“Selamat malam. Apa tidurmu nyenyak?” Sungguh seumur hidupnya Katya tidak pernah semalu ini. Dia selalu diajari untuk tahu diri, kehidupan sederhana membuatnya harus bisa menempatkan diri sebaik mungkin. Jika ada orang yang baik padanya, dia akan membalasnya dengan lebih baik, tapi sekarang lihatlah. “Maaf, pak. Bapak mau makan apa biar saya buatkan.” Terburu-buru Katya melangkah mendekati prof. Erland membuatnya tanpa sadar tersandung kakinya sendiri, untung saja sebuah lengan kuat menahan tubuhnya. “Hati-hati Katya, sekarang kamu tidak hanya menjaga dirimu sendiri tapi juga ada anakku di dalam perutmu.” Katya merasakan tangan Prof. Erland yang memeluk pinggangnya membantunya untuk berdiri tegak, dan rasa bersalah dan malu itu sedikit kabur saat dia mengingat malam itu, bagaimana tangan kekar itu menyentuh tubuhnya dengan lembut. Katya mendongak dan di saat yang sama Prof. Erland juga menatapnya, suasana menjadi canggung, perlahan dia berpegangan pada pinggir meja dan berusaha
Last Updated : 2025-11-14 Read more