Share

72.

last update Tanggal publikasi: 2026-08-15 23:45:58

"Apakah ada masalah Tuan?" Tanya Pak Rangga saat menyadari raut wajah Tuan Kenzo tampak begitu masam dan sulit di tebak apa isi fikiran nya. Pak Rangga bertanya, takut jika sesuatu sedang dalam masalah sehingga membuat mood Tuan nya menjadi jelek dan jelas itu tidak baik. Tidak baik untuk semua orang yang berada di dekat Tuan Kenzo yang akan menjadi sasaran amukan Tuan Kenzo biasanya.

"Apa jadwal saya pagi ini?" Tanya Tuan Kenzo tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Asisten pribadinya itu.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   72.

    "Apakah ada masalah Tuan?" Tanya Pak Rangga saat menyadari raut wajah Tuan Kenzo tampak begitu masam dan sulit di tebak apa isi fikiran nya. Pak Rangga bertanya, takut jika sesuatu sedang dalam masalah sehingga membuat mood Tuan nya menjadi jelek dan jelas itu tidak baik. Tidak baik untuk semua orang yang berada di dekat Tuan Kenzo yang akan menjadi sasaran amukan Tuan Kenzo biasanya. "Apa jadwal saya pagi ini?" Tanya Tuan Kenzo tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Asisten pribadinya itu. "Jadwal Anda pagi ini, meeting di Hotel Sinar Rembulan bersama Mr. Ronald dari Canada yang akan membahas kerja sama mengenai ketahanan pangan." Jelas Pak Rangga yang langsung di mengerti oleh Tuan Kenzo. "Baiklah kalau begitu kita segera ke sana dan kosongkan jadwal saya setelah pertemuan ini." Titah Tuan Kenzo mutlak tidak bisa di ganggu gugat tanpa perlu memberitahukan alasan nya. "Baik Tuan." Pak Rangga sudah lama ikut dengan Tuan Kenzo membuat nya begitu mengenal lelaki itu. Pasti ada sesu

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   71.

    "Kalian menginap di sini kan?" Tanya mama Rita memastikan saat meeeka telah selesai sarapan."Iya Ma." Jawab Bara kali ini, sedangkan Naya memilih diam karena dirinya sendiri juga tidak tau menahu soal itu. Awalnya Naya mengira meeeka hanya datang berkunjung saja, tidak menyangka jika ternyata harus menginap.Sedangkan Bara begitu selesai menjawab pertanyaan mamanya langsung menoleh ke arah Naya, seolah paham akan kebingungan yang sedang Naya rasakan."Nanti malam jika Papa sudah datang, Bara ingin bicara sesuatu yang penting." Kata Bara menyambung kalimatnya, Naya tau maksud tersirat dari perkataan Bara itu."Pasti Kak Bara ingin memberitahu orang tuanya soal pernikahan itu. Huahhh... Kok aku jadi dah dig dug begini ya? Aku takut jika ternyata mereka tidak merestui dan tidak menerimaku dengan baik." batin Naya merasa gugup juga khawatir akan respond kedua orang tua Bara nantinya. Belum lagi keluarga besar Bara nanti.Selama ini Naya memang diterima dengan baik di keluarga itu, tapi h

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   70.

    Tuan Kenzo kembali ke mansion nya saat dia sendiri tidak bisa menuntaskan apa yang seharus nya di tuntaskan saat di club tadi. Tuan Kenzo mansuk ke kamarnya dan melihat Aluna yang sedang tertidur dengan pulas nya, tidak sengaja selimut yang Aluna gunakan saat tidur, sedikit tersingkap sehingga memperlihatkan paha mulus Aluna dengan kaki jenjang nya. "Siaalll ..." Umpat Tuan Kenzo kembali saat melihat hal itu, dia pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menenangkan gejolak dalam dirinya. Tuan Kenzo sengaja berendam air dingin untuk menetralkan kondisi tubuhnya yang sedang te gang itu. Cukup lama di dalam kamar mandi, akhirnya Tuan Kenzo keluar dengan hanya menggunakan handuk saja yang melilit di pinggang nya. "Haciuuu..." Tuan Kenzo tiba-tiba bersin beberapa kali dan tanpa sengaja membangunkan Aluna dalam tidur nya. "Mas ... sudah pulang?" Tanya Aluna dengan suara seraknya yang menyadari keberadaan Tuan Kenzo di sana. Wajahnya yang masih kusut, rambut sedikit berantakan kh

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   69.

    "Hemm ..." Aluna melongo mendapat jawaban acuh dari Tuan Kenzo yang saat ini sudah berjalan mendahuluinya. Aluna sampai saat ini tak percaya, bagaimana bisa dirinya menikah dengan laki-laki seperti itu. Setiba nya di meja makan, seolah tidak terjadi apa-apa. Aluna mengambilkan makan untuk Tuan Kenzo yang masih beraikap lebih dingin dari biasanya, namun tak Aluna sadari. Selama makan, tidak ada yang mengeluarkan suara hingga hanya terdengar suara denting alat makan yang saling beraduh. Bagi Aluna, waktu makan terasa begitu lama di tengah kesunyian yang tak terbantahkan. "Astaga ... bisa mati kutu aku kalau terus-terusan begini." Batin Aluna yang menyadari kesunyian tak biasa itu. "Apa dia benar-benar marah? tapi untuk apa? apa karena aku mendatangi Mas Daffa? Hah ... mana mungkin karena hal itu." Batin Aluna yang terus bertanya-tanya tak karuan. Setelah selesai makan, Tuan Kenzo langsung beranjak dari duduk nya dan pergi tanpa menghiraukan keberadaan Aluna. Aluna sendiri m

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   68.

    "Mampus aku... bisa-bisaya malah terpesona lihat badan nya. Pasti setelah ini dia akan menghukumku karena pergi ke tempat Mas Daffa tadi." Batin Aluna yang masih membelakangi Tuan Kenzo kali ini yang sedang berganti pakaiannya. "Masih ingat pulang?" Suara Bariton itu menyadarkan Aluna dalam lamunan nya. Aluna tahu betul maksud dari perkataan Tuan Kenzo yang seakan sengaja sedang menyindirnya saat ini. "Tentu saja. Kan aku hanya sebentar saja ke sana untuk melihat keadaan Arya. Jika Tuan marah dan ingin menghukum ku silahkan saja." Tantang Aluna yang memang sudah pasrah jika Tuan Kenzo akan menghukumnya kali ini. Tuan Kenzo tidak menjawab, laki-laki itu hanya jalan mendekat ke arah Aluna dan berdiri tepat di hadapan Aluna, membuat Aluna senam jantung tak karuan. Tatapan Tuan Kenzo yang begitu sukit di artikan membuat Aluna serba salah menerka apa yang sebenarnya kan di lakukan oleh lelaki itu. "Cih..." Tuan Kenzo hanya berdecih, menatap acuh ke arah Aluna lalu berjalan melewat

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   67.

    "Mas, ini demam Arya sudah mulai turun. Dia juga sudah makan dan minum obat, aku pamit pulang dulu ya mas? nanti kabari aku tentang kondisi Arya." Kata Aluna berniat pamit pulang dari kediaman Tuan Daffa. Tuan Daffa menatap ke arah anaknya yang kini sedang tertidur pulas. Siang tadi setelah di kompres Aluna, Arya tampak sedikit membaik. Aluna membangunkan nya untuk makan dan minum obat, Tuan Daffa sedikit terkejut karena Arya begitu nurut dengan Aluna. Sebelumnya Tuan Daffa sudah membujuknya sekuat tenaga, tapi hasil nya nihil. Arya sama sekali tidak mau makan dan minum obat, Tuan Daffa hingga kehilangan akal sehatnya untuk membujuk Arya. Bersama dengan Aluna, anak itu tampak begitu penurut, membuat Tuan Daffa keheranan "Biar saya antar Lun!" Tawar Tuan Daffa. "Tidak perlu mas, aku bawa motor sendiri tadi. Mas Daffa di rumah saja, terus pantau perkembangan Arya." Jawab Aluna dengan ramah. Dirinya tidak menyangka jika akan mendapatkan tawaran seperti itu. Yang Aluna takutkan,

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   22. Taman Rahasia

    Tuan Kenzo tampak semakin marah tak terkendali, namun alih-alih melampiaskan nya pada Aluna dan menghukum gadis itu, Tuan Kenzo justru berdiri dari duduknya dan kembali pergi meninggal kan mansion itu dengan wajah nya yang sangar namun tak bisa Aluna tebak akan sikap Tuan Kenzo yang tak terbaca itu

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   8. Salah Paham

    "Akkh ... sakit ... tolong lepaskan!" Pinta Aluna yang meringis menahan perih di pergelangan tangan nya."Masuk..!" Satu kata penuh ketegasan juga kemarahan yang memuncak."Aauu ..." Tubuh ramping Aluna terlempar begitu saja di kursi penumpang. Tak lama tubuh besar lain nya ikut masuk dengan nafas

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   7. Kabur?

    Tuan Kenzo pergi meninggalkan Aluna begitu saja saat makanan miliknya sudah habis. Tanpa menghiraukan Aluna yang masih berkutat dengan makanan nya sendiri. "Nyonya kenapa makanan nya hanya diaduk-aduk saja? Apakah Nyonya muda tidak menyukai nya? Saya akan buatkan yang baru untuk nyonya." Kata Bik

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   6. Bukan Nyonya Sungguhan

    Aluna tak bisa tidur dengan tenang. Setiap perkataan yang Tuan Kenzo lontarkan padanya terus berputar dalam benak Aluna. Gadis itu merasa terhina, di hadapan Tuan Kenzo dirinya seolah tidak punya harga diri. Aluna berfikir jika hal ini terjadi karena pernikahan balas budi yang hanya bertahan di a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status