Share

Bab 1854

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-05-12 19:59:17

DUAGGG!

Tubuh Arkhon Abyss langsung terpental seperti layang-layang putus sebelum menghantam batu raksasa di kejauhan.

BRAKK!

Batu besar itu langsung hancur berkeping-keping. Arkhon Abyss jatuh ke tanah dalam kondisi mengenaskan. Seluruh tubuhnya dipenuhi darah, sementara tulang-tulangnya terdengar retak di banyak tempat.

“Arkhon Abyss!”

Kaidar dan empat Ksatria Abyss langsung menerjang panik. Namun saat mereka mendekat, wajah mereka langsung berubah pucat. Tubuh Arkhon Abyss sudah nyaris berub
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2010

    Prisly dan Rebecca hanya melirik sekilas sebelum kembali mengabaikan mereka.Melihat tidak mendapat tanggapan, kedua pria itu justru semakin percaya diri. Mereka langsung menarik kursi dan duduk di meja yang sama.Kesabaran Prisly yang memang sedang buruk akhirnya habis. "Pergi dari sini sebelum kalian membuatku kehilangan kesabaran."Tatapannya berubah dingin.Salah satu pria itu justru menyeringai. "Adik kecil, usiamu masih belia, tapi mulutmu cukup galak. Apa kau bahkan tidak ingin tahu siapa ka—"Kalimatnya terputus.Tap!Prisly menempelkan kedua telapak tangannya di atas meja. Dalam sekejap, lapisan es putih menyelimuti permukaan meja sebelum menjalar dengan kecepatan yang terlihat jelas ke arah kedua pria itu.Mereka hanya sempat merasakan hawa dingin menusuk tulang. Belum sempat bereaksi, tubuh keduanya sudah membeku sepenuhnya. Bahkan rambut dan alis mereka ikut diselimuti kristal es."Prisly!" Rebecca buru-buru menarik lengan gadis itu sambil melirik ke sekeliling. "Ayo cepat

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2009

    "Aku bersedia. Hidupku memang diberikan kembali oleh Kak Nathan," Prisly mengangguk tanpa sedikit pun keraguan.Rebecca terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menarik napas panjang. "Aku juga bersedia. Walaupun belum pernah mengakuinya secara langsung, Nathan sudah lama tumbuh dan berakar di dalam hatiku."Setelah memastikan kedua gadis itu menyetujui syaratnya, Ryujin mengayunkan telapak tangan di atas meja. Kilau keemasan segera berpendar, lalu sebuah buku tua perlahan muncul di atas meja yang sebelumnya kosong.Sampulnya tampak kusam dan dipenuhi jejak usia, seolah telah melewati waktu yang sangat panjang."Bawa buku ini. Kalian berdua tidak boleh meninggalkan Kota Moniyan sejengkal pun. Ingat baik-baik, jangan biarkan siapa pun melihat isi buku ini, termasuk kalian sendiri. Begitu bertemu Nathan, serahkan buku ini kepadanya. Mengerti?"Prisly dan Rebecca saling berpandangan sebelum menganggukkan kepala. Meski mematuhi perintah itu, mereka sama sekali tidak memahami maksud Ryujin.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2008

    Ucapan Ryujin yang tiba-tiba disertai umpatan membuat beberapa gadis terpana. Namun, suasana tegang yang sejak tadi menekan mereka perlahan mengendur.Rebecca maju selangkah, lalu berlutut di hadapan Ryujin. "Tuan Ryujin, kumohon selamatkan Nathan. Asalkan dia bisa kembali dengan selamat, aku rela mengorbankan nyawaku."Melihat Rebecca lebih dulu bersujud, gadis-gadis lain segera mengikuti. Mereka turut berlutut sambil memohon agar Ryujin bersedia turun tangan menyelamatkan Nathan dari Sektor Bayangan."Kalian bahkan bukan wanita Nathan. Lalu untuk apa sampai rela melakukan semua ini?" Tatapan Ryujin beralih dari satu wajah ke wajah lainnya."Kak Nathan pernah menyelamatkan hidupku. Nyawaku sudah menjadi miliknya, jadi kalau harus mati demi membalas budi itu, aku tidak akan menyesal," Prisly mengangkat kepalanya. Meski menjadi yang paling muda di antara mereka, sorot matanya dipenuhi keyakinan yang tak tergoyahkan."Sebagian dari kami pernah diselamatkan Nathan, sementara yang lain...

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2007

    Milan memandang puluhan orang yang berdiri di hadapannya dengan wajah serba salah. "Kepala Keluarga Island, Anda tentu sudah tahu seperti apa sifat Tuan Ryujin.""Kalau beliau sendiri yang memanggil, itu lain cerita. Tapi tidak ada seorang pun yang bisa menemuinya sesuka hati. Bahkan aku sendiri sangat jarang mendapat kesempatan menghadap beliau.""Dengan kedudukanku sekarang, aku bahkan belum pantas menuangkan secangkir teh untuk beliau."Walaupun menjabat sebagai Kapten Kepolisian, Milan sadar bahwa statusnya sama sekali tidak berarti di hadapan Ryujin."Kapten Milan, akhir-akhir ini Tuan Ryujin memang sering berada di Parlemen. Aku yakin pasti ada cara agar kami bisa bertemu dengannya," Scholar melangkah maju sambil mengeluarkan Eclipse Valemor dari sakunya. "Ini adalah pusaka Keluarga Arteta. Tolong bantu kami."Dia menyodorkan artefak itu ke tangan Milan."Kepala Keluarga Arteta, tidak perlu seperti ini." Milan segera mengembalikan pusaka tersebut sebelum menghembuskan napas panj

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2006

    Di dalam Sektor Bayangan, Nathan telah berkeliling tanpa henti selama sehari penuh, tetapi usahanya tetap tidak membuahkan hasil.Setelah menjelajahi berbagai penjuru, dia akhirnya bisa memperkirakan luas wilayah itu. Sektor Bayangan tersebut membentang hingga ratusan kilometer sehingga dapat dianggap sebagai sebuah dunia kecil yang lengkap dengan pegunungan, sungai, hutan, serta hamparan bunga. Energi spiritualnya juga begitu melimpah sehingga jauh melampaui tempat-tempat lain yang pernah dia datangi.Sayangnya, ada satu kekurangan yang sangat mencolok. Tempat itu sama sekali tidak memiliki kehidupan.Di seluruh Sektor Bayangan, hanya Nathan seorang diri yang masih bernapas. Dia bukan hanya gagal menemukan Sarah, tetapi juga menyadari kenyataan yang jauh lebih buruk.Pintu masuk menuju Sektor Bayangan telah lenyap.Sepanjang hari Nathan terus mencari jalur keluar, namun tidak menemukan sedikit pun jejak keberadaan gerbang tersebut. Artinya, dia kini benar-benar terperangkap di dalam.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2005

    Kaidar berdiri dengan kedua kaki yang sedikit gemetar sebelum akhirnya melangkah menuju gerbang tersebut.Begitu tubuhnya menghilang di balik Gerbang Maledicta, pintu raksasa itu kembali menutup rapat. Cahaya yang memenuhi ruangan perlahan padam, sementara ketujuh sosok berJubah Tujuh Maledicta serempak menyimpan kembali bola hitam keemasan di tangan mereka.Arkhon Abyss memandangi Gerbang Maledicta yang telah lenyap. Butiran keringat dingin terus mengalir dari dahinya tanpa mampu dia hentikan."Apakah Nathan sudah memasuki Sektor Bayangan itu?" Yang Mulia memecah keheningan."Benar, Yang Mulia. Nathan sudah masuk ke dalam Sektor Bayangan dan pintu masuknya juga telah kami segel. Selama kita tidak membukanya, dia tidak akan pernah bisa keluar." Arkhon Abyss segera memberikan jawaban dengan penuh hormat."Bagus." Yang Mulia menganggukkan kepala tipis. "Biarkan saja dia tetap berada di sana. Tidak perlu mengurusnya."Arkhon Abyss tampak kebingungan. "Yang Mulia, mengapa kita tidak langs

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1261

    "Sancho," ucap salah satu tetua dengan suara sedingin es. "Ingat posisimu. Jika kau gagal lagi, kami tidak akan ragu untuk menunjuk Ketua Aliansi baru yang lebih kompeten."Sosok itu kemudian menghilang.Sancho menatap ke aula yang kosong, penghinaan itu masih terngiang di telinganya. Ia mengepalka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1287

    Di Sekte Bloody, suasana terasa muram. Hujan gerimis seolah ikut menangisi kepergian pahlawan mereka."Kak," bisik Sheena, matanya sembap. "Apa Kak Nathan sudah mati? Aku tidak percaya. Siapa tahu Martial Shrine hanya bohong, kan?"Sheerena yang sedang menatap kosong ke tetesan hujan di jendela, ti

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1216

    Pintu pengemudi terbuka. Lucas Winaya keluar, nyaris tersandung kakinya sendiri. Wajahnya pucat pasi, setelan mahalnya kusut. "Hentikan!" teriaknya, suaranya serak karena panik. "Nathan, hentikan!"Nathan menoleh, dan sebuah senyum tipis yang mengerikan menyentuh bibirnya. "Ah, sang Tuan akhirnya m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1292

    Melihat kerutan di dahi Nathan, Irarki buru-buru menambahkan, "Mereka adalah keluarga konglomerat yang cukup berpengaruh di Kota Orbit. Dulu mereka tidak berani mengusik kami, tapi sekarang... yah..." Irarki membiarkan kalimatnya menggantung, membiarkan Nathan menarik kesimpulannya sendiri. Sebuah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status