Beranda / Romansa / Dekapan Hangat Paman Kekasihku / 241. Terbuai Kenikmatan +++

Share

241. Terbuai Kenikmatan +++

Penulis: Dita SY
last update Tanggal publikasi: 2026-09-05 09:00:00

"Bagaimana Kak Ray?" tanya pelayan itu. "Apa aku kurang menggoda di matamu?" Ia meliuk-liukan tubuh suburnya seperti seekor ular piton yang baru saja menelan satu ekor sapi.

Ray menelan ludah dengan bersusah payah. Keringat dingin membasahi kening, hingga menetes ke pakaian.

"Hanya aku yang bisa membantumu Kak Ray," kata pelayan itu.

Ray sempat terpaku, menatap pelayan di depannya dengan sisa-sisa keraguan yang bergejolak di dalam

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   336. Turun Langsung

    "Masih belum ada kabar tentang keberadaan Yenzing dan Zhue?" tanya Diego pada anak buahnya di ujung sambungan telepon.Tiada hari tanpa menanyakan perkembangan pencarian. Satu per satu anak buah yang diturunkan langsung ke lokasi, dihubungi oleh Diego."Belum Tuan. Tapi saya tidak tahu apa Ruth dan Yoss sudah mendapatkan informasi baru. Saya belum bertemu mereka.""Aku juga sedang menunggu. Sampai sekarang mereka belum memberikan informasi. Mungkin mereka masih menyelam di lautan.""Cuaca saat ini sangat buruk Tuan. Kemungkinan sinyal juga terganggu. Apalagi di tengah lautan yang ganas.""Ya, kamu benar. Lanjutkan saja pencarian. Aku tunggu kabar terbarunya.""Baik Tuan Diego."Setelah telepon diakhiri, Diego bangkit berdiri dari kursinya. "Aku tidak bisa tinggal diam seperti ini. Aku harus turun langsung."Ia berjalan keluar dari ruang kerjanya sambil mengamati sekitar. Takut Freya mengetahui kabar buruk tentang Zhue dan Yenzing.Sampai detik ini Diego belum memiliki nyali untuk memb

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   335. Belum Juga Ditemukan

    Amukan badai topan dahsyat yang menghantam perairan Samudera Atalia perlahan-lahan mulai mereda seiring bergesernya fajar pagi yang kelabu.Langit yang tadinya tertutup awan hitam pekat kini menyisakan sisa-sisa angin berembus dingin, membawa gelombang ombak kecil yang berdebur lembut di permukaan laut.​Di dermaga utama markas besar keluarga Foster, suasana tegang menyelimuti seluruh pasukan elit yang bersiap siaga.Tiga buah kapal cepat penyerang berteknologi tinggi bersandar rapi, siap diberangkatkan kembali di bawah komando langsung Yoss dan Ruth.​Yoss berdiri di anjungan kapal utama, memegang teropong dengan wajah tegang.Ia menatap ke arah lautan lepas yang kini tampak porak-poranda akibat badai semalam.Di sisinya, Ruth mengecek ulang perlengkapan komunikasi satelit yang baru saja pulih dari gangguan medan magnet badai.​"Bagaimana situasi di sektor delta tiga, Yoss?" tanya Ruth dengan suara berat, memecah keheningan pagi.​Yoss menurunkan teropong, menggeleng pelan. "Belum ad

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   334. Peluk Lebih Erat!

    'Seharusnya kita hidup bahagia. Setelah pernikahan impian kita, kenapa semua ini harus terjadi lagi?'Zhue tak kuasa menahan kesedihan. Membuat dadanya terasa semakin sesak."Zhue, bertahanlah." Yenzing memeluk istrinya erat di tengah dinginnya air laut."Aku ingin pulang bersamamu, Yenzing. Ayo kita kembali ke mansion."Pelukan erat itu seolah menjadi benteng pertahanan terakhir di antara hidup dan mati.Di tengah gelap gulita dasar laut Samudera Atalia yang dingin membeku, Yenzing dan Zhue menyatukan tubuh mereka erat-erat, menumpahkan segala rasa cinta, penyesalan, dan keputusasaan di balik sekat masker selam yang membatasi bibir mereka.​Sisa-sisa gelembung udara tipis mengepul perlahan dari regulator, naik ke permukaan air yang bergolak.Lampu senter bawah air milik para penyelam Yakuza menyapu karang-karang tajam dengan binar menyilaukan, hanya berjarak hitungan jengkal dari tempat mereka meringkuk.Suara deru baling-baling alat selam mini milik musuh berdengung samar di dalam a

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   333. Kehabisan Oksigen

    "Bos, sepertinya ada seorang wanita yang ikut di kapal ini." Seorang pria berpakaian serba hitam menunjuk ke arah pakaian dalam milik Zhue. "Hahahaha! Apa mereka pengantin baru? Berani sekali mereka mengirim sinyal darurat ke daratan! Cari mati mereka!""Cepat cari sampai ketemu! Terutama kapten kapal yang melarikan diri!""Baik Bos.""Jangan hanya mencari di kapal bodoh! Cari juga di laut!""Baik Bos!"Byur! Para Yakuza ikut menyelam di tengah lautan."Yenzing .... " Zhue terus mengikuti arah suaminya pergi.Dinginnya air laut Samudera Atalia langsung meresap pori-pori.Di bawah kegelapan malam yang pekat, mereka berenang secepat kilat menjauhi lambung kapal pesiar, menyelam sedalam mungkin di balik gugusan karang bawah air untuk menyembunyikan jejak."Ke sini." Yenzing memberi isyarat.​Dari atas geladak, suara letusan senjata otomatis masih terdengar meredam di dalam air.Tak berselang lama, sebuah ledakan dahsyat mengguncang permukaan laut.​DARRR!​Kobaran api raksasa melahap h

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   332. Menyelam di Tengah Lautan

    BUM!Suara hantaman peluru kaliber besar kembali menghujam dinding baja kabin dengan suara berdengung nyaring.Guncangan keras akibat rentetan tembakan dari kapal kargo Yakuza membuat perabot di dalam kamar suite mewah itu bergeser kasar.​Zhue, yang tadinya terlelap dalam rasa lelah dan kantuk yang teramat sangat, seketika membuka mata.Jantungnya berdegup kencang seolah mau copot dari rongga dada.​"Ada apa ini, Yenzing? Siapa yang bermain petasan malam-malam begini? Menggangu orang tidur saja!" teriak Zhue.​Yenzing tidak membuang waktu. Pria itu menyambar pakaian Zhue yang berserakan di atas lantai.​"Zhue, dengarkan aku! Cepat bangun dan ganti pakaianmu! Kita harus pergi dari sini sekarang juga!" perintah Yenzing dengan nada mendesak, keringat dingin membasahi pelipisnya.​Zhue menggeleng kuat-kuat, matanya masih tampak sepet dan berair karena kurang tidur.Ia menarik selimut kembali, mengira suaminya sedang mengigau atau mengerjainya di tengah malam."Yenzing, please, jangan ber

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   331. Kapal Penyusup

    "Aku ingin menikmati angin segar. Apa kamu mau ikut?" bisik Yenzing di telinga istrinya. "Perjalanan masih cukup panjang. Kemungkinan besok siang kita sampai ke kampung halaman kedua orang tuaku."Zhue yang kelelahan setelah melayani Yenzing beberapa ronde, tampak kesulitan membuka matanya."Aku lelah. Kamu saja sendiri ya. Aku ingin tidur!" Zhue menarik selimut, menutupi seluruh tubuh polosnya."Oke, aku keluar. Beristirahatlah, Sayang.""Hmm. Hati-hati. Jangan terlalu lama di luar, nanti kamu sakit.""Iya."Cup!Sebuah kecupan hangat dan mesra mendarat di pipi Zhue.Yenzing turun dari ranjang, memakai pakaian satu per satu dan keluar dari kamar.Sebelum menikmati udara malam yang dingin, ia membuat secangkir kopi hitam.Yenzing berdiri santai di geladak depan kapal. Angin laut Atalia yang bertiup kencang menerpa wajahnya.Pemandangan samudera biru luas membentang di sekeliling, menciptakan ketenangan yang begitu didambakan setelah berbulan-bulan dihantui teror maut.​Namun, ketenang

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status