Share

Bab 514

Author: Imgnmln
last update publish date: 2024-09-14 23:49:49

“Tunggu!” Tepat saat Nathan dan Milan hendak berjalan keluar, Frank menghentikan mereka.

“Tuan?” Milan menoleh dan menatap Frank.

“Kalian boleh tetap disini,” Frank meminta Nathan dan Milan untuk tetap tinggal dan tidak perlu keluar.

Sikap Nathan membuat Frank memutuskan untuk membiarkan mereka tetap tinggal. Karena Nathan masih muda, tapi dia memiliki hati yang begitu besar, saat Will dan Wilbert menghinanya, Nathan tidak mengatakan sepatah kata pun. Bahkan, saat Frank mengusir mereka, Nath
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2374

    Semakin dekat Damian berjalan, semakin besar kegembiraan yang terlihat di matanya. Ia sudah membayangkan bagaimana kekuatannya akan meningkat setelah menyerap energi Nathan. Jika tubuh Nathan berhasil dijadikan boneka, kedudukannya di antara berbagai faksi di Sektor Langit juga akan semakin kuat.Saat itu, perkataannya tidak akan lagi bisa dipandang sebelah mata.Damian benar-benar tenggelam dalam keserakahan. Ia tidak menyadari bahwa Nathan sedang menunggu tepat untuk saat seperti ini.“Jangan salahkan aku, Nathan.” Damian akhirnya berhenti di hadapannya. “Kalau ingin menyalahkan seseorang, salahkan kesombonganmu sendiri.”Tangannya perlahan terulur menuju tubuh Nathan. Damian sama sekali tidak menekan Nathan dengan auranya.Menurut perhitungannya, Nathan sudah berada di ambang kehancuran. Energi spiritualnya hampir habis, pertahanannya telah runtuh, dan tubuhnya bahkan nyaris tidak mampu berdiri.Bagi Damian, Nathan sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Itulah sebabnya ia sam

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2373

    Nathan tidak punya pilihan selain menghadapi keduanya. Pedang Aruna berkelebat cepat, menghasilkan cahaya pedang yang terus-menerus memotong serangan Damian dan Banyu. Namun, pertarungan berkepanjangan membuat energi spiritual di dalam tubuhnya terkuras semakin cepat.Nathan mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Gerakannya tidak lagi selincah sebelumnya, sementara kekuatan yang dikeluarkan dari setiap tebasan juga terus menurun.Damian segera menyadari kondisi tersebut. “Hahaha! Menyerahlah, bocah…” Ia terus menyerang sambil tertawa. “Perlawananmu tidak akan mengubah apa pun. Bahkan kalau kami tidak bisa langsung membunuhmu, kami cukup menguras tenagamu sampai kau mati kehabisan energi.”Nathan menggertakkan gigi. “Kalau memang kalian mampu, teruskan saja sampai aku mati.”Ia tidak menunjukkan sedikit pun niat untuk menyerah. Di dalam tubuh Nathan masih tersimpan kekuatan Rune Primordial. Itulah kartu terakhir yang selama ini sengaja ia sembunyikan.Nathan tidak berniat menggunakan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2372

    Klang—!Nathan berhasil menepis anak panah Damian dengan Pedang Aruna. Namun, pada saat itulah Banyu muncul dari belakang.BAANG!Sebuah telapak tangan menghantam punggung Nathan dengan keras.Tubuh Nathan terdorong ke depan. Meskipun Tubuh Vajra Naga Emas mampu menahan sebagian besar dampak serangan, kekuatan telapak tangan tersebut tetap mengguncang organ dalamnya. Darah dan energi di dalam tubuh Nathan langsung bergejolak hingga naik ke tenggorokan.Nathan menggertakkan gigi. “Sial... sepertinya hari ini aku benar-benar dalam masalah.”Damian dan Banyu mulai gelisah. Mereka sudah mengerahkan begitu banyak orang dan bekerja sama untuk mengepung Nathan, tetapi sampai sekarang pria itu masih mampu bertahan.Jika pertarungan terus berlangsung, situasinya justru bisa berbalik merugikan mereka.“MATILAH!” Damian akhirnya meraung.Busur di tangannya bergetar hebat. Dalam sekejap, bayangan anak panah di belakangnya yang tak terhitung jumlahnya bermunculan di udara. Energi tajam kemudian be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2371

    Melihat Damian telah bersiap, Banyu pun tidak tinggal diam. Aura dahsyat langsung meledak dari tubuhnya ketika ia mengambil posisi bertarung. Dua tekanan kuat dari para ahli Ascendant segera memenuhi lembah.Nathan menggenggam Pedang Aruna lebih erat. Kini, yang berdiri di hadapannya bukan lagi sekumpulan roh mati. Dua ahli Ascendant telah mengarahkan seluruh kekuatan mereka kepadanya.Damian dan Banyu berdiri berhadapan dengan Nathan. Tatapan keduanya dipenuhi niat membunuh, seolah-olah pria yang terjebak di hadapan mereka hanyalah mangsa yang tinggal menunggu waktu untuk diterkam.“Pergilah ke neraka!” raung Banyu, ia menjadi orang pertama yang bergerak.Tubuhnya melesat ke udara, lalu tangannya mencengkeram kehampaan dengan gerakan tajam sebelum menerjang Nathan dari depan.Damian juga segera menyerang. Ia mengarahkan energi itu ke depan dan menusukkannya bertubi-tubi. Dalam sekejap, puluhan bayangan anak panah memenuhi udara dan menghujani Nathan dari berbagai arah.KLANG! KLANG!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2370

    Damian memang seorang Kultivator Jahat. Sangat mungkin ia memiliki teknik yang memungkinkannya menyerap Aura Kegelapan dari para mayat hidup, sehingga membunuh mereka dapat meningkatkan kekuatannya. Itulah sebabnya Damian begitu bernafsu mencari mereka.“Bukankah kau bersembunyi di sini karena ingin menghindari pengejaran kami?” Damian menatap Nathan dengan tajam. “Di mana Mahesa? Bagaimana dengan monster tua itu?”Nathan tidak menjawab. Tatapannya terus bergerak mengelilingi lembah, mencari celah yang memungkinkan dirinya keluar dari kepungan.Banyu tidak sabar melihatnya. “Tidak perlu membuang waktu berbicara dengannya.” Ia melangkah maju. “Bunuh saja dia. Setelah itu, ajarkan kepadaku teknik yang kau gunakan untuk menyerap energi dari mayat hidup.”Banyu sudah terlalu penasaran dengan kemampuan Damian. Namun, tepat ketika ia hendak menyerang, Damian mengangkat tangan untuk menghentikannya.Damian tidak terburu-buru. Saat ini, hanya dirinya dan Banyu yang berada di dalam lembah bers

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2369

    Sementara itu, Nathan masih terus menjelajahi Sektor Bayangan. Ke mana pun ia pergi, ia mencari keberadaan roh-roh mati. Begitu menemukan mereka, Nathan tidak akan membiarkan satu pun lolos.Tanpa disadari Nathan, langkahnya kembali membawanya ke jurang gelap yang pernah ia datangi sebelumnya. Ketika melihat begitu banyak mayat hidup merangkak keluar dari dasar jurang, mata Nathan langsung berbinar.Ia menepuk dahinya sendiri. “Bagaimana bisa aku sebodoh ini?”Nathan akhirnya menyadari sesuatu yang seharusnya sudah terpikirkan sejak awal. “Selama ini aku malah berkeliling mencari mayat hidup, padahal di dalam jurang ini ada begitu banyak!”Di hadapannya, para mayat hidup terus keluar dari kegelapan tanpa henti.“Kalau begitu, aku bisa membantai mereka sepuasnya di sini!” Nathan langsung mengeluarkan Pedang Aruna.Whoosshh!Seberkas cahaya tajam melesat dari bilah pedang dan menyapu ke depan. Mayat hidup yang sedang merangkak keluar dari jurang langsung berubah menjadi abu.Nathan tida

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 247

    “Hebat, Tuan! Anda sangat hebat! Karena kamu begitu percaya padaku, dan juga saudaranya Tuan Gilbert, maka aku akan membuka harga sebesar lima belas miliar per tanaman, bagaimana?" Seringai picik muncul di senyuman Chicko. "Tuan Gilbert juga tahu, harga pasaran untuk bahan obat berusia ratusan tahun

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 242

    Gilbert merupakan seorang Tuan Muda keluarga Gottfried, yang juga seorang pewaris dari Gottfried Care. Perlu diketahui bahwa Gottfried Care menempati posisi tiga besar di Kota Takari, mereka memiliki belasan bahkan puluhan toko obat yang khusus memasok dan menjual obat herbal dan cukup berpengaruh d

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 266

    “Hari ini, kalian semua harus mati!” Nathan melangkahkan kakinya dengan kuat menuju Marco dan istrinya.Melihat Nathan yang berjalan ke mereka, tubuh kedua orang itu bergetar hebat, seakan-akan sosok malaikat pencabut nyawa sedang berjalan menuju ke arah mereka dan siap mengambil nyawa mereka kapan s

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 211

    Merasakan tatapan orang-orang sekeliling, ekspresi Rendy langsung marah. “Omong kosong, apa yang aku takutkan? Aku, sedikitpun tidak takut, aku tidak takut pada siapapun!” Rendy yang terlalu banyak minum, saat ini sudah tidak tahu akan rasa ‘takut’. “Kak Rendy, kalau kamu tidak takut, bisakah kita r

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status