Share

Bab 2104

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-07-22 14:39:12

Tepat ketika kedua serangan hampir bertemu, sesosok tubuh tiba-tiba muncul di depan Nathan.

BAAANG!

Ledakan dahsyat mengguncang area gerbang Ordo Sancta. Tetua Eksel terdorong mundur beberapa langkah, sementara sosok yang menghalangi Nathan juga bergeser tiga langkah ke belakang sebelum akhirnya kembali berdiri tegak.

"Guru!"

Seru Velisa dan Rael hampir bersamaan.

Orang yang datang tidak lain adalah Mahesa.

"Eksel." Mahesa menatap lawannya dengan senyum tipis yang mengandung sindiran. "Sebagai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2105

    Mahesa tertawa kecil. "Jadi kau juga penasaran, ya?" katanya sambil mendekat. "Kalau begitu, akan kuceritakan."Dia lalu membungkuk sedikit dan membisikkan beberapa kalimat ke telinga Nathan.Sesaat setelah mendengarnya, mata Nathan langsung membelalak. "Jadi begitu..." gumamnya sambil tersenyum tipis. "Pantas saja dia langsung naik pitam ketika tadi kukatakan Levan lebih mirip anaknya daripada muridnya.""Hahaha!" Mahesa tertawa lepas. "Orang-orang di Sektor Bayangan tetaplah manusia biasa. Seberapa tinggi pun kultivasi mereka, hati mereka tetap dipenuhi urusan duniawi."***Keesokan harinya, Mahesa memimpin Nathan menuju Ordo Alkemia Surgawi.Sepanjang perjalanan, Mahesa banyak menceritakan keadaan Sektor Bayangan. Dahulu, tempat itu memiliki banyak ordo, tetapi seiring berjalannya waktu sebagian besar bergabung atau lenyap hingga akhirnya hanya tersisa Sembilan Pilar Agung yang masing-masing menguasai wilayahnya sendiri.Meski di permukaan mereka tampak hidup damai dan saling menja

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2104

    Tepat ketika kedua serangan hampir bertemu, sesosok tubuh tiba-tiba muncul di depan Nathan.BAAANG!Ledakan dahsyat mengguncang area gerbang Ordo Sancta. Tetua Eksel terdorong mundur beberapa langkah, sementara sosok yang menghalangi Nathan juga bergeser tiga langkah ke belakang sebelum akhirnya kembali berdiri tegak."Guru!"Seru Velisa dan Rael hampir bersamaan.Orang yang datang tidak lain adalah Mahesa."Eksel." Mahesa menatap lawannya dengan senyum tipis yang mengandung sindiran. "Sebagai senior, kau justru menyerang seorang junior. Apa kau sudah tidak punya rasa malu?""Wah, Mahesa Wibisana, kau masih berani membela bocah itu?" balas Eksel dengan nada dingin. "Dia seorang Kultivator Jahat, bukan junior biasa. Membunuh Kultivator Jahat adalah kewajiban seluruh dunia bela diri. Apa salahnya kalau aku turun tangan?"Tatapannya semakin tajam ketika menyapu para tetua yang berdiri di belakangnya. "Sebaliknya, kau justru melindungi seorang Kultivator Jahat di depan kami semua. Apa seb

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2103

    Melihat pemandangan itu, Mahesa benar-benar terkejut. Beruntung dia sudah bersiap sejak awal sehingga gelombang ledakan tadi tidak sampai melukainya. Namun, Prasasti Takdir telah hancur berkeping-keping.Mahesa menatap pecahan batu yang berserakan di tanah dengan wajah penuh keheranan. Dia membungkuk, mengambil salah satu pecahannya, lalu bergumam pelan, "Bagaimana mungkin... bagaimana bisa sampai seperti ini?"Semakin dipikirkannya, raut wajah Mahesa semakin suram. "Jangan-jangan... asal-usul Nathan merupakan rahasia langit yang memang tidak boleh diungkap?" bisiknya lirih. "Rahasia langit memang tidak boleh disentuh..."Tubuh Mahesa sedikit bergetar. Setelah terdiam cukup lama, dia melempar pecahan batu itu begitu saja."Nathan... kau jelas bukan orang biasa..."Begitu kata-kata itu terucap, sosok Mahesa menghilang dalam sekejap dari puncak gunung.***Sementara itu, di gerbang Ordo Sancta, Levan berjuang bangkit dari dasar kawah dengan tubuh penuh luka. Darah terus menetes dari sud

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2102

    "Tidak—!"Raut wajah Levan langsung dipenuhi kepanikan. Dia buru-buru mengangkat pedang panjangnya di depan tubuh sebagai tameng terakhir.BAANG!Kepalan Nathan menghantam bilah pedang itu tanpa ampun.Kraa—k!Suara retakan tajam bergema ketika pedang panjang Levan patah menjadi dua. Sisa kekuatan pukulan Nathan terus melaju tanpa terhalang dan menghantam tubuh Levan hingga dia terpental keras ke tanah.Debu dan bebatuan beterbangan ke segala arah.Ketika semuanya kembali tenang, Levan sudah terbaring di dasar sebuah kawah besar. Darah terus mengalir dari sudut bibirnya, pakaiannya compang-camping, sementara tatapannya kepada Nathan dipenuhi ketidakpercayaan.Dia adalah seorang Puncak Sovereign. Seluruh kekuatan yang dimilikinya diperoleh melalui kultivasi dan kerja kerasnya sendiri, bukan dengan bantuan cara-cara lain. Namun kini, dia justru dikalahkan secara telak oleh seorang Sovereign.Semua orang yang menyaksikan pemandangan itu ikut terdiam.Beberapa saat sebelumnya mereka masih

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2101

    Dengan wajah dipenuhi amarah, dia kembali mengayunkan pedang panjangnya hingga cahaya pedang yang menyilaukan memenuhi langit dan langsung menyelimuti Nathan dari segala arah.Roaaarrr—!Nathan tetap tenang. Dia perlahan mengangkat Pedang Aruna, diikuti raungan naga menggema dari bilah pedang itu. Aura pedang yang tajam melesat ke angkasa dan berubah menjadi seekor naga emas raksasa sebelum tubuhnya terpecah menjadi ribuan cahaya keemasan yang menghujani medan pertempuran.Ribuan bilah cahaya itu menghancurkan seluruh serangan Levan dalam sekejap. Namun, satu tebasan energi pedang tetap melesat lurus ke arahnya dengan kecepatan luar biasa.Ekspresi Levan berubah drastis. Dia buru-buru mengangkat pedangnya untuk menangkis.BANG!Benturan keras mengguncang udara. Levan merasa seolah sebuah gunung menghantam tubuhnya. Kedua lengannya langsung mati rasa, sementara telapak kakinya tenggelam jauh ke dalam tanah akibat tekanan dahsyat yang datang dari tebasan Nathan.Semua orang mematung men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2100

    Ucapan itu seketika membuat kerumunan di belakang Levan gempar."Dari mana anak ini berasal? Dia berani sekali berkata seperti itu kepada Puncak Sovereign?""Kudengar dia datang dari Northern, tidak heran dia begitu sombong. Katak dalam tempurung memang tidak pernah tahu seberapa luas langit.""Semua ini gara-gara Darius terlalu ceroboh hingga terluka di tangannya. Kalau tidak, mana mungkin bocah ini berani memandang rendah seorang Puncak Sovereign?"Para tetua dari berbagai ordo saling berbisik sambil menggelengkan kepala. Tak seorang pun menganggap ucapan Nathan sebagai bentuk kepercayaan diri. Di mata mereka, itu hanyalah kesombongan seorang pemuda yang belum pernah benar-benar melihat betapa mengerikannya kekuatan seorang Puncak Sovereign.Perbedaan antara seorang Sovereign tingkat menengah dan Puncak Sovereign bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan. Bagi seorang Puncak Sovereign, melenyapkan seorang Sovereign menengah semudah menginjak seekor semut."Kau benar-benar terlalu sombo

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1242

    "Tidak tahu diri!" dengus si bungsu, yang keempat. "Kalau begitu, biar aku yang mengantarmu ke gerbang neraka!"Sosoknya melesat maju, sebuah tinju yang diselimuti energi gelap mengarah langsung ke tulang belikat Nathan."Hati-hati, Adik Keempat!" teriak si nomor tiga. "Anak ini punya beberapa hart

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1262

    Mendengar ada harapan, sekecil apa pun, raungan Ryuki berhenti. Ia menatap gurunya dengan mata yang memerah dan penuh harap. "Cara apa, Guru? Katakan! Aku tidak peduli! Aku bersedia melakukan apa saja!"Andez menelan ludah, suaranya bergetar. "Memasukkan iblis ke dalam tubuhmu. Membiarkan energi pe

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1236

    "Api Naga!" Nathan mengubah taktik. Tangan kirinya mendorong ke depan, dan semburan api keemasan yang dahsyat menyelimuti dua mayat boneka yang menerjangnya.Bau daging hangus yang memuakkan memenuhi udara, disertai suara letupan kulit dan lemak yang terbakar. Nathan mundur sedikit, berharap api ak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1266

    Nathan terhuyung keluar dari portal, kembali ke gang sempit yang pengap di sebelah Martial Shrine. Ia tidak langsung pergi. Ia hanya berdiri di sana, bersandar ke dinding yang dingin, membiarkan rasa sakit dan kegagalannya meresap. Bayangan jeruji besi dan lengan Sarah yang penuh bekas jarum terus

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status