Share

Sedang Mencari Istri

Author: minaya
last update Last Updated: 2025-07-25 09:58:57

“THAN!”

Lamunan Thana langsung buyar ketika salah satu wanita anggun menghampirinya sambil berlari.

“Amara!” ujar Thana langsung berdiri dan memeluk wanita itu.

“Than…Sini, ikut aku ke kantin,” ajak Amara langsung menyeret Thana untuk berjalan mengikutinya.

“Ehhh…ngapain Mar?” tanyanya, kebingungan.

Amara sontak menghadiahinya dengan tatapan tajam. “Shtt…nanti aku jelasin disana,” ujarnya, membuat Thana semakin curiga.

Keduanya berjalan bersama melewati banyak sekali pegawai perusahaan dan hampir semua dari mereka menatap Thana dengan mata memincing. Tatapan kagum, heran, dan marah semuanya bercampur menjadi satu hingga membuat Thana merasa tidak nyaman.

“Nih, aku pesenin matcha kesukanaan kamu,” ucap Amara sambil menaruh gelas minuman matcha itu tepat didepan sahabatnya itu.

Thana hanya tersenyum karena dia sudah merasa ada yang aneh. Bagaimana tidak? bahkan seisi kantin juga seakan menguliti Thana hidup-hidup dengan tatapan tajamnya itu. “Mar….ini orang pada kenapa ya?”

Amara menghela napasnya kasar lalu menyodorkan ponselnya kearah Thana. “Lihat, kamu sama Pak Sergio udah viral di base kantor kita.”

Thana terdiam, lalu mengambil ponsel Amara dengan cepat. Lalu dia membelalakkan matanya tak percaya ketika melihat foto-fotonya ketika berjalan berdua dengan Sergio, bahkan ada juga foto dan video saat dia didalam ruangan dan Sergio berada sangat dekat dengannya.

“M-mar….K-kenapa ini? Kok bisa mereka ngerekam bos mereka sendiri tanpa izin?” heran Thana, dia barusaja masuk kesini dan tidak tahu apa-apa.

Amara, sahabatnya adalah Kepala HRD disini, jadi dia yang memberitahu Thana kalau ada jabatan penting yang sesuai dengan Thana kosong disini oleh karena itulah Thana berpikir dia tidak boleh kehilangan peluang kali ini setelah didepak paksa dari Perusahaan milik Bu Wati.

“Than, aku harusnya nanya. Kamu ada masalah apa sama CEO baru itu?” tanya Amara.

“J-Jadi dia CEO baru?” heran Thana dan Amara langsung mengangguk mengiyakan.

“Kamu wanita pertama yang pernah diajak masuk oleh Pak Sergio.” Thana terdiam saat mendengar itu. “Sejak mulai bekerja 3 hari yang lalu, seluruh perusahaan mengalami perubahan besar-besaran, pegawai banyak yang dipecat bahkan yang sudah berjabatan tinggi dan lama mengabdi. Dia terkenal killer, tidak seperti Pak Abraham, kakeknya,” lanjutnya.

“Dan selama ini, tidak ada yang bisa masuk ke ruangannya. Semuanya harus lewat sekretarisnya yang ada didepan.”

“Memangnya kenapa Mar kalau masuk?” tanya Thana.

“Karena malas meladeni para pegawai wanita yang menunjukkan dengan jelas kalau dia menyukai Pak Sergio,” jawab Amara. “Nih buktinya kamu liat langsung. Sejak dulu nama Pak Sergio sudah menggema di seluruh perushaaan ini dan foto-foto tampannya saat berada diluar negeri bocor sejak saat itulah banyak yang menunggu Pak Sergio.”

Thana memegang dahinya yang terasa pusing itu. Hari pertama dan dia sudah menjadi skandal di perusahaan barunya. Ah, hari pertama yang sangat memukau.

“Tapi kamu jangan takut, ada aku disini Than. Aku yakin pasti Pak Sergio menginterogasi kamu kan? Gara-gara kamu mantan manager design di Perusahaan Neondra?”

Thana mengangguk, sejak awal memang itulah kekhawatiran keduanya dan benar saja itu terjadi. “Lalu? Apa yang Pak Sergio katakan? Dia menerimamu?”

Entahlah bagaimana bisa menjelaskannya. “Aku belum diwawancara samasekali Mar. Dia langsung ngajak ke ruangannya dan menyodorkan data pribadiku lalu cuirga aku adalah mata-mata karena tiba-tiba melamar kesini. Aku paham dia patut curiga sebagai CEO jadi tidak masalah bagiku,” jelas Thana.

Amara menganguk lega. “Bagus deh kalau gitu kamu bisa mulai bekerja dari sekarang nanti aku bantu urus administrasinya. Sudah kubilang dia punya alasan besar untuk menolakmu tetapi dia tidak akan bisa menampik kemampuanmu Than, Manager Design disini sudah kosong selama 3 hari dipecat secara tidak hormat oleh Pak Sergio sendiri.”

Ya, Thana sudah mengetahui semua seluk beluk perusahaan Andreson tetapi malah hal terpenting yang dia lewatkan. Siapa yang akan mengira CEO baru itu ternyata adalah ayah dari putra kembarnya?

Ah, memikirkannya membuat Thana semakin pening.

Makanan mereka datang dan keduanya melanjutkan perbincangan sambil menyantap makanannya. “Kenapa Pak Sergio gak tegas aja Mar sama pegawai-pegawai yang genit itu?” tanya Thana.

Amara terkekeh saat mendengarnya. “Pak Sergio kayaknya bakal seneng kalau dia bisa.”

“Ck, kamu gak tau gosip ya? Pantes sih kamu anak baru, sini deketin aku kasih tau alasan kenapa orang-orang pada suka tebar-tebar pesona di depan Pak Sergio,” ucap Amara sambil menarik Thana mendekat.

“Ada apa memangnya?”

“Pak Sergio itu harus segera punya anak maksimal 1 tahun lagi.”

Thana membeku. “M-Maksudnya?”

Amara melanjutkan lagi dengan nada pelan. “Itu urusan di keluarga besar Andreson tetapi orang yang bisa mewarisi jabatan di perusahaan atau jadi CEO hanya orang yang bisa memberikan cucu atau pewaris sementara Pak Sergio bahkan belum punya pacar atau menikah jadi kemungkinan besar sekarang waktunya dia untuk mencari pasangan.”

“J-jadi maksud kamu dia harus menikah di tahun ini juga dan punya anak?” tanya Thana dengan keterkejutan penuh.

Amara mengangguk pasti. “Itu syarat dari tetua Keluarga Andreson karena pengalaman buruk kakaknya Pak Sergio memutuskan tidak menikah jadi Pak Sergio yang ditekan sekarang,” balas Amara.

“Ah…entah siapa wanita beruntung itu bisa menikah dengan Pak Sergio,” ucap Amara lagi di sampingnya.

“Dia pasti sudah punya pasangan, Mar, udah jangan bahas-bahas itu lagi, ayo makan aja.”

“Ck, Pak Sergio itu terkenal anti wanita Than, cuma kamu yang pernah masuk kesana jadi pantes semua iri sama kamu. Dulu saat pelantikannya dia kelihatan tertekan banget dimintai foto sama tanda tangan, kalau bukan kakeknya yang ada disana meminta untuk mengiyakan beliau pasti ogah banget.”

Anti wanita apanya, bahkan 7 tahun lalu dia menyewa seorang wanita dengan santainya bukan?

“Gak mungkin! Perasaanmu aja itu, orang dia penyuka wanita,” sinis Thana tanpa sadar.

“Maksud kamu? Emang kamu kenal Pak Sergio?”

Thana menelan ludahnya sudah payah. Dia keceplosan, tidak mungkin dia mengatakan sejujurnya kejadian 7 tahun lalu itu.

Tapi Thana yakin Sergio bukan anti wanita bukankah dia suka jajan wanita? Ini pasti berita bohong.

“Than, kenapa kamu gak coba deketin Pak Sergio?”

Deg!

“Jangan gila kamu, Amara!”

“Ish kenapa sih? Gak ada salahnya loh. Apalagi Pak Sergio udah ngasi lampu hijau tadi.” Amara tampak semakin bersemangat sembari memutar kursinya lebih dekat ke arah Thana. “Elio sama Enzo perlu sosok ayah, Than dihidupnya. Kamu bisa aja hidup mandiri tetapi mereka? Kamu gak pernah bayangin gimana perasaan mereka melihat teman-temannya bersama ayahnya tetapi Elio sama Enzo gak bisa?”

Thana seketika termenung. Benar juga perkataan Amara. Selama ini apakah Thana sudah egois dengan putra kembarnya? Thana selalu berpikir dia bisa memperjuangkan segalanya untuk mereka berdua.

“Coba deh kamu pikir pelan-pelan, Than. Aku sebagai sahabat kamu memberikan nasehat yang masuk akal. Menurutku karena Elio dan Enzo sudah pintar dan besar sekarang jadi dia sudah paham kalau mama dan papanya sudah berpisah tetapi dulu kamu lupa bagaimana Elio sampai mengamuk menanyakan siapa papanya?”

Thana menelan ludahnya susah payah, sementara itu Amara mengelus pundak Thana pelan. “Aku bakal pikirin itu, Mar makasi ya, tapi gak harus Pak Sergio juga kita berdua gak setara,” ujar Thana dengan wajah miris.

Andaikan saja Amara tau kalau sebenarnya ayah dari kedua putra kembarnya adalah Sergio Andreson.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembar Rahasia: Bolehkah Kami Memanggilmu Daddy?   85. Pangeran Kecil

    Pintu besar dari Mansion Andreson itu terbuka sangat lebar ketika Thana dan kedua putranya datang. Semenjak kejadian tragis itu, ini baru pertamakalinya mereka bertemu secara langsung karena Elio dan Enzo butuh waktu lama untuk sembuh setelah kejadian itu.“Sayang kenapa diam saja ayo masuk,” ajak Thana ketika si kembar itu malah berhenti diambang pintu.Tetapi keduanya tidak menjawab terlihat terpana melihat pintu besar yang menjulang tinggi itu. Belum selesai keterkejutan keduanya melihat taman luas yang mereka lewati sebelum sampai di sebuah istana ini.Bahkan Elio dan Enzo sempat mengira mereka sedang melewati semacam taman kota yang luas tetapi ternyata seluruh taman yang panjang itu mengarah kearah mansion mewah ini yang memang lebih mirip seperti istana.“Elio…Enzo, ayo masuk sayang,” ajak Thana lagi memecah lamunan keduanya. Si kembar itu sontak saling tatap kemudian berbalik menatap kedua orang tuanya.“Mom, ini rumah siapa?” tanya Elio dengan polosnya. Enzo juga sama dengan

  • Kembar Rahasia: Bolehkah Kami Memanggilmu Daddy?   84. Memang Papa Kandung?

    Cup!Sergio mencium tangan Thana dengan sangat lembut saat keduanya menuju ke mansion utama Andreson.Untuk pertama kalinya, Sergio memakai supir pribadi. Dia duduk di kursi kemudi dengan Thana disampingnya lalu kedua putranya dibelakang dengan wajah yang sangat sumringah.Setelah semua huru hara kemarin, ini pertamakalinya Thana datang ke mansion Andreson sebagai ibu dari anak-anak Sergio. Walau belum sah menikah tetapi statusnya bahkan lebih dari itu mengingat pewaris adalah sesuatu yang sangat penting sejak dulu bagi Keluarga Andreson.Kini Thana sudah bisa memberikannya. Tidak peduli bagaimana kejadiannya tetapi hasil dari tes DNA memang benar, 100% darah daging Sergio.“Mom, kita mau ke rumah baru kita ya?” tanya Elio dengan wajah yang berbinar.Sergio menoleh lalu mengusap pelan kepala anak itu. “Kita mau ketemu kakek, nenek, sama kakek buyut kalian,” jawab Sergio.Wajah mereka benar-benar terlihat syok. Elio menghitung dengan jarinya. “Pertama ada papa, terus sekarang ada kakek

  • Kembar Rahasia: Bolehkah Kami Memanggilmu Daddy?   83. Klarifikasi

    “Selamat pagi semuanya. Saya Sergio Andreson.” Ratusan kamera dan dan kiblatan cahaya menerangi wajah Sergio dan juga Thana.Semua mata mengarah ke arah dua orang yang menjadi pusat perhatian itu. Setelah hampir 3 bulan bersembunyi dengan berbagai macam rumor tidak benar mengelilingi hubungan Thana dengan pewaris utama Keluarga Andreson itu akhirnya kini mereka buka suara.Di tengah aula yang luas itu pasangan paling fenomenal seantero negeri itu tengah melakukan konferensi pers untuk menklarifikasi semuanya sekaligus mengatakan yang sebenarntya.Para wartawan sudah siap untuk menanyakan semua pertanyaan yang paling ingin diketahyi jawabannya oleh masyarakat. Mengenai banyak sekali hal. Termasuk kenapa keduanya menghilang dari publik setelah mengumumkan hubungannya, siapa kedua anak kembar itu, semuanya berkaitan dengan Sergio dan Thana.Tetapi masalah Zea dan semua hal memalukan yang terjadi selama di mansion Andreson itu sudah ditutup rapat-rapat dan tidak ada satupun yang tersebar

  • Kembar Rahasia: Bolehkah Kami Memanggilmu Daddy?   82. Lembaran Baru

    1 bulan kemudian.Kamar itu masih menyimpan jejak pertarungan panjang Sergio dan Thana melawan kekacauan di luar sana—dindingnya tenang, lampu temaram, udara hangat, dan suara napas mereka yang masih belum stabil. Thana berdiri di dekat pintu ketika Sergio menutupnya pelan, tatapannya gelap namun penuh rasa tak terucapkan. Ada sesuatu yang berubah malam ini; bukan lagi dua orang yang saling melukai karena kesalahpahaman, tetapi dua jiwa yang akhirnya berhenti melawan.“Sergio…” suara Thana pecah sedikit, bukan karena lemah, tapi karena menahan sisa emosi yang belum sempat ia lepaskan.Sergio tak menjawab. Ia hanya melangkah ke arahnya dengan langkah perlahan namun pasti, seperti predator yang akhirnya menemukan rumahnya. Saat ia berhenti tepat di depan Thana, jarak mereka hanya sehelai napas.“Tidak ada yang akan menyentuhmu lagi,” bisiknya, suaranya rendah dan dalam, menggetarkan udara.Thana menatap matanya tanpa mundur sedikit pun. “Aku tidak butuh dilindungi. Aku hanya—”Belum se

  • Kembar Rahasia: Bolehkah Kami Memanggilmu Daddy?   81. Kenyataan Besar Terungkap

    Ruang utama keluarga Anderson malam itu dingin seperti balok es. Tidak ada satupun yang bernapas lega setelah skandal Zea terbongkar. Sergio berdiri tegak di depan semua anggota keluarga, rahangnya keras, matanya gelap seperti badai. Di sisi lain, Zea diseret keluar oleh dua bodyguard keluarga Anderson—namun sebelum pintu tertutup, dia sempat menoleh, senyumnya bukan senyum manusia normal.“Kau pikir kau menang, Sergio?” serunya. “Kau pikir menyelamatkan Thana membuatmu jadi pahlawan?”Layla, ibu Sergio, menegang. Abraham—kakek Sergio—mengetuk tongkatnya keras ke lantai. “Cukup. Ambil wanita itu.”Tapi Zea tidak berhenti. “Sergio,” katanya dengan tawa serak yang menusuk telinga, “kau tidak tahu ya? Calon istrimu itu juga menyembunyikan anak dari kita semua.”Semua orang di ruangan membeku.Brian, ayah Sergio, menatap Thana tajam. “Apa maksudnya?”Thana pucat seketika, tubuhnya menegang. “Z-Zea bicara apa? Itu—”Zea menyeringai puas melihat wajah Thana berubah drastis. “Kau sembunyikan

  • Kembar Rahasia: Bolehkah Kami Memanggilmu Daddy?   80. Kekacauan Besar

    Saat Sergio sampai di mansionnya ada mobil Zea terparkir disana membuat firasatnya semakin buruk.Keadaan cukup riuh ketika mereka berdua sampai. Ada Zea yang sudah menangis dan berdrama di ruangan tamu itu.Ada mama dan papa Zea dan juga seluruh keluarga inti Andreson yang berkumpul disana dengan wajah yang begitu panik.Sergio segera mendekat dan ingin tahu ada masalah apa sebenarnya disini hingga keadaan menjadi seheboh ini.“Gio akhirnya kau datang,” ujar Indah mama Zea terlihat tersenyum dengan licik saat melihat Sergiod datang bersaam dengan Thana pula.Semuanya benar-benar terlihat tegang membuat Sergio dan Thana juga sama. Namun Zea langsung menghampiri Segrio dan memeluk pria itu sambil menangis. “Gio kamu harus bertanggung jawab,” lirih wanita itu dan Sergio langsung menepis tubuhnya dengan kasar.“GIO!” bentak Abraham membuat semuanya benar-benar tertekan. “APA KAU TAHU APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN?” teriaknya dengan wajah memerahnya menahan amarah.Sergio menegpalkan tangann

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status