Share

Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas
Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas
Penulis: Buchara

Bab 1

Penulis: Buchara
Akhir-akhir ini, semua orang di SMA Negeri 1 menyadari ada yang berubah pada diri Emilia Prasetyo. Dulu, semua orang merasa dia sangat bucin dan bodoh. Setiap hari, dia selalu berusaha mendekati Aaron Saputra.

Ketika siswa lain sedang belajar mandiri di pagi hari, Emilia membuatkan sarapan penuh cinta untuk Aaron. Ketika siswa lain serius mendengar pelajaran, dia melipat origami kertas bangau untuk Aaron. Ketika siswa lain mengerjakan tugas, dia menulis surat cinta kepada Aaron.

Namun, akhir-akhir ini, Emilia tidak lagi muncul di luar kelas unggulan tempat Aaron berada. Sebaliknya, dia menghabiskan waktu di perpustakaan setiap hari. Dia selalu menjadi orang pertama yang datang dan orang terakhir yang pulang.

Pada hari ujian masuk perguruan tinggi berakhir, Emilia tidak sengaja bertemu dengan Aaron. Dia tertegun, lalu berbalik dan hendak pergi. Tak disangka, pemuda jangkung itu justru menghalangi jalannya.

"Emilia." Matahari terbenam menyinari wajah dingin pemuda itu. "Kamu lagi menghindariku?"

Mendengar pertanyaan itu, tangan Emilia yang sedang memegang buku tiba-tiba menegang.

Pertama kali Emilia bertemu Aaron adalah di semester pertama tahun keduanya di SMA. Dia mendengar ada seorang siswa berprestasi dan tampan yang pindah ke sekolah mereka. Dia juga mendengar bahwa pemuda tampan itu terkenal dingin dan sulit didekati di sekolah sebelumnya, bahkan primadona sekolah juga gagal mendekatinya.

Jadi, Emilia pergi ke kelas unggulan dengan penuh semangat untuk melihat seperti apa sosok itu. Begitu mendongak, dia melihat seorang pemuda berdiri di dekat jendela dan langsung terkesiap. Sejak hari itu, dia mulai mengejar Aaron.

Emilia selalu menghentikan Aaron dalam perjalanan ke sekolah, menyorakinya saat dia bermain basket, bahkan mengungkapkan rasa cinta dengan bernyanyi di lantai bawah gedung asrama putra.

Emilia memiliki kepribadian yang blak-blakan. Dia mengejar Aaron secara terang-terangan hingga semua orang mengetahuinya. Namun, seperti saat mengejar orang lain sebelumnya, dia hanya menikmati proses mengejar, bukan benar-benar jatuh cinta. Dia hanya selalu berpikir bahwa Aaron harus menjadi miliknya.

Sampai suatu musim dingin, Emilia yang mengenakan rok pendek menggambar bentuk hati dengan kakinya di bawah asrama Aaron. Kebetulan, Aaron kembali ke asrama putra bersama teman-teman sekelasnya. Dia pun berlari ke hadapan Aaron dan berkata dengan gembira, "Aaron! Lihat! Ini cinta yang ingin kuberikan padamu! Bagus nggak?"

Mata Aaron tertuju pada kaki Emilia yang sudah berwarna keunguan karena kedinginan. Pada detik berikutnya, dia berlutut, melepas syalnya, dan melilitkannya di kaki gadis itu.

"Mulai sekarang, jangan pakai rok pendek lagi di hari sedingin ini." Aaron berkata dengan tenang, "Itu akan melukai lutut dan pembuluh darahmu."

Emilia yang kedinginan bisa merasakan kehangatan pemuda itu. Aaron tetap menjaga jarak dan bersikap terkendali, tidak pernah benar-benar menyentuhnya dari awal hingga akhir.

Emilia membeku di tempat. Dia menyaksikan butiran salju berjatuhan di bulu mata panjang Aaron, lalu tiba-tiba menyadari bahwa dia sepertinya sudah benar-benar jatuh cinta.

Awalnya, Emilia memutuskan untuk kuliah di universitas yang sama dengan Aaron.

Namun, pada malam sebelum ujian masuk perguruan tinggi, Emilia secara tidak sengaja melihat seseorang dari pihak penerimaan mahasiswa Universitas Teknologi Nasional datang menemui Aaron. Orang itu mengatakan bahwa dengan prestasinya dalam olimpiade matematika, Aaron bisa diterima tanpa perlu mengikuti ujian.

Namun, Aaron malah berkata, "Boleh saja kalau kalian mau rekrut aku, tapi aku punya satu syarat. Tolong terima Cecilia Prasetyo juga. Dia teman sekelasku."

Emilia langsung mematung di tempat dan menyaksikan tanpa daya ketika orang dari pihak penerimaan Universitas Teknologi Nasional pergi. Beberapa teman Aaron menghampiri dan merangkul bahunya.

"Aku nggak nyangka ternyata kamu suka sama Cecilia. Emilia sudah mengejarmu begitu lama, tapi kamu nggak pernah tolak. Kami pikir kamu suka sama Emilia!"

"Tapi kalau kamu suka sama Cecilia, kenapa kamu nggak pacaran sama dia, malah ngegantung Emilia?"

Menghadapi ejekan semua orang, ekspresi Aaron tetap tenang.

"Aku nggak mau pengaruhi Cecil sebelum ujian masuk perguruan tinggi." Aaron berkata dengan tenang, "Soal Emilia, itu cuma kedok agar guru nggak curigai hubunganku sama Cecil."

Emilia yang berdiri di depan pintu langsung memucat. Semua orang mengatakan bahwa Aaron sulit didekati, tetapi memiliki sikap yang berbeda terhadap Emilia.

Aaron memang selalu memperingatkan Emilia dengan dingin untuk tidak mengganggunya, tetapi malah membungkus kaki Emilia yang dingin dengan syal. Aaron menolak cokelat Hari Valentine yang dibuat Emilia sampai larut malam, tetapi menerima kartu darinya seorang.

Harapan tipis itulah yang membuat Emilia makin larut dalam hubungan ini. Ternyata, semua itu hanya tameng agar hubungan Aaron dengan Cecilia tidak diketahui orang lain?

Emilia menangis sepanjang malam. Saat fajar keesokan harinya, dia berkata pada dirinya sendiri bahwa dia tidak ingin menyukai Aaron lagi. Jadi, dia berhenti mengganggu Aaron.

Tak disangka, pemuda yang dengan dingin memperingatkan Emilia untuk berhenti mengganggunya malah mengadang jalannya hari ini.

Jari-jari Emilia tanpa sadar menegang. Dia menunduk dan menjawab dengan pelan, "Nggak, aku cuma sibuk persiapkan diri untuk ujian masuk perguruan tinggi."

Aaron memandangi tatapan mengelak dari gadis di depannya. Tiba-tiba, dia teringat bahwa sebelumnya Emilia selalu menatapnya dengan mata berbinar. Sekarang, mata yang dulunya selalu tertuju padanya malah tertuju pada lantai. Emilia juga sepertinya sama sekali tidak berniat untuk menatapnya. Jadi, dia pun merasa kesal tanpa alasan.

"Mempersiapkan diri untuk ujian masuk perguruan tinggi?" Aaron mencibir, "Dengan nilaimu, memangnya kamu bisa diterima di universitas mana meski sudah belajar keras?"

Emilia tertegun sesaat, lalu mengangkat kepalanya dan melihat pemuda di depannya telah pergi. Setelah itu, tangannya yang sedari tadi terkepal erat baru perlahan merenggang dan memperlihatkan hasil perkiraan nilai yang baru selesai dihitung.

Di atas kertas itu, tertera angka 725 poin. Di tahun mana pun, nilai itu sudah cukup untuk meraih peringkat depan di tingkat provinsi.

Semua orang di SMA Negeri 1 mengira Emilia hanya cantik, tetapi bodoh. Tidak ada yang tahu bahwa dia sebenarnya hanya berpura-pura.

Selama tiga tahun di SMA, Emilia menjaga nilainya tetap berada di ambang batas kelulusan dalam setiap ujian. Sampai ujian masuk perguruan tinggi hari ini, dia baru berhenti berpura-pura.

Sesuai dugaan, sebulan kemudian, saat nilai ujian masuk perguruan tinggi diumumkan, Emilia menerima telepon dari pihak penerimaan mahasiswa Universitas Teknologi Nasional dari pagi-pagi sekali. Mereka mengundangnya untuk berkuliah di Universitas Teknologi Nasional.

Emilia menjawab dengan nada meminta maaf, "Maaf, aku sudah melamar ke Havert di Negara Ariku. Mereka sudah berjanji kepadaku bahwa selama aku masuk peringkat sepuluh besar provinsi dalam ujian masuk perguruan tinggi, mereka akan memberiku beasiswa penuh."

Bagaimanapun juga, Havert adalah universitas yang terkenal di dunia. Meskipun guru dari pihak penerimaan mahasiswa itu menyayangkan hal tersebut, dia tetap memberikan doanya.

Di saat yang sama, Emilia juga menerima e-mail dari Havert. Mereka telah memastikan hasil ujian masuk perguruan tinggi Emilia. Sesuai kesepakatan sebelumnya, mereka membelikannya tiket pesawat yang akan berangkat tiga hari lagi. Mereka ingin Emilia beradaptasi dengan lingkungan baru terlebih dahulu.

Segera setelah Emilia membalas e-mail itu, guru memanggilnya ke kantor akademik. Ternyata, pihak sekolah juga telah mengetahui nilai ujian masuk perguruan tingginya. Semua guru sangat terkejut dan bahkan mencurigai Emilia menyontek.

Sampai Emilia menyelesaikan soal ujian yang lebih sulit di depan mereka, para guru baru percaya bahwa dia tidak menyontek. Di bawah tatapan terkejut mereka, Emilia mulai berbicara.

"Pak Guru, Bu Guru, apa kalian tahu seperti apa bau jarum berkarat? Aku tahu. Saat aku duduk di kelas dua SMP, ibuku meninggal dan ayahku langsung bawa pulang Cecilia. Saat itu, aku baru tahu ternyata aku punya saudara tiri yang seumuran denganku."

"Kemudian, ibu Cecilia juga datang ke rumah kami. Di bulan kedua dia datang, hanya karena nilaiku 50 poin lebih tinggi dari Cecilia di ujian akhir, dia masukkan 50 jarum halus ke dalam nasiku."

Emilia mendongak, suaranya sedikit bergetar saat berbicara.

"Jarumnya menembus kerongkonganku. Setelah jalani operasi semalaman, semua jarum itu baru berhasil dikeluarkan. Sejak hari itu, aku berkata pada diri sendiri bahwa aku hanya akan ujian dengan baik sekali, yaitu waktu ujian masuk perguruan tinggi."

Sejak hari itu, Emilia mulai mengontrol nilainya, belajar berdandan, dan bersikap centil. Dia mulai berpura-pura bahwa dirinya adalah gadis yang sangat bucin dan suka mengejar pria tampan.

Hanya dengan cara seperti itu, Emilia baru bisa mendapatkan makanan yang layak. Saat ayahnya membentaknya, dia juga baru bisa mendengar ibu tirinya berkata dengan munafik, "Anak itu juga bukan sengaja begitu."

Para guru pun merasa bersimpati pada Emilia. Wakasek Kesiswaan menepuk-nepuk pundaknya dan berkata, "Anak baik, kamu akan terlepas dari semua itu begitu masuk perguruan tinggi."

Sorot mata Emilia bergetar. Benar, sekarang dia sudah diterima di universitas dan akan segera berangkat ke luar negeri. Semuanya akan segera berakhir.

Emilia kembali ke kelas. Tak disangka, begitu masuk ke kelas, dia menyadari semua teman sekelasnya menatapnya dengan tatapan aneh.

Entah kenapa, Aaron juga berada di kelas mereka. Dia berjalan langsung ke arah Emilia dan berkata dengan dingin, "Emilia, pihak penerimaan mahasiswa Universitas Teknologi Nasional meneleponmu?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 19

    Terjadi terlalu banyak hal dalam sekejap.Saat peluru itu ditembakkan, Thomas sudah lebih dulu melindungi Emilia di dalam pelukannya.Pada saat yang bersamaan, Aaron juga menerjang kemari berniat mendorong Emilia.Namun, saat Aaron belum sempat menyentuh Emilia, peluru itu justru memelesat lurus menembus dadanya.Di tengah kerumunan yang berteriak panik, orang yang berdiri di kejauhan itu ternyata adalah Cecilia. Hanya dalam waktu singkat mereka tidak bertemu, Cecilia seolah-olah sudah berubah menjadi orang lain.Wanita yang sebelumnya cantik itu kini malah rambutnya berantakan, sepasang matanya memerah, dan wajahnya semakin kurus."Mati," jerit Cecilia dengan suara seraknya, "Mati sana!"Cecilia yang sekarang benar-benar telah kehilangan kewarasannya. Lantaran memiliki jejak kriminal, universitas juga tidak mungkin berpura-pura tidak mengetahuinya, langsung memberi sanksi berat untuknya.Dengan adanya sanksi berat itu, jangankan Universitas Nasional Ibu Kota, bahkan perguruan tinggi ma

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 18

    Selama beberapa saat ini, sambil terus mencari Emilia, akhirnya Aaron juga bisa melihat isi hatinya sendiri dengan jelas. Awalnya, Aaron mengira semua itu hanyalah keterikatan yang sulit dilepaskan.Namun, kemudian Aaron bahkan rela membuat Wakasek Kesiswaan marah, bahkan sampai membuat ayahnya murka. Ayahnya pernah membentaknya, "Sebenarnya, untuk apa kamu mencari perempuan itu?"Pada saat itu, Aaron seolah terbangun dari mimpi.Iya.Kenapa Aaron mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencari Emilia?Semua itu bukan hanya demi menjelaskan, juga bukan demi minta maaf, melainkan karena … Aaron sudah mulai menyukai Emilia.Bahkan ketika Aaron masih belum melihat jelas wajah asli Cecilia, ketika dia masih terus diprovokasi dan berulang kali salah paham terhadap Emilia, hatinya sebenarnya sudah mulai jatuh cinta kepada Emilia.Hanya saja, Aaron tidak bersedia untuk mengakuinya, itulah sebabnya dia membohongi diri sendiri dengan mengatakan bahwa, dia hanya menjadikan Emilia sebagai tameng saj

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 17

    Kali ini, langkah kaki Emilia baru berhenti.Pada detik berikutnya, sosok bayangan gelap menutupi kepalanya. Emilia mengangkat kepalanya dan melihat wajah yang pernah dirindukannya setiap saat, tetapi kini malah terasa seperti berasal dari kehidupan yang sudah berlalu.Orang itu tak lain adalah Aaron.Meskipun sebelumnya Emilia sudah mendengar dari sahabatnya bahwa Aaron sedang mencarinya ke berbagai penjuru dunia, Emilia tetap tidak menyangka bahwa Aaron benar-benar akan datang mencarinya.Sementara itu, ketika akhirnya pemuda yang berdiri di hadapannya melihatnya dengan jelas, hati pemuda itu malah dipenuhi berbagai macam perasaan yang bercampur aduk. Ada rasa gembira, antusias, dan juga sedikit marah ….Aaron merasa marah karena Emilia pergi tanpa berpamitan, marah karena sikap tenang Emilia yang membuat jarak di antara mereka, lebih marah lagi karena saat Emilia melihatnya tadi, Emilia malah ingin melarikan diri.Namun semua itu pada akhirnya berubah menjadi satu kalimat. "Emilia,

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 16

    Ketika melihat ekspresi bingung Emilia, Thomas menghela napas dan melanjutkan ucapannya, "Baiklah, aku memang sudah mengubah margaku. Kalau kamu nggak ingat dengan nama Thomas Lisman, bagaimana dengan nama … Thomas Anggara. Apa kamu masih ingat?"Emilia tertegun. Satu detik kemudian, dia langsung tersadar. "Kamu itu Kak Thomas?"Tentu saja Emilia mengingatnya. Saat ibunya masih hidup, di rumah sebelah mereka tinggal seorang anak laki-laki bernama Thomas Anggara.Mereka bisa dibilang tumbuh bersama sejak kecil dan merupakan teman masa kecil. Hubungan mereka sangat dekat.Namun, sebelum Emilia menduduki bangku SMP, Thomas dan keluarganya berimigrasi ke Negara Ariku. Setelah itu, mimpi buruk Emilia pun dimulai ….Ibunya meninggal dunia. Cecilia dan Sarah masuk ke keluarga mereka. Sejak saat itu, tidak ada lagi senyuman di dunia Emilia.Di dalam kenangan indahnya yang tidak tergolong banyak, satu-satunya momen hangat adalah saat ibunya masih hidup dan masa-masa menjadi tetangga dengan Thom

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 15

    Ketika Emilia mendengar sampai di sini, dia sepenuhnya tertegun di tempat.Tadinya Emilia mengira masalah kepergiannya tidaklah penting bagi Aaron. Saat mendengar kabar bahwa dia meraih peringkat pertama, Aaron mungkin hanya akan merasa kaget sejenak, kemudian tidak akan memedulikannya lagi. Namun, Emilia sungguh tidak menyangka bahwa Aaron akan mencarinya ke mana-mana.Kening Emilia seketika berkerut. Dia berkata, "Kenapa dia mencariku?"Jangan-jangan demi membalas dendam terhadap Emilia, karena sudah melaporkan Cecilia mengendarai mobil di saat mengonsumsi alkohol?"Menurutmu?" Teman sebangkunya yang berada di ujung telepon saat ini benar-benar ingin sekali merangkak keluar dari sambungan telepon dan mengetuk kepala sahabatnya yang begitu lamban memahami perasaan itu."Tentu saja karena dia sadar kalau dia menyukaimu! Bukankah drama serial dan novel selalu seperti itu? Saat orang yang dicintai masih berada di sisinya, dia malah bersikap acuh tak acuh. Begitu orang itu pergi, barulah

  • Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas   Bab 14

    Emilia terbengong sesaat. Kali ini, dia baru menyadari … apa dirinya sedang didekati seseorang di negara asing?Pria itu menggaruk kepalanya dengan sedikit malu. "Aku tahu, mungkin sikapku kelihatan agak kurang sopan. Tapi aku juga nggak tahu kenapa, begitu melihatmu, entah kenapa … aku merasa sangat familier denganmu. Jadi, aku ingin berkenalan denganmu."Seandainya orang lain yang mengatakan ucapan ini, mungkin Emilia akan merasa trik mendekati wanita ini sudah ketinggalan zaman. Namun ketika melihat pria di hadapannya, entah karena dia berbicara dengan terlalu tulus atau bukan, Emilia malah benar-benar memercayainya.Bukan begitu saja, Emilia juga merasa … sedikit familier dengan pria ini.Setelah ragu beberapa saat, Emilia mengangguk, lalu bertukar kontak dengan pria itu. Saat bertukar nomor telepon, mereka berdua juga saling memperkenalkan diri."Emilia."Pria itu langsung mengangkat kepalanya dan menatap Emilia dengan tatapan tidak percaya. Namun, Emilia tidak memperhatikannya ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status