Share

Bab 2477

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-10-08 22:50:17

Di sisi barat desa berdiri dua menara pengawas yang tingginya sekitar belasan meter. Beberapa orang berjaga di puncaknya, sedangkan pintu masuk desa dijaga sejumlah penduduk yang membawa senjata.

Nathan memperhatikan semua itu dengan sedikit heran. Desa sekecil ini ternyata memiliki pertahanan yang begitu ketat. Ia tidak bisa memahami apa yang membuat para penduduk Buena begitu waspada.

Pemuda itu membawa Nathan dan rombongannya melewati gerbang. Begitu memasuki desa, beberapa penduduk langsung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2480

    Nathan tersenyum tipis. “Namaku Nathan.”“Nathan?” Mera mengulang nama itu pelan, seolah ingin mengingatnya baik-baik. “Kak Nathan, sebenarnya kau berasal dari mana? Kemampuan bertarungmu hebat sekali.”Nathan sempat membuka mulut, lalu mengurungkan niatnya. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya berasal dari dunia fana. Mera mungkin bahkan tidak mengetahui keberadaan tempat itu, apalagi memahami seperti apa dunia yang selama ini ditinggalinya.“Aku berasal dari Puncak Juntay.” Nathan akhirnya memilih jawaban yang paling masuk akal setelah mengingat lokasi tempat Sekte Pemurnian Senjata berada.“Puncak Juntay?” Mata Mera langsung melebar. “Bukankah tempat itu sangat jauh? Aku tidak menyangka kau datang dari sana.”“Kalian pasti masih harus menempuh perjalanan panjang. Aku punya sedikit daging hasil buruan, bawalah untuk bekal. Setidaknya kalian bisa menggunakannya untuk mengisi tenaga di perjalanan.”Mera kemudian membuka kantong kain yang dibawanya dan menyerahkan beberapa potong

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2479

    Sebuah aura tak kasatmata segera menyebar dari tubuhnya dan menyelimuti seluruh bagian dalam rumah batu, seakan sedang memastikan keadaan orang-orang yang berada di balik penghalang itu.Aura yang menyelimuti rumah batu itu terasa sangat berbeda dari kekuatan spiritual yang biasanya dilepaskan seorang kultivator. Nathan langsung menyadari keanehan tersebut. Energi itu justru memiliki karakter yang mirip dengan kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya.Tadinya Nathan masih berbaring santai, tetapi begitu merasakan aura tersebut, ia segera bangkit. Di saat yang sama, Bonang dan Danzel juga merasakan gelombang energi yang menyapu tubuh mereka.Bonang menyipitkan mata. “Siapa sangka, di desa pegunungan sekecil ini ternyata ada seorang ahli yang begitu kuat.”Nathan tidak menjawab. Ia langsung berjalan menuju pintu dan keluar dari rumah batu.Formasi yang mengelilingi bangunan itu sama sekali tidak mampu menghentikannya. Nathan hanya melangkah melewati penghalang tersebut dengan mudah, sea

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2478

    “Bagi para kultivator di dunia fana, Sektor Abadi mungkin terlihat seperti surga. Namun, bagi mereka yang benar-benar hidup di sana, tempat itu justru lebih mirip neraka. Keinginan manusia di Sektor Abadi terhadap kekuasaan jauh lebih besar.”Danzel juga menghela napas panjang sebelum melanjutkan. “Semua orang mengejar tujuan yang sama, menembus hukum langit dan memperoleh keabadian. Karena itulah, bagi mereka, hubungan darah maupun persahabatan sering kali tidak lagi menjadi sesuatu yang penting. Demi meningkatkan kekuatan, ada orang yang bahkan sanggup melakukan apa pun.”“Jadi, hal paling mengerikan di Sektor Abadi bukanlah monster atau kekuatan seorang kultivator, melainkan hati manusia. Semua orang mengejar tingkat kekuatan yang lebih tinggi sampai keinginan itu membutakan mereka. Jika bukan karena tekanan Hukum Langit yang membatasi dunia fana, mungkin dunia fana justru akan menjadi tempat terbaik bagi manusia untuk hidup.”Danzel menggeleng pelan, suaranya dipenuhi keprihatinan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2477

    Di sisi barat desa berdiri dua menara pengawas yang tingginya sekitar belasan meter. Beberapa orang berjaga di puncaknya, sedangkan pintu masuk desa dijaga sejumlah penduduk yang membawa senjata.Nathan memperhatikan semua itu dengan sedikit heran. Desa sekecil ini ternyata memiliki pertahanan yang begitu ketat. Ia tidak bisa memahami apa yang membuat para penduduk Buena begitu waspada.Pemuda itu membawa Nathan dan rombongannya melewati gerbang. Begitu memasuki desa, beberapa penduduk langsung menyapanya, menunjukkan bahwa pemuda itu cukup dikenal di tempat tersebut.Namun, begitu perhatian mereka beralih kepada Nathan dan orang-orang asing yang mengikutinya, tatapan penduduk berubah menjadi penuh rasa ingin tahu. Beberapa anak bahkan diam-diam mengikuti mereka dari belakang, mengintip dengan mata lebar sambil mengamati setiap gerakan Nathan dan rombongannya.Nathan tidak mengatakan apa-apa, tetapi rasa penasarannya semakin besar. Sektor Abadi yang selama ini ia bayangkan sebagai tem

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2476

    Nathan mengamati mereka dengan tenang. Kekuatan orang-orang itu tidak terlalu tinggi. Bahkan, sebagian besar berada di tingkat yang kurang lebih sama dengan gadis yang baru saja mereka selamatkan.Yang membuat Nathan heran justru tatapan mereka. Tidak ada keramahan di sana. Yang terlihat hanya kewaspadaan dan permusuhan seolah-olah mereka telah melakukan sesuatu yang sangat buruk.Salah seorang pemuda yang membawa sebilah pisau besar maju beberapa langkah. “Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan diam-diam di sekitar Desa Buena?”“Kami hanya mengantarkan seorang gadis pulang,” jawab Nathan tenang. “Dia berasal dari Desa Buena, jadi kami membawanya sampai ke sini.”Pemuda itu mengerutkan kening. “Kalian mengantarkan orang Desa Buena?”Sebelum Nathan sempat menjelaskan lebih jauh, seorang pria lain yang wajahnya penuh kerutan karena marah langsung menyela. “Saudaraku, jangan dengarkan mereka. Mereka pasti sedang berbohong.”Pria itu menunjuk Nathan dan kedua rekannya. “Menurutku mereka ma

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2475

    Gadis tersebut menyeka air matanya. “Aku... aku bisa menukarkan bangkai ini dengan koin roh.”Suaranya tersendat oleh tangisan. “Aku membutuhkan koin roh untuk membeli obat nenekku. Nenekku sedang sakit parah. Kalau bukan karena itu, aku tidak mungkin datang sendirian ke pegunungan ini untuk berburu monster.”Nathan terdiam. Kini ia mengerti kenapa gadis itu tetap membawa bangkai tersebut meskipun nyawanya sendiri terancam.“Nak, jangan menangis lagi.” Nada suara Nathan melunak. “Kau tinggal di mana? Kami akan mengantarmu pulang.”Gadis itu mengangkat tangan dan menunjuk ke arah barat. “Desa Buena. Rumahku ada di sana, tidak terlalu jauh dari tempat ini.”“Baik. Kalau begitu, kita pergi sekarang.” Nathan kemudian menoleh kepada Bonang. “Bonang, bangkai monster itu kau yang bawa.”Mata Bonang langsung membesar. “Hah?! Kenapa harus aku?”Nathan tersenyum santai. “Siapa yang membuatnya menangis tadi? Kalau bukan karena kau menakut-nakutinya, dia mungkin tidak akan menangis. Jadi, anggap

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status