Share

Bab 2

Author: Fani
Aku menghela napas. Saat menatap kakak, muncul rasa getir karena kami sama-sama mengalami nasib yang menyedihkan.

Wajah ibu mertua semakin buruk, dia memaksakan seulas senyum.

“Ini ... ini sudah sangat malam, dari mana kita mendapatkan kayu bakar? Bagaimana kalau besok saja ....”

Aku sudah menduga dia akan berkata seperti itu, lalu tersenyum.

“Bu, bukankah di dalam tumpukan jerami halaman belakang sudah ada banyak kayu kering? Tidak perlu repot-repot mencari lagi. Tumpukan sebesar itu cukup untuk membuat api unggun sampai lewat tengah malam.”

“Tidak boleh!”

Ibu mertua langsung membantah.

“Tumpukan jerami itu tidak boleh disentuh! Itu ... kayu-kayu di sana sengaja kusimpan untuk dibakar saat musim semi nanti. Lagipula jumlahnya sangat banyak, bagaimana kalau apinya membesar dan tidak terkendali lalu membakar rumah?”

[Nenek tua itu panik! Dia takut jika pesta api unggun diadakan di halaman belakang, pasangan pria dan wanita itu benar-benar terbakar dan ketahuan ….]

[Istri sahnya benar-benar serius? Di dalam tumpukan jerami itu ada orang yang bersembunyi, lho!]

[Hahaha, sekarang jadi seru. Langsung saja bakar pasangan yang sedang bermesraan itu!]

Aku sengaja mengernyitkan dahi seolah tidak mengerti.

“Bu, musim semi masih lama. Rumah baru kita sudah tersambung gas, bukan? Kita juga sudah tidak perlu menggunakan kayu bakar. Sudah tidak ada gunanya jika disimpan.”

“Lagipula, banyak orang yang melihat. Jika sampai terjadi sesuatu, kita bisa langsung menanganinya.”

Ucapanku membuatnya terdiam. Dia melotot tajam kepadaku, tetapi tidak menemukan alasan untuk membantah.

“Tetapi ....”

Ibu mertua masih hendak mengatakan sesuatu, tetapi aku tidak memberinya kesempatan.

“Karena Kakak juga sudah setuju, mari kita mulai persiapannya!”

Aku tersenyum dan berkata kepada beberapa sepupu laki-laki yang masih muda di sampingku.

“Kalian yang berbadan kuat. Pergi bersihkan barang-barang yang berserakan di sekitar tumpukan jerami, lalu gali parit mengelilingi bagian luar tumpukan. Gali agak dalam dan lebar.”

Salah seorang sepupu bertanya dengan penasaran, “Untuk apa menggali parit?”

Aku tersenyum misterius, “Nanti juga kalian akan tahu.”

[Apa yang sebenarnya ingin dilakukan istri sahnya? Aku sama sekali tidak mengerti ….]

[Sekarang 2 orang di dalam sana sudah mendengar keributan dan sedang mencari cara untuk kabur. Dia malah belum menyalakan api dan menyuruh orang menggali parit?]

Aku tidak memedulikan komentar-komentar itu dan mulai mengarahkan semua orang untuk bergerak.

Saat mendekat, terlihat jelas beberapa helai pakaian berserakan di tepi tumpukan jerami.

Salah satunya adalah jaket bulu angsa berwarna merah yang sangat mencolok.

“Pakaian siapa ini?”

Sepupuku memungutnya, “Masih bagus.”

Ibu mertuaku langsung berlari menghampiri dan merebutnya.

“Punyaku! Tadi sore aku menjemur pakaian, lalu ini tertiup angin hingga ke sini!”

Kakak sulung melihatnya dan sedikit mengernyitkan dahi.

“Bu, pakaian ini sepertinya...”

“Kamu salah lihat!”

Ibu mertua buru-buru memotong ucapannya, lalu mengumpulkan semua pakaian itu secara asal dan menyembunyikan di belakang tubuhnya.

“Ini baru kubeli beberapa hari lalu di kota, rencananya akan kupakai di Tahun Baru. Labelnya saja belum dilepas!”

Setelah berkata begitu, dia buru-buru masuk ke dalam rumah.

Anak-anak sudah berlarian dan bermain-main di sekitar tumpukan jerami.

“Di sini ada lubang? Eh, sepertinya ada sesuatu yang bergerak di dalamnya!”

Keponakanku yang masih kecil dengan penasaran membungkuk dan hendak merangkak masuk.

Ibu mertua yang baru saja buru-buru kembali, melihat pemandangan itu dan wajahnya memucat seketika.

Sebelum sempat bersuara, aku sudah meraih kerah belakang baju keponakanku.

“Jose, jangan sembarangan masuk.”

Aku berjongkok. Dari sudut mataku, kebetulan terlihat sedikit bagian kaki yang putih dan mulus sebelum segera ditarik kembali.

“Di tumpukan rumput liar seperti ini, saat musim dingin mungkin saja ada ular atau serangga yang bersembunyi. Kalau sampai digigit, bisa berbahaya.”

“Sana bantu ayahmu membawa kayu bakar.”

Mendengar itu, keponakanku mengecilkan lehernya dan mengangguk lalu pergi dengan patuh.

Aku berdiri dan menepuk-nepuk serpihan rumput yang menempel di tanganku tanpa ekspresi.

Ibu mertua jelas terlihat lega, sementara komentar-komentar itu kembali memenuhi pandanganku.

Namun, aku hanya mencibir dalam hati.

Pertunjukan yang sebenarnya baru saja dimulai.

Peter sudah mengkhianatiku dan tidak tahu berterima kasih. Mana mungkin aku membiarkan mereka ketahuan begitu saja?

Biarkan mereka gelisah dalam kegelapan sedikit lebih lama ….

Ibu mertua berjalan menghampiriku dan menarik lenganku. Suaranya bahkan sedikit bergetar, “Sella, sebaiknya batalkan saja pesta api unggunnya. Benar-benar tidak aman! Jika nanti anginnya bertiup kencang, apinya bisa merambat keluar. Kalau sampai begitu, kita akan repot!”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 10

    Dessy terus dirawat di ICU karena mengalami luka bakar parah di sebagian besar tubuhnya, ditambah infeksi pada luka yang semakin memburuk.Dokter mengatakan kondisinya kurang baik. Banyak bagian kulit di seluruh tubuhnya mengalami mati jaringan, bahkan sudah berkembang menjadi sepsis.Namun, takdir tetap tidak berpihak kepada Dessy.Setengah bulan kemudian, dia akhirnya tidak mampu bertahan. Dia meninggal akibat infeksi berat dan kegagalan multiorgan.Setelah keluarga Dessy menerima kabar tersebut, mereka segera datang dari luar kota.Mereka membuat keributan besar di rumah Keluarga Jayde, merusak banyak barang, bahkan menuntut Peter membayar kompensasi sebesar 1 miliar.Awalnya Peter menolak. Namun, keluarga Dessy juga bukan orang yang mudah ditindas.Setiap hari mereka mencari orang untuk membuat keributan di rumah Keluarga Jayde, mendatangi tempat kerja Peter untuk membuat keributan, bahkan berpura-pura menjadi hantu pada malam hari untuk menakut-nakuti mereka.Beberapa kali Grace h

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 9

    Sebelumnya, saat sedang membereskan barang-barang di rumah, aku tidak sengaja mendengar Randy sedang menelepon.Dalam percakapan itu, dia menyebut jalur transportasi miliknya, beberapa nama pelabuhan, dan juga sebuah pesanan dalam jumlah besar.Saat itulah aku tahu bahwa Randy ternyata sudah bukan sekadar awak kapal biasa.Selama bertahun-tahun bekerja keras di luar, hingga akhirnya dia memiliki perusahaan transportasi sendiri. Kekayaannya mungkin sudah tidak terhitung lagi.Peter dan Grace benar-benar berpikiran sempit. Mereka justru menjauhkan satu-satunya orang yang mungkin bisa membantu mereka.Setelah sepupuku pergi, aku mengeluarkan surat perjanjian perceraian yang sudah kusiapkan dari dalam tas.“Peter, ayo kita bercerai.”Grace langsung merebut surat perceraian itu, merobeknya lalu melemparkannya ke lantai.“Sella, jangan harap! Kamu melihat kami mendapatkan keuntungan, lalu sekarang ingin bercerai supaya bisa membagi harta? Jangan bermimpi!”“Kuberi tahu, setelah masuk ke kelu

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 8

    “Kamu sepanjang tahun berada di luar, dan tidak bisa merawatnya dengan baik. Apa salahnya kalau adikmu yang merawatnya?”Dia berbalik menatapku. Tatapannya segera menajam, dia memaki sambil menunjuk ke arahku.“Sella, kamu juga bukan perempuan baik-baik! Jika bukan karena selama 2 tahun ini kamu tidak kunjung hamil, memangnya anakku perlu sampai tidur dengan kakak iparnya?”“Semua yang dia lakukan sekarang adalah demi meneruskan keturunan Keluarga Jayde. Kalian bukannya mendukung, malah menyalahkannya ....”“Cukup!” Randy tiba-tiba meninggikan suara hingga ibu mertua tersentak.Saat itu, sudah cukup banyak tetangga yang menonton. Mereka menunjuk-nunjuk dan berbisik satu sama lain.“Peter benar-benar keterlaluan. Menggoda istri kakaknya sendiri, bahkan sampai memukul istri sahnya.”“Apa Grace sudah lupa kalau dulu kakak dan kakak iparnya meninggal demi menyelamatkan dirinya? Setelah terjadi hal seperti ini, dia masih saja melindungi putranya?”“Selama ini dia selalu berpura-pura sangat

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 7

    Wajah Peter perlahan berubah semakin buruk.“Jangan asal bicara!”Dia lebih rela percaya bahwa Dessy berkorban demi dirinya daripada menerima kemungkinan yang lain.“Sella! Sampai sekarang pun kamu masih menjelek-jelekkannya. Dia sudah hampir tidak tertolong, dan kamulah dalang dari semua ini!”“Kuberi tahu, dokter bilang biaya pengobatan Dessy ke depannya bisa mencapai miliaran lebih, dia juga harus menjalani operasi cangkok kulit berkali-kali. Semua biaya itu harus ditanggung dirimu. Kamu juga harus datang ke rumah sakit untuk merawatnya. Itu semua utangmu kepadanya!”Aku tertawa karena terlalu kesal.Bukan hanya ingin membayar biaya pengobatan Dessy, mereka bahkan ingin aku membiayai operasi cangkok kulitnya. Rupanya mereka memang ingin menjadikanku orang yang menanggung semua kerugian.“Memangnya aku yang memaksa kalian berselingkuh di dalam tumpukan jerami?”“Jangan bahas itu. Sekarang yang sedang kubicarakan adalah ….”Aku langsung memotong ucapannya tanpa gentar, suaraku pun men

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 6

    Malam itu juga, Dessy langsung dilarikan ke ICU rumah sakit kota. Kondisinya kritis.Sebagian besar tubuhnya mengalami luka bakar parah, terutama di bagian wajah dan punggung. Risiko infeksi serius pun sangat tinggi.Luka Peter jauh lebih ringan. Hanya rambutnya yang terbakar, serta beberapa luka bakar tingkat 2 di lengan dan dada. Setelah mendapat penanganan, dia dirawat di ruang rawat biasa.Keesokan harinya, topik “Perselingkuhan di Tumpukan Jerami Berujung Terbakar” langsung viral di internet.[Gila, ternyata musuh terbesar justru saudara sendiri!][Ibu mertuanya bodoh atau bagaimana? Memadamkan api dengan air gula?][Cuma aku yang merasa sepupunya sangat menyedihkan? Sudah bersusah payah mencari uang untuk membangun rumah, tetapi istri dan adiknya malah ....][2 orang tidak tahu malu itu, di malam Tahun Baru malah mencari sensasi di depan banyak orang. Bakar saja sekalian!][Luka bakar itu sulit ditangani, apalagi perempuan itu. Hidupnya benar-benar hancur ….]Opini publik hampir

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 5

    Sesaat kemudian, jeritan Dessy menggema di seluruh langit malam.Rambut Dessy sudah lama terkena bara api hingga terdengar suara mendesis. Api menjalar mengikuti helaian rambut dan segera mencapai puncak kepalanya.Begitu air jahenya disiramkan, Dessy langsung mendorong Peter sekuat tenaga.“Minggir! Selamatkan dulu ….”Bukannya padam, api justru langsung menyambar hebat setelah terkena air itu. Sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, Dessy sudah menjerit histeris.“Ah! Wajahku! Sakit! Sakit sekali!”Kedua tangannya menutupi pipi, sementara tubuhnya berguling-guling dan meronta di tanah.Kulitnya terbakar oleh air dan api secara bersamaan, kulitnya pun segera mulai melepuh. Ketika pecah, daging merah di bawahnya pun terlihat.Peter terdorong hingga terhuyung mundur. Cukup banyak air jahe yang mengenai lengan dan pahanya.Dia menjerit kesakitan sambil menepuk-nepuk tubuhnya dengan panik.Aku berdiri di tempat, jari-jariku sedikit mengepal.Sejujurnya, aku tidak menyangka Dessy akan men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status