Share

Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi
Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi
Penulis: Obayantara

Bab 1

Penulis: Obayantara
Aturan leluhur Keluarga Lingga menetapkan bahwa siapa pun yang ingin masuk ke Keluarga Lingga harus memohon sendiri dan mendapat hasil ramalan paling mujur.

Namun, aku sudah memohon sebanyak 99 kali dan semua hasilnya adalah yang paling sial. Sebelum yang ke-100 kali, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Titus mengganti semua kertas lamaran di dalam tabung.

"Nggak peduli berapa kali, dia hanya akan mendapat hasil ramalan paling sial."

Barulah aku sadar, dia benar-benar tidak mencintaiku. Tidak apa-apa, aku juga tidak ingin menikah dengannya lagi.

Aku membuang tabung ramalan itu, lalu menelepon orang tuaku. "Aku menyetujui pernikahan aliansi dengan Keluarga Winata."

Saat meninggalkan kuil, aku kembali bertemu Titus. Tatapannya berhenti dua detik lebih lama di mataku yang merah dan bengkak, lalu dia memalingkan pandangan seolah-olah tak terjadi apa-apa.

Justru Elvan yang di sampingnya membuka mulut, memecah suasana canggung. "Alaina, mau pulang?"

Tangisanku membuat suaraku serak dan sulit berbicara, jadi aku hanya mengangguk. Aku lalu berjalan ke loket tiket, berniat naik kereta gantung turun gunung.

Suara Elvan terdengar agak heran. "Kamu mau turun dengan naik kendaraan? Nggak jalan kaki lagi?"

Aku berbalik, bertemu tatapan bingung Elvan dan Titus, hanya merasa getir di dalam hati.

Tiga tahun, 99 kali datang memohon undian, aku selalu naik selangkah demi selangkah dengan berlutut, lalu turun gunung dengan tertatih-tatih, hanya agar Tuhan melihat ketulusanku dan memberiku hasil ramalan paling mujur secepat mungkin.

Namun ternyata, tidak peduli seberapa tulus aku, aku tetap tidak akan mendapat hasil ramalan paling mujur, karena Titus tidak menginginkannya. Kalau begitu, untuk apa aku harus terus menderita?

Aku memindai kode dan membeli tiket, lalu menjawab sekenanya, "Capek, nggak mau jalan lagi."

Begitu suaraku yang serak jatuh, Elvan mengangkat kunci mobil di tangannya. "Kebetulan aku dan Titus juga mau turun gunung, gimana kalau sekalian kami antar?"

Belum sempat aku menolak, suara dingin Titus terdengar. "Aku mau jemput orang lain, nggak ada waktu."

Saat berpapasan, langkahnya terhenti sejenak. Dia melirik wajahku yang pucat, lalu berkata, "Kalau sudah tahu capek, lain kali jangan naik sambil berlutut."

Orangnya dingin, suaranya juga dingin. Dulu, tak peduli seberapa menyakitkan kata-katanya, aku selalu merasa suaranya enak didengar. Waktu itu aku berpikir, perhatian yang keluar dari mulutnya, juga napas penuh perasaan itu, pasti akan terdengar lebih indah.

Sekarang kupikir, ternyata biasa saja.

Setelah turun gunung, aku langsung menuju restoran barbeku. Selama tiga tahun ini, demi hasil ramalan paling mujur yang konyol itu, aku bahkan tidak berani menyentuh daging, hidup seperti seorang vegetarian.

Saat sedang makan dengan lahap, pintu didorong terbuka dan suara yang familier sekaligus menyebalkan terdengar. "Wow, baru cium baunya saja aku sudah ngiler. Bertahun-tahun di luar negeri, aku paling kangen makanan ini!"

Aku mengangkat kepala dan melihat Abigail berdiri di area bumbu. Hatiku semakin kesal. Aku hanya ingin cepat-cepat makan, lalu pergi.

Detik berikutnya, aku mendengar suara Titus yang mengandung kelelahan sekaligus kasih sayang. "Jangan terlalu banyak cabai, lambungmu lemah."

Jantungku berdegup. Aku menoleh dan melihat Titus berdiri di dekat meja bumbu, menyerahkan mangkuk di tangannya.

Abigail, Abi .... Jadi, hasil ramalan paling mujur Titus, ternyata dipersiapkan untuk Abigail. Harus Abigail.

Hatiku sakit sampai terasa hancur. Selera makanku hilang seketika. Aku meletakkan sumpit dan hendak pergi. Saat mengambil tas dan berbalik, aku bertabrakan langsung dengan Abigail yang membawa mangkuk bumbu.

"Ah!" Abigail menjerit dan langsung jatuh ke pelukan Titus.

Aku terdorong sampai kehilangan keseimbangan. Tanganku menghantam panggangan yang masih mengepul panas.

Rasa panas membuatku menghirup napas tajam. Saat aku berdiri tegak, punggung tanganku sudah merah terbakar. Aku kesakitan dan segera ingin mencari air dingin. Baru mengambil satu langkah, pergelangan tanganku sudah ditarik Titus.

"Alaina, minta maaf pada Abi sekarang!"

Luka di punggung tanganku membuat hatiku ikut perih. Aku berusaha keras melepaskan diri dari cengkeramannya tanpa berkata apa pun. Aku hanya ingin membilas tanganku dengan air.

Titus menghalangiku, nadanya dingin. "Minta maaf!"

Aku mengangkat kepala, berusaha menahan air mata. Suaraku kaku. "Kenapa aku harus minta maaf?"

Abigail mengangkat kepala dari pelukan Titus, tampak lemah dan menyedihkan. "Kak Titus, aku nggak apa-apa. Aku yang nggak sengaja menabrak kakakku."

Tatapanku langsung mendingin. "Siapa yang mengizinkanmu memanggilku kakak?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi   Bab 10

    -Epilog-Pertama kali Titus bertemu Alaina adalah di halaman belakang kuil. Gadis itu memegang kertas berisi doa, lalu melemparkannya ke pohon. Karena melompat terlalu tinggi, kakinya tak sengaja terkilir.Titus maju, menanyakan apakah dia baik-baik saja. Wajah gadis itu memerah. Di wajah yang tadinya menahan sakit hingga hampir menangis, justru muncul sebuah senyuman.Sejak hari itu, gadis itu mengatakan ingin mengejarnya.Titus tidak mengerti mengapa Alaina tiba-tiba menyukainya. Jelas-jelas saat dia mengantarnya pulang, gadis itu masih diam-diam mengeluh bahwa dirinya seperti robot, dingin dan kaku. Namun keesokan harinya, dia malah kembali mendekat dengan senyuman cerah di depan Titus.Seperti biasa, Titus menolaknya. Namun, Alaina sangat keras kepala. Tidak peduli seberapa dingin sikap Titus, gadis itu tetap terus mendekat.Tak ada pilihan lain, Titus akhirnya meminta Alaina untuk mengambil hasil ramalan. Jika dia mendapatkan hasil paling mujur, Titus akan menikahinya.Alaina ters

  • Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi   Bab 9

    Mata Titus berkilat menampakkan sedikit kesedihan. Aku tertawa ringan."Titus, guci keramik yang sudah pecah berarti sudah pecah. Nggak peduli itu buatan tanganmu atau bukan, benda itu bukan lagi yang dulu."Sebelum aku membuka pintu, Titus kembali menarik tanganku. Kali ini, di matanya bahkan terselip permohonan. "Alaina, aku ... aku salah. Dulu aku nggak bisa memahami perasaanku sendiri dengan jelas. Tanpa kusadari, aku sudah menyukaimu sejak lama."Dia mengucapkan kata-kata suka padaku, tetapi ekspresinya tetap penuh keyakinan, seolah-olah dia yakin begitu aku mendengar pengakuannya, aku akan kembali terus mengekornya dengan senang hati.Louis langsung merangkul pinggangku. "Titus, Alaina sekarang adalah tunanganku. Mengaku cinta padanya di hadapanku, rasanya kurang pantas, 'kan?"Titus tertegun sejenak, melirik tangan yang melingkari pinggangku dengan jengkel, lalu menatapku. "Alaina, aku bilang aku menyukaimu."Aku tersenyum kecil. "Terus, kenapa? Titus, aku sudah nggak menyukaimu

  • Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi   Bab 8

    "Kenapa ini? Abi, kamu kenapa?"Menghadapi ekspresi cemas Titus, Abigail menangis dengan semakin menyedihkan. Sambil menutupi wajahnya, dia berkata bahwa aku tiba-tiba menamparnya.Aku terdiam sejenak, lalu memutar bola mata dengan kesal dan mengangkat tangan memanggil penanggung jawab arena balap. "Permisi, aku ingin melihat rekaman CCTV di sekitar sini, bisa?"Mendengar itu, Abigail terkejut dan mendongak. Penanggung jawab tahu bahwa aku datang bersama Louis, jadi dia segera menyuruh orang untuk mengambil rekaman CCTV.Abigail panik dan buru-buru menghentikan. "Nggak ... nggak boleh!"Saat bertemu dengan tatapan heran Titus, Abigail tergagap-gagap membela diri. "Kak Titus, apa kamu nggak percaya kata-kataku? Kenapa harus melihat CCTV?"Titus hanya mengerutkan kening sedikit, tetapi tidak mengatakan apa-apa.Tatapan Abigail mulai bergerak dengan gelisah ke sana sini. Melihat tidak ada cara untuk menghentikannya, dia kembali berpura-pura lemah. "Kak Titus, kalau kamu nggak percaya pada

  • Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi   Bab 7

    Mobil balap di samping perlahan berhenti. Tatapan Titus yang suram dan tak terbaca tertuju pada tangan Louis yang melingkari pinggangku.Di sampingnya, Abigail menatapku dengan wajah penuh ketidakpuasan.Louis berkata di dekat telingaku dengan nada penuh minat, "Kalau dari awal kamu pakai gaun seperti ini buat ngejar Titus, biksu itu pasti sudah lama melanggar pantangannya."Aku melirik Titus, lalu menoleh ke Louis. "Cemburu?"Louis tertegun sejenak, lalu segera kembali ke sikap santainya. "Siapa yang cemburu? Kamu pakai gaun, berdiri di samping mobil balap sambil tersenyum semanis itu. Di sirkuit ini siapa yang nggak curi-curi pandang?""Bahkan Titus yang kamu kejar mati-matian selama tiga tahun sampai kehilangan fokus. Cara kamu kejar orang itu ...." Ucapan Louis terhenti, lalu rona merah tipis segera muncul di wajahnya.Karena tanganku sudah berada di tengkuknya, aku menariknya turun dan berbisik di telinganya, "Kalau begitu, sekarang kamu nggak perlu cemburu lagi. Karena gaun ini m

  • Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi   Bab 6

    Aku mengangguk dengan tenang."Ya, aku tahu. Kalau dari awal aku tahu kamu begitu jengkel denganku, sampai terpikir cara seperti ini untuk membuatku mundur, aku pasti sudah lama menyerah. Jadi Titus, aku nggak akan menyukaimu lagi."Titus menatapku dengan mata terbelalak tak percaya. Wajahnya pucat pasi. Beberapa saat kemudian, dia membuka mulut dengan gugup. "Aku ... bukan, aku nggak merasa terganggu ...."Aku malas mendengarkan omong kosongnya lagi, langsung berbalik dan masuk ke lift.Titus menatapku dalam diam. Seulas rasa sedih melintas di matanya.Keluar dari hotel, aku berpapasan dengan Abigail. Dia merangkul lengan ayahku sambil tersenyum lebar.Saat melihatku serta Louis yang lengannya kugandeng, kilatan iri melintas di mata Abigail.Detik ayahku melihat Louis, raut wajahnya juga menunjukkan keterkejutan. Kemudian, dia segera memasang senyuman dan maju menyapa.Aku menarik Louis. Louis sempat hendak menyapa, tetapi setelah melihat ekspresiku yang tidak senang, dia menelan kemb

  • Ketika Cinta Dimanipulasi, Aku Tak Menginginkan Pernikahan Lagi   Bab 5

    Begitu kata-kataku selesai, detik berikutnya pintu lift tertutup. Aku melihat sekilas keterkejutan yang melintas di wajah Titus.Lift segera sampai di lantai paling atas. Ibuku sudah berdiri menungguku di depan pintu. Melihatku naik, dia menatapku sekilas. Setelah memastikan aku tidak terlihat aneh, barulah dia menghela napas lega.Aku tersenyum padanya, lalu kami masuk bersama.Louis datang dengan tergesa-gesa. Jasnya bahkan baru dia kenakan satu detik sebelum masuk. Saat berdiri di sampingku, dia bersiul ringan dengan nada menggoda. "Cantik juga."Aku tersenyum sambil menggandeng lengannya. "Oh ya? Aku juga merasa aku cukup cantik. Tapi dibandingkan penampilanmu pakai jas, sepertinya kamu lebih keren waktu pakai baju balap."Sorot mata Louis menampakkan sedikit keterkejutan. "Kamu pernah lihat aku balapan?"Aku mengangguk. "Juara Supercar Championship tahun lalu. Masuk trending sampai tiga hari. Susah kalau nggak melihatnya."Louis tampak sedikit tertarik. "Nanti setelah selesai, mau

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status