MasukSatria dan Anisa. Kini pernikahannya telah menginjak angka 10 tahun, namun keduanya belum kunjung dikaruniai keturunan,hal itu membuat Ratna(ibu Satria)merasa geram. Bagaimana tidak, Satria yang menjadi pewaris tahta perusahaannya tidak memiliki keturunan. Lantas Ratna menyuruh Satria untuk menikah lagi dengan wanita pilihannya, namanya Nela. Akan tetapi Satria kekeh menolak, hal itu tidak begitu saja menyurutkan keinginan Ratna, dia terus berbuat agar Satria dekat dengan Nela sampai Satria mau menikahinya. Lalu bagaimana dengan Anisa?tentu saja dia menjadi korban dari kepicikan mertuanya sendiri. Meski begitu, Anisa masih bisa tetap merasakan kehangantan cintanya Satria.
Lihat lebih banyakAnisa pikir kedatangan Satria akan membaikan suasana hatinya. Pada kenyataannya, Anisa merasakan rasa sakit lagi. dan lagi Anisa tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain diam.Satria tadi sudah berencana untuk menemani Anisa yang akan menemani ibu bersama mbak Anya. Akan tetapi rencana itu digagalkan oleh RatnaRatna menyuruh Satria untuk pulang, dan beristrirahat yang baik. Sebab Ratna tahu, anaknya itu sedang melakukan proyek besar untuk perusahaannya. Oleh karena itu Satria harus mempersiapkan dirinya. Agar menghasilkan yang terbaik.Satria menolak, dia akan tetap disini bersama Anisa. Itu membuat Ratna kesal“Satria, denger kata ibu. Jangan ngebantah.”“Bu. Aku gak apa-apa disini.”“Nggak. Kamu harus istrirahat yang cukup. Biarkan Anisa sama Anya disini, temani ibu. Kamu pulang sama Nela saja sana.”Nela yang merasa terpanggil, dibuat terhenyak dalam keheningan yang diciptakan oleh dirinya itu. Te
Sebelum masuk, Anisa membuang napasnya. itu berarti dia sedang membuang rasa sakit yang bermenit-menit yang lalu dia rasakan di tempat ini. Persis di tempatnya ia berdiriSetelah itu, Anisa membuka pintu. Merasakan jika udara dingin dan senyap menyergap dalam ruangan mertuanya itu.Tubuhnya yang sudah sepenuhnya masuk ke dalam ruangan itu dibuat terheran, karena ruangan tampak sepi, tidak ada Satria dan Nela. Hanya ada Ratna yang sedang terbaring lelap di atas bangsalnya.Dengan pelan, Anisa berjalan meletakan tasnya di atas sofa. Kemudian dia berjalan hendak mendekat ke arah Ratna. Tidak, Anisa tidak berniat membangunkannya hanya akan melihat keadaan Ratna.Namun, belum sepenuhnya sampai tepat di depan bangsal Ratna. Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Anya. Wanita itu tersenyum ke arah Anisa“Nis, kamu udah balik?” tanyanyaAnisa lantas menjawab “Iya, mbak. Tapi kok sepi, mas Satria juga kemana?”
Disini Anisa sekarang, dikursi taman rumah sakit yang cukup luas. Ditemani dengan cahaya lampu taman, serta angin malam yang masuk ke dalam pori-pori kulitnya, membuat Anisa merasa dingin, sebab dirinya hanya menggunakan baju yang tidak memiliki lengan yang panjang.“Anisa?”Anisa lantas menoleh, saat bias suara berat menyeruak didekatnya. Matanya melotot, terkejut bukan main saat mendapati siapa orang yang memanggilnya itu“Dimas,” kata AnisaLaki-laki itu tersenyum, duduk disamping Anisa “Kemana aja kamu?”“Aku ada aja kok, cuman keseringan dirumah aja,” kata Anisa menjawab, laki-laki dengan setelan dokter itu disampingnyaDimas adalah temannya semasa kuliah, mereka hanya satu universitas. Dimas dulu masuk jurusan kedokteran sementara Anisa masuk ke pendidikan sekolah dasar“Satria sehat?”Anisa mengangguk, tapi kenapa saat nama itu disebuh hatinya merasakan gertakan
Pada akhirnya Satria hanya bisa menatap kepergian Anisa, dan meratapi keberadaannya bersama Nela disatu ruangan rawat inap vvip iniIngin hati menjauhi Nela, agar tidak menimbulkan perasaan apapun lagi pada wanitu itu, namun ibunya seakan menjadi penghalang untuknya.Itu membuat Satria mau tidak mau harus menerima. Kini dia duduk di sofa, melihat bagaimana sang ibu sedang disuapi buah jeruk oleh wanita yang sangat ia hindari. Ibunya tersenyum seperti senang dijamu oleh NelaKemudian, Ratna menatap Satria “Kata Nela, kamu izin buat cuti itu benar?”Satria mengangguk “Tadinya besok pagi. Tapi mana rela aku tinggalin ibu dalam kondisi seperti ini.”Ratna tersenyum, hatinya berbunga saat diprioritaskan oleh Satria “Anisa yang minta kamu buat cuti?”Satria menggeleng “Aku sendiri.”“Kemana tujuan liburan kamu?”“Bukan kemana-mana, cuman akan mengunjungi rumah orang tu
Satria menghela napasnya saat begitu melihat Anisa sedang bergulat dengan alat dapurnya. Padahal Satria sudah mewanti-wanti agar Anisa tidak perlu menyiapkannya sarapan. Itu bisa dikerjakan Yati atau Satria bisa sarapan nanti dikantorTubuh jenjangnya menghampiri sang istri, sebentar Satri
Sepasang kaki jenjang, dibalut dengan sepasang hels yang terdengar bergemlatuk dengan marmer. Nela Amanda, wanita karir yang sudah hampir 12 tahun bekerja sebagai sekertaris perusahaan besar itu, memutuskan untuk berhenti bekerja disana.seperti yang kalian ketahui, jika sekarang ada
Entah mimpi apa semalam, hari ini Satria di datangi lagi oleh ibunya. Yang lebih parah, kini wanita itu membawa seseorang. Yang Satria tidak mengenalinya. Perempuan itu hanya tersenyum manis di samping Ratna, sesekali melirik ke arah Satria dengan pandangan yang penuh harap, jika boleh jujur Satr
Satria tidak pernah menduga, jika pergulatannya dengan setumpuk berkas akan ditemani sang ibu juga, yang tiba-tiba menghampirinya ke kantor. Satria bukan tidak senang, hanya saja waktunya yang kurang tepat. Apalagi jika mengingat kejadian kemarin “Ibu ganggu kamu?” Satria menggele
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.