Short
Sebelum Nikah, Aku Dapat Foto Nikah Tunanganku dan Temannya

Sebelum Nikah, Aku Dapat Foto Nikah Tunanganku dan Temannya

โดย:  Faisalจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10บท
2.9Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Pada malam sebelum pernikahan kami, sahabat perempuan tunanganku, Reyna Triadi, mengirimkan serangkaian foto padaku. Dalam foto itu, dia mengenakan gaun pengantin yang kusiapkan untuk hari pernikahanku dan bersandar manis dalam pelukan Marvin Luthara, tunanganku. Keterangan fotonya benar-benar memancing emosi. [Pinjam calon suami dan gaun pengantinmu sebentar. Lagi pula, kata Marvin aku yang lebih cocok memakai gaun ini.] Tak lama kemudian, feed Instagram dipenuhi foto prewedding mereka berdua. Di dalam foto-foto itu, mereka berpose seolah-olah sedang berciuman. Keterangan fotonya tertulis: [Lebih dari sahabat, tapi belum jadi kekasih. Seandainya kami bertemu sepuluh tahun lebih awal, mungkin nggak akan ada kesempatan bagi orang lain.] Aku menunjukkan foto-foto itu dan menuntut penjelasan dari Marvin. Namun, dia hanya bermain gim dengan santai. Setelah melempar ponselnya ke samping, dia berkata dengan wajah gusar, "Sudah kubilang itu cuma foto iseng untuk mengenang masa muda kami. Bisa nggak kamu berhenti buat keributan? Dia baru saja didiagnosis depresi. Memangnya kenapa kalau aku menghiburnya?" Melihat betapa yakinnya dia bahwa dirinya tidak bersalah, aku tertawa. "Oke, kalau memang cinta kalian sekuat itu, aku nggak akan jadi orang jahat yang menghalangi kalian." Malam itu juga aku menyusun perjanjian penarikan investasi dan membatalkan tim medis terbaik dari luar negeri yang sedang kuusahakan untuk pengobatan ibunya. "Pernikahan kita batal. Jangan harap aku bakal terus nombokin perusahaanmu yang hampir bangkrut itu. Dan jangan harap aku bakal nolong ibumu juga." "Masa muda kamu memang mahal. Semoga kamu mampu membayar harganya."

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Jari-jariku yang menggenggam ponsel sedikit memucat. Sebelum sempat membalas, aku melihat kolom komentar yang sudah dipenuhi ocehan teman-teman masa kecil mereka.

[Tetap saja Reyna dan Kak Marvin yang paling serasi!]

[Ini baru namanya persahabatan sejati. Iri sampai nangis.]

[Tunangannya pasti tidak keberatan, 'kan? Semua orang tahu Kak Marvin paling setia kawan.]

Aku meraih kunci mobil dan langsung melaju menuju apartemen Marvin.

Sepanjang perjalanan, berbagai kenangan selama tujuh tahun terakhir terus berkelebat di benakku.

Aku adalah putri tunggal pemilik Grup Janitra, sedangkan Marvin hanyalah pria miskin yang berulang kali gagal dalam usahanya.

Demi dia, aku rela berselisih dengan keluargaku, mengerahkan pengaruh Grup Janitra untuk membuka jalan baginya. Bahkan ketika ibunya sakit parah, aku memakai koneksi pribadiku untuk mendatangkan tim ahli medis dari luar negeri.

Kukira aku sedang merawat cinta, ternyata aku hanya sedang memelihara seekor pengkhianat yang tidak tahu balas budi.

Saat aku mendorong pintu apartemen dan masuk, Marvin sedang duduk di atas karpet bermain gim sambil bertelanjang dada. Mendengar suara pintu terbuka, dia bahkan tidak menoleh.

Sementara itu, Reyna yang melihatku masuk bukannya panik, dia malah tersenyum menantang.

"Kak Livia? Sudah larut malam gini, ada perlu apa datang kemari?"

Melihat raut wajahku yang tidak baik, Marvin langsung mengernyit. "Besok sudah hari nikahan kita. Bukannya istirahat di rumah, malah datang ke sini buat ngawasin aku?"

Aku menatapnya dingin, lalu mengangkat ponselku. Di layar terpampang foto pranikah mereka yang penuh kemesraan.

"Marvin, kamu nggak ada niat kasih penjelasan?"

Marvin melirik sekilas, lalu dengan acuh tak acuh melempar ponselnya ke sofa. Wajahnya sangat tidak sabar.

"Kamu mau bahas ini terus sampai kapan? Sudah aku bilang itu cuma foto iseng buat mengenang masa muda kami. Besok aku tetap nikah sama kamu. Kenapa kamu harus mempermasalahkan orang yang lagi sakit?"

"Orang sakit?"

Aku begitu marah hingga malah tertawa. Sambil menunjuk Reyna yang wajahnya merona sehat dan menatapku dengan menantang. Aku pun bertanya, "Dia terlihat seperti orang sakit dari sebelah mana?"

"Reyna baru saja didiagnosis mengalami depresi berat!"

Marvin tiba-tiba berdiri dan melindungi Reyna di belakangnya. Dengan nada penuh keyakinan, dia membentakku, "Dokter bilang emosinya lagi rapuh! Dia butuh ditemani dan keinginannya harus dituruti!"

"Dia cuma ingin pakai gaun pengantin sekali saja dan merasakan kebahagiaannya. Takut nanti nggak akan punya kesempatan lagi. Aku cuma nurutin keinginan dia. Memangnya kenapa?"

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
10
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status