แชร์

Bab 247

ผู้เขียน: Imgnmln
last update วันที่เผยแพร่: 2024-06-15 18:56:49

“Hebat, Tuan! Anda sangat hebat! Karena kamu begitu percaya padaku, dan juga saudaranya Tuan Gilbert, maka aku akan membuka harga sebesar lima belas miliar per tanaman, bagaimana?" Seringai picik muncul di senyuman Chicko. "Tuan Gilbert juga tahu, harga pasaran untuk bahan obat berusia ratusan tahun kelas tinggi seperti ini, kami akan menjualnya pada harga lima belas miliar saja!” Chicko memicingkan matanya dan berkata dengan tegas.

Nathan tahu Chicko tidak berbohong karena saat di Gottfried
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1880

    Haye mengangkat botol anggur lalu menuangkannya ke dalam mulutnya sebelum menjawab santai. “Bisnis membunuh orang.”Bonang sempat melongo beberapa detik. “Hah?”Namun Nathan langsung memahami maksudnya lebih dulu. “Kau… seorang pembunuh bayaran?”Haye mengangguk tanpa menyembunyikan apa pun. “Kurang lebih begitu.”Bonang menatap rumah reyot itu lagi lalu berkata heran, “Kalau kau memang pembunuh bayaran, kenapa hidupmu bisa sampai begini? Dengan kekuatanmu, harusnya banyak orang yang mencarimu.”Haye menggeleng pelan. “Bukan tidak ada yang mencari,” sudut bibirnya terangkat tipis. “Mereka hanya tidak mampu membayarku.”Nathan dan Bonang saling menatap.Bonang langsung bertanya, “Memangnya, berapa tarif yang kau berikan?”Haye menjawab tanpa perubahan ekspresi sedikit pun.“1 Miliar untuk satu kepala.”“Pffft—” Bonang hampir tersedak ludahnya sendiri.Nathan pun ikut terdiam. 1 Miliar hanya untuk satu pembunuhan? Tak heran tidak ada yang mampu menyewanya.Bonang memijat dahinya frustra

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1879

    Dua pendekar itu saling melirik, tetapi tidak ada yang berani menjawab.“Cih…” Haye mendengus pelan.Lalu, hembusan napas tipis keluar dari mulutnya.Whooosh~Kabut samar langsung menyelimuti tubuh kedua pendekar itu.“Aaaarghhh!”Keduanya tiba-tiba menjerit bersamaan. Tubuh mereka kejang-kejang hebat seperti sedang dihancurkan sesuatu dari dalam, wajah mereka pucat pasi.“T-Tuan Haye… ampun…”“Kami bicara!”Salah satu pendekar akhirnya tidak tahan lagi.“Itu perintah Kepala Keluarga! Karena orang ini menyelamatkan Nona Muda kami, Kepala Keluarga ingin menyelidiki identitasnya!”Setelah mendengar itu, Haye melambaikan tangan ringan. Kabut yang menyelimuti dua pendekar itu langsung lenyap.Napas keduanya memburu, keringat dingin membasahi punggung mereka.Haye menatap mereka tanpa ekspresi. “Sekarang kalian sudah tahu, dia temanku. Kembali dan katakan pada Alaric, jangan macam-macam kepada temanku.”Nada suaranya tidak keras, namun tekanan dalam setiap katanya membuat dua pendekar itu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1878

    Setelah selesai bicara, Haye mengisap pelan.Srrttt—Mendadak arak di dalam teko yang dipegang Bonang bergerak sendiri. Cairan itu melayang keluar seperti ditarik kekuatan tak terlihat sebelum langsung masuk ke mulut Haye.Nathan menyipitkan mata, tidak ada aura, tidak ada energi yang terpancar. Namun pria tua itu bisa mengendalikan benda tanpa memperlihatkan kekuatan sedikit pun. Hanya dari gerakan tadi saja, Nathan langsung mengerti, Bonang tidak membual. Orang tua ini memang sangat kuat.Haye menyeka sudut bibirnya dengan lengan baju sebelum memandang Bonang santai. “Bonang, tolong bayar tagihanku.”Bonang langsung membelalak. “Kau masih punya muka bilang begitu?! Aku datang jauh-jauh ke Solara untuk mencarimu, kau tidak menjamuku saja sudah keterlaluan, sekarang malah minta dibayarin arak?”Haye terkekeh pelan sambil bersandar santai di kursinya.Nathan menggeleng pasrah lalu berdiri. “Sudahlah, biar aku saja yang bayar.”Mata Haye langsung berbinar. “Hahaha! Anak muda ini jauh le

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1877

    Alaric menatapnya datar beberapa detik sebelum akhirnya mengangkat tangan perlahan ke arah lantai aula. “Tuh, sudah tergeletak di sana.”Aeron menatap deretan mayat di lantai aula dengan sorot mata membeku. Jelas terlihat dia tidak menyangka semua orang itu sudah mati. Alaric diam-diam memperhatikan perubahan ekspresi adiknya tanpa melewatkan detail sekecil apa pun. Tatapannya perlahan menjadi dingin.“Kakak, apakah identitas mereka sudah ditemukan?” Aeron akhirnya membuka suara sambil memasang ekspresi marah. Siapa yang punya nyali sebesar ini sampai berani menyerang Aveline?”Nada suaranya terdengar penuh amarah dan kekhawatiran, seolah benar-benar peduli pada keselamatan keponakannya.Namun Alaric hanya menatapnya datar. “Identitas mereka sudah dihapus. Tidak ada petunjuk. Tapi siapa pun dalang di balik semua ini, aku pasti akan menemukannya.”Aura dingin samar menguar dari tubuh Alaric.Aeron mengalihkan pandangan sejenak sebelum kembali mengangguk pelan. “Benar! Orang seperti itu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1876

    Di sisi lain, Nathan dan Bonang berdiri di sebuah sudut jalan yang cukup jauh sambil memperhatikan semuanya secara diam-diam.Bonang melipat tangan di dada sambil menatap Nathan dengan senyum aneh. “Nathan, apa kau akan bilang bahwa aku cabul? Cih! Aku rasa kamu juga tidak jauh beda.”Nathan melirik malas. “Maksudmu?”Bonang terkekeh kecil. “Begitu lihat gadis Solara cantik, langsung jadi pahlawan penyelamat.”Nathan mendengus pelan. “Kau terlalu banyak berpikir. Aku mendekati Aveline karena aku ingin masuk ke dalam Keluarga Ryodan dan menghancurkan mereka dari dalam.”Bonang mengangkat alis. “Kalau begitu tadi kenapa tidak langsung ikut pulang bersamanya? Bukannya itu malah lebih mudah?”Nathan tersenyum tipis. “Karena terlalu mudah justru mencurigakan. Kalau aku langsung mengikuti Aveline kembali ke rumah keluarga mereka, Alaric pasti akan waspada.”Ia memasukkan kedua tangan ke saku celana sambil berjalan santai. “Kadang orang lebih percaya pada sesuatu yang mereka cari sendiri.”B

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1875

    Kalimat santai itu langsung membuat para pria bertopeng murka.“Sialan!”“Nak, kalau begitu kamu mati bersama gadis itu!”SWOSH!Beberapa sosok langsung menyerbu bersamaan, pedang mereka menebas lurus menuju Nathan. Namun Nathan bahkan tidak bergerak dari tempatnya, ia hanya mengangkat tangan dengan santai.BANG!Beberapa gelombang aura melesat keluar seperti bilah tak kasatmata. Mendadak, tubuh para pria bertopeng itu membeku di tengah langkah. Ekspresi mereka berubah, mata mereka melebar.Beberapa detik kemudian—Srett!Darah muncrat deras dari dada mereka, tubuh satu per satu roboh menghantam tanah.Hening~Hanya suara darah yang menetes perlahan di aspal jalanan.Tubuh Aveline terpaku, napasnya tercekat melihat pemandangan di depan mata. Ia memang mengenal bela diri, tetapi kekuatan Nathan benar-benar berada di level yang sama sekali berbeda. Barusan, pria itu bahkan tidak benar-benar bergerak, namun semua penyerang sudah mati.Tatapan Aveline perlahan berubah, antara rasa a kekag

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1564

    “Dua puluh tahun.”Nathan menatap wajah itu lebih dekat, merasa tidak masuk akal. “Penampilannya tidak berubah sama sekali.”“Putriku meninggal pada usia dua puluh empat,” jelas Eldric. “Tubuhnya berhenti di usia itu. Dan untuk kita para kultivator, puluhan tahun tidak berarti apa-apa. Bisa hidup r

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1622

    Seiji menyipitkan mata. “Kau pikir mainan semacam itu bisa membalikkan nasibmu?”Katana di tangannya kembali menari. Kali ini, ratusan tebasan energi membanjiri ruang di hadapan Nathan, seperti badai kematian.Namun Nathan tidak mundur. Ia menggenggam Pedang Aruna dengan kedua tangan dan mengayunka

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1634

    Melihat itu, wajah Nathan langsung berseri. “Guru Bonang, bagaimana keadaanmu?”Namun jawaban yang keluar justru membuatnya terpaku.“Halus… lembut… putih…”Nathan terdiam.Beberapa detik kemudian, barulah ia memahami maksud gumaman itu. Orang tua ini sudah berada di ambang kematian, namun pikirann

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1605

    Debu di kawah perlahan mengendap.Nathan bangkit berdiri. Tubuhnya penuh retakan tanah dan bekas hantaman, namun wajahnya justru menunjukkan ekspresi puas. “Hari ini,” katanya pelan sambil menatap Veyron, “Aku akan memakaimu untuk mengasah tubuh fisikku.”Begitu kata terakhir jatuh, Nathan melesat.

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-04
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status