Share

Bab 2497

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-10-13 23:47:08

Nathan memperhatikan sisa-sisa bijih yang berserakan, lalu menatap kristal kecil di tangan Danzel. “Bongkahannya begitu besar, tetapi esensi yang bisa diambil ternyata sedikit sekali. Apa memang selalu seperti ini?”

“Bijih yang menumpuk di dekat pintu masuk ini semuanya berkualitas rendah. Itulah alasan kami membuangnya ke sana,” jawab Danzel. “Bijih dengan kandungan daya tempa tinggi berada jauh di dalam tambang. Kalau ingin memberi makan binatang-binatang ini sekaligus membantu mereka memulih
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2498

    Nathan dan Bonang segera menirukan gerakannya. Mereka mengangkat palu masing-masing dan menghantam bijih spiritual yang tersedia, tetapi hasilnya jauh dari harapan. Batu memang berhasil dihancurkan, sayangnya esensi yang keluar masih bercampur dengan banyak kotoran.Keduanya terpaksa mengulang proses tersebut berkali-kali. Keringat membasahi wajah dan pakaian mereka, napas pun semakin berat akibat terus mengayunkan palu. Setelah berusaha cukup lama, barulah mereka berhasil menghasilkan sepotong esensi bijih spiritual yang benar-benar murni.Nathan memandangi hasil kerjanya, lalu melirik ke arah Danzel. Pria itu sudah memurnikan lebih dari sepuluh bongkah bijih, sedangkan mereka baru menyelesaikan satu dengan susah payah.Bonang menghembuskan napas panjang sambil menatap hasil pemurnian mereka. “Kalau terus begini, kapan kita bisa menyelesaikan semuanya? Kecepatan kita terlalu lambat!”Danzel tidak menyalahkan mereka. Dia justru tersenyum menenangkan. “Kalian baru saja mempelajari tekn

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2497

    Nathan memperhatikan sisa-sisa bijih yang berserakan, lalu menatap kristal kecil di tangan Danzel. “Bongkahannya begitu besar, tetapi esensi yang bisa diambil ternyata sedikit sekali. Apa memang selalu seperti ini?”“Bijih yang menumpuk di dekat pintu masuk ini semuanya berkualitas rendah. Itulah alasan kami membuangnya ke sana,” jawab Danzel. “Bijih dengan kandungan daya tempa tinggi berada jauh di dalam tambang. Kalau ingin memberi makan binatang-binatang ini sekaligus membantu mereka memulihkan kekuatan, kita harus mencari bahan yang lebih baik.”Bonang menggaruk kepalanya. Dia dan Nathan memang tidak memahami teknik penempaan, apalagi cara memisahkan esensi dari bijih spiritual. “Kalaupun kita menemukan bijih berkualitas tinggi, kita tetap tidak tahu cara mengolahnya. Tanpa kemampuan sepertimu, bagaimana kami bisa mengambil esensi di dalam batu-batu itu?”Danzel tersenyum mendengar keluhannya. “Tenang saja. Memurnikan bijih spiritual bukan sesuatu yang terlalu sulit. Aku akan meng

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2496

    Tak jauh dari pintu masuk, beberapa sosok tergeletak di atas tanah. Tubuh mereka sesekali bergerak lemah, mereka masih berusaha bertahan hidup. Sebelum Nathan sempat mendekat untuk melihat dengan jelas, raungan lain kembali terdengar dari kedalaman tambang.Danzel segera mengangkat tangannya. Beberapa pancaran cahaya melesat ke depan, menerangi bagian tambang yang gelap dan memperlihatkan wujud makhluk-makhluk yang terbaring di sana.Nathan dan Bonang sontak terdiam. Di hadapan mereka tergeletak beberapa binatang. Seluruh tubuh makhluk itu tertutup sisik yang dahulu berwarna keemasan, tetapi kini warnanya telah memudar hingga tampak kusam dan kehilangan kilau.Tubuh mereka kurus, sedangkan aura kehidupan yang tersisa begitu lemah. Raungan yang baru saja terdengar tampaknya telah menghabiskan sebagian besar tenaga mereka.Danzel tidak memperdulikan keadaan di sekelilingnya. Dia segera berlutut di samping salah satu binatang itu, lalu mengusap kepalanya dengan tangan gemetar. Saat meras

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2495

    Nathan mengikuti Danzel menuju gunung berikutnya bersama Bonang dan Freya. Sepanjang perjalanan, Freya terus berjalan rapat di sisi Nathan, mengikuti setiap langkahnya dengan sikap manis layaknya seekor burung kecil yang enggan berjauhan dari pemiliknya.Pemandangan itu membuat Bonang sulit mengalihkan pandangan. Dia terus melirik Freya dengan wajah terpesona, bahkan sampai meneteskan air liur tanpa menyadarinya.Tak lama kemudian, mereka tiba di kaki sebuah gunung yang menjulang megah.Nathan mendongak, perhatiannya segera tertuju pada aura aneh yang menyelimuti kawasan tersebut. Energi itu terasa begitu asing, berbeda dari energi spiritual maupun energi pedang yang selama ini dikenalnya.Danzel menangkap perubahan ekspresi Nathan dan tersenyum kecil. “Gunung ini bernama Gunung Ferragon. Di dalamnya tersimpan banyak bijih spiritual, dan bahan-bahan itulah yang menjadi salah satu alasan utama Ordo Ferrum mampu menempa begitu banyak senjata ilahi.”Dia menunjuk ke arah lereng gunung ya

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2494

    Gelombang energi segera memenuhi bilah pedang.Pada saat yang sama, Mahaguru Arvand menyatukan kedua jarinya dan mengarahkannya ke senjata tersebut. Semburan cahaya keemasan melesat dari ujung jarinya, menyatu dengan energi yang sedang disalurkan Nathan.Proses itu berlangsung selama beberapa saat hingga seluruh energi pedang dalam tubuh Nathan terkuras habis. Mahaguru Arvand akhirnya menghentikan tindakannya, meski wajahnya menunjukkan kelelahan yang jelas setelah menyelesaikan proses tersebut.Pedang Aruna di tangan Nathan bergetar hebat. Cahaya menyebar dari bilahnya, kemudian berkumpul membentuk sosok Freya di hadapan mereka.Penampilan wanita itu kini jauh lebih memikat. Kulitnya tampak halus, wajahnya menyerupai bunga persik yang sedang mekar, dan sebuah tanda berbentuk pedang berwarna merah darah menghiasi bagian tengah dahinya. Corak tersebut membuat auranya terlihat semakin istimewa.Nathan tanpa sadar terdiam, matanya mengikuti sosok Freya yang kini berdiri di hadapannya.Ma

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2493

    Bonang langsung membelalakkan mata. Perhatiannya seketika tersita oleh wanita itu, sampai-sampai ia hampir lupa bahwa mereka sudah menunggu selama sepuluh hari.Nathan sempat melirik wanita tersebut sebelum mengalihkan pandangan kepada Mahaguru Arvand. Ada satu hal yang jauh lebih penting untuk dipastikan. “Mahaguru Arvand, di mana Pedang Arunaku?”Tatapannya tertuju pada kedua tangan roh pedang itu. Tak ada pedang di sana, dan kenyataan tersebut membuat Nathan segera menuntut penjelasan.“Lihat baik-baik, Nathan. Pedang Aruna yang kau cari ada di hadapanmu!” Mahaguru Arvand menunjuk wanita muda yang berdiri tak jauh darinya.Nathan mengikuti arah tangannya, lalu terpaku. Sulit baginya menerima kenyataan bahwa pedang yang selama ini menemaninya bertarung kini telah berubah menjadi seorang wanita sungguhan.Wanita itu melangkah mendekati Nathan, lalu berhenti beberapa langkah di hadapannya. Dia membungkukkan tubuh dengan hormat sebelum mengangkat wajahnya.“Tuan, saya adalah roh dari P

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status