatu.Ekspresi keduanya langsung berubah. Arkhon Abyss menatap langit dengan wajah penuh keterkejutan.Nathan juga membeku di tempat.Ia bisa merasakan jelas bahwa Pukulan Naga Penghancur tadi membawa seluruh kekuatannya. Namun kekuatan sebesar itu menghilang begitu saja tanpa jejak.Tepat saat semua orang masih kebingungan—KREEKKK!Suara retakan tiba-tiba menggema dari altar. Nathan dan Arkhon Abyss langsung menoleh bersamaan. Retakan mulai menyebar di permukaan altar yang sebelumnya tidak bisa dihancurkan sedikit pun.Dan di tengah altar itu, tubuh Dewa Brahm perlahan berdiri tegak. Seluruh tubuhnya diselimuti cahaya merah gelap yang membuat udara di sekitarnya bergetar.BRAAAKKK!Altar akhirnya hancur total. Pecahan batu beterbangan ke segala arah, sementara semburan cahaya yang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1851

    Nathan terus mengalirkan Taiju ke dalam pedang, tetapi tetap tidak mampu menstabilkan kondisinya. Seolah roh Pedang Aruna mulai rusak akibat benturan terus-menerus dengan energi altar.“Hahaha!” Arkhon Abyss langsung tertawa keras melihat itu. “Nathan, apa otakmu rusak?”Tatapannya dipenuhi ejekan. “Kau ingin memotong cahaya dengan pedang? Itu mustahil!”Ia perlahan melangkah maju. “Kecuali kau memiliki sesuatu yang jauh lebih kuat daripada tubuhmu untuk menahan semburan itu, jangan pernah berharap bisa menghentikan kebangkitan energi spiritual.”Perkataan itu membuat mata Nathan langsung menyipit. Sesuatu yang lebih kuat dari tubuhnya, dalam sekejap, Nathan teringat pada satu hal—Tubuh Dewa Brahm.Tubuh fisik itu jauh lebih mengerikan dibanding tubuhnya sekarang. Jika benda itu digunakan untuk menghalangi altar, kemungkinan besar semburan cahaya benar-benar bisa dihentikan. Tanpa ragu, Nathan langsung membuka Cincin Ruang.WHOSH!Sebuah tubuh besar langsung muncul di udara.Kerumunan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1850

    Tatapan Arkhon Abyss langsung menggelap, raut wajahnya berubah jelek. Awalnya dia ingin menghancurkan Nathan dengan mudah sambil menunjukkan dominasinya kepada semua orang. Namun sekarang, ia justru dipaksa menahan tekanan dari serangan seorang junior.Di sisi lain, kondisi Nathan juga tidak lebih baik. Serangan tadi hampir menguras seluruh kekuatan di tubuhnya. Namun yang membuat hatinya semakin berat adalah satu kenyataan.Meski hanya menggunakan satu tangan. Arkhon Abyss tetap mampu menahan serangannya secara langsung. Perbedaan kekuatan mereka ternyata masih terpaut sangat jauh.Arkhon Abyss menatap Nathan beberapa saat sebelum akhirnya menarik tangan yang tadi dia sembunyikan di belakang punggung.“Aku harus mengakui satu hal,” ucapnya pelan. “Kamu adalah manusia terkuat yang pernah kutemui di dunia fana.”Nathan tetap menggenggam Pedang Aruna dengan erat. Tatapannya dingin tanpa sedikit pun perubahan emosi. “Kalau sudah selesai bicara, menyeranglah.”Meski terlihat fokus menghad

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1241

    Begitu melewati pintu itu, senyum di wajah Sancho berubah menjadi seringai dingin. Ia berjalan menyusuri koridor tersembunyi dan membuka sebuah pintu rahasia.Di dalamnya, sebuah ruangan putih steril yang menyilaukan. Empat sosok berdiri diam seperti patung, mengenakan pakaian tempur putih bersih y

    last update最後更新 : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1273

    Pemandangan ini membuat wajah Sancho semakin gelap. Rencana Formasi Sutranya untuk Nathan jadi sedikit lebih rumit dengan adanya Keluarga Arteta.Suasana di aula kembali hening, tapi kali ini jauh lebih berat. Nathan menatap lurus ke arah Sancho, matanya memancarkan niat membunuh yang tak terselubu

    last update最後更新 : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1233

    "Nyawa kami ini adalah hadiah dari Tuan Nathan," kata Zechar dengan suara lantang yang kini terdengar berat karena tekad. "Sudah sepantasnya kami mengembalikannya untuk menemaninya di alam baka, sambil membawa seluruh Keluarga Winaya sebagai persembahan."Nelson menatap keempat pria di hadapannya.

    last update最後更新 : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1264

    Melihat air mata Nathan, Sarah justru tersenyum lembut. Ia mengulurkan tangannya yang bebas, mencoba menyeka pipi Nathan melalui jeruji. "Hei, pria dewasa kok menangis," bisiknya. "Aku baik-baik saja, sungguh. Mereka memberiku makan dengan baik, tempat ini bersih. Mereka tidak berani macam-macam pa

    last update最後更新 : 2026-03-31
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status