Beranda / Romansa / Kesayangan Tuan Elian / Bab 85 - First Kiss

Share

Bab 85 - First Kiss

Penulis: Pipin
last update Tanggal publikasi: 2026-01-16 19:01:15

"Maksud Bapak?"

​"Kita buat Boy menjadi sosok yang tidak bisa mereka remehkan lagi. Bukan hanya sebagai desainer, tapi sebagai pria yang punya posisi di kota ini. Dan untuk masalah wali nikah..." Elian tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius. "Ayahmu itu pria yang logis. Dia bicara soal harga diri karena dia merasa terancam. Kita hanya perlu memberi dia 'harga diri' yang baru lewat kesuksesan Boy."

*

Sepulang dari kantor, Maya melangkah masuk ke studio dengan per
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 246 - Saitama Kampus

    "Bawa Saka dari sini, Amara," ujar Karin, tanpa mengalihkan pandangannya dari Gio."Kamu siapa berani nyuruh-nyuruh aku, hah?!" bentak Amara kesal. Dengan air mata yang masih mengalir, cewek itu mencoba memapah tubuh Saka ya. Namun, boro-boro berhasil membuat Saka berdiri, Amara yang memakai high heels justru oleng dan hampir ikut terjatuh. Saka sendiri yang setengah sadar tetap keras kepala dan tidak mau beranjak."Lihat, kan?! Ini semua karena ulah kamu! Sekarang malah ngatur-ngatur!" gumam Amara lagi, menatap tajam Karin sambil terus menarik-narik lengan Saka yang berat.Karin menghela napas panjang, menepuk dahinya pelan. "Ya ampun, nih anak... mau evakuasi korban atau mau fashion show sih? Menye-menye banget," gumam Karin kesal.Melihat Amara yang sama sekali tidak bertenaga dan malah membuat situasi makin hancur, Karin akhirnya kehilangan kesabaran. Tanpa babibu, Karin melangkah mendekat. Ia menyenggol bahu Amara hingga cewek itu tergeser mundur.Sebelum Saka sempat memprotes, K

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 245 - Duel tak seimbang

    BUG! BUG!Dua hantaman keras berturut-turut mendarat telak di rahang dan tulang rusuk Saka. Untuk kesekian kalinya, Saka gagal mengelak maupun membalas serangan kilat dari Gio.Cowok itu terhuyung mundur, tangan kirinya bergerak menyeka darah segar yang mulai mengalir dari sudut bibirnya yang pecah. Gila... nih anak cupu-cupu tapi teknik bela dirinya gila juga! batin Saka mengumpat. Pergerakan Gio sama sekali tidak mencerminkan anak perpus yang lemah; setiap serangannya terukur, efisien, dan sangat cepat.Gio berdiri dengan angkuh, sedikit pun napasnya tidak memburu. Ia menatap Saka yang mulai kepayahan dengan pandangan merendahkan. "Cuma segitu kemampuan lo? Pangeran kampus baru dipukul beberapa kali aja lututnya udah gemetar," ejek Gio, sengaja memancing emosi penonton di sekitar parkiran.Saka tidak menjawab. Ia mencoba fokus, mengatur napasnya yang mulai kacau, dan membaca pergerakan lawan. Begitu Gio kembali menerjang maju dengan sebuah pukulan lurus, Saka merunduk cepat memanfa

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 244 - Dibalik topeng Gio

    Sepulang dari kelas siang itu, area parkir luar kampus tampak cukup ramai. Namun, perhatian Saka langsung terkunci pada dua orang yang tengah berdebat sengit di dekat tiang koridor. Itu Karin dan Gio. Gio tampak mencengkeram pergelangan tangan Karin dengan kasar, menariknya paksa."Gio, lepas! Aku nggak bakal lupa ya apa yang kamu omongin semalam! kamu udah bikin malu, tahu nggak?!" bentak Karin, berusaha menghempaskan tangan Gio."Malu? Karin, gue sama sekali nggak bikin lo malu, ya! Taruhan semalam itu cuma bercanda!" kilas Gio, wajahnya tidak merasa bersalah sedikit pun."Aku bilang lepas!" teriak Karin frustrasi.Saka yang saat itu sedang berjalan bersisian dengan Amara langsung menghentikan langkah, instingnya mendesak untuk segera melangkah ke sana. Namun, Amara dengan cepat menahan lengan Saka, mencengkeramnya erat."Udah, nggak usah kesana. Itu bukan urusan kamu lagi, Saka," ketus Amara, ego terusik melihat Saka yang begitu reaktif jika menyangkut Karin.Saka menoleh, menatap

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 243 - Grup "Panas"

    "Ya ampun, apa-apaan ini?! Ini beneran aku?! Aku minta orang-orang sorak buat nyium? Astaga Karin, harga dirimu jatuh ke inti bumi!" batin Karin histeris di pojok koridor kampus.Di layar ponselnya, video berdurasi 15 detik yang dikirim ke grup angkatan kampus itu terputar berulang-ulang. Di sana terlihat jelas bagaimana Karin dengan sangat santai mengalungkan kedua lengannya ke leher Saka, mencolek hidung cowok itu dengan jahil, lalu berteriak lantang ke arah kerumunan mahasiswa seolah sedang kesurupan."Rasanya nggak pengen masuk kelas. Pinjam mantel tembus pandang Doraemon bisa nggak sih sekarang? Biar bisa lenyap tanpa diketahui siapa pun," gumam Karin, matanya sudah berkaca-kaca menahan malu yang luar biasa.Pantas saja sejak melewati gerbang kampus tadi, pandangan semua orang tertuju padanya dengan tatapan aneh. Beberapa mahasiswa yang biasanya cuek setengah mati, mendadak menyapanya dengan sok akrab. Bahkan, tadi ada mahasiswi yang terang-terangan m

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 241 -Tidak akan kuat, gadis kecil

    Kenapa bisa ada dua orang tua sekaligus di sini, sih?!batin Saka kesal campur panik. Halaman gedung yang tadinya sudah ramai karena ulah konyol Karin, kini mendadak suram. Dua pria matang bertubuh kekar saling berdiri berhadapan, melemparkan tatapan dingin. "Wih, siapa tuh Om-om yang rambutnya agak gondrong di sebelah ayahnya Saka? Ganteng banget, gila! Apa jangan-jangan... sugar daddy-nya Karin, ya?" bisik seorang cewek dari dalam dibalik kaca pintu lobi, beberapa cewek yang ikut mengintip jalannya keributan mulai berbisik-bisik heboh. "Bukan, ih! Perhatiin deh, struktur wajahnya kan mirip banget sama Karin. Bapaknya kali!" sahut temannya. "Bapaknya? Gila, kalau bapaknya sekeren itu, gue deketin Karin biar bisa dapetin bapaknya aja, boleh nggak?" tawa cewek satunya lagi, terpukau melihat aura maskulin Jonathan. "Malam, Jo. Udah lama ya, kita nggak ketemu?" sapa Antonio santai. Jonathan mendengus malas. Tentu saja dia tahu persis siapa pria perlente di depannya ini. Mengingat si

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 240 - Hampir aja

    ​"Lo tuh nggak kuat minum, jangan sok-sokan deh!" Ujar Saka setelah keluar gedung dan menurunkan tubuh Karin.Kepalanya mendadak pening memikirkan bagaimana cara memulangkan gadis ini. Bisa habis dia dimaki-maki atau bahkan dijadikan sansak hidup oleh ayah Karin kalau sampai tahu putri tunggalnya pulang dalam keadaan teler begini.​Bukannya takut atau sadar, Karin malah mengerjap-ngerjapkan matanya yang sayu. Melihat wajah Saka yang berjarak begitu dekat di depannya, Karin justru tersenyum jahil. Dengan gerakan santai ia mengalungkan kedua lengannya ke leher Saka, membuat tubuh mereka kembali merapat.​Saka tersentak, tubuhnya mendadak kaku seperti batu. Jantungnya berdegup gila-gilaan karena jarak mereka yang mengikis habis. "Karin, lepasin. Lo beneran udah nggak sadar, ya?"​Karin tidak memedulikan ucapan Saka. Gadis itu malah memalingkan wajahnya ke arah beberapa mahasiswa yang kebetulan lewat di halaman gedung untuk pulang, lalu berteriak dengan suara lantang yang cempreng.​"Oii,

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 50 - Adik?

    "ELIAN! CINTA KU! MANA CINTA KU?!"​Sebuah lengkingan nyaring memecah ketenangan halaman depan rumah Baskara. Rinjani yang baru saja ingin bersantai di teras langsung berjengit kaget. Dari arah gerbang, muncul seorang pria dengan langkah yang... sangat gemulai, mengenakan setelan sutra motif bunga-

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 47 - Seseorang Yang gagal dilindungi Elian

    Suasana di lantai eksekutif Baskara Group terasa mencekam sejak Alexa, sekretaris senior Elian, memutuskan mengundurkan diri secara mendadak. Tanpa sekretaris yang mumpuni, ritme kerja Elian menjadi kacau, dan itu berarti temperamennya memburuk dua kali lipat.​Bapak Gunawan, sang HR Man

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 49 - Perkara Pohon Mangga

    "Bukannya kamu harusnya dengan Dokter Agus, ya?" tanya Elian sambil menuntun Rinjani masuk ke area poli spesialis.​"Enggak, mulai hari ini, tiap bulan atau kalau ada masalah aku dengan Dokter Zidan," ucap Rinjani tenang sambil menunjukkan kartu kontrol barunya."Dokter Agus sedang mengambil cuti p

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 46 - Janji diatas kepercayaan yang retak

    "Pagi, Sayang..." sapa Elian lembut. Suaranya rendah, nyaris seperti bisikan agar tidak mengejutkan Rinjani yang masih menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.​Elian datang membawa segelas susu khusus kehamilan yang masih mengepulkan uap tipis. Rinjani terlihat sangat pucat; morning sickness di

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status