Share

Bab 472

Author: Imgnmln
last update publish date: 2024-08-30 19:21:51

Jantung Beverly berdetak kencang, dia tidak mengerti kenapa setiap kali Sarah mengatakan hal seperti ini, jantungnya akan berdetak kencang, dia benar-benar pernah berpikiran seperti itu.

‘Beverly, apa yang kamu pikirkan?!’ Beverly bergegas berteriak dalam hatinya, setelah menenangkan pikirannya, dia tidak memperdulikan Sarah lagi dan duduk di sofa untuk menonton TV sendirian.

Segera, Sarah memenuhi meja makan dengan masakannya, meskipun bukan soal warna dan rasa, tapi setidaknya itu matang.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Imgnmln
terima kasih banyak, Kak Desi<3
goodnovel comment avatar
Andrie
woii mana lanjutannyaaaaa......
goodnovel comment avatar
oboy pixel6pro
dasar AMATIR
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2374

    Semakin dekat Damian berjalan, semakin besar kegembiraan yang terlihat di matanya. Ia sudah membayangkan bagaimana kekuatannya akan meningkat setelah menyerap energi Nathan. Jika tubuh Nathan berhasil dijadikan boneka, kedudukannya di antara berbagai faksi di Sektor Langit juga akan semakin kuat.Saat itu, perkataannya tidak akan lagi bisa dipandang sebelah mata.Damian benar-benar tenggelam dalam keserakahan. Ia tidak menyadari bahwa Nathan sedang menunggu tepat untuk saat seperti ini.“Jangan salahkan aku, Nathan.” Damian akhirnya berhenti di hadapannya. “Kalau ingin menyalahkan seseorang, salahkan kesombonganmu sendiri.”Tangannya perlahan terulur menuju tubuh Nathan. Damian sama sekali tidak menekan Nathan dengan auranya.Menurut perhitungannya, Nathan sudah berada di ambang kehancuran. Energi spiritualnya hampir habis, pertahanannya telah runtuh, dan tubuhnya bahkan nyaris tidak mampu berdiri.Bagi Damian, Nathan sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Itulah sebabnya ia sam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2373

    Nathan tidak punya pilihan selain menghadapi keduanya. Pedang Aruna berkelebat cepat, menghasilkan cahaya pedang yang terus-menerus memotong serangan Damian dan Banyu. Namun, pertarungan berkepanjangan membuat energi spiritual di dalam tubuhnya terkuras semakin cepat.Nathan mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Gerakannya tidak lagi selincah sebelumnya, sementara kekuatan yang dikeluarkan dari setiap tebasan juga terus menurun.Damian segera menyadari kondisi tersebut. “Hahaha! Menyerahlah, bocah…” Ia terus menyerang sambil tertawa. “Perlawananmu tidak akan mengubah apa pun. Bahkan kalau kami tidak bisa langsung membunuhmu, kami cukup menguras tenagamu sampai kau mati kehabisan energi.”Nathan menggertakkan gigi. “Kalau memang kalian mampu, teruskan saja sampai aku mati.”Ia tidak menunjukkan sedikit pun niat untuk menyerah. Di dalam tubuh Nathan masih tersimpan kekuatan Rune Primordial. Itulah kartu terakhir yang selama ini sengaja ia sembunyikan.Nathan tidak berniat menggunakan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2372

    Klang—!Nathan berhasil menepis anak panah Damian dengan Pedang Aruna. Namun, pada saat itulah Banyu muncul dari belakang.BAANG!Sebuah telapak tangan menghantam punggung Nathan dengan keras.Tubuh Nathan terdorong ke depan. Meskipun Tubuh Vajra Naga Emas mampu menahan sebagian besar dampak serangan, kekuatan telapak tangan tersebut tetap mengguncang organ dalamnya. Darah dan energi di dalam tubuh Nathan langsung bergejolak hingga naik ke tenggorokan.Nathan menggertakkan gigi. “Sial... sepertinya hari ini aku benar-benar dalam masalah.”Damian dan Banyu mulai gelisah. Mereka sudah mengerahkan begitu banyak orang dan bekerja sama untuk mengepung Nathan, tetapi sampai sekarang pria itu masih mampu bertahan.Jika pertarungan terus berlangsung, situasinya justru bisa berbalik merugikan mereka.“MATILAH!” Damian akhirnya meraung.Busur di tangannya bergetar hebat. Dalam sekejap, bayangan anak panah di belakangnya yang tak terhitung jumlahnya bermunculan di udara. Energi tajam kemudian be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2371

    Melihat Damian telah bersiap, Banyu pun tidak tinggal diam. Aura dahsyat langsung meledak dari tubuhnya ketika ia mengambil posisi bertarung. Dua tekanan kuat dari para ahli Ascendant segera memenuhi lembah.Nathan menggenggam Pedang Aruna lebih erat. Kini, yang berdiri di hadapannya bukan lagi sekumpulan roh mati. Dua ahli Ascendant telah mengarahkan seluruh kekuatan mereka kepadanya.Damian dan Banyu berdiri berhadapan dengan Nathan. Tatapan keduanya dipenuhi niat membunuh, seolah-olah pria yang terjebak di hadapan mereka hanyalah mangsa yang tinggal menunggu waktu untuk diterkam.“Pergilah ke neraka!” raung Banyu, ia menjadi orang pertama yang bergerak.Tubuhnya melesat ke udara, lalu tangannya mencengkeram kehampaan dengan gerakan tajam sebelum menerjang Nathan dari depan.Damian juga segera menyerang. Ia mengarahkan energi itu ke depan dan menusukkannya bertubi-tubi. Dalam sekejap, puluhan bayangan anak panah memenuhi udara dan menghujani Nathan dari berbagai arah.KLANG! KLANG!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2370

    Damian memang seorang Kultivator Jahat. Sangat mungkin ia memiliki teknik yang memungkinkannya menyerap Aura Kegelapan dari para mayat hidup, sehingga membunuh mereka dapat meningkatkan kekuatannya. Itulah sebabnya Damian begitu bernafsu mencari mereka.“Bukankah kau bersembunyi di sini karena ingin menghindari pengejaran kami?” Damian menatap Nathan dengan tajam. “Di mana Mahesa? Bagaimana dengan monster tua itu?”Nathan tidak menjawab. Tatapannya terus bergerak mengelilingi lembah, mencari celah yang memungkinkan dirinya keluar dari kepungan.Banyu tidak sabar melihatnya. “Tidak perlu membuang waktu berbicara dengannya.” Ia melangkah maju. “Bunuh saja dia. Setelah itu, ajarkan kepadaku teknik yang kau gunakan untuk menyerap energi dari mayat hidup.”Banyu sudah terlalu penasaran dengan kemampuan Damian. Namun, tepat ketika ia hendak menyerang, Damian mengangkat tangan untuk menghentikannya.Damian tidak terburu-buru. Saat ini, hanya dirinya dan Banyu yang berada di dalam lembah bers

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2369

    Sementara itu, Nathan masih terus menjelajahi Sektor Bayangan. Ke mana pun ia pergi, ia mencari keberadaan roh-roh mati. Begitu menemukan mereka, Nathan tidak akan membiarkan satu pun lolos.Tanpa disadari Nathan, langkahnya kembali membawanya ke jurang gelap yang pernah ia datangi sebelumnya. Ketika melihat begitu banyak mayat hidup merangkak keluar dari dasar jurang, mata Nathan langsung berbinar.Ia menepuk dahinya sendiri. “Bagaimana bisa aku sebodoh ini?”Nathan akhirnya menyadari sesuatu yang seharusnya sudah terpikirkan sejak awal. “Selama ini aku malah berkeliling mencari mayat hidup, padahal di dalam jurang ini ada begitu banyak!”Di hadapannya, para mayat hidup terus keluar dari kegelapan tanpa henti.“Kalau begitu, aku bisa membantai mereka sepuasnya di sini!” Nathan langsung mengeluarkan Pedang Aruna.Whoosshh!Seberkas cahaya tajam melesat dari bilah pedang dan menyapu ke depan. Mayat hidup yang sedang merangkak keluar dari jurang langsung berubah menjadi abu.Nathan tida

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 307

    “Hahaha ….” Nathan tertawa saat melihat William yang merasa bangga. "Kenapa kamu begitu yakin?" Nathan berjalan menghampiri William dengan dingin, setiap langkah kakinya dipenuhi dengan niat membunuh. "A-apa yang akan kamu lakukan?!" William kembali merasakan aura yang mengintimidasi menguar dari

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 325

    “Ah …. andai saja, kita tahu dimana klan lainnya berada, pasti bisa mengumpulkan uang itu!” Ryzen tiba-tiba menghela nafasnya. “Sudahlah, yang penting kalian juga sudah berusaha, aku akan memikirkan tentang masalah uang. Kalian, pergilah bersenang-senang!” Nathan tersenyum dan melambaikan tangannya.

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 288

    Setelah Barnett keluar, dia bergegas menuju kamar William, saat itu William sedang menunggu kabar dengan gelisah. “Barnett, bagaimana? Kapan Georgy akan membuat pbat itu?” Melihat Barnett sudah kembali, William bergegas bertanya. “Tuan Besar, Tuan Georgy berkata, setelah bahan obat untuk Desa Kast

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 244

    “Tuan Jo, kita bisa berunding dulu, ginseng ini memang merupakan ginseng kelas atas, tapi kalau 10 miliar sepertinya terlalu mahal. Bagaimana kalau kamu turunkan harganya sedikit, aku akan langsung mentransferkan uangnya padamu!” Gilbert berkata sambil tersenyum. “Sepuluh puluh miliar, satu sen pun

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status