Share

Bab 46

Author: Ajeng padmi
last update Huling Na-update: 2025-12-11 14:45:46

“Berapa yang kamu inginkan, satu milyar, dua, tiga, ayo katakan saja aku akan memberikannya!”

“Ma–“

“Pasti ini gara-gara uang bukan, kamu menjebak Erland dengan kehamilanmu. Dengar ya keluarga kami tidak akan mengakui anak harammu itu!!!”

“Diam!!”

Katya memang sakit hati dengan ucapan wanita itu. Sungguh pernikahannya dengan Prof. Erland bukan karena uang semata. Dia memang miskin dan bahkan kebutuhan sehari-hari sekarang harus bergantung pada suaminya, tapi tentu saja dia tidak akan sudi men
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku   Bab 97

    “Boleh papa gendong?” Tanya laki-laki paruh baya itu denga ragu. Sore ini mobil mewah itu datang, tanpa sopir atau didampingi oleh istri dan anaknya, laki-laki itu datang dengan banyak tentengan di kedua tangannya. Katya melihat ketulusan di wajah itu, tapi dia tahu hal itu belum cukup bagi suaminya. Erland memang menerima ayahnya secara terbuka, sebagi kenln yang menjenguk istrinya yang baru saja melahirkan, bukan sebagai kakek yang menjenguk cucunya.Jurang itu terlalu dalam untuk diseberangi, apalagi setelah kejadian demi kejadian yang terjadi pada mereka akhir-akhir ini. “Boleh, Pa,” kata Katya sambil menyerahkan bayi laki-laki yang ada dalam dekapannya. Sedangkan sang suami seolah tak mendengar permintaan sang ayah dia malah asyik sendiri dengan bayi perempuannya. “Dia tampan sekali mirip Erland waktu kecil,” kata laki-laki itu sedikit menerawang. “Benarkah?” kali ini yang bicara bukan Katya tapi Erland, meski kata itu diucapkan dengan sinis tapi tak mampu menghapus seny

  • Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku   Bab 96

    “Katya coba deh nasehatin suamimu, jangan terlalu lebay.” Katya menoleh pada box bayi kembarnya, syukurlah mereka tak terganggu dengan suaranya yang sedang melakukan video call dengan Lyla dan tiba-tiba Prof. Adrian yang sekarang menjadi suami Lyla ikut nimbrung. Biasanya kedua bayi itu akan terganggu dengan suara berisik, tapi dia sedang tak ingin keluar kamar, apalagi dia sedang ngambek dengan suaminya. “Lebay bagaimana pak?” tanya Katya. Laki-laki di seberang sana menatap Katya dengan datar seperti biasanya, tatapan yang jauh berbeda saat dia menoleh pada Lyla, tatapan yang sama yang sering dia dapatkan dari sang suami. Katya bersyukur dalam hati, setelah seumur hidupnya gadis itu hidup dalam kesulitan karena sang ibu, kini ada laki-laki tulus yang akan membahagiakannya. “Dia menunjukkan video anak kalian pada semua orang seolah hanya dia yang punya anak.” Katya tertawa mendengarnya. Setelah gelarnya bertambah menjadi ayah, sang suami memang tidak tanggung-tanggung, bahka

  • Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku   Bab 95

    “Kok kalian ada di sini?!” Laki-laki yang biasanya tampil rapi dan berwibawa itu kini tak ada ubahnya seperti orang depresi. Pakaiannya kusut, bahkan sandal yang digunakan meski dua-duanya merk ternama tapi tetap saja beda warna, juga rambutnya yang sering dia acak-acak saking frustasinya. “Ini tempat umum.” Rumah sakit memang tempat umum.Erland yang sedang panik dan khawatir sama sekali tak peduli dengan sindiran sahabatnya itu, dia hanya bisa terduduk lemas di kursi tunggu. “Mbak Katya dimana?” Tanya Lyla yang sejak tadi diam memperhatikan kedua sahabat yang saling berbantahan. “Di dalam,” kata Erland lemah sambil menunjuk ke ruangan bersalin. “Lho bapak tidak ikut masuk, biasanya suaminya boleh masuk.” “Memang boleh lainnya cuma aku yang tidak boleh.” “Kamu belum bayar administrasinya,” kata Adrian sembarangan. Mata Erland menatap sahabatnya tak terima. “Bukan itu.” “Lalu kenapa?” “Aku panik dan membuat Katya ikut panik.” “Ya kamu tenangin dirilah, kenapa ikutan pani

  • Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku   Bab 94

    “Cantik banget ya mas pengantinnya, dekorasinya juga bagus.” “Iya mereka juga tampak bahagia, syukurlah.” Katya tersenyum dan mengangguk. “Lyla pernah bilang padaku dia ingin di hari pernikahannya banyak bunga hidup, dan sekarang benar-benar terwujud.” Katya tak pernah menyangka kalau Lyla dan Prof. Adrian berjodoh. Jarak usia mereka yang cukup jauh dan juga status sosialnya menjadi alasan keraguan Katya. Akan tetapi dia lupa kalau sebuah rasa bahkan tak melihat umur ataupun saldo di rekening, mereka datang tiba-tiba tanpa permisi.“Kalau kamu?” Katya mengangkat alisnya tak mengerti. “Aku tidak terlalu suka bunga” “Bukan itu maksudku. Bagaimana pernikahan impianmu? Kamu pasti punya.”Lagi-lagi Katya mengangguk, tentu saja dia punya keinginan seperti itu. Tapi sekarang hal itu tidak mungkin terwujud. “Hanya pernikahan sederhana dengan masakan ibu,” gumam Katya yang membuatnya tercekat di akhir kalimatnya. Sebagai anak petani miskin tentu saja Katya bahkan tak sempat untuk memi

  • Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku   Bab 93

    Katya mengamati wajah-wajah terkejut dan tak puas di depannya. Padahal menurut Katya ini adalah penawaran paling bagus, setidaknya dengan syarat itu mereka tidak perlu lagi mengemis pada suaminya. Mereka tetap bisa sombong seperti dulu tanpa menganggap seorang anak bernama Erland pernah ada. Pemikiran sang kakek yang masih memegang teguh bahwa anak laki-laki pertama yang sahlah yang berhak mewarisi semua harta. Katya bahkan pernah menanyakan kenapa kakek tidak mewariskan langsung kepada ayah mertuanya, bukankah beliau juga anak laki-laki pertama yang sah, dan jawabannya begitu mencengangkan. “Karena Kakek menganggap ayah telah mengkhianati keluarga dengan berselingkuh saat masih memiliki istri sah.” Sang kakek memang tidak mempermasalahkan perselingkuhan itu, tapi tindakan tak bertanggung jawab ayah mertuanya. Apa Erland senang dengan hal ini? Jawabannya tidak. Seperti anak lain Erland juga berharap kasih sayang ayahnya, tapi harapan itu langsung pupus saat sang ayah dengan s

  • Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku   Bab 92

    “Mau mas suapin?” Tanya sang suami dengan manis. Katya menggeleng, dia hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun saat siomay yang dia pesan menjadi sate ayam dan tetap menahannya. Katya akan pura-pura tak tahu apa yang terjadi sampai sang suami sendiri yang mengatakannya. Tadinya dia ingin mendekat dan memastikan apa yang terjadi. Bisik-bisik para tamu menyebut nama sang suami dan wanita itu, tapi Katya percaya sang suami memang perlu waktu untuk menyelesaikan apa yang tertinggal di antara mereka. Dengan keyakinan kalau wanita itu hanya masa lalu untuk suaminya, Katya kembali duduk dan menunggu, sampai dia melihat wanita itu berjalan cepat melewatinya dengan mata sembab dan bahu merosot. Dia tahu tebakannya benar. “Tadi Liandra menemuiku,” kata Laki-laki itu sambil menyuapkan makanan ke mulutnya. “Aku tahu,” jawab Katya tenang. “Maaf ya, aku tidak bermaksud untuk menemuinya, dia tiba-tiba saja ada di belakangku.” “Itu juga aku tahu,” kata Katya masih dengan senyumnya yang manis

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status