LOGIN"Om, apa kami boleh memanggilmu Daddy?" 7 tahun pasca kejadian paling pahit di hidupnya, Thana berusaha membuka lembaran baru. Dijebak oleh tunangannya sendiri untuk bermalam dengan pria asing kemudian diusir secara tidak hormat dari keluarga, kini Thana sendirilah yang harus bertanggung jawab dan menanggung benih yang hidup di rahimnya kala itu. Namun, saat perlahan Thana sudah sembuh dengan lukanya, ternyata CEO dari perusahaan tempatnya bekerja adalah pria malam itu, ayah dari dua putra kembarnya, Sergio Andreson.
View MorePintu besar dari Mansion Andreson itu terbuka sangat lebar ketika Thana dan kedua putranya datang. Semenjak kejadian tragis itu, ini baru pertamakalinya mereka bertemu secara langsung karena Elio dan Enzo butuh waktu lama untuk sembuh setelah kejadian itu.“Sayang kenapa diam saja ayo masuk,” ajak Thana ketika si kembar itu malah berhenti diambang pintu.Tetapi keduanya tidak menjawab terlihat terpana melihat pintu besar yang menjulang tinggi itu. Belum selesai keterkejutan keduanya melihat taman luas yang mereka lewati sebelum sampai di sebuah istana ini.Bahkan Elio dan Enzo sempat mengira mereka sedang melewati semacam taman kota yang luas tetapi ternyata seluruh taman yang panjang itu mengarah kearah mansion mewah ini yang memang lebih mirip seperti istana.“Elio…Enzo, ayo masuk sayang,” ajak Thana lagi memecah lamunan keduanya. Si kembar itu sontak saling tatap kemudian berbalik menatap kedua orang tuanya.“Mom, ini rumah siapa?” tanya Elio dengan polosnya. Enzo juga sama dengan
Cup!Sergio mencium tangan Thana dengan sangat lembut saat keduanya menuju ke mansion utama Andreson.Untuk pertama kalinya, Sergio memakai supir pribadi. Dia duduk di kursi kemudi dengan Thana disampingnya lalu kedua putranya dibelakang dengan wajah yang sangat sumringah.Setelah semua huru hara kemarin, ini pertamakalinya Thana datang ke mansion Andreson sebagai ibu dari anak-anak Sergio. Walau belum sah menikah tetapi statusnya bahkan lebih dari itu mengingat pewaris adalah sesuatu yang sangat penting sejak dulu bagi Keluarga Andreson.Kini Thana sudah bisa memberikannya. Tidak peduli bagaimana kejadiannya tetapi hasil dari tes DNA memang benar, 100% darah daging Sergio.“Mom, kita mau ke rumah baru kita ya?” tanya Elio dengan wajah yang berbinar.Sergio menoleh lalu mengusap pelan kepala anak itu. “Kita mau ketemu kakek, nenek, sama kakek buyut kalian,” jawab Sergio.Wajah mereka benar-benar terlihat syok. Elio menghitung dengan jarinya. “Pertama ada papa, terus sekarang ada kakek
“Selamat pagi semuanya. Saya Sergio Andreson.” Ratusan kamera dan dan kiblatan cahaya menerangi wajah Sergio dan juga Thana.Semua mata mengarah ke arah dua orang yang menjadi pusat perhatian itu. Setelah hampir 3 bulan bersembunyi dengan berbagai macam rumor tidak benar mengelilingi hubungan Thana dengan pewaris utama Keluarga Andreson itu akhirnya kini mereka buka suara.Di tengah aula yang luas itu pasangan paling fenomenal seantero negeri itu tengah melakukan konferensi pers untuk menklarifikasi semuanya sekaligus mengatakan yang sebenarntya.Para wartawan sudah siap untuk menanyakan semua pertanyaan yang paling ingin diketahyi jawabannya oleh masyarakat. Mengenai banyak sekali hal. Termasuk kenapa keduanya menghilang dari publik setelah mengumumkan hubungannya, siapa kedua anak kembar itu, semuanya berkaitan dengan Sergio dan Thana.Tetapi masalah Zea dan semua hal memalukan yang terjadi selama di mansion Andreson itu sudah ditutup rapat-rapat dan tidak ada satupun yang tersebar
1 bulan kemudian.Kamar itu masih menyimpan jejak pertarungan panjang Sergio dan Thana melawan kekacauan di luar sana—dindingnya tenang, lampu temaram, udara hangat, dan suara napas mereka yang masih belum stabil. Thana berdiri di dekat pintu ketika Sergio menutupnya pelan, tatapannya gelap namun penuh rasa tak terucapkan. Ada sesuatu yang berubah malam ini; bukan lagi dua orang yang saling melukai karena kesalahpahaman, tetapi dua jiwa yang akhirnya berhenti melawan.“Sergio…” suara Thana pecah sedikit, bukan karena lemah, tapi karena menahan sisa emosi yang belum sempat ia lepaskan.Sergio tak menjawab. Ia hanya melangkah ke arahnya dengan langkah perlahan namun pasti, seperti predator yang akhirnya menemukan rumahnya. Saat ia berhenti tepat di depan Thana, jarak mereka hanya sehelai napas.“Tidak ada yang akan menyentuhmu lagi,” bisiknya, suaranya rendah dan dalam, menggetarkan udara.Thana menatap matanya tanpa mundur sedikit pun. “Aku tidak butuh dilindungi. Aku hanya—”Belum se


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.