Short
Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan

Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan

Por:  EchoCompleto
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
12Capítulos
0visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Selama tiga tahun, aku menggunakan koneksi keluargaku untuk menghasilkan ratusan miliar pendapatan bagi perusahaan. Namun di rapat kuartalan, seorang magang baru berdiri di depan semua orang, menampilkan laporan kehadiran dan pengeluaranku, lalu menuduhku "absen tanpa alasan" dan "menghamburkan dana perusahaan". "Klub-klub mewah ini, restoran-restoran ini ...," katanya dengan suara penuh pembenaran diri. "Setiap kali dia menghabiskan ratusan juta! Ini semua pengeluaran yang sama sekali nggak perlu." "Aku sangat menyarankan Pak Presdir untuk segera memecatnya dan menyelamatkan arus kas perusahaan." Aku melirik Kevin, sang presdir. Teman sekelasku dulu. Dia tahu persis berapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari setiap pertemuan itu. Dia juga tahu bahwa saat aku tidak berada di kantor, berarti aku sedang berada di bar, untuk bernegosiasi dengan investor, kadang minum sampai perutku terasa mual. Namun, dia hanya menatapku dengan dingin. "Karina, apa penjelasanmu tentang absensi dan pengeluaran yang disampaikan Lia?" Aku tersenyum. "Aku nggak punya apa pun untuk dijelaskan." Mereka semua akan segera tahu konsekuensi dari aksi kecil ini.

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

"Aku usulkan kita pecat Karina sekarang juga," kata Lia yang mengejutkan rapat dewan kuartalan.

Aku menatap asisten junior yang baru lulus kuliah tiga bulan itu. Dia berdiri di depan ruang konferensi sambil menggenggam remote dengan kemenangan kejam di wajah mudanya.

Dua lusin orang langsung menoleh ke arahku.

"Lia, apa yang kamu bicarakan?" tanyaku sambil meletakkan cangkir kopi dan mengernyitkan alis. Permainan apa yang sedang dimainkan gadis ini?

Lia menekan remotenya, lalu layar besar menyala dan menampilkan catatan absensi serta laporan pengeluaranku agar semua orang bisa melihatnya. Dia berkata dengan suara yang bergetar karena merasa sangat gembira sekaligus gugup, "Hadirin sekalian, silakan lihat bukti kuat ini. Selama tiga bulan ini, Karina masuk kantor nggak lebih dari dua puluh jam setiap minggunya."

Dia kembali menekan remotenya, lalu foto-fotoku di berbagai tempat mewah pun muncul. Seperti di sebuah spa, lapangan golf, dan restoran Michelin bintang tiga.

"Dan ini adalah catatan bagaimana dia menghambur-hamburkan dana perusahaan. Makan malam seharga 120 juta di Lembur Karing, spa seharga lima puluh dua juta lima ratus ribu di Mandarin Oriental Spa, dan klub golf ini di mana setiap kunjungannya menghabiskan biaya lebih dari enam digit," kata Lia sambil melempar setumpuk dokumen ke atas meja.

Suasana di ruangan itu sunyi senyap.

Ini benar-benar menggelikan. Lia sama sekali tidak tahu aku sebenarnya menghabiskan absensi itu untuk menarik investor miliarder bagi perusahaan kecil ini dengan memanfaatkan koneksi keluargaku selama tiga generasi. Di balik tagihan-tagihan yang sangat mahal itu, ada kesepakatan investasi dan perjanjian kerja sama bernilai ratusan miliar dan semua orang di ruangan ini mengetahuinya.

Lia menunjukkan halaman terakhir dari PowerPoint itu. "Totalnya dua miliar dua ratus lima puluh juta dalam penggantian biaya yang nggak semestinya. Aku sangat mendesak Pak Kevin untuk segera memecatnya demi selamatkan arus kas perusahaan. Dengan ini, kita baru bisa tunjukkan perusahaan kita benar-benar tegas dalam mematuhi aturan. Nggak akan ada lagi yang berani melanggarnya."

Aku mengamati wajah-wajah di sekitar meja itu. Para eksekutif yang dulu sudah sering aku bantu kini hanya sibuk menundukkan kepala dan menatap kuku mereka sendiri. David, Direktur Keuangan yang secara pribadi pernah melihatku menggunakan keanggotaan restoran Michelin milikku, kini pura-pura sedang merapikan setumpuk laporan keuangan.

Mark, Direktur Pemasaran yang bulan lalu meminjam satu miliar lima ratus juta dariku untuk keadaan darurat keluarganya, kini hanya menatap meja dalam diam. Bahkan Sarah yang kuangkat dari manajer junior menjadi Direktur Pemasaran, kini juga menatapku dengan tatapan mengancam.

Pandanganku akhirnya berhenti pada Kevin, teman seangkatanku dari Universitas Halanda sekaligus Direktur Utama perusahaan ini. Tiga tahun yang lalu, dia datang padaku hanya dengan PowerPoint setengah selesai dan mimpi untuk mengubah dunia dengan teknologi.

Aku bukan hanya memberi Kevin modal awal, aku juga menggunakan berbagai keanggotaan pribadiku untuk mendapatkan diskon bagi semua acara jamuan dan pendekatan bisnis perusahaan. Dia tahu kebenarannya, nilai di balik setiap absensiku, dan apa yang telah dibeli oleh semua tagihan itu untuk kami.

Semua tagihan itu telah memberi kami tiga putaran pendanaan Seri A dengan total 675 miliar dan pendanaan Seri B mendatang sebesar satu triliun dua ratus miliar.

Kevin perlahan-lahan mengangkat kepala. Tatapannya terlihat sama sekali tidak merasa bersalah, malahan menilai dengan dingin dan merendahkan. Dia berkata dengan nada yang sangat formal, "Karina, apa yang ingin kamu katakan soal absensi dan pengeluaran yang dipresentasikan Lia?"
Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
12 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status