Share

Bab 02

Penulis: Olivia Yoyet
last update Tanggal publikasi: 2026-06-01 11:16:36

02

Bulan bertukar dengan cepat. Asmiratih berhasil mengerjakan semua tugasnya lebih awal 2 bulan dari waktu yang telah disepakati. Dia menolak semua tawaran pekerjaan tambahan, karena ingin kembali ke profesi awalnya sebagai bodyguard lady. 

Asmiratih dan Ferlita segera mengemasi semua barang mereka, yang hendak dikirimkan ke Indonesia. Mereka keluar dari apartemen dan berpindah ke hotel CJC, guna menunggu kedatangan rombongan Indonesia. 

Liu Jasver Emery, Adik Vanetta, Sabtu nanti akan menikah dengan Wang Patricia, putri kedua Wang Magen, salah satu pengusaha yang cukup terkenal di Shanghai. 

Asmiratih dan Ferlita, berteman akrab dengan Wang Patricia, yang merupakan pemilik spa langganan kedua gadis tersebut. Sebab itu, Wang Patricia meminta kedua perempuan bersaudara itu untuk menjadi pengiring pengantinnya. 

Sore itu, rombongan Indonesia akhirnya tiba. Mereka diarahkan petugas hotel untuk menuju restoran terbesar di sisi kanan bangunan, di mana keluarga besar Liu, Cheung, Zheung, Vong, Han, dan Xie, telah menunggu. 

Asmiratih sengaja bersembunyi di balik pilar besar. Dia mencari sosok Zikria, tetapi tidak ditemukan. Asmiratih akhirnya keluar dari persembunyian guna mendatangi rombongan pimpinan Lazuardi Khaldan Muzaffer, direktur utama PBK, dan menyalami mereka satu per satu.

Kala tiba di dekat abangnya, Asmiratih menyalami Aditya dengan takzim. Kemudian dia berpindah untuk menyalami Kakak iparnya, Alodita Verlita Daryantha. 

Asmiratih merunduk untuk menciumi pipi kedua keponakannya, yakni Nuh Nawar Bryatta dan Hud Nizar Bryatta. Bocah kembar berusia hampir 2 tahun itu, tampak bingung, karena tidak mengenali sang tante. 

Ferlita menyambangi keluarga kecil tersebut. Dia sudah menyalami mereka tadi dan berusaha menggendong bocah kembar itu secara bersamaan. Namun, Ferlita akhirnya sempoyongan dan segera dipegangi Yarif Fardhani, ajudan Aditya.

"Ehm, Teh. Bang Zik, di mana?" tanya Asmiratih sembari berbisik. 

"Dia nyusul dari Guangdong," jawab Alodita. "Dia nggak ada ngomong ke kamu?" tanyanya.

Asmiratih menggeleng. "Dia masih merajuk dan nyaris nggak balas chat-ku. Ditelepon pun, nggak pernah diangkat." 

Alodita tertegun. Dia sudah mengetahui jika hubungan Asmiratih dan Zikria telah merenggang. Namun, Alodita tidak menyangka bila Zikria benar-benar menjauhi Adik iparnya. 

Seperti halnya Aditya dan keluarga Bryatta, Alodita juga mendukung kedekatan Zikria dan Asmiratih. Alodita berharap kedua orang tersebut bisa berbaikan dan kembali bersama, yang dilanjutkan dengan pernikahan. 

Puluhan menit terlewati. Semua orang telah berpindah ke musala di lantai 9 gedung itu, yang sengaja disiapkan oleh Cheung Chyou Jaden, presdir CJC Company. Sebagai bentuk dukungannya pada keluarga dan kerabat 4 klan, yang mayoritas beragama Islam. 

Asmiratih menunaikan salat Magrib berjemaah yang diimami Haikal Jabbar, presdir Baltissen Grup Indonesia. Kemudian dia mengikuti langkah Alodita, menuju lantai 5, tempat rombongan Indonesia menginap. 

Asmiratih terkejut ketika Aditya menarik tangan kanannya, lalu mengajaknya memasuki lift lain yang menuju lantai 2. Asmiratih mengikuti langkah Aditya yang keluar dari lift. Keduanya jalan tanpa saling bicara, hingga tiba di depan ruang kerja Cheung Jianzhen Jordy, Adik Chyou. 

Aditya menempelkan kartu pass ke panel di dekat gagang, sebelum terdengar bunyi klik. Aditya mendorong pintu itu dan memasuki ruangan luas bernuansa abu-abu. Asmiratih menyusul sambil menutup pintu dengan pelan. 

"Aku nggak mau basa-basi, Dek," ucap Aditya, sesaat setelah duduk di sofa besar. "Zikria sudah menemuiku, dan menjelaskan tentang penolakanmu pada lamarannya, beberapa bulan lalu," lanjutnya. 

"Sebenarnya aku pengen langsung mendatangimu, tapi ada kendala di proyek Montrèal, dan aku harus membereskannya. Lalu, minggu lalu, aku dengar kabar, kalau Zikria tengah dekat dengan Lova," sambung Aditya yang menyebabkan Asmiratih terkesiap. 

Perempuan berhidung bangir itu menggeleng pelan. "Enggak mungkin. Bang Zik cinta sama aku," sanggahnya. 

"Ini sudah lewat 4 bulan dari berakhirnya hubungan kalian. Bisa saja Zikria memang sudah nggak cinta lagi ke kamu." 

"Enggak, Bang. Aku yakin, dia nggak mungkin begitu." 

"Kenapa nggak mungkin?" 

"Dia mencintaiku." 

Aditya melengos. "Cinta itu bisa pudar. Apalagi kalau hanya menepuk angin." 

"Aku juga cinta sama dia, Bang." 

"Kalau cinta, kenapa lamarannya ditolak terus?' 

"Kerjaanku waktu itu belum selesai. Aku cuma mau beresin dulu, baru aku pulang dan memintanya untuk menikah." 

Aditya berdecak. "Sudah terlambat. Zikria sudah menyerah, dan nggak mau berjuang lagi." 

Asmiratih mengerjapkan matanya beberapa kali. "Aku mau telepon Bang Zik." 

"Buat apa?" 

"Menjelaskan semuanya. Supaya dia menjauhi Lova." 

"Kalau dia nggak mau, gimana?" 

"Ehm, dia pasti mau." 

Aditya menggeleng pelan. "Aku nggak yakin dia mau. Kami sudah bersahabat selama belasan tahun, dan aku hafal karakternya seperti apa." 

*** 

Asmiratih jalan mondar-mandir sepanjang kamar yang ditempatinya bersama Ferlita, Zhu Gwenyth, asisten 1 Wirya, dan Hana Naiya, ajudan Vanetta. 

Asmiratih telah mengirim pesan pada Zikria dan pria itu menerangkan jika dirinya akan sampai setelah magrib. Asmiratih sangat cemas, karena dia sangat ingin menemui lelaki tersebut. 

Bunyi bel pintu menyebabkan Asmiratih segera membukanya. Dia tercenung memandangi Zikria yang balas menatapnya dengan tenang.

"Masuk, Bang," ajak Asmiratih. 

"Ada orang di dalam?" tanya Zikria. 

"Enggak ada. Yang lain lagi jalan-jalan." 

"Kalau gitu, kita ngobrol di restoran aja." 

"Ada hal penting yang harus kita omongin. Aku nggak mau didengar orang lain." 

Zikria memindai sekitar. "Di sini sepi. Aku nggak mau ada yang mikir nggak baik, kalau kita cuma berdua di dalam." 

"Pintunya dibuka. Kursinya diseret dekat pintu." 

Zikria hendak menyanggah, tetapi Asmiratih telanjur berbalik dan mendekati sofa. Zikria mendengkus pelan, sebelum mengayunkan tungkai memasuki ruangan itu. 

"Kursinya nggak usah digeser. Dari pintu, kelihatan ke sini," cakap Zikria ketika Asmiratih hendak menarik kursi hitam. 

Gadis itu mengangguk patuh. Dia menduduki kursi dengan punggung tegak, sambil memikirkan kalimat pembuka. Asmiratih mendadak gugup dan sulit berkonsentrasi. Terutama, karena Zikria mengamatinya sejak tadi. 

"Mau ngomong apa, Dek?" tanya Zikria, guna memecah kesunyian. 

"Ehm, aku dengar dari Bang Adit. Katanya, Abang lagi dekat sama Lova," ungkap Asmiratih. "Benarkah?" desaknya. 

Zikria terdiam sejenak, lalu dia mengangguk. "Ya, itu benar." 

"Kenapa? Bukannya Abang bilang mau nikah sama aku?" 

"Kamu ingat? Apa yang waktu itu aku katakan?"

"Yang mana?" 

"Itu lamaran keenam, sekaligus yang terakhir." 

Asmiratih terhenyak. "Kukira, itu cuma bercanda." 

"Aku nggak pernah main-main untuk urusan pernikahan." 

"Aku sudah menyelesaikan semua kontrak, dan siap menikah sama Abang." 

Ruangan seketika hening. Zikria kaget dengan ungkapan Asmiratih, sedangkan perempuan itu menunduk sambil menggigit bibir bawahnya. 

Asmiratih menengadah guna mengamati Zikria yang tetap diam. Asmiratih menimbang-nimbang dalam hati, sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu. 

Asmiratih mengambil baugette bag dari meja, dan meraih kotak kecil dari dalam. Dia hendak berdiri, ketika ponsel Zikria berbunyi dan pria itu langsung mengangkatnya.

"Kita lanjutkan lagi nanti, Dek," ucap Zikria seusai memutus sambungan telepon. "Aku sudah ditunggu Bang W," tambahnya sembari berdiri.

Asmiratih turut berdiri. Dia menyembunyikan kotak itu di saku belakang celana kainnya, lalu mengikuti langkah Zikria menuju pintu. Menuruti intuisi, Asmiratih nekat mendekap Zikria dari belakang, yang menjadikan tubuh pria itu menegang. 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 07

    07Kehadiran Zikria di kamar perawatannya sore itu, ditanggapi Lova dengan dingin. Dia mengabaikan Zikria yang tengah berbincang dengan Papa dan mamanya. Akan tetapi, ketika Zikria menyebut tentang keinginan Wirya untuk bertemu dengan Shaka, Lova sontak memandangi pria beralis tebal, yang telah memporak-porandakan hatinya. "Bang W pasti mau bujuk Papa, supaya tetap gabung di PCE," celetuk Lova, yang seketika dipandangi ketiga orang tersebut. "Enggak," kilah Zikria. "Bang W mau nawarin bisnis di luar proyek bos," lanjutnya. "Proyek dari mana?" "RQA dan Vong." Lova terpegun. "Bang Rangga dan Koko Myron?" "Ya. Mereka punya proyek resor baru di Lombok." "Tumben nggak ngegaet dari kumpulan para bos?" "Kata Bang W, ini proyeknya pribadi, bareng adik-adiknya. Dia mau ngasih kesempatan buat perusahaan skala nasional aja, khusus buat proyek ini." Lova mengalihkan pandangan ke Shaka. "Papa mau ambil?" tanyanya. "Belum tahu. Papa mesti pikir-pikir dulu," jelas pria tua yang mengenaka

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 06

    06Asmiratih menunduk sambil memilin jemari di pangkuannya. Gadis berkulit putih itu masih syok, seusai mendengarkan penjelasan Shaka, tentang penyakit yang diderita Lova, sejak 2 tahun terakhir. Asmiratih tidak menyangka bila Lova tengah berjuang untuk memulihkan kondisinya, seusai operasi yang dilakukan di salah satu rumah sakit swasta terkenal di Singapura, awal tahun ialu. Perempuan berhidung bangir itu melirik Zikria yang berada di samping kiri. Dia berulang kali mendengar ucapan maaf lelaki tersebut, yang ditujukan pada Lova dan keluarga Padmana. Asmiratih mengarahkan pandangan ke depan. Lambaian dedaunan yang tertiup pohon itu seakan-akan menghipnotisnya, dan membuat Asmiratih terus memandangi daun yang tertiup angin. "Dek, kita pulang," ajak Zikria yang sukses memutus lamunan gadis di sebelah kanannya. Asmiratih tidak menjawab dan hanya mengangguk. Keduanya berdiri, lalu jalan menyusuri lorong panjang rumah sakit, di mana Lova dilarikan ke sana tadi siang, dan tengah mend

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 05

    05Jalinan waktu terus bergulir. Rombongan Indonesia telah pulang ke tanah air sejak kemarin sore. Zikria mengistirahatkan badannya terlebih dahulu. Lalu, malam itu dia mendatangi kediaman Shaka Padmana, dengan ditemani ajudannya, Zulfan Yasa Zahid.Setibanya di tempat tujuan, Zikria mulai gugup. Terutama setelah berhadapan dengan Shaka, dan istrinya, Norma, serta Lova Restisalya Hanasta Padmana. Zikria menelan ludah sembari menenangkan degup jantungnya yang menggila. Kemudian dia menerangkan maksud kedatangannya dengan hati-hati. Raut wajah Shaka yang berubah masam, menjadikan kegugupan Zikria bertambah. Namun, dia menguatkan diri guna menuntaskan penuturannya. "Saya tidak menyangka, jika kamu berniat mempermainkan putri saya!" desis Shaka. "Mohon maaf, Pak. Tapi, aku sama sekali berniat begitu," kilah Zikria. "Kalau kamu sudah punya calon istri, kenapa melamar Lova?" "Seperti yang tadi kujelaskan, Pak. Calon istriku awalnya menolak. Lalu, aku didesak keluarga untuk segera nikah

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 04

    04 Sekelompok orang saling menatap, sesaat setelah mendengarkan penuturan Zikria dan Asmiratih. Paras keduanya tampak semringah dan mereka nyaris tidak berhenti tersenyum. Aditya mendekatkan badannya ke kiri. Dia berbisik-bisik dengan Wirya, kemudian Aditya juga membisikkan hal itu pada Alodita di kursi kanan, yang menanggapinya dengan anggukan. Wirya turut menerangkan keputusan Aditya pada istrinya. Vanetta nyaris bersorak, sebelum menenangkan diri dan tetap memasang raut wajah serius. "Sekarang sudah tengah malam. Orang tua kita pasti sudah tidur," cakap Aditya sembari memandangi pasangan di kursi seberang. "Besok subuh, aku telepon Ayah buat berdiskusi dengan beliau. Kalau beliau oke, kita laksanakan keinginan kalian. Tapi kalau nggak oke, tunggu kita nyampe sana, lalu lamaran resmi langsung dilakukan, akhir pekan depan," lanjutnya. "Ya, Bang. Aku paham," jawab Zikria."Kalian bikin aku kaget. Bubar nggak jelas, lalu tiba-tiba balikan dan mutusin buat tunangan." Zikria mengul

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 03

    03"Dek, jangan begini," pinta Zikria. Asmiratih tidak menyahut, melainkan berpindah ke depan dan kembali mendekap Zikria yang badannya makin tegang. Isakan Asmiratih menjadikan hati Zikria mencelos. Pria itu berdebat dalam hati, sebelum mengangkat kedua tangannya dan balas mendekap gadis yang masih menguasai hatinya.."Aku cinta sama Abang," ucap Asmiratih dengan suara serak. Zikria bergeming. Hatinya terbelah, antara senang dengan pengakuan Asmiratih, dan tetap teguh pada pendiriannya, yang telanjur memberi harapan pada Lova. Zikria terbayang wajah Lova dan itu membuatnya tersadar. Dia mengurai dekapan dan memaksa menggeser kedua tangan Asmiratih, hingga tubuh mereka sedikit berjauhan. "Aku sudah janji pada diri, untuk mencari perempuan lain yang mau menerimaku apa adanya, dan siap menikah dalam waktu dekat," ujar Zikria. "Aku sudah menerangkan itu pada Lova, dan dia mau menerimaku, tanpa syarat apa pun," lanjutnya yang mengagetkan Asmiratih. "Jujur, aku sangat kecewa, setelah

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 02

    02Bulan bertukar dengan cepat. Asmiratih berhasil mengerjakan semua tugasnya lebih awal 2 bulan dari waktu yang telah disepakati. Dia menolak semua tawaran pekerjaan tambahan, karena ingin kembali ke profesi awalnya sebagai bodyguard lady. Asmiratih dan Ferlita segera mengemasi semua barang mereka, yang hendak dikirimkan ke Indonesia. Mereka keluar dari apartemen dan berpindah ke hotel CJC, guna menunggu kedatangan rombongan Indonesia. Liu Jasver Emery, Adik Vanetta, Sabtu nanti akan menikah dengan Wang Patricia, putri kedua Wang Magen, salah satu pengusaha yang cukup terkenal di Shanghai. Asmiratih dan Ferlita, berteman akrab dengan Wang Patricia, yang merupakan pemilik spa langganan kedua gadis tersebut. Sebab itu, Wang Patricia meminta kedua perempuan bersaudara itu untuk menjadi pengiring pengantinnya. Sore itu, rombongan Indonesia akhirnya tiba. Mereka diarahkan petugas hotel untuk menuju restoran terbesar di sisi kanan bangunan, di mana keluarga besar Liu, Cheung, Zheung, V

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status