LOGINWajah keduanya langsung berubah. Mereka merasa seolah ada jutaan semut yang sedang menggerogoti otak mereka dari dalam. Rasa sakit yang luar biasa membuat tubuh mereka menegang, sementara ekspresi percaya diri yang sebelumnya memenuhi wajah mereka lenyap tanpa jejak.Setelah beberapa saat, Nathan menarik kembali tekanan kesadaran spiritualnya. Di saat yang sama, Bonang juga menghentikan bunyi lonceng tua di tangannya.Wajah Garrick dan Magnus langsung terlihat suram. Keduanya menatap lonceng usang milik Bonang dengan ekspresi penuh kewaspadaan, seolah benda berkarat itu benar-benar merupakan artefak mengerikan yang tidak mereka pahami.“Ayah, bukankah Ayah mengasingkan diri selama bertahun-tahun demi menciptakan artefak itu?” Magnus mengerutkan kening. “Kenapa Triad Resonansi Arwah malah tidak berguna setelah bertemu lonceng tua milik mereka?”Nada suaranya dipenuhi ketidakpuasan.Namun Garrick tidak menjawab. Sejujurnya, dia sendiri juga tidak memahami apa yang sedang terjadi. Dia te
Melihat kondisi Bonang, Nathan segera mengaktifkan Teknik Jiwa. Bibirnya bergerak perlahan tanpa mengeluarkan suara keras.Dalam sekejap, cahaya keemasan muncul di dalam kesadaran Bonang dan menyapu seluruh energi asing yang mencoba menguasai pikirannya. Seketika itu juga, rasa kacau yang memenuhi benaknya menghilang tanpa jejak.Bonang menarik napas panjang. Kepalanya terasa jauh lebih jernih dibandingkan sebelumnya.Namun Garrick sama sekali tidak menyadari perubahan tersebut. Dia terus mengalirkan energi ke dalam Triad Resonansi Arwah sambil berusaha memperkuat serangannya.Bonang melirik Nathan dan melihat bibir pria itu masih bergerak perlahan. Saat itulah dia menyadari bahwa Nathan sedang menggunakan sebuah teknik khusus untuk menahan serangan mental dari artefak tersebut.Entah karena terinspirasi oleh situasi itu atau karena sebuah ide aneh tiba-tiba muncul di kepalanya, Bonang mendadak merogoh sakunya.Tak lama kemudian, sebuah lonceng tua muncul di tangannya.Bentuknya jauh
Tatapannya menjadi semakin dingin. “Kalau bukan karena hubungan Ryujin dan diriku, saat ini kau bahkan tidak akan memiliki kesempatan berdiri di hadapanku dan berbicara seperti sekarang.”Suasana di dalam aula langsung berubah berat.Sikap Garrick seolah menempatkan dirinya sebagai hakim yang memegang kendali penuh atas nasib orang lain.Namun Nathan hanya menatapnya tanpa sedikit pun rasa takut. “Orang yang mampu membuatku berlutut memang ada,” sudut bibir Nathan terangkat membentuk senyum tipis. “Sayangnya, orang itu bukan dirimu.”Senyum itu perlahan menghilang.“Karena kalian belum memiliki kualifikasi untuk menerima penghormatan seperti itu dariku.”Mata Garrick langsung menyipit, sebuah senyum dingin muncul di wajahnya. “Kau benar-benar menganggap dirimu tak terkalahkan hanya karena sudah memasuki tahapan Sovereign?”Dia menggelengkan kepala perlahan. “Hari ini aku akan menunjukkan seperti apa kekuatan Aula Seribu Relik yang sesungguhnya. Setelah itu, sekalipun kau ingin berlutu
Melihat situasi itu, Nathan sebenarnya ingin menjelaskan apa yang benar-benar terjadi. Bagaimanapun juga, keributan sebelumnya bermula karena Magnus yang lebih dulu bersekongkol dengan Kaidar untuk menjebaknya.Namun baru saja Nathan membuka mulut, Garrick mengangkat tangan untuk menghentikannya.“Tidak perlu dijelaskan.” Nada suaranya tenang, tetapi tegas. “Karena Ryujin sudah meminta bantuanku, aku pasti akan meminjamkan Kunci Resonansi Dunia kepadamu. Ini bukan karena dirimu, melainkan karena aku sedang membalas hutang budi kepada Ryujin.”Setelah mengatakan itu, Garrick melemparkan Kunci Resonansi Dunia ke arah Nathan.Nathan menangkap artefak tersebut dengan satu tangan. Makna ucapan Garrick sangat jelas. Jika bukan karena Ryujin, Nathan tidak akan pernah mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini.“Terima kasih, Tuan Garrick.” Nathan menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.Setelah mendapatkan Kunci Resonansi Dunia, dia bersiap pergi bersama Bonang.Namun ketika
Tak lama kemudian, keduanya tiba di gerbang Aula Seribu Relik.Berbeda dengan kunjungan sebelumnya, kali ini beberapa anggota aula sudah berdiri menunggu di luar seolah mengetahui kedatangan mereka sejak awal.Nathan melangkah maju. "Apakah Ketua Aula kalian sudah keluar dari pengasingan?"Tatapannya tertuju langsung kepada pria yang memimpin penyambutan itu.“Ketua aula kami sudah keluar dari pengasingan. Beliau bahkan memerintahkan kami untuk menunggu dan menyambut kedatangan kalian di gerbang.”Anggota Aula Seribu Relik itu berbicara dengan sikap hormat sebelum mengantar Nathan dan Bonang memasuki area utama.Tak lama kemudian, keduanya tiba di sebuah aula megah yang jauh lebih luas dibandingkan tempat yang pernah didatangi Nathan sebelumnya saat bertemu Magnus. Berbagai artefak memenuhi ruangan itu, tersusun rapi di rak-rak kayu kuno. Sekilas saja sudah terlihat bahwa kualitas benda-benda tersebut berada jauh di atas artefak yang pernah mereka lihat sebelumnya.“Kalian akhirnya da
Nathan benar-benar tenggelam dalam ketenangan itu. Ia bahkan tidak menyadari bahwa dua sosok wanita sedang berjalan menuju area pemandian."Nona, akhir-akhir ini Anda terlalu sering datang ke sini." Sierra menghela napas sambil berjalan di samping Liana. "Jangan bilang Anda masih berharap Nathan pernah muncul di tempat ini."Liana tidak menjawab.Sierra melanjutkan dengan nada pasrah. "Itu mustahil. Sekalipun dia bisa memasuki Sektor Bayangan, tidak mungkin dia menemukan lokasi pemandian ini.""Tuan Besar juga sudah mengingatkan bahwa Konferensi Sektor Bayangan akan segera dimulai. Beliau ingin membawa Anda menghadirinya sekaligus meminta Anda lebih fokus berkultivasi."Liana langsung memutar bola matanya. "Kak Sierra, kenapa akhir-akhir ini kamu bicara seperti ibuku? Aku cuma ingin berendam air panas.""Huh, kamu terlalu banyak berpikir."Sierra hanya bisa menggelengkan kepala sebelum keduanya terus berjalan ke arah sumber mata air.Di saat yang sama, Nathan masih menikmati ketenanga
Bersamaan dengan kehancuran itu, energi spiritual yang menyelimuti Benua Monarch perlahan memudar.Dalam beberapa hari, udara yang dulu penuh kekuatan berubah hambar dan kering.Hanya para kultivator sejati yang menyadari pergeseran ini. Manusia biasa yang selama ini menjadi bahan bakar kebangkitan
BAAANG!Ledakan terakhir memekakkan langit. Bola cahaya hitam yang mengerikan itu bergetar hebat, lalu meledak dalam ribuan pecahan cahaya. Pecahannya berjatuhan seperti hujan bintang di atas Benua Monarch, lalu memudar jadi debu.Raja Goblin menatap langit dengan wajah yang perlahan berubah menjad
“Bau apa? Aku tidak mencium apa-apa.” Varham bahkan pura-pura mengendus.“Berhenti berpura-pura.” Tatapan Katty menusuk. “Apakah ada wanita yang masuk ke aula ini?”“Oh, itu… Hima tadi datang. Aku hanya memberi beberapa perintah,” jelas Varham cepat.Katty mengerutkan kening. “Tapi baunya bukan bau
“Pelayan,” katanya serak, “Bawa satu botol lagi, anggur terbaik kalian.”Aroma alkohol menyelimuti udara bar Kafe Hilson. Beberapa tamu melirik dengan risih, tapi tak ada yang berani bicara. Semua orang tahu siapa pria itu dan betapa tipis jarak antara mabuk dan murka dari seorang Ketua Martial Shr







