Share

Bab 238

Penulis: Gilva Afnida
last update Tanggal publikasi: 2026-08-22 21:01:41

Beberapa jam sebelumnya, Zahwa sedang berbaring di dalam kamar karena ia sedang disuruh paksa oleh ibu mertuanya untuk istirahat, tak melakukan apa-apa. Zahwa menghela napasnya panjang, sepanjang pagi hingga siang, Debby tiada henti membuntutinya.

Zahwa tidak diperbolehkan membawa barang yang agak berat, dilarang menyapu, bahkan menyeduh teh hangat sendiri pun ditegur karena ramuan herbal buatan mertuanya wajib jadi satu-satunya minuman yang masuk ke tubuhnya. Ruang gerak Zahwa sangat dib
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 316

    ​Setelah berpamitan dengan Mbak Yuni, Zahwa dan Devan melanjutkan langkah mereka menuju panggung untuk berpamitan kepada Alex dan Kinara.​"Alex, Kinara, kita pamit duluan ya," ujar Devan seraya berjabatan tangan dengan Alex. "Zahwa udah harus istirahat, nggak boleh terlalu kecapekan."​"Siap, Dev! Makasih banyak ya udah datang dari awal sampai akhir," balas Alex sumringah. "Hati-hati di jalan!"​"Zahwa, makasih ya! Hati-hati ya Bumil cantik," seru Kinara memeluk erat sahabatnya sekali lagi."Sekali lagi selamat, ya, Ra. Aku pulang dulu..."​Selama perjalanan, Devan terus memperhatikan Zahwa. Ia memastikan sang istri tetap nyaman dan tidak merasa kelelahan.​"Hari ini kamu senang kan, Sayang?" goda Devan seraya melirik sebentar ke arah istrinya.​"Iya, Mas." Zahwa memutar tubuhnya sedikit, menatap profil samping suaminya yang tetap tampan meski raut lelah mulai terlihat. "Gimana gak senang? Sahabatku yang udah lama menanggung kesedihan itu akhirnya kini bisa menikah dan bahagia dengan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 315

    Alex seketika tertawa sumbang seraya menepuk jidatnya sendiri. "Wah, jangan ditanya, Dev! Tanganku sampek rasanya dingin banget, berasa mau copot jantung pas natap penghulu."​Kinara yang berdiri di samping Alex langsung mencubit pelan lengan suaminya. "Tapi tadi Mas Alex lancar kok, Dev! Cuma latihannya aja yang semalaman sampai gak bisa tidur."​"Hah, semalaman gak tidur?" Devan menaikkan sebelah alisnya, mengulas senyum miring. "Iya sih. Mukamu kelihatan kurang tidur. Tapi tahan-tahan ya... malam ini kan masih malam pertama. Jangan sampai ketiduran duluan."​"Mas Devan!" tegur Zahwa pelan seraya menepuk lengan suaminya.​Suasana seketika pecah oleh tawa.​"Parah kamu, Dev! Belajar dari mana gaya bercanda begini?"​"Pengalaman, Lex. Pengalaman," sahut Devan seraya merangkul bahu Zahwa, membuat riuh tawa kembali membahana.Saat pembawa acara mengumumkan dimulainya inti acara berupa wedding toast dan pemotongan kue pengantin, perhatian seluruh tamu terpusat ke panggung utama. Tepuk ta

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 314

    ​Zahwa dan Devan saling berpandangan sejenak. Devan mengulas senyum manis, lalu menatap istrinya dengan sorot mata penuh tanya. "Gimana, Sayang? Kamu mau tahu sekarang?" ​Zahwa menggeleng pelan. "Nggak usah dulu deh, Mas. Aku pengin jadi kejutan aja pas lahir nanti. Yang penting si Kecil sehat dan lengkap."​Devan tertawa kecil dan mengangguk setuju. "Sama, Dok. Kita sepakat simpan aja dulu rahasianya. Biar jadi kejutan waktu persalinan nanti."​"Siap! Berarti kita keep sebagai rahasia ya. Yang penting dari hasil evaluasi keseluruhan, kondisi Bu Zahwa dan janin sangat sehat. Tinggal dijaga pola istirahatnya."Setelah selesai, mereka pun keluar dari ruangan untuk menebus obat-obatan.​Begitu selesai dan keluar dari area rumah sakit, Devan membukakan pintu mobil untuk Zahwa dengan hati-hati.​Di dalam mobil, Devan tidak langsung menancap gas. Ia memutar tubuhnya menghadap Zahwa dan menatapnya lekat.​"Senang banget aku bisa dengar detak jantung si Kecil lagi tadi. Suaranya kencang dan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 313

    ​"Mas beneran udah lapang dada melepas Om Adi sama Sherly?" tanya Zahwa, mendongak untuk menatap manik mata suaminya. "Aku tahu, kamu pasti harus menahan rasa kecewa karena ingin menghormati Papa sama Mama."​Devan terdiam sejenak, menatap lurus ke depan. Mengingat kembali bagaimana Paman dan sepupunya menyalahgunakan kepercayaan keluarga, tentu ada rasa perih yang tak mudah hilang. Namun, mengingat kondisi Tantenya yang juga sedang sakit dan keputusan sang ayah untuk mengasingkan mereka ke desa, Devan tahu itu adalah jalan terbaik.​"Awalnya berat, Zahwa. Aku marah sekali pas tahu mereka sampai berani mencuri berkas penting dan hampir mencelakai banyak orang karenanya." Devan menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis. "Tapi pas aku lihat Tante Lina tadi... aku sadar, Allah sudah memberi hukuman lewat sakit yang menimpa Tante Lina. Mereka juga udah diasingkan ke desa dan harus merawat Tante Lina di tempat yang jauh dari kata mewah dan serba mudah. Bagiku, itu lebih baik dibanding h

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 312

    Keesokan harinya, Devan yang sedang menikmati sarapan bersama Zahwa terkejut saat Mbok Minah berkata kedua orang tua Devan datang untuk berkunjung.Devan dan Zahwa pun segera menyambut mereka di depan pintu.Namun begitu membuka pintu, Zahwa bukan hanya mendapati kedua mertuanya yang datang, melainkan ada juga Tante Lia yang sedang mendorong sebuah kursi roda dengan perlahan.​Zahwa tercekat. Di atas kursi roda itu, duduk Tante Lina. Kondisinya semakin memprihatinkan, tubuhnya tampak lebih kurus dari terakhir kali yang ia lihat. Wajahnya pucat, dan sudut mulutnya semakin tertarik miring ke kiri.​Di belakang Tante Lia, ada Adi dan Sherly berjalan dengan kepala tertunduk. Tidak ada lagi keangkuhan atau sorot mata licik dari yang biasa mereka lakukan.​"Devan, Zahwa... Papa sama Mama sengaja bawa mereka ke sini hari ini. Sesuai keputusan keluarga besar semalam, Adi dan Sherly harus minta maaf secara langsung di hadapan kalian berdua."​Lia menghentikan dorongan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 311

    "Saudara Martin, Saudara Adi, dan Saudari Sherly... harap ikut kami ke kantor kepolisian sekarang juga untuk menjalani pemeriksaan resmi."​"Tunggu sebentar, Pak Polisi!"​Seruan berat itu memecah keheningan, menghentikan langkah kaki polisi dan membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara. Irfan melangkah masuk. Pandangannya sempat menyapu seluruh ruangan sebelum tertuju pada Adi dan Sherly, lalu beralih pada Devan.​"Papa?" Devan mengernyit heran, agak terkejut melihat kehadiran ayahnya yang mendadak.​Irfan meminta waktu pada petugas polisi sejenak, lalu berjalan mendekati Devan dan mengajaknya bergeser sedikit ke sudut ruangan.​"Devan. Papa mengerti amarah kamu. Apa yang dilakukan Adi dan Sherly memang sudah melampaui batas, apalagi sampai hampir merugikan seluruh bawahanmu."​"Terus kenapa Papa malah menghentikan polisi. Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya secara hukum, Pa."​"Untuk Martin, silakan lanjutkan proses hukumnya. Di

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 2

    Zahwa tersentak. Ia segera menyembunyikan ponselnya di balik punggung. "E... Enggak kok, enggak ada apa-apa."Devan melangkahkan kakinya mendekati Zahwa. Ia menarik paksa tangan Zahwa, merebut ponsel dari genggamannya sebelum Zahwa sempat mengunci layar.Mata kehitaman Devan menyapu layar ponsel Z

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 1

    [Aku minta maaf kalau harus kirim ini, tapi foto ini mulai ramai di media sosial. Bukannya ini suamimu, si Devan?]Zahwa menatap nanar isi pesan yang dikirim oleh sahabatnya, Kinara. Ia menggeser layar ke bawah dan membaca judul dari tautan berita yang terlampir: "Arsitek Muda, Devan Buana Sakti,

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 7

    "Apa? Devan memintamu mencarikan kado untuk Valerie? Apa dia masih waras?" Zahwa sampai harus menjauhkan ponsel dari telinganya begitu mendengar lengkingan suara Kinara."Dan kamu menerima permintaan itu begitu saja?" Suara Kinara terdengar tak terima."Mau bagaimana lagi?" Zahwa menghela napasnya

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 6

    Zahwa menoleh. Jantungnya mencelos. Itu adalah Alex.Alex berjalan mendekat dengan raut wajah terkejut sekaligus bingung. "Kenapa kamu ada di sini? Jangan bilang kamu menguntit Devan lagi? Kamu kira Devan ada di sini? Astaga, Devan masih di luar kota sama Valerie."Resepsionis tadi langsung menund

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status