ВойтиNatasha tidak pernah membayangkan bahwa pria yang cinta mati padanya akan berselingkuh saat dia baru melahirkan. Ketika dia melihat bayinya membuka mata dan tersenyum, dia menggendong bayi itu dengan antusias, ingin berbagi kebahagiaan ini dengan Abian. Tapi, saat tiba di ruang VIP itu dan tangannya memegang gagang pintu, bisikan-bisikan mesra terdengar dari dalam. "Kak Abian, enak nggak?" "Angkat pantatmu sedikit lagi."
Узнайте большеNatasha membalas senyumnya, matanya pun berkerut.Dibandingkan dengan orang yang bertele-tele, dia lebih suka ketegasan seperti ini."Ya sudah, kalau begitu, mari kita jadi rekan kerja yang baik.""Tapi, aku memang mengagumimu. Kalau ada kesempatan, tolong berikan aku kesempatan itu."Dion berbicara dengan sangat terus terang.Natasha membalas candaan itu. "Kalau ada kesempatan."Setelah makan bersama, Dion mengantar Natasha pulang.Beberapa waktu berikutnya, Natasha belum bisa pergi ke laboratorium.Memang merepotkan, karena dia juga harus mengurus anak. Tidak mungkin dia meninggalkan Chika sendirian di rumah.Dion menyarankan padanya agar mencari pengasuh, dan Natasha juga mempertimbangkannya.Tapi setelah bertemu beberapa calon, tidak ada yang memenuhi standarnya.Belum ada penyelesaian.Kebetulan, Abian tiba-tiba datang.Natasha awalnya sedikit khawatir, tapi Abian menepati janji dan jarang mengganggunya.Abian datang ke sini untuk membahas kerja sama. Kebetulan, dia bisa sekalian
Kali ini, Abian benar-benar tidak melakukan tipuan apa-apa.Setelah menyelesaikan proses perceraian, Natasha bebas pergi.Memegang akta cerai, dia bersiap untuk memanggil taksi."Ayo kuantar. Walaupun kita sudah bercerai, kita sudah bersama sekian lama. Nggak mungkin langsung tiba-tiba jadi orang asing, 'kan?""Aku tahu kamu mau pergi besok. Di sana ... jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa makan waktu sibuk kerja."Abian menasihatinya dengan lembut.Natasha mendengarkan dengan penuh perhatian. Perasaan campur aduk perlahan menyebar di hatinya.Dia benar-benar mencintai Abian. Cinta mereka nyata.Tapi, kesalahan ini benar-benar tidak bisa dia maafkan."Kalau kamu nggak bisa ngurus Chika di sana, beri tahu aku. Aku pasti akan datang menjaganya.""Sasha, ini bukan berarti aku melepaskanmu. Dan bukan berarti aku nggak mencintaimu. Aku cuma nggak mau kamu membenciku."Natasha bersandar pada jendela mobil, menatap kendaraan yang berlalu-lalang. Lampu jalan menerangi wajahnya yang dihiasi setet
"Giska, kalau kamu wanita lain, mungkin aku nggak akan membencimu."Natasha menatapnya dengan tenang, masih tanpa sedikit pun rasa simpati."Tapi karena itu kamu, aku pernah membantumu, dan kamu bilang aku memberimu harapan untuk terus berjuang.""Kamu memanfaatkan kebaikanku untuk menyakitiku. Aku menerima permintaan maafmu, tapi aku nggak akan memaafkanmu."Giska bersandar di kepala tempat tidur, memaksakan senyuman pahit. "Aku tahu kamu nggak akan memaafkanku.""Aku cuma ... ya sudahlah, tolong terima ini."Dia mengambil kartu dari bawah bantalnya dan memberikannya kepada Natasha."Utangku padamu dulu. Sudah kutambah bunga juga. Jangan ditolak. Ini bukan uang dari Abian. Ini uang yang aku dapatkan sendiri.""Kamu dulu menolongku, tapi aku malah nggak tahu terima kasih. Aku memang nggak pantas mendapatkan kebaikanmu. Mungkin dengan mengembalikan semuanya padamu, beban di hatiku bisa berkurang."Natasha menerima kartu itu. "Kamu tahu aku akan datang?"Giska menggeleng pelan. "Aku cuma
Natasha menutup telepon.Dia tidak ingin bermain-main dengan Abian lagi. Waktunya terlalu berharga untuk itu.Setelah ditipu berulang kali, siapa pun akan merasa tidak tahan.Natasha merasa dirinya sudah sangat sabar.Jadwal pesawat tercepat baru besok pagi.Natasha tidak ingin bertemu Abian, apalagi terlibat dengannya lagi, jadi dia memesan kamar hotel.Dia membawa barang-barangnya langsung ke hotel.Keluarga Yanuar memiliki banyak properti. Dia butuh waktu cukup lama untuk mencari satu hotel yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka.Proses check-in berjalan lancar. Satu-satunya kekurangan adalah Chika mengalami demam ringan.Perjalanan bolak-balik yang terus-menerus jelas telah menguras tenaga kecilnya.Natasha merasa sangat bersalah dan membawa anaknya ke rumah sakit terlebih dahulu.Chika masih muda, dan Natasha menyadarinya tepat waktu, jadi yang perlu dia lakukan hanyalah minum obat dan air yang cukup.Natasha duduk menggendong Chika di kursi koridor. Sesosok wanita t


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.