Share

Bab 2502

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-10-14 22:06:24

Bahkan ketika kedua cakarnya mulai berlumuran darah dan dagingnya terluka akibat gesekan dengan bebatuan, Grock tidak menghentikan pekerjaannya. Dia terus membuka jalan dengan segenap tenaga yang tersisa.

Nathan terdiam menyaksikan kegigihannya. Ketulusan makhluk itu membuatnya tersentuh, terlebih karena dia tahu tidak semua orang mampu menunjukkan rasa terima kasih yang sama. Ada manusia yang rela mengkhianati keluarga dan sektenya sendiri hanya demi keuntungan kecil.

Perkataan Danzel tentang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2505

    Julian tidak langsung menjawab. Dia tahu bahwa kekuatan mereka berenam saja tidak cukup untuk menghadapi para petinggi Ordo Maledicta, apalagi menyelamatkan keluarga dan murid-murid yang ditahan.“Kita tidak akan mampu menyelamatkan mereka hanya dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Musuh yang kita hadapi terlalu kuat. Bahkan jika kita berenam menyerang bersama, belum tentu kita bisa menandinginya.”Gareth kemudian menyampaikan gagasan yang sejak tadi dipikirkannya. “Kalau begitu, mengapa kita tidak mencari sekutu untuk menghadapi Ordo Maledicta? Dengan bantuan pihak lain, peluang kita untuk menang tentu akan lebih besar.”Julian mengalihkan pandangan kepadanya. “Tuan Gareth, siapa yang ingin kau ajak bekerja sama?”“Nathan.”Nama itu membuat suasana seketika berubah. Kelima orang lainnya menatap Gareth dengan keterkejutan yang sulit disembunyikan. Mereka memiliki dendam mendalam terhadap Nathan karena pemuda itu telah membunuh dua Ksatria Dicta lainnya. Bahkan Ronan sebagai muridnya

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2504

    Nathan tak punya pilihan selain mengeluarkan bijih emas tersebut. Begitu benda itu berada di tangannya, Bonang segera memeriksanya dengan saksama. Matanya terus tertuju pada permukaan berkilau itu, memperlihatkan betapa iri dirinya terhadap keberuntungan Nathan.Setelah mempertimbangkan saran Danzel, Nathan akhirnya mengambil keputusan. “Kalau begitu, aku akan menyerap energi bijih emas surgawi ini di sini terlebih dahulu. Setelah kekuatanku meningkat, barulah aku kembali.”Nathan segera mencari tempat yang tenang untuk berkultivasi. Dia duduk bersila dan mulai menyerap energi dari bijih emas surgawi secara perlahan. Bonang dan Freya tetap berada di dekatnya untuk menjaga agar proses kultivasinya tidak terganggu.Sementara itu, Danzel mulai mengurus pembangunan kembali Ordo Ferrum. Dia berkeliling untuk mengajak orang-orang bergabung dan mencari calon murid baru. Dia sadar bahwa memulihkan kejayaan sekte tidak cukup hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri.Ordo Ferrum membutuhkan ge

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2503

    Nathan mengangguk memahami. Dia justru semakin menghargai sikap Grock yang tetap memegang tanggung jawabnya meski Ordo Ferrum telah hancur.“Tenang saja, kalau suatu hari aku menemukan bijih emas surgawi lagi, aku tidak akan mengambilnya secara cuma-cuma.”Bagaimanapun, para Grock masih menganggap diri mereka bagian dari Ordo Ferrum. Selama Danzel masih hidup, kesetiaan mereka kepada sekte itu tidak akan berubah begitu saja.Nathan menghormati prinsip tersebut dan tidak berniat mengambil keuntungan dari kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.Setelah mendapatkan bijih emas surgawi, Nathan kembali ke tempat Danzel dan Bonang berada dengan menunggangi Grock. Saat mereka tiba, kedua pria itu sudah hampir pulih sepenuhnya setelah beristirahat cukup lama.Nathan segera mengeluarkan sari mineral yang telah dimurnikannya dari Cincin Ruang, lalu membagikannya kepada para Grock yang masih menunggu. Makhluk-makhluk itu langsung menyantap pemberiannya hingga kenyang. Rasa terima kasih mereka

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2502

    Bahkan ketika kedua cakarnya mulai berlumuran darah dan dagingnya terluka akibat gesekan dengan bebatuan, Grock tidak menghentikan pekerjaannya. Dia terus membuka jalan dengan segenap tenaga yang tersisa.Nathan terdiam menyaksikan kegigihannya. Ketulusan makhluk itu membuatnya tersentuh, terlebih karena dia tahu tidak semua orang mampu menunjukkan rasa terima kasih yang sama. Ada manusia yang rela mengkhianati keluarga dan sektenya sendiri hanya demi keuntungan kecil.Perkataan Danzel tentang hati manusia kembali terlintas di benaknya. Pria tua itu pernah mengingatkan bahwa hal paling menakutkan di Sektor Abadi bukanlah iblis atau monster, melainkan hati manusia. Dalam banyak hal, manusia bahkan bisa lebih kejam daripada makhluk yang mereka anggap sebagai iblis.Para Grock telah bertahan di tambang selama lebih dari sepuluh tahun dalam keadaan kelaparan. Meski menghadapi penderitaan yang begitu panjang, mereka tidak pernah meninggalkan tugasnya, bahkan ketika kematian akibat kelapara

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2501

    Tak lama kemudian, mereka tiba di bagian terdalam tambang. Cahaya ungu memenuhi lorong, berasal dari bijih spiritual yang tertanam di dinding batu. Kualitas bijih di tempat ini jauh melampaui apa yang mereka temukan sebelumnya.“Di sinilah tempatnya. Bijih spiritual di bagian terdalam tambang memiliki kualitas terbaik,” jelas Grock.Nathan langsung turun dan mulai bekerja. Dia mengambil bijih satu demi satu, kemudian menggunakan palunya untuk memisahkan kotoran dan menghasilkan sari mineral yang murni. Grock melahap hasil pemurnian itu dengan rakus hingga akhirnya perutnya terasa kenyang.Namun, setelah selesai makan, Grock tidak beristirahat. Dia justru kembali menggali bijih spiritual dari dinding tambang dan terus mengumpulkannya di hadapan Nathan agar pemuda itu bisa memurnikannya.Entah berapa lama waktu berlalu, tumpukan sari mineral di depan Nathan akhirnya membesar hingga menyerupai bukit kecil. Keringat membasahi dahinya setelah bekerja tanpa henti. Dia pun berhenti sejenak u

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2500

    Danzel menoleh dengan tatapan tak percaya. “Kau baru saja mempelajari teknik penempaan dan pemurnian. Bisa mengolah bijih spiritual menjadi sari mineral saja sudah cukup hebat. Sekarang kau ingin memurnikan bijih berkualitas tinggi juga?”Nathan tidak menjawab. Dia mengambil sebongkah bijih spiritual berukuran besar, mengangkat palunya, lalu menghantamkannya dengan kuat.BRAK!Bijih keras itu langsung pecah. Sebagian besar kotorannya hancur menjadi bubuk, menyisakan bongkahan sari mineral yang ukurannya bahkan melebihi kepalan tangan.Sari mineral itu tampak sebening kristal. Cahaya berkilau memancar dari permukaannya, berpadu dengan aura spiritual yang begitu murni hingga membuat siapa pun yang merasakannya memperoleh sensasi nyaman.Danzel terpaku menatap hasil pemurnian tersebut. Bahkan dengan pengalamannya, dia tidak yakin mampu menghasilkan sari mineral semurni itu hanya dengan satu ayunan palu. Yang lebih mengejutkan, bongkahan di tangan Nathan hampir tidak mengandung kotoran se

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status