Share

Bab 910

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2025-02-09 23:09:04

Pedang itu menebas dengan ganas, aura menakutkan menyelimuti Carlot yang terluka parah. Dia tidak memiliki kemampuan untuk menahan serangan dahsyat Nathan lagi. Dengan kecepatan kilat, sebuah cahaya keemasan melintas. Tubuh Carlot tiba-tiba terasa ringan, dan saat menoleh, dia mendapati kedua tangannya telah dipotong secara bersamaan. Darah segar tak henti-hentinya mengalir dari lengannya yang terputus, rasa sakit yang luar biasa menyerangnya.

“Ah!” Carlot berteriak kesakitan, suaranya mengge
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2358

    Tubuh pemimpin mayat hidup itu berhenti bergerak. Beberapa saat kemudian, sosoknya perlahan menghilang, menyisakan sebuah titik cahaya yang melayang naik dari tempat ia berdiri.Cahaya itu berputar sesaat di udara sebelum melesat lurus menuju Nathan.“Tuan Nathan, hati-hati!”Rael dan Velisa sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Mengira cahaya itu merupakan serangan, keduanya spontan bergerak ke depan untuk melindungi Nathan.Namun, titik cahaya tersebut tidak berhenti. Cahaya itu menembus tubuh mereka dan langsung masuk ke tubuh Nathan.Nathan merasakan perubahan besar di dalam tubuhnya. “Rune Primordial dari pemimpin ini jauh lebih kuat...”Ia segera memusatkan Kesadaran Spiritual ke dalam tubuh dan mendapati Rune Primordial yang sebelumnya hanya satu kini telah berkembang menjadi dua. Pada saat yang sama, kekuatan spiritual di dalam dantiannya melonjak dengan cepat.Nathan tertegun. “Jangan-jangan... aku akan segera menerobos?”Tanpa membuang waktu, ia langsung dudu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2357

    Belum sempat Rael dan Velisa mengatur posisi, pemimpin mayat hidup itu sudah mengayunkan pedangnya. Sebuah cahaya pedang yang mengerikan melesat ke arah Velisa.Velisa buru-buru mengangkat pedangnya untuk menahan serangan tersebut, tetapi benturan kekuatan yang terlalu besar membuat tubuhnya langsung terlempar jauh.“Velisa!” teriak Rael menggertakkan gigi, ia melompat tinggi.Dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, ia menghantamkan tinjunya ke tubuh pemimpin mayat hidup tersebut. Namun, lawannya bahkan tidak bergeser sedikit pun.Sebaliknya, satu serangan balasan saja sudah cukup membuat tubuh Rael terpental. Rael jatuh beberapa meter dari tempatnya semula. Ia bangkit perlahan dengan wajah tegang sambil menatap lawan di hadapannya.“Monster ini terlalu kuat!” Velisa juga segera berdiri dan mempererat genggaman pada pedangnya. “Bahkan Guru hampir tidak mampu membunuh satu saja dari mereka. Kita berdua jelas bukan tandingannya.”Kekhawatiran terpancar dari wajahnya.Rael melirik Nath

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2356

    Rael dan Velisa langsung memasang kewaspadaan ketika melihat pasukan tersebut.Berbeda dengan mereka, mata Nathan justru berbinar. Bagi Nathan, jumlah mayat hidup sebanyak itu bukanlah ancaman. Mereka sumber kekuatan yang sangat besar, karena setiap monster yang dibunuh akan memperkuat Rune Primordial di dalam tubuhnya.“Kalian berdua jaga diri.”Setelah memberikan peringatan singkat, Nathan menggenggam Pedang Aruna dan melesat ke udara. Tubuhnya bergerak cepat menuju pasukan mayat hidup yang sudah mulai mendekat.Pemimpin pasukan yang mengenakan zirah segera mengangkat senjata.“Serang!”Raungan itu menggema di seluruh lembah.Pasukan di belakangnya serentak mengangkat tombak dan berlari maju. Gelombang mayat hidup langsung mengarah kepada Nathan dari segala penjuru.Nathan tidak menunjukkan sedikit pun keraguan. Di udara, Pedang Aruna terayun kuat. Cahaya pedang berwarna keemasan memancar dan membelah ruang di hadapannya, menyapu barisan mayat hidup dengan kekuatan yang luar biasa.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2355

    Setelah beberapa pertempuran terakhir, kekuatan Rune Primordial Nathan sudah mengalami peningkatan yang cukup jelas. Kalau ia bisa membunuh satu atau dua mayat hidup lagi, kemungkinan besar kekuatan tersebut akan menembus tingkat berikutnya.Melihat Nathan tetap bersikeras, Mahesa akhirnya memberikan saran lain. “Tuan Nathan, kalau Anda memang harus pergi, biarkan Rael dan Velisa ikut bersama Anda. Kalau situasinya berubah menjadi berbahaya, mereka setidaknya bisa membantu menahan lawan untuk sementara.”Nathan memahami bahwa Mahesa hanya mengkhawatirkan keselamatannya. Ia pun tidak menolak. “Baiklah. Kalau begitu, setelah kita kembali, kita cari lebih banyak tanaman obat. Aku akan membuat beberapa pil agar pemulihan kalian lebih cepat.”Mahesa mengangguk puas, kemudian memanggil kedua muridnya. “Rael, Velisa, dengarkan baik-baik. Kalian harus selalu berada di dekat Tuan Nathan. Jangan biarkan beliau sampai berada dalam bahaya.”Ia menatap mereka dengan serius. “Kalau keadaan benar-be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2354

    Nathan terus menebas dengan Pedang Aruna setiap kali monster tersebut mendekat.Setiap kali satu mayat hidup berhasil dibunuh, kekuatan Rune Primordial yang samar kembali mengalir masuk ke tubuh Nathan.Nathan tidak memiliki kesempatan untuk memeriksanya lebih jauh karena serangan terus berdatangan. Ia hanya bisa bertarung sambil mundur, membawa seluruh kelompoknya menjauh dari jurang dan rombongan Osric.Setelah melewati perjuangan panjang, mereka akhirnya berhasil melepaskan diri dari kejaran mayat hidup maupun kelompok Osric.Nathan mencari tempat yang relatif aman, lalu memimpin semua orang berhenti untuk memulihkan tenaga.Sementara itu, Osric dan kelompoknya juga akhirnya berhasil keluar dari kepungan. Namun, keadaan mereka jauh lebih berantakan dibandingkan sebelumnya. Mereka baru saja melewati pertarungan sengit dengan para mayat hidup dan harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk bertahan hidup.Osric melihat ke arah tempat Nathan menghilang dengan wajah penuh amarah. “Sial!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2353

    “Tidak perlu mengatakan apa pun lagi.” Wajah Osric tetap dingin. “Bagaimanapun juga, hari ini kau harus mati!”Tatapannya kemudian bergeser kepada Sang Peramal. “Dan kau, pengkhianat! Kau benar-benar berani meninggalkan kami dan berpihak kepada Nathan? Apa kau ingin mati bersamanya?”Sang Peramal justru tertawa kecil. “Osric, jangan salah paham. Orang yang akan mati bukan aku.”Ia menatap lawannya dengan penuh keyakinan. “Sejak awal aku sudah menghitung nasib kalian. Aku tahu persis apa yang akan terjadi.”Osric mendengus jijik. “Jangan terlalu menganggap dirimu hebat. Kalau kemampuan ramalanmu memang sehebat itu dan kau benar-benar sudah mencapai tingkat setengah dewa, kau tidak mungkin masih terjebak di Sektor Langit.”Ia kemudian mengangkat suaranya kepada seluruh rombongan. “Jangan biarkan satu pun dari mereka lolos! Kali ini kita habisi semuanya!”Tatapannya menyapu Nathan dan kelompoknya. “Setelah mereka mati, seluruh sumber daya yang ada di tempat ini menjadi milik kita!”Senja

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1624

    Meski ucapannya terdengar tenang, sorot matanya mengkhianati kecemasan yang mendalam.Tak lama kemudian, gelombang aura yang familiar menyentuh indera mereka berdua.“Itu dia!” seru Elara.Keduanya segera bergerak menuju sumber aura tersebut.Namun saat Nathan akhirnya terlihat, mereka terdiam.Pak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1409

    Ia menatap Nathan dengan amarah yang membara. "Saat kekuatanku pulih, aku bersumpah akan membuat hidupmu lebih buruk dari kematian."Pikiran Nathan mulai kabur. Membakar esensi darahnya membuatnya pusing. Tetapi ia tahu, jika ia tidak membunuh monster ini sekarang, ancaman itu akan menjadi kenyataa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1413

    Kepolisian.Suasana terasa begitu tertekan hingga seolah udara pun membeku. Ryujin duduk di kursi utama, mengisap rokoknya dalam-dalam, keningnya berkerut.Paul yang berdiri di sampingnya bahkan tidak berani bernapas dengan kasar. Ia telah mengikuti Ryujin selama belasan tahun dan belum pernah meli

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1463

    Di dalam keheningan ruang dimensi yang agung, Nathan menatap Nalan dengan takjub. "Jadi... kita benar-benar bisa menjadi abadi? Tidak menua selamanya?"Nalan tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung kebijaksanaan ribuan tahun. "Langit dan bumi mungkin abadi, tapi manusia tidak. Itu hanyalah k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status