Share

18. Anisa Lebih Penting

Sebelum masuk, Anisa membuang napasnya. itu berarti dia sedang membuang rasa sakit yang bermenit-menit yang lalu dia rasakan di tempat ini. Persis di tempatnya ia berdiri

Setelah itu, Anisa membuka pintu. Merasakan jika udara dingin dan senyap menyergap dalam ruangan mertuanya itu.

Tubuhnya yang sudah sepenuhnya masuk ke dalam ruangan itu dibuat terheran, karena ruangan tampak sepi, tidak ada Satria dan Nela. Hanya ada Ratna yang sedang terbaring lelap di atas bangsalnya.

Dengan pelan, Anisa berjalan meletakan tasnya di atas sofa. Kemudian dia berjalan hendak mendekat ke arah Ratna. Tidak, Anisa tidak berniat membangunkannya hanya akan melihat keadaan Ratna.

Namun, belum sepenuhnya sampai tepat di depan bangsal Ratna. Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Anya. Wanita itu tersenyum ke arah Anisa

“Nis, kamu udah balik?” tanyanya

Anisa lantas menjawab “Iya, mbak. Tapi kok sepi, mas Satria juga kemana?”

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status