Home / Romansa / Kesempatan Kedua / Uang Lebih Penting

Share

Uang Lebih Penting

Author: DiianaN94_
last update publish date: 2021-12-23 00:27:56

Mbok Inem masih menunggu Aska di depan pintu Toilet, tetapi hampir lima belas menit, anak itu belum juga keluar. Sejak tadi hanya seorang pria yang membawa carrier¹ saja, yang keluar dari dalam Toilet. Selebihnya tidak ada.

“Aska....” Karena merasa ada yang aneh, Mbok Inem mencoba memanggil Aska. Namun, tidak ada sahutan dari anak itu.

Tok tok tok... “Aska... Sudah selesai apa belum?” Wanita paruh baya itu sampai mengetuk berkali-kali. Namun, lagi dan lagi, tidak ada jawaban d

DiianaN94_

Makasih selalu dukung karya ini. Jangan lupa vote dan komen ya, Terima kasih ✿^‿^

| 11
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Irene Hartanto
update dong thor
goodnovel comment avatar
Anik
nunggu update nya gak update" sih thor .. kangen sama agni dan samudra nih .
goodnovel comment avatar
Anik
double up dong thor
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kesempatan Kedua   Terima Kasih

    Hari berlalu dengan cepat. Tak terasa lima tahun telah berlalu. Putri kecil yang dulu selalu di timang, kini beranjak menjadi gadis kecil yang cantik dan sangat ceria.Kepribadian kedua anak Samudera dan Agni sangat bertolak belakang. Jika Aska sang kakak bersikap dingin dan tidak banyak omong. Maka sang adik Lillian justru sebaliknya. Gadis kecil itu selalu ceria, bahkan mereka sampai menjulukinya little Sunshine.Karena dimana pun ia berada, Lillian selalu menjadi sumber keceriaan, kehangatan dan kebahagiaan.Oh, harus di garis bawahi. Lillian akan sehangat matahari kecil, bagi mereka yang bersikap baik pada keluarganya, tapi akan sebaliknya bagi mereka yang bersikap buruk apalagi yang sengaja ingin menghancurkan keluarganya.Seperti sekarang ini. Samudera yang sangat memanjakan putri kecilnya, sering membawa Lillian ke Kantor. Selain karena tidak bisa jauh dari si kecil, Samudera juga ingin memberikan waktu istirahat pada Agni. Mengingat keaktifan Lill

  • Kesempatan Kedua   Lillian

    Samudera berlari di sepanjang koridor Rumah Sakit, dengan diikuti Jona, Rein serta Sherly. Mereka sedang rapat, saat Lautan meneleponnya mengabarkan keadaan Agni.Ternyata tanpa ia sadari, Agni sudah merasa sakit perut sejak subuh, tetapi ditahan sendiri olehnya karena tidak ingin merepotkan orang-orang. Samudera berlari sembari menyekah sudut matanya. Ia merasa menjadi suami paling bodoh yang tidak peka dengan keadaan istrinya.Saat sampai di depan ruang bersalin, Samudera langsung menghampiri Lautan. “Bagaimana keadaan Agni, Yah?”“Dia baik-baik saja, sebaiknya kamu masuk. Sejak tadi dokter terus mencarimu.”Tepat saat Lautan mengatakan hal itu, pintu ruang bersalin terbuka. “Pak Samudera?” Panggil suster.“Saya.”Suster itu tersenyum tipis. “Syukurlah Anda sudah datang. Mari ikut, Saya.”Samudera mengikuti langkah sang Suster.Sepeninggal Samudera, semua orang masih

  • Kesempatan Kedua   Harus Lebih Tahu Diri

    Tempat pemakaman umum itu terlihat sepi. Ya, kalau ramai namanya pasar. Hehehe Agni dan Samudera saat ini tengah berada di makam kedua orang tua Agni serta ibunda Samudera. Diusia kandungannya yang memasuki 7 bulan, Agni memang berkeinginan untuk mengunjungi makam orang tersayang mereka. Selagi masih bisa ‘kan, karena ia yakin kedepannya pasti mereka akan lebih sibuk lagi mempersiapkan kelahiran. Apalagi nanti saat si kecil sudah lahir. Perhatian mereka pastilah untuk kedua anak mereka. Karena itulah, selagi masih ada waktu seperti sekarang. Lebih baik dimanfaatkan untuk see Hay dengan para orangtua. Agni meletakkan sebuket tulip orange di atas makam ibunya. Ia lalu bersimpuh di depan makam kedua orang tuanya, dan berdoa dengan khusyuk. Hal yang sama juga dilakukan oleh Samudera dan Aska. “Halo Ayah, Bunda, aku kembali. Terakhir kali aku datang, dengan perasaan yang hancur. Waktu itu aku bersimpuh dan menangis sendirian di sini.” Agni menarik

  • Kesempatan Kedua   Masih Ada Waktu

    Setelah mengeluarkan isi perutnya, Agni terduduk lemas di sofa ruangan Samudera. Ia sedikit mengerutkan keningnya, saat tidak sengaja menduduki sesuatu. Dan saat melihat benda itu, Agni membelalakkan matanya.“Siapa yang baru datang kemari, Kak?”“Jona, Reinhart? Hanya mereka.”Agni menggeleng. “Perempuan.”“Flora?” Samudera mengangkat sebelah alisnya.“Ck, bukan Bella??” Tuding Agni sembari melipat tangannya di depan dada.“Ada apa?” tanya Sam tanpa daya.“Jawab, kak... Apa Bella berusan kesini?”Samudera memijat pelipisnya. “Ya. Dia baru saja kemari,” jawab Sam sembari menatap Istri cantiknya. “Perusahaan mereka ingin mengajukan kerjasama. Dan dia yang di tunjuk sebagai perwakilan,” jelas Samudera.“Hmm... Pantas saja.”“Ada apa?” Samudera menghampiri Agni, lalu membawanya dalam pel

  • Kesempatan Kedua   Bau Bangkai

    Namun, suara dari luar berhasil menghentikan aksi gila Mario. Mereka berdua sama-sama terkejut dibuatnya.“Rio!?”Sherly mengembuskan napas lega, berpikir kalau Rio akan berhenti. Nyatanya tidak. Pria itu tetap melanjutkan aksinya.“Rio!?”Barulah saat panggilan kedua, pria itu mengehentikan tindakannya. Ia lalu mengumpat pelan. Kemudian keluar dari paviliun. “Urusan kita belum selesai,” ucapnya. Lalu benar-benar keluar.Setelah bayangan Rio menghilang, kaki Sherly langsung lemas seperti jelly, ia sampai terduduk di lantai.Dia Lalu mengusap pelan dada-nya, sembari bergumam. “Selamat, selamat. Hampir aja, bibir gue nggak perawan lagi.”Dari dalam paviliun, Sherly bisa mendengar percakapan mereka. Ternyata yang memanggil Rio adalah Reinhart. Pria itu mengatakan kalau Rio tengah di cari oleh Samudera. Rio terdengar menolak, tetapi Reinhart menegaskan kalau ini penting. Dan harus sekarang.

  • Kesempatan Kedua   Kelinci Kecil

    Mobil Samudera perlahan memasuki pekarangan rumah. Setelah tadi mereka singgah di pasar tradisional untuk membeli bahan-bahan Ketam Cili pesanan Agni.Kepulangan mereka di sambut oleh Lautan dan Mayang, si kembar serta Aska, yang tengah menunggu mereka di teras.Mayang yang melihat Samudera menuntun Agni, bergegas menjemput menantunya itu. “Kalian dari mana, Sayang?” Tanya Mayang.Namun, ia langsung mendapatkan jawabannya, saat melihat Reinhart membuka bagasi dan mengeluarkan belanjaan.“Kalian ingin masak?” Tanya Mayang lagi. Dan kali ini Agni mengangguk cepat.“Iya, Ma. Kita mau masak kepiting pedas,” ucap Agni, sembari menelan ludahnya. Baru menyebut namanya saja, sudah membuatnya lapar.Tingkah Agni berhasil membuat mereka semua tertawa. Terkecuali Rio, yang justru tengah menahan geram karena melihat Reinhart memegang pinggang Sherly. Padahal kenyataannya Sherly hampir jatuh, dan Reinhart sigap menahan

  • Kesempatan Kedua   Bajingan Beruntung

    Hari masih sangat pagi, namun suasana di kediaman Pramono sudah mulai ramai. Laras sibuk kesana kemari menyiapkan makanan bersama para maid. Raut kelelahan tergambar jelas di wajah nyonya muda Pramono itu.Entah pantas disebut nyonya muda atau tidak. Karena posisinya, tidak lebih tinggi dar

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kesempatan Kedua   Saya Pamit

    Agni menutup mulutnya, melihat darah yang mengalir deras.“Ti-tidak... Mbok!!”Agni berlari sekuat tenaga menghampiri tubuh mbok Inem yang terbaring di tanah. “Tidak, tidak, Mbok... Mbok bangun!” Agni berteriak dengan keras tetapi mbok Inem hanya membuka matany

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kesempatan Kedua   Keenan

    “Agni...?” Lirih pria itu. “Untuk apa dia ada di sini?” Karena penasaran, pria itu diam-diam mendekati mereka. Namun, tetap menjaga jarak. Hingga ia mendengar percakapan mereka.“Aska di culik?” Dia semakin mengerutkan keningnya.“Pak Andi....

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kesempatan Kedua   Kerja Bagus, Rein

    Bunyi ban berdecit, membuat orang-orang terkejut. Terlihat, Agni dan Samudera keluar dari mobil dengan wajah khawatir.Semua orang yang ada di sana tidak bisa menyembunyikan raut penyesalan dari wajah mereka. Apalagi mbok Inem, wajah wanita paruh baya itu pucat pasih. Dia terus menyalahkan

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status